Gadis Kecil Kesayangan Mama 《Berhenti Krna Gk Ada Ide Lgi!!》

Gadis Kecil Kesayangan Mama 《Berhenti Krna Gk Ada Ide Lgi!!》
keluarga baru untuk Kanaya


__ADS_3

Bianca pergi dari rumah itu dan langsung masuk ke dalam mobil nya. Gina terkejut karna Bianca menutup pintu mobil dengan sangat tidak santai nya. Sampai membuat Gina terlonjak kaget dan membuyar kan lamunan nya itu. Tadi nya Gina ingin bertanya, namun setelah melihat ekspresi yang ditampilkan oleh Bianca membuat Gina langsung mengurungkan niat nya.


"ah! sialan!!!" ucap Bianca kesal sambil membanting stier yang ada didepan nya itu.


'kenapa dia? bukan kah tadi aku melihat mobil Rendy masuk? seharusnya dia senang kan?' -ucap Gina dalam hati nya.


Tempat parkir untuk tamu dan anggota keluarga memang berbeda. Tempat parkir untuk tamu berada dihalaman depan pintu utama yang luasnya layak nya lapangan bola. Tapi jika untuk anggota keluarga, tempat parkir nya ada disamping rumah, lebih tepat nya bawah tanah. Karna selain untuk tepat parkir itu juga sekaligus garasi, maklum, mobil nya itu layak nya batu kerikil dipinggir sungai, berjejer dengan rapi dan mewah nya. Jadi wajar, jika Gina tidak melihat kehadiran Kanaya tadi.


Setelah meredakan sedikit emosi nya, Bianca langsung mengendari mobil sport keluaran terbaru itu pergi dari kediaman keluarga Rich. Dan Gina pun hanya bisa menurut, ia tidak ingin menambahkan minyak dalam kobaran api.


Sementara diruang tamu keluarga Rich, Kanaya bingung dan canggung. Ia tidak tau untuk berbuat apa. Ia bahkan sekarang terlihat sangat gugup seperti sedang disidang oleh kedua orang tua akibat ketahuan mengambil uang jajan lebih. Juno yang mengetahui bahwa Kanaya gugup pun tak bisa menahan tawa nya.


Juno tertawa sangat keras sampai sampai membuat kedua orang tua nya dan Kanaya sendiri terkejut. Sementara Rendy yang berusaha menahan emosi nya yang memuncak, pun menatap Juno dengan ekspresi yang sulit diartikan bahkan membuat Juno sendiri langsung berhenti tertawa dan melihat Wili, Martin, dan Kanaya bergantian.

__ADS_1


Ia mengerti arti tatapan ketiga nya yang mengisyaratkan bahwa diri nya aneh dan tidak tau malu. Juno menjadi salah tingkah dibuat nya. Rendy duduk disamping Kanaya sambil memperhatikan Juno yang sedari tadi salah tingkah dibuat nya. Sementara Wili dan Martin menatap aneh kepada putra bungsu nya. Ia tidak mengerti dengan Juno, bahkan orang tua nya saja tidak mengerti?!


"ouh ayolah! aku hanya tertawa melihat bagaimana ekspresi kakak ipar yang seperti anak kecil yang sedang disidang orang tua nya karna ketahuan mengambil uang jajan lebih, hahaha,," ucap Juno dan tertawa diakhir kalimat nya.


"diam lah!" ucap Rendy sambil menjitak kepala adik nya itu.


"aduh!" keluh Juno saat mendapat kan hadiah dari kakak nya karna sudah membuat kakak ipar nya menjadi salah tingkah.


"lagi pula kamu ini! aneh! kebiasaan deh!" ucap Wili menatap putra nya itu dengan tatapan datar


Setelah itu mereka tertawa bersama seperti ada yang baru saja membuat lelucon yang lucu. Itu memang kebiasaan keluarga itu. Mereka terkadang bertengkar dan berdebat, namun setelah nya mereka tertawa. Entah apa yang mereka tertawa kan namun itu yang membuat keluarga kecil itu menjadi hangat.


Kanaya langsung mengingat kenangan nya bersama sang mama. Sebelum ia pergi dari rumah, ia dan sang mama sering bertengkar namun setelah nya mereka bercanda dan tertawa bersama, jujur itu yang membuat Kanaya rindu dengan mama nya itu. Ia senang, senang sekali bisa melihat keluarga itu tertawa bersama. Mengingatkan ia dengan sang mama. Kanaya pun tiba tiba ikut tertawa sambil menikan air mata nya.

__ADS_1


Hal itu membuat semua orang langsung menatap kearah Kanaya. Kanaya yang ditatap pun memberikan sebuah senyuman yang teramat tulus. Senyuman yang sudah lama sekali hilang dari hidup seorang Kanaya. Senyuman yang mampu membius siapa pun yang melihat nya. Bahkan Rendy sampai tercengang beberapa saat, saat melihat nya.


"terima kasih, terima kasih karna sudah membantu ku untuk menyingat kenangan manis bersama dengan mama. Aku bahkan sudah lupa bagaimana rasa nya tertawa lepas," ucap Kanaya tulus dengan senyum yang menghiasi bibir cantik nya.


"kau tidak perlu berkata seperti itu sayang, kau sudah menjadi bagian dari keluarga kami. Kau bisa mengnggap ku sebagai ibu mu dan yang lain sebagai keluarga mu. Kau bisa menyampaikan keluh kesah mu pada kami. Kau bisa mengadu apa pun, kita pasti akan selalu melindungi mu," ucap Wili tulus.


Rendy, Martin, dan Juno mengangguk setuju.


"sayang, kita keluarga, karna kau akan menjadi nyonya Rich cepat tau lambat," ucap Rendy dengan percaya diri sekaligus menggoda Kanaya.


Kanaya langsung tersipu malu dan tertunduk karna wajah nya bersemu merah. Wili, Martin dan Juno hanya tertawa melihat reaksi lucu dari Kanaya.


'aku akan memberikan apa pun yang kamu inginkan sayang, keluarga, harta, bahkan dunia pun aku berikan asalkan kau tersenyum.' -janji Rendy dalam hati nya.

__ADS_1


maaf yah, author jarang up, author lagi disibukkan sama kegiatan ramadhan, jadi tolong ngerti in yah. Dan makasih buat yang udah setia baca. Author makasih banget. jangan lupa like, coment dan vote yah readers. thank youuuu🙌


__ADS_2