
Akhirnya Rendra pun pulang ke rumahnya dengan janji yang telah ia buat dengan Diyah bahwa keduanya akan memantaskan diri sebelum berencana untuk bersatu dalam ikatan pernikahan.
Tibalah di depan rumah Rendra. Langkahnya begitu berat ingin memasuki rumahnya itu. Baru saja ia akan memasuki rumah sudah terdengar suara amukan papa Arif dari dalam rumah.
Rendra buru-buru melihat apa yang telah terjadi di rumahnya. Awalnya ia hanya terdiam melihat papa meluapkan amarahnya pada Elia.
"Pergi kamu dari rumah ini! anggap saja aku bukan papa mu, pergi ! dunia ini luas, jangan tampakkan wajahmu di hadapan ku lagi!" nada tinggi bercampur emosi tampak dari wajah papa Arif.
Rendra yang tak tau apa apa membisu melihat pak Arif sangat marah.
Tangisan Elia tak henti sembari berlutut di kaki papanya itu. Ia menangis tersedu mengharap belas kasihan sang ayah.
Sementara Satria tak bisa berkata apa apa. Ia pun tak berani menghentikan papanya. Mama Sinta berusaha menenangkan pak Arif, namun percuma saja, tak akan ada yang bisa menghentikan pak Arif.
"Pa..aku tau aku salah, tapi aku tetap anak papa, aku begini karena salah papa juga, papa yang kurang perhatian sama aku, makanya aku sampai kayak gini," ucap Elia berderai air mata.
"Apa? Kamu masih bilang kalau ini salah papa? Dimana letak kesalahannya? Papa selalu melarang kamu pergi, tapi kamu tetap pergi, papa berusaha memberi kamu yang terbaik, tapi kamu malah berbuat sesuka mu, jangan menyalahkan siapa pun untuk membela diri, kamu sendiri yang salah!" balas Pak Arif dengan amat emosi.
Rendra semakin bingung, apa sebenarnya yang terjadi. Mungkinkah pak Arif marah karena Elia telah membuat Diyah minggat dari rumah.
__ADS_1
"Papa kenapa kak?" tanya Rendra mendekat ke samping Satria yang berdiri terdiam di sana.
"Untung kamu pulang Ren, coba kamu tenangkan papa dulu, aku udah nggak berani, papa marah banget," bisik Satria ke telinga Rendra.
"Papa marah karena Elia ngusir diyah ya? Aku juga marah sih, tapi nggak segitunya juga, harusnya papa nggak usah sampai ngusir Elia, aku tau dia keterlaluan, tapi kasihan juga dia sampai berlutut di kaki papa," Meski marah pada adiknya, namun Rendra pun tak tega jika melihat adiknya sampai menangis tersedu di lantai sembari mengemis maaf dari papa.
"Bukan, ada hal lain yang lebih parah, Elia.."
"Elia kenapa?"
"Elia.."
"Kenapa kak? Bikin penasaran aja deh,"
"Apa? Siapa yang lakuin?" tanya Rendra dengan emosi.
"Kalau aku tau, udah aku bunuh sekarang juga!" balas Satria yang sebenarnya juga emosi.
Sementara pak Arif, ia amat emosi hingga menampar Elia dengan sekuat tenaga. Untungnya Rendra bergerak cepat dan melindungi Elia yang habis habisan di marahi pak Arif.
__ADS_1
"Pa..udah pa, papa tenang dulu, marah nggak akan merubah apa pun, lebih baik sekarang papa istirahat ya, nanti kita bicarakan ini lagi pa," ucap Rendra mencoba menenangkan sang ayah.
"Nggak bisa Rendra, asal kamu tau..adik kamu ini sudah berzina dengan laki-laki yang wujudnya saja papa tidak tau, papa bekerja keras untuk memfasilitasi dia tapi dia malah merendahkan harga dirinya sendiri," tegas pak Arif
"Iya pa..Rendra tau, tapi papa juga harus mikirin kesehatan papa, kalau papa emosi kayak gini yang ada papa sakit nanti,"
Kali ini pak Arif menghela nafas panjang, ia mencoba mendengarkan Rendra.
"Benar mas, mendingan sekarang kamu istirahat dulu ya mas, mungkin kamu kecapekan," mama Sinta menggandeng tangan pak Arif dan membawanya ke kamar agar tidak melihat Elia lagi.
Elia tampak malu di hadapan Rendra. Ia hanya menunduk tak berani menatap kakaknya itu.
"Siapa pelakunya? cepat kasih tau nama sama alamat nya!" tanya Rendra mencoba berbicara tanpa emosi karena ia pun tau saat ini pikiran Elia sangat kacau. Sejahat apa pun Elia pada diyah, namun Elia tetaplah adiknya.
Elia tetap diam.
"Cepat kasih tau!" tegas Rendra
Elia masih tak mau menjawab. Ia berlari ke belakang. Entah apa yang ingin ia lakukan namun ia menuju dapur.
__ADS_1
Rendra dengan cepat mengejar Elia hingga sampailah di dapur. Elia mengambil pisau dan mengarahkan ke lehernya sendiri.
"Mendingan aku mati! nggak ada satu pun yang perduli sama aku," ucap Elia mengambil ancang ancang untuk bunuh diri.