
Hari ini adalah hari dimana pasar saham asia dibuka. Biasa nya para pemimpin pemimpin perusahaan yang mengikuti nya, akan berlomba lomba mengikuti nya. Karna secara tidak langsung, nanti nya, perusahaan yang memiliki saham tertinggi akan semakin naik popularitas nya dan juga akan semakin banyak yang ingin berkerja sama dengan nya.
Kanaya kini sudah bersiap dikursi kerja nya. Ia tadi diantar oleh Farezky dan akan dijemput pula oleh nya. Jantung Kanaya kini lebih cepat dari biasa nya. Bagaimana tidak ? Hampir tiba waktu nya, pasar saham yang ia nanti nanti kan, akan dimulai. Kanaya sudah stand by dari pukul 8.30 didepan laptop nya. Padahal pasar akan dibuka pukul 9.00. Kanaya sudah tidak sabar.
Sedari tadi ia terus berdoa. Semoga, semua yang ia usaha kan memuas kan. Apa lagi, ia yang membangun perusahaan ini dari nol. Ia tidak mau, hanya karna kesalahan kecil, membuat nya harus kehilangan perusahaan. Yah, kesalahan kecil yang dimaksud Kanaya adalah berita yang kemarin membuat saham diperusahaan nya anjlok.
Itu adalah sebuah kesalahan bagi Kanaya. Tentu saja, kesalahan karna kelalai an nya. Bagaimana bisa, ia teledor begitu. Padahal ia adalah pemimpin dari kelompok yang sangat ditakuti. Kelompok nya bahkan kelompok no 2 yang paling disegani. Kenapa hanya berita kecil seperti itu bisa membuat saham nya anjlok ?
Yah, mau dikata bagaimana lagi. Kenyataan nya, sekarang sudah terjadi. Jadi tidak ada guna nya, jiia harus menyesali nya. Toh, semua sudah beres. Begitu fikir Kanaya.
Saat pikiran nya sedang berkelana mencari memori memori lama. Tiba tiba pintu ruangan nya diketuk. Kanaya yang sadar pun langsung memperboleh kan orang yang mengetuk untuk masuk. Kanaya melihat Salsa dan Leo yang masuk.
" aku fikir siapa tadi.. " gumam Kanaya kecil.
Yah, Kanaya sedang memikir kan sosok yang sudah 2 hari ini tidak muncul dalam kehidupan nya. Sosok yang selalu membuat nya kesal namun juga ada disetiap saat saat tersulit nya. Sosok lelaki tampan berkulit putih tubuh atletis, mata tajam, hidung mancung dan rambut hitam nya yang selalu memikat hati. Siapa lagi kalau bukan Rendy. Ouh tunggu, kenapa Kanaya memikir kan nya ?
Kanaya langsung menggeleng kan kepala nya pelan saat ia menyadari apa yang ia lakukan.
__ADS_1
" ouh dasar otak ! Hanya karna ia tidak kesini beberapa hari sudah berani memikir kan nya ! " gumam Kanaya.
" apa Aya ? " tanya Salsa yang seperti nya tau jika Kanaya tadi bergumam sesuatu.
" ah, tidak, " ucap Kanaya sambil memaling kan wajah nya. Telinga sedikit memerah, karna malu.
" lalu kenapa telinga mu merah ? " tanya Leo yang melihat telinga Kanaya merah.
" mana ada ! " bantah Kanaya sambil menutupi telinga nya.
" hayo.. mikirin siapa si.. kok sampe buat telinga mu merah... " goda Salsa.
" jujur Aya.. " ucap Leo.
" sudah lah.. telinga dan pipi mu sudah berkata.. memang nya kenapa kalau memikir kan seseorang.. tidak ada hukuman nya kan ? " tanya Salsa sengaja karna ingin memancing Kanaya untuk mengatakan nya.
" benar kah ? " tanya Kanaya yang memang terpancing.
__ADS_1
" tentu saja " ucap Leo dan Salsa kompak.
" em... aku hanya.. ber.. fikir saja, sudah lama.. em.. aku.. tidak, me li hat Rendy " ucap Kanaya gugup dan diakhir kalimat nya ia ucap kan lirih.
" hahahaha ! " tawa Leo dan Salsa bersamaan.
" jadi, kau dari tadi memikir kan Rendy ? " tanya Leo.
" ya ampun Aya, kalau kau rindu, datangi saja rumah nya, kau pasti sudah tau kan ? Lagi pula paman Martin dan bibi Wili pasti akan sangat senang kau kesana " ucap Salsa.
" aku aku tidak sedang merindukan nya ! Aku hanya penasaran saja ! " bantah Kanaya.
" sudah lah, setelah ini selesai, kau boleh pergi, minta Rio untuk membawa kan mobil kesayangan mu kesini, lalu saat makan siang, kau beli kan makanan dan pergi kerumah calom mertua mu itu " ucap Leo.
" hei ! Jangan sembarangan kalo ngomong ! " ucap Kanaya gugup. Ia semakin malu.
" baiklah baiklah, nanti biar aku yang beli kan.. " ucap Salsa.
__ADS_1
" tidak usah ! Biar aku saja " ucap Kanaya malu malu.
" hahaha.. " tawa Salsa dan Leo yang melihat wajah malu Kanaya.