
Perusahaan Qiztya.
Kanaya sudah selesai dengan semua dokumen dokumen yang menumpuk tadi ia pun pergi ke meja sekertaris nya. Kanaya ingin pamit, ia ingin pergi keluar sebentar karna ia sumpek, ia butuh udara segar.
"Salsa, aku ingin keluar sebentar, jika ada apa apa kau hubungi aku, atau kau hubungi Leo saja."
"baik Aya, namun memang nya kau mau kemana?" tanya Salsa.
"aku mungkin butuh udara segar, baiklah kalau begitu aku pergi dulu, dah..." ucap Kanaya.
"baiklah.. hati hati Aya,"
"iya!" teriak Kanaya yang sudah pergi menuju lift.
Kanaya pergi keparkiran tempat mobil kesayangan nya ada. Setelah itu Kanaya menyalakan mesin mobil dan melaju pergi. Sebenar nya Kanaya sendiri juga tidak tau kemana ia pergi,
Tanpa Kanaya sadari, ternyata bawahan Rendy mengikuti Kanaya dan selalu mengawasi Kanaya. Sang bawahan pun langsung pergi mengikuti Kanaya, tak lupa ia mengabari boss nya tentang kepergian Kanaya.
Rendy.
Rendy sedang berbincang bincang dengan ayah dan ibu nya tentang pertemuan nya dengan Kanaya. Tiba tiba ponsel nya berdering, ia langsung mengangkat telfon itu saat ia melihat sang penelfon.
"maaf, Rendy harus mengangkat telfon nya dulu," ucap Rendy.
"siapa sayang?" ucap Wili hangat.
"emm, itu,, sebenarnya Rendy menyuruh bawahan Rendy untuk mengawasi setiap gerak gerik nya Kanaya,, Rendy hanya khawatir jika Kanaya tidak diberi pengawasan seperti itu, bagaimana jika tiba tiba Kanaya dalam bahaya?! Rendy tidak ingin mengambil resiko," jelas Rendy.
"bagu! itu baru anak ayah," ucap Martin semangat.
__ADS_1
Lalu Rendy pun tanpa banyak bicara lagi langsung mengangkat telfon itu.
"Boss, tadi nyonya pergi keluar dari kantor, dan sekarang saya sedang mengikuti nya." ucap sang bawahan.
Yah, sang bawahan sudah menganggap Kanaya sebagai nyonya nya, karna bagaimana pun, hanya Kanaya yang bisa membuat Rendy bertingkah seperti ini.
"baik, kirimkan lokasi mu sekarang." ucap Rendy.
"baik boss,"
Setelah lokasi nya dikirim, Rendy langsung pamit pada ayah dan ibu nya untuk menyusul Kanaya, ia tidak akan melewat kan kesempatan sekecil apa pun untuk mendapatkan hati Kanaya.
"ayah, ibu, Rendy harus pamit sekarang,"
"baik, semangat sayang!!!" ucap Wili.
"ingat! jangan sampai membuat kesan yang buruk!" ucap Martin.
"siap! ibu negara!"
Setelah itu, Rendy langsung meluncur kelokasi yang dikirimkan sang bawahan. Kanaya sedang ada ditaman dekat pusat kota sekarang. Ia tidak tau mau kemana jadi ia memutuskan untuk kesana saja. Saat Rendy sampai disana ia langsung buru buru membetulkan pakaian serta rambut nya. Saat semua nya dirasa rapi, ia langsung menghampiri Kanaya.
"seperti nya kita berjodoh," ucap Rendy.
"kenapa kau disini?" ucap Kanaya.
"kau pasti sedang bosan kan? kalau begitu mari ikut aku," tanpa persetujuan dari Kanaya, Rendy langsung menarik tangan Kanaya dan memasuki mobil nya.
"tunggu! kenapa kita naik mobil mu?! aku bawa mobil! nanti mobil ku gimana?!"
__ADS_1
"tenang saja, mobil mu aman, nanti bawahan ku yang mengantarkan nya keapartemen mu," ucap Rendy santai.
"aku tidak percaya pada mu! sekarang turunkan aku!!" Kanaya mulai kesal.
" sudahlah, nanti kau akan berterima kasih pada ku saat tau dimana tempat nya."
"tap-"
"shhhtttt diam lah... nanti kau akan tau dan ingat! jangan tapi tapian!"
Sampai ditempat yang ditujuan oleh Rendy mereka pun turun dan masuk.
"kita ketaman hiburan?" tanya Kanaya.
"iyah,! kau suka?!"
Kanaya hanya tidak bisa berkata kata, ia sudah sangat lama tidak ketaman hiburan. Banyak kenangan nya yang membekas pada Kanaya dengan taman hiburan. Sebelum ayah nya tersayang berkhianat dan akhirnya meninggalkan ibu nya.
"kenapa?"
"tidak apa apa." ucap Kanaya.
"aku tau, kau pasti sedang membayangkan kenangan mu dulu." ucap Rendy.
"ehm, sudah lah! aku tidak mementingkan nya lagi." ucap Kanaya.
"yah sudah, aku pasti akan membuat banyak kenangan indah dengan mu dan membuat mu lupa dengan semua kenangan kenangan pahit mu dimasa lalu." ucap Rendy pasti.
Kanaya tidak menyangka jika laki laki yang selama ini dianggap nya sebagai laki laki aneh itu ternyata sangat peduli pada nya. Tanpa disadari Kanaya, sedikit demi sedikit hati nya mulai luluh pada laki laki yang kini dihadapan nya itu.
__ADS_1
Kanaya sedang memperhatikan Rendy dengan seksama. Ia tidak menyangka pria itu memiliki wajah yang sangat tampan. Ia pun heran kenapa ia tidak melepaskan genggaman tangan Rendy. Saat ini, Rendy sedang menggenggam tangan Kanaya. Rendy sangat senang karna wanita itu tidak marah saat ia menggenggam tangan nya.
'seperti nya aku mendapatkan lampu hijau,' -batin Rendy.