
Keesokan hari nya, Rendy sudah bicara mengenai rencana Kanaya. Wili dan Martin pun tidak mempermasalah kan nya. Karna menurut mereka, dengan membantu Kanaya, mereka berharap dengan memberikan undangan itu, mereka bisa membantu Kanaya untuk menyelesai kan balas dendam nya. Lagi pula, keluarga Wels sudah bangkrut. Jadi, hanya perlu menunggu waktu untuk melihat mereka hancur dengan sendiri nya.
Setelah menghubungi Kanaya tadi pagi, akhir nya sudah diputus kan hanya beberapa anak buah nya saja yang ikut. Sisa nya menunggu diluar. Waktu berjalan cepat, sekarang pukul 5.30, Kanaya harus bersiap untuk nanti malam. Ia juga sudah menyiap kan pertunjukan yang spektakuler untuk Bianca dan Gina nanti malam. Setelah selesai memilih gaun yang cocok, Kanaya pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri nya.
Setelah selesai, Kanaya memakai gaun yang ia siap kan tadi. Ia memakai gaun semata kaki berwarna merah maroon tanpa lengan. Ia juga memakai riasan wajah yang sederhana dan tipis. Rambut nya tergerai indah dan bergelombang, Kanaya memakai heals yang senada dengan gaun nya. Kanaya nampak anggun dan elegan dalam sekali pandang.
Arloji yang ia pakai sudah menunjukan pukul 6.15, tepat saat mobil Rendy dan Rezky sampai didepan apartemen Kanaya. Mereka langsung menuju keapartemen Kanaya dan membunyikan bell nya. Saat Kanaya keluar, Rendy dan Rezky memandang Kanaya dengan tatapan takjub. Rendy tidak pernah bosan dalam mengagumi keindahan ciptaan Tuhan dihadapan nya ini. Rezky yang melihat penampilan adik nya menjadi sangat terpesona. Jika saja Kanaya bukan adik nya, mungkin sudah ia pacari dari dulu.
" hey! Hello!" Ucap Kanaya melambaikan tangan nya didepan Rendy dan Rezky.
" ah, iya benar! ayo! Ayah, ibu dan Juno sudah menunggu dibawah," ucap Rendy kemudian ingin menggandeng tangan Kanaya.
__ADS_1
Namun tangan Rendy langsung ditepis oleh Rezky. Ia tidak bisa memberikan adik kesayangan nya pada orang yang baru ia kenal. Walau pun ia adalah pria yang sangat diidamkan oleh seisi dunia. Rezky tetap tidak rela memberikan adik kesayangan nya ini pada Rendy. Rendy harus bisa melewati Rezky dulu, baru bisa memiliki Kanaya.
" tidak bisa! Kanaya akan ikut dengan ku! Dia adik ku!"
" ehm, baiklah bagaimana jika kita sama sama saja kesana nya, hem? Bagaimana?" usul Kanaya
" baiklah, kita bicarakan dibawah," ucap Rendy kemudian berjalan menuju lantai dasar.
" sayang! Kau cantik sekali," ucap Wili antusias saat melihat Kanaya yang berjalan mendekat kearah nya.
Mereka yang ada disitu menatap ketiga orang itu dengan tatapan terpesona. Anggota blcak home juga ada disana. Ada anggota black snake juga disana.
__ADS_1
" loh, kak, kok ada anggota kakak disini? Memang nya kakak ada undangan nya?" Tanya Kanaya penasaran melihat beberapa anggota black snake disana.
" nona, anda jangan merehkan boss kami, dia berhasil membangun perusahaan nya sendiri sampai berkembang dibeberapa negara maju dan akan memindahkan pusat nya dinegara ini," jawab Jasmine dengan bangga.
" hahaha! Benar tentu saja! Kakak ku ini memang yang terbaik," ucap Kanaya sembari memberikan 2 jempol nya pada Rezky.
" sudah lah, ayo kita pergi!" Ucap Rendy yang agak risih karna dari tadi Kanaya memuji Rezky dari pada dia.
' tenang saja, akan aku buat seluruh dunia tau jika Kanaya adalah wanita ku! Jangan coba coba menghalangi ku ya!' -ucap Rendy dalam hati sambil melirik kearah Rezky dengan tatapan tajam dan sinis.
Rezky pun memandang balik dengan tak kalah tajam nya sambil bergumam, ' heh! Kau ingin memiliki Kanaya? Kau harus melewati ku dulu!'
__ADS_1