
Benar tebakan Rendy. Setelah Rendy pergi, Kanaya tidak bisa kembali fokus pada apa yang sedang ia kerja kan tadi. Benar benar menyebalkan! Kanaya tidak bisa fokus lagi. Bagaimana bisa ia membiarkan Rendy mencium nya?! Yah walau pun hanya pipi nya, tapi tetap saja! Itu tidak diperboleh kan! Kanaya bahkan tidak pernah menggandeng tangan laki laki.
Ouh! Apa yang harus ia lakukan! Sekarang wajah nya sudah memerah lagi! Dan sial nya, tepat saat Salsa masuk kedalam ruangan nya, " Aya, aku ingi...n," ucapan Salsa terhenti saat melihat ekspersi kaget Kanaya dan juga pipi merah nya. Dia menahan tawa nya agar tidak pecah. Ternyata melihat Kanaya yang sedang malu itu menyenang kan.
" ke.. kenapa kau tidak mengetuk pintu dulu?! Tidak bisa kah kau mengetuk pintu nya baru kau masuk! Apa, apa segitu berat nya kah melakukan itu?" Ucap Kanaya sedikit kesal karna ia ketahuan karna pipi nya memerah.
__ADS_1
" bukan kah, kau yang bilang Aya, jika aku ada perlu, aku bisa langsung masuk saja," ucap Salsa sambil menunduk, namun bukan karena merasa bersalah, namun karna ia menahan tawa nya. Wajah Kanaya sekarang bahkan lebih memerah lagi karna ia sudah ketahuan. Salsa jadi menerka nerka apa yang terjadi sebenar nya antara Kanaya dan Rendy tadi.
" mak maksud ku... jika aku tidak ada dikantor! Kan, aku sedang dikantor! Jadi kau harus.. me, nge, tuk, nya..." ucapan Kanaya mulai dari gugup sampai ia merendah kan suara nya. Lagi lagi Salsa menunduk menahan tawa nya.
Tiba tiba Leo masuk dan langsung bertanya pada Kanaya tanpa melihat ekspresi Kanaya yang sedang menahan malu nya mati mati an.
__ADS_1
Saat Leo berbalik ia melihat Salsa yang diam berdiri sambil menunduk an wajah nya, ia baru akan menanyakan nya, tapi mata nya lebih cepat menangkap wajah Kanaya yang sedang memerah, " Aya, ken.." ucapan Leo terputus dan mulut nya menganga beberapa saat sebelum akhir nya ia tertawa kencang sekali. Membuat Salsa yang dari tadi menundukan kepala nya langsung mengangkat wajah nya dan ikut tertawa bersama Leo.
Hal itu membuat Kanaya semakin malu dan semakin membuat pipi nya memerah. Apa salah nya sampai ia harus menahan rasa malu didepan 2 orang kepercayaan nya?! Ouh! Apakah Kanaya harus kehilangan wibawa nya didepan mereka berdua? Kanaya adalah seorang CEO dan ketua dari kelompok yang disegani dinegara ini. Bahkan mereka menempati posisi dengan yang memasuki 3 besar kelompok yang paling berpengaruh didunia!
Ouh astaga! Kanaya benar benar malu! Ia terus saja mengerutuki Rendy yang sudah membuat nya malu! Ia akan membalas dendam pada Rendy dengan membuat Rendy tidak bisa tidur nanti malam! Kanaya tertawa dalam hati nya menanti kan rencana konyol nya ini. Ia tidak peduli lagi, ia harus bisa membalas Rendy! Apa pun yang terjadi.
__ADS_1
Kanaya sangat senang dengan ide konyol yang melintas dipikiran nya itu. Ia sudah tidak sabar lagi.
' hahahaha! lihat saja Rendy! Aku akan membalas mu! jangan pernah merehkan seorang Kanaya Angela Farezky, Rendy Pratama Juana Rich! kau tidak akan bisa tidur malam ini! aku jamin itu! kau akan menerima balasan nya karna telah membuat ku malu! apa lagi didepan Leo dan Salsa! dasar bren*sek!' -ucap Kanaya dalam hati nya.