
Rendy yang mendengar berita mengenai wanita yang sangat dia cintai itu pun langsung pergi dari ruang rapat tanpa memikir kan yang lain. Martin dan Juno yang melihat kepergian Rendy hanya bisa menghela nafas nya. Mereka paham betul kenapa Rendy bisa sampai seperti itu. Sedangkan dewan direksi yang berada dihadapan Martin pun menatap tak mengerti.
Tak berapa lama, ia sampai dikantor Kanaya. Tepat saat Kanaya sedang menjalan rapat direksi untuk masalah ini. Rendy pergi keruangan Kanaya, namun tidak menemukan gadis pujaaan nya itu. Ia pun berlari keruangan Leo namun sama hasil nya. Ia terus mencari sampai akhir nya berada diruang rapat. Didepan ruang rapat ada beberapa pria dengan setelah jas yang terlihat sedang berjaga.
Rendy pun mengerti bahwa Kanaya pasti sedang didalam ruang rapat, dan pasti ia sedang mengalami kesulitan. Rendy yang menuju keruangan tersebut, namun dihalangi oleh orang orang itu. Rendy pun tetap memaksa masuk dan akhir nya mendobrak pintu ruang rapat. Membuat suara yang sangat keras dan membuat seisi ruangan kaget. Ruangan yang tadi nya penuh dengan banyak pertanyaan, hinaan, cacian, makian, dan segala hal yang menyuduk kan Kanaya, tiba tiba menjadi hening.
__ADS_1
Mereka langsung menoleh kearah pintu dan melihat Rendy yang berdiri dengan nafas terengah engah karna sudah berlari dari lantai bawah sampai lantai ruang rapat, yang memiliki jarak 4 lantai. Belum lagi menghadapi para penjaga yang tinggi nya sama dengan Rendy. Dan mendobrak pintu yang dikunci dengan sekali hentakan kaki, memang nya tidak capek apa?
Namun semua rasa lelah itu terbayar saat ia melihat wajah gadis nya yang baik baik saja tanpa terluka sedikit pun. Ia lalu tersenyum dan berjalan kearah nya, " Rendy.." gumam Kanaya saat mata indah menatap pria yang sangat mencintai nya itu.
Rendy terus berjalan, membuat jarak diantara dia dan Kanaya semakin menipis. Mata mereka terus bertemu, seakan mereka sedang menyapa. Rendy dapat melihat dari mata Kanaya wanita itu sedang cemas, namun dia berhasil menutupi kecemasan nya dihadapan orang lain. Mata Kanaya seakan enggan untuk berpaling dari pria yang kini tengah berdiri dihadapan nya.
__ADS_1
Rendy langsung menarik tangan Kanaya, membawa nya kedalam dekapan yang memang amat dibutuh kan Kanaya untuk saat ini. Bukan nya Kanaya tidak kuat, namun ia lelah karna ia sudah menghadapi situasi seperti ini selama bertahun tahun sendirian. Ia bukan nya tidak menganggap kelompok nya, namun ia tidak ingin membuat mereka semakin terbebani.
Saat ia sedang kuliah diluar negri, banyak pria kaya yang menyukai nya. Paras Kanaya yang cantik dan elegan, membuat semua pria yang melihat akan terpesona. Namun, semakin banyak pria yang mendekati nya semakin banyak pula wanita yang membenci nya. Ia pernah dibully, dihina, dicaci dan difitnah dengan berbagai macam tuduhan. Mulai dari wanita penggoda, wanita murahan atau wanita penghibur. Ia sudah sering mengalami nya.
Namun, orang yang mendapatkan perilaku seperti itu secara terus menerus pun akan lelah. Ia akan cepat stress. Kanaya tidak pernah menceritakan apa pun mengenai masalah nya sewaktu kuliah pada kelompok nya. Ia telan sendiri rasa dihina, dicaci, dimaki bahkan dipandang jijik oleh orang orang yang ada disekitar nya. Itu lah yang membuat seseorang mengalami gangguan mental. Ia akan sering memikirkan masalah nya sendiri dan memicu stress dan akhir nya menjadi gangguan mental.
__ADS_1
Kanaya sekarang sedang berada dititik selemah lemah nya. Walau pun ia tidak mengatakan atau menunjukan nya. Tapi Rendy tau, bahwa wanita yang sedang ada dalam dekapan nya ini membutuh kan sandaran. Wanita mana yang tidak sakit hati saat ia mendapat cacian, hinaan atau direndah kan oleh orang lain. Padahal berita itu tidak benar.
Kanaya memang ketua dari kelompok yang sangat dihormati oleh dunia. Tapi Kanaya tetap lah seorang wanita, yang jika disakiti ia akan menangis dan terluka. Ia juga memiki perasaan yang harus dijaga dan dihormati. Ia bukan robot yang tidak menangis saat terluka dan tertawa saat ia bahagia.