
Kanaya, Rio, Dio, serta anggota black snake membawa direktur itu. Sedangkan Leo dan Elena, mereka bertugas untuk menjalankan sementara perusahaan itu. Sampai Kanaya memiki pengganti yang benar benar setia.
Dan untuk karyawan yang lain ? jangan ditanya, mereka sudah bersumpah bahwa mereka tidak akan mengkhianati Kanaya. Mereka sudah melihat betapa kejam nya Kanaya pada seorang penghiat. Dan, bukan maksud Kanaya untuk bertindak kejam tadi. Hanya saja, ia tidak akan memaaf kan seorang penghianat. Bagaimana pun, masa lalu nya lah yang membuat nya menjadi seperti ini.
Dibuang oleh ayah nya sendiri, dan melihat penghianatan ayah nya terhadap ibu nya membuat Kanaya sangat membenci seorang penghianat. Kanaya selalu menghukum berat siapa pun orang yang sudah berani menghianati nya.
" Aya ! " panggil Rio,
Yah, sedari tadi Kanaya melamun. Ia hanya memperhatikan jalanan yang cukup lenggang.
" iya ? " ucap Kanaya sembari melihat kearah Rio yang sedang fokus mengemudi.
" kenapa kau melamun ? " tanya Rio
__ADS_1
" tidak apa , " ucap nya bohong.
" aku tau apa yang kau fikirkan, " ucap Rio sembari melirik Kanaya sekilas lalu melihat jalanan kembali.
" entah lah, aku hanya.. " ucap Kanaya sembari menghela nafas nya berat.
" aku tau, kau pasti memikirkan dia kan ? " tanya Rio.
Kanaya hanya bisa menunduk, bagaimana pun, tebakan Rio benar ada nya. Ia sedang memikirkan seseorang yang sudah membuat nya hancur.
" aku tau, meski pun dia yang sudah membuat mu menderita dan dia juga yang sudah membuat ku mangalami trauma, tapi dia tetap lah orang yang kau rindukan iya kan ? " tanya Rio
" aku hanya merasa lemah, setiap kali aku merasa aku merindukan nya, " ucap Kanaya.
__ADS_1
" kau bukan lemah Aya, itu wajar, ayah adalah cinta pertama putri nya. Itu lah yang selalu pepatah katakan. Walau pun hati mu selalu ingin membenci nya, tapi nyata nya, dia tetap seseorang yang berarti untuk mu, dia adalah laki laki pertama yang menempati hati mu, walau kau ingin menyangkal nya, namun kenyataan tidak bisa menghapus nya. " ucap Rio.
" aku harus bagaimana ? Disatu sisi, aku merindukan nya, merindukan dekapan nya. Walau pun aku selalu mendapatkan pelukan hangat dari paman Glen, itu tidak sama Rio, itu berbeda, tapi disisi yang lain, aku masih terluka. Luka ini belum sepenuh nya pulih. Bahkan luka ini masih terbuka. Setiap kali aku mengingat nya, rasa nya hati ku hancur, hancur tak tersisa. " ucap Kanaya
Siapa pun itu, sebenci apa pun dia, tidak bisa dipungkiri bahwa darah lebih kental dari pada air. Begitu pun Kanaya, ia tetap lah seorang putri kecil yang merindukan belaian seorang ayah.
" Aya, coba nya berfikir lebih dewasa. Apa kah dengan kau menaruh dendam pada ayah mu, boss besar akan bahagia ? Akan kah dia merasa senang disana ? Jika begitu, kenapa ia tidak lakukan sedari dulu saat ia masih hidup ? Dia justru memilih tetap bertahan dan menahan semua rasa sakit itu, dia tetap setia pada ayah mu, " ucap Rio.
" iya.. kau benar.. tapi tetap saja.. aku tidak bisa.. itu terlalu menyakitkan.. " ucap Kanaya sendu.
Rasa sakit yang ia alami, tidak bisa ia pungkiri bahwa ia membekas, sangat dalam sampai membuat nya trauma dengan lelaki yang akan mendekati nya.
" sudah lah, nanti kita bahas lagi, sekarang lebih baik, hancur kan yang ada di depan mata. Lebih baik tenang kan diri mu kau tidak mau kan menghancurkan semua nya hanya karna kau terlalu terbawa emosi mu, " ucap Rio.
__ADS_1
" iya.. tentu.. " ucap Kanaya
Setelah nya suasana hening. Membuat Kanaya kembali dalam lamunan nya. Ia hanya ingin membuat semua nya berjalan lancar. Tapi kenapa setiap kali ia tinggal selangkah lagi, selalu ada yang membuat nya lemah. Kenapa ? tidak kah Kanaya berhak untuk bahagia ? Dan menjalani kehidupan normal nya ? Ia hanya ingin melupakan semua nya.