
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, akhir nya Rendy sampai dikediaman keluarga Rich. Malam ini ia ingin tidur disini karna ia ingin berbagi kebahagiaan nya karna Kanaya sudah menganggap nya dan berusaha untuk membuka hati nya. Walau pun ia masih harus mempertimbangkan nya lagi. Karna bagaimana pun tujuan awal nya adalah untuk membalas dendam pada keluarga Wels.
"mama! papa! Juno! Rendy pulang!" ucap Rendy saat sudah berada diruang tamu.
Rendy berjalan dengan riang dan senyum yang terus menghiasi bibir seksi nya. Membuat Wili, Martin dan Juno bingung. Namun Rendy mengabaikan tatapan aneh ketiga orang tersebut dan terus saja senyum.
"kau kenapa sh kak? setelah pulang mengantar kakak ipar kau jadi seperti ini? dan lagi, tumben kau disini, biasa nya kau pulang kerumah mu sendiri," ucap Juno dengan nada sinis dan tatapan bingung, begitu juga dengan kedua orang tua nya yang menatap Rendy dengan tatapan aneh.
"aisshhh, kalian ini! bukan nya senang anak ny pulang! ini malah dideret dengan pertanyaan pertanyaan yang tidak masuk akal." ucap Rendy kesal.
Namun setelah beberapa saat, Rendy kembali tersenyum dan mulai berbinar. Ia menatap Wili, Martin dan Juno dengan tatapan yang sulit dimengerti bahkan aneh menurut ketiga orang itu. Karna mereka tidak pernah melihat Rendy dengan tatapan yang seperti itu. Ini seperti keajaiban bagi ketiga orang itu.
"ma! mama tau tidak?!" ucap Rendy antusias
__ADS_1
"mana mama tau!" ucap Wili tak mengerti dengan anak sulung nya yang begitu antusias.
"aisshh! gini loh ma,," Rendy sempat menjeda ucapan nya membuat ketiga orang yang ada disana menatap Rendy dengan tatapan penasaran.
"hiiii! cepat lah kak! ngomong!!" ucap Juno kesal karna sejak tadi Rendy tidak melanjutkan ucapan nya membuat semua orang penasaran.
"baiklah~ seperti nya kalian sangat tidak sabar~" goda Rendy yang membuat ketiga orang itu kesal.
"jadi ngomong gk sh!" ucap Martin ikut an kesal dengan Rendy.
"benar kah! kau tidak membohongi kita kan Rendy!" ucap Wili tak percaya, Mereka semua terkejut dengan ucapan Rendy tadi.
"tentu saja! Kanaya itu pasti takluk pada ku dan aku akan membuat nya jatuh cinta pada ku sampai kerelung hati nya yang paling dalam dan tidak bisa berpaling dari ku! walau pun dia harus membalas kan dendam nya terlebih dahulu," ucap Rendy bangga.
__ADS_1
"tentu.v" ucap Juno
"tapi sayang, bukan kah lebih baik Kanaya melupakan masalah balas dendam nya itu. Akan lebih baik jika semua kenangan nya ia lupakan saja kan," ucap Wili khawatir pada keselamatan nya Kanaya.
"iyh Rendy, papa setuju dengan mama mu, kenapa kau tidak bilang pada Kanaya," ucap Martin mengiyakan ucapan istri nya itu.
"iyh Rendy juga setuju, tapi mereka membuat Kanaya harus kehilangan ibu nya diusia nya yang masih kecil. Rendy tak akan pernah membiar kan mereka hidup tenang, mereka harus merasakan apa yang Kanaya rasakan! bahkan, aku akan membantu nya untuk membalas kan dendam nya!" ucap Rendy dengan tatapan dingin nya.
"baik lah, terserah kakak saja, aku pasti akan mendukung mu dan kakak ipar," ucap Juno
"jadi, ceritakan bagaimana Kanaya bisa menerima mu? kau pasti memaksa nya ya? atau kau mengancam ny?" ucap Wili menggoda putra nya.
"ayo lah ma... tidak! jadi kenapa Rendy bisa membuat Kanaya menerima Rendy karna..."
__ADS_1
Rendy pun menceritakan apa yang terjadi tadi saat ia mengantar Kanaya. Dan malam ini, dikedua kediaman, rumah keluarga Rich, dan apartemen Kanaya, semua penghuni merasa bahagia atas kabar kedekatan Rendy dan Kanaya, Kanaya juga berharap, pilihan nya itu tidak salah.