
Masih dikantor Kanaya, 10 menit kemudian, Salsa masuk kedalam ruangan Kanaya yang luas nya kaya 2 kali nya lapagan futsal itu. Padahal kan cuma ada Kanaya sendiri kan diruangan itu? Kenapa harus gede gede yah?
" tok tok tok,"
" masuk!"
" Aya, 5 menit lagi rapat direksi, para dewan sudah berisiap untuk masuk keruang rapat." Jelas Salsa
" baik, tunggu, aku masih harus menelfon seseorang dulu, kau boleh keluar,"
" baik Aya, aku akan menunggu mu diluar" Salsa langsung keluar setelah mengatakan hal tersebut.
Kanaya langsung menelfon seseorang, karna sudah hampir 1 minggu ini ia tidak ada kabar nya lagi setelah melakukan misi terakhir kali.
" apa kau sudah menemukan hal yang baru?" Kanaya langsung menanyakan nya setelah telfon itu diangkat
__ADS_1
" maaf boss, kemarin saya sudah kesana, namun seperti nya sudah dipindah tempat persembunyian ny, mungkin mereka tau jika ada yang sedang mematamatai mereka, setelah dilacak dari cctv dan beberapa orang yang ada disekitar, ternyata mereka sempat mendapat kan serangan dadakan, namun tidak tau siapa si penyerang. Dan si penyerang membawa seorang pria paruh baya dari rumah itu."
" pria paruh baya?" Kanaya sedikit terkejut, karna ia pikir, orang yang disekap dirumah itu adalah bibi nya, adik dari ibu nya. Namun kenapa jadi pria paruh baya?
" iyh boss,"
" baik, kau cari tau terus siapa pria paruh baya itu, dan dapat kan informasi sedetil detil nya! Mengerti?!"
" mengerti!"
"Baik, kita kesana sekarang,"
Kanaya dan Salsa langsung masuk kedalam lift dan menuju ruang rapat yang berbeda 2 lantai dari ruangan Kanaya. Setelah pintu lift terbuka Kanaya dan Salsa langsung menuju keruang rapat. Benar saja, mereka sudah ditunggu, ada Leo, dan beberapa dewan direksi disana.
"Maaf sudah membuat kalian menunggu," ucap Kanaya saat ia sudah duduk dikursi yang disedia kan. " mari mulai,"
__ADS_1
" jadi begini, maaf direktur Leo," ucap salah satu dewan direksi
" begini, kita ini sedikit khawatir tentang pembukaan pasar saham asia minggu depan," salah satu direksi tersebut memulai rapat nya.
" iyh, nona, bagaimana pun, kita ini termasuk perusahaan baru karna kita baru 3 tahun, dan yang lebih membuat kami khawatir tentang, CEO baru kita," lanjut salah satu direksi itu
" jadi kau meragukan pemilik dan pendiri dari perusahaan ini?!" Ucap Leo tidak terima, karna bagaimana pun, Kanaya yang mendirikan perusahaan ini, dia yang sudah membuat perusahaan ini berkembang dan maju serta menjadi incaran bagi perusahaan perusahaan lain. Bagaimana mereka bisa mengatakan itu didepan boss mereka?.
" bukan maksud kami seperti itu, namun ini memang kenyataan nya," pria paruh baya yang duduk dihadapan Leo, memang seperti nya dari awal pria paruh baya itu tidak suka dengan kehadiran Kanaya.
" jika itu masalah nya, mungkin ini menjadi solusi," ucap Kanaya sembari menyerahkan surat kontrak nya dengan perusahaan Rich. Dia tau jika dengan berkerja sama dengan perusahaan Rich, ia akan mendapat kan keuntungan juga. Dan ini menjadi bungkaman bagi para dewan direksi rese yang ingin mengganggu Kanaya.
" ini...!" Ucap direksi yang tadi duduk didepan Leo. Dia sedikit terkejut karna tidak menyangka bahwa Kanaya bisa mendapat kan kontrak kerja dengan perusahaan yang sudah mendunia itu.
" sudah kan? Jadi tidak perlu ada yang dicemas kan lagi," ucap Kanaya,
__ADS_1
Kanaya berdiri lalu keluar dari ruang rapat itu dengan diikuti Salsa dan Leo dibelakang nya. Kanaya keluar dengan senyum penuh makna dan berjalan dengan anggun.