
Setelah mereka dibawa kekantor polisi, Kanaya dan yang lain nya pergi. Para tamu yang lain juga memutuskan untuk pergi. Mereka benar benar kecewa atas perilaku keluarga tersebut, yang ternyata sama hina nya dengan keluarga Wels, yang menghalalkan segala cara untuk mendapat kan apa yang diinginkan nya.
Kanaya sudah membalas kan apa yang seharus nya. Gina juga sudah mendapat kan ganjaran atas apa yang dilakukan nya dulu. Gina memang sepenuh nya tidak bersalah, namun tetap saja, dia dalang dibalik ini semua. Ia harus mendapatkan ganjaran atas sesuatu yang ia perbuat. Sesuatu yang kita kerjakan, pasti ada hasil nya. Dan suatu kejahatan pasti ada hukuman nya.
Kanaya percaya, setelah hujan pasti ada pelangi, setelah kematian pasti ada kelahiran, dan setelah kesedihan pasti ada kebahagiaan. Kanaya mungkin belum mendapatkan sekarang, namun, nanti, ia yakin, pasti ada sesuatu yang indah, yang disiapkan Tuhan oleh nya, akan datang pada saat nya. Kanaya hanya perlu bersabar dan menunggu. Maka sesuatu yang indah itu, akan datang pada nya dengan sendiri nya.
Kanaya sibuk dengan fikiran nya sendiri, sampai ia tidak menyadari bahwa seisi mobil memperhatikan nya.
' mama, Kanaya bisa, Kanaya sudah menjadi hebat, ' -ucap Kanaya dalam hati.
__ADS_1
' Kanaya akan selalu menjadi gadis kecil kesayangan nya mama, ' -gumam Kanaya.
Tanpa sadar, air mata yang sudah ia tahan akhir nya mengalir begitu saja. Memperhatikan jalanan yang beraspal, membuat nya teringat akan kecelakan waktu itu. Sungguh, Kanaya rasa nya ingin menjerit, ia mengubah segala hal dalam diri nya, hanya untuk membalas kan dendam nya. Ia menjadi wanita yang dingin dan acuh karna keluarga itu.
Kanaya menjadi teringat akan segala kenangan nya dulu. Jika saja, kakek nya masih hidup, ia tidak akan seperti ini. Kakek nya pasti bisa membantu nya. Namun sayang nya, Tuhan lebih menyayangi nya dari pada Kanaya dan ibu nya.
Farezky yang melihat kesedihan yang amat mendalam dalam mata Kanaya memutuskan untuk diam. Ia tidak mau menambah beban adik kesayangan nya itu. Ia tau, Kanaya sekarang pasti sedang memikirkan kenangan nya dulu. Ia pasti lega, namun tetap ada kegundahan yang melanda. Farezky hanya bisa menghela nafas kasar dan menatap keluar jendela.
Rendy yang tak bisa melihat kesedihan nya terus menerus dari Kanaya memilih untuk mencair kan suasana. Ia harus bisa menghibur nya. Disaat seperti ini lah, dia dibutuh kan.
__ADS_1
" hei! Bagaimana jika kita mengadakan pesta! Lagi pula jika, kita pulang tanpa mengadakan pesta apa pun, tidak seru kan?" Usulan Rendy berhasil membuyarkan lamunan Kanaya.
Mungkin ide nya Rendy ada benar nya juga. Semua orang saling memandang dan melirik, meminta jawaban dari masing masing kubu.
" baik lah, aku akan menelfon pelayan villa kita yang ada dipinggiran kota, disana kita akan mengadakan pesta bbq dan kita akan menginap divilla nya! Lagi pula banyak kamar disana, aku juga akan memesan piyama tidur agar kita tidak perlu memakai pakaian ini untuk tidur, kan tidak enak," ucap Rendy.
Mereka hanya mengngangguki ucapan Rendy tanpa banya bertanya, memang seperti nya itu ide yang bagus. Kanaya yang mendapatkan tatapan dari semua orang menjadi salah tingkah, seperti nya mereka memerlukan tanggapan dari wanita tersebut.
" eh, aku.. ikut saja," ucap Kanaya dan diangguki oleh semua orang.
__ADS_1
Rendy pun meminta agar supir memutar balik menuju kevilla nya yang ada dipinggir kota. Villa yang terdapat danau yang sangat indah dan eksotis. Rendy sudah menghubungi pelayan yang terdapat divilla tersebut untuk memenuhi segala yang diperlukan untuk pesta nya. Kanaya dan Farezky juga menghubungi annggota nya yang berada dimobil belakang untuk mengikuti mereka.