Gadis Yang Meluluhkan Hati Tuan Muda

Gadis Yang Meluluhkan Hati Tuan Muda
55. Cemburu


__ADS_3

Diyah tampak ceria tertawa bersama Ira dan para pekerja lain yang juga memetik Kopi. Budi tak ingin ketinggalan, ia datang dan ikut memetik kopi di dekat Diyah.


Para pekerja lain pun menatap Budi dengan heran. Baru kali ini Budi mau ikut serta memetik kopi di kebon milik papanya itu.


"Ehem...kamu kayaknya senang banget di kampung ini, emang sih tinggal di sini tuh lebih enak dari pada tinggal di kota," ucap Budi yang mencoba mengobrol dengan Diyah.


"Iya sih bang Budi, tapi kan pasti ada pertimbangan juga kenapa terkadang kita harus memilih pergi dari kampung halaman sendiri,"


"Iya sih dek, ngomong ngomong..Dek Diyah kenapa belum mau menikah sih? kan dari pada sendiri terus, ada baiknya adek nikah sama laki-laki kaya, seperti aku dek,"


"Menikah itu bukan hal yang mudah bang Budi, perlu banyak kesiapan,"


Budi tampak mendekati Diyah dengan mencari cari topik untuk dibicarakan.


Tak lama kemudian, Rendra pun tiba di sana. Ia melihat Diyah yang tampak mengobrol akrab dengan Budi. Tentu Rendra merasa risih melihatnya. Kenapa Budi sok Akrab dan bersikap seolah dekat dengan Diyah.

__ADS_1


"Ehem..." Rendra memberi kode bahwasanya dirinya telah ada di sana.


"Mas Rendra, ngapain ke sini?" sapa Diyah yang terkejut melihat Rendra tiba-tiba ada di sana.


"Diyah...dari pada kamu kerja keras di sini, lebih baik kita pergi ke kota, aku akan buat hidup kamu senang tanpa harus banting tulang kayak gini, kamu pantas bahagia," ucap Rendra dengan serius, ia tak tega melihat Diyah harus bekerja di kebon kopi Budi. Terlebih karena Budi tampak seperti menyukai diyah.


"Enak aja nyuruh nyuruh dek Diyah ke kota, emang kamu siapa? Diyah lebih bahagia di sini sama aku," Budi melototi Rendra. Apa yang ditakutkan Budi akhirnya terjadi juga. Rendra pasti akan merusak popularitas dirinya di desa ini.


"Kenalin saya calon suaminya Diyah," ucap Rendra memperkenalkan dirinya untuk kedua kalinya pada Budi. Namun kali ini ia memperkenalkan diri sebagai calon suami Mardiyah.


"Jangan ngarang ya, kamu itu pendatang baru di sini, jangan sok kenal sama dek diyah, di desa ini banyak gadis gadis, kamu boleh deketin siapa pun, tapi jangan dek diyah," Budi dengan serius mengingatkan Rendra. Ia tak tau saja kalau Diyah memang sudah kenal dekat dengan Rendra.


"Nggak mungkin, dek diyah..itu pasti nggak benar kan?" tanya Budi menoleh pada Diyah.


"Mas Rendra, bang Budi..kalian ngomongin apaan sih, nggak jelas banget," gerutu Diyah dan langsung pergi melanjutkan pekerjaannya. Ia tak ingin meladeni dua laki-laki yang sedang berdebat tidak jelas.

__ADS_1


"Tuh..dengar kan, Mardiyah panggil saya dengan panggilan 'Mas Rendra', itu artinya kami udah dekat sejak lama, dia cuma malu aja buat ngakuin status kami sebagai calon pasangan suami istri," tegas Rendra membuat Budi semakin panas di suasana yang yang sejuk ini.


"Nggak...nggak mungkin, eh penduduk baru..mending kamu pergi dari desa ini deh, kamu ganggu jodoh orang aja,"


"Jodoh siapa? Jodoh aku kali.." balas Rendra yang sengaja memancing emosi Budi. Setelah itu Rendra langsung pergi meninggalkan Budi yang terbakar cemburu.


Sementara itu, Diyah tampak malu hingga ia memetik kopi di tempat yang agak sepi. Ia amat terganggu dengan kehadiran Budi dan Rendra yang mengganggu kenyamanan kerjanya.


"Cie..yang di perebutkan nih..." Ira tiba-tiba muncul mengagetkan Diyah.


"Apaan sih Ra, aku tuh malu tau, mereka ganggu banget deh,"


"Tapi BTW anak kota itu ganteng juga ya, setelah aku pikir pikir..nggak pa pa deh kalau kamu nikah sama dia, kayaknya dia nggak seperti laki-laki pada umumnya, soalnya dia kelihatan serius sama kamu, kalau nggak serius..nggak mungkin dia bela belain datang ke desa cuma buat ngejar kamu, itu jauh loh Diyah,"


"Aduh apaan sih Ra, aku nggak mau nikah untuk saat ini, lagian salah satu anggota keluarga dia benci banget sama aku,"

__ADS_1


"Itu kan cuma salah satu, masa kamu nggak jadi nikah cuma gara gara satu orang,"


"Udahlah kamu nggak akan ngerti," balas Diyah yang tak tau bagaimana cara menceritakan tentang Elia pada Ira.


__ADS_2