Gadis Yang Meluluhkan Hati Tuan Muda

Gadis Yang Meluluhkan Hati Tuan Muda
64. Terlalu baik


__ADS_3

"Kenapa? kenapa kamu nggak hina aku? Aku pantas mendapatkan itu!" tegas Elia menatap Diyah.


"Nggak mba Lia, aku nggak berhak menghina kamu, siapa tau aku lebih hina di hadapan sang pencipta, pendosa seperti ku tidak berhak memvonis siapa pun sebagai makhluk yang hina, kita ini sama,"


"Kenapa kamu baik? kenapa? Aku nggak bisa Nerima ini, aku udah jahat sama kamu diyah, ini saat yang tepat untuk kamu balas dendam, lagi pula aku sebenarnya udah bosan hidup," raut wajah Elia tampak putus asa.


"Jangan berbicara seperti itu mba, orang yang sudah meninggal ingin hidup di dunia hanya untuk beribadah kepada Allah, memangnya persiapan mba udah sematang itu sampai sampai ingin mengakhiri hidup,"


"Aku nggak bisa menerima diriku sendiri, aku bodoh udah percaya sama laki-laki bajingan di luar sana,"


"Aku faham kok, makanya aku tadi cuma diam aja mba, aku ngerti gimana perasaan mba Lia, menyalahkan diri sendiri tidak ada gunanya mba,"


"Terus gimana lagi, apa aku harus pura pura bodoh seolah semuanya baik baik saja? Nggak kan!"


"Ada cara terbaik agar mba Lia hidup tenang meski di tengah masalah seperti ini, kembalilah ke jalan Allah mba, seperti apa pun keadaan mba Lia, Allah pasti memberi ampunan kalau mba Lia bersungguh sungguh taubat," jelas Diyah, baru kali ini ia mengucap kata kata nasehat pada Lia karena tadinya ia tak berani.

__ADS_1


"Jangan bercanda deh, terakhir aku solat sepertinya sudah lama sekali, pasti tuhan pun sudah marah sama aku,"


"Siapa yang bercanda mba, aku serius, Allah itu maha pengampun mba, jangan putus asa dengan ampunan Allah, seperti yang Allah sampaikan dalam Qs Az Zumar ayat 53, yang artinya : (Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya) Ayat ini mengajarkan kita untuk tidak berputus asa dengan Rahmat ampunan Allah mba, ada juga hadis tentang respon Allah terhadap orang-orang yang mau kembali ke jalannya. Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR. Bukhari dan Muslim ). Allah itu merespon hambanya dengan cepat mba, bahkan Allah lebih cepat respon nya menanggapi taubat kita lebih dari yang kita bayangkan," jelas Diyah panjang lebar.


"Kamu kok nggak jadi pendakwah aja sih, panjang bener tausiyah nya, udah deh aku mau istirahat, kamar dimana?" tanya Lia, ia tampak cuek dengan nasehat panjang dari diyah.


"Ada di sana mba, mari aku antar," Diyah mempersilahkan Lia untuk istirahat di kamarnya.


Padahal sebenarnya Elia memikirkan perkataan diyah itu. Ia mengingat ingat kapan terakhir ia merasakan ketenangan karena mengingat tuhan. Sangat berbeda dengan kehidupan nya yang saat ini sangat jauh dari jalan yang benar.


Tak lama kemudian Ira datang dan langsung masuk menyapa diyah.


"Belum azan kan Diyah, masih sempat mandi nggak ya sebelum azan," sapa Ira yang menerobos masuk ingin ke kamar.


Namun ia tiba-tiba terhenti melihat seorang perempuan asing tidur di ranjang.

__ADS_1


"Jangan berisik," Diyah menarik tangan Ira untuk menjauh dari kamar itu.


"Kita tidur di ruang tamu ini aja nanti ya, dia itu dari kota, mau tinggal di sini," jelas Diyah dengan pelan berbicara pada Ira.


"Dari kota? Siapa dia?"


"Dia adalah mba Elia yang pernah aku ceritakan,"


"Yang ngusir kamu itu? kenapa dibiarin tinggal di sini? Usir aja langsung, kamu gimana sih diyah,"


"Jangan dong, Ra..dia lagi kesusahan, aku harus bantu lah, lagian aku juga nggak dendam kok sama dia,"


"Udah ku dugong, kamu emang selalu gitu,"


"Sebenarnya..." diyah menceritakan kondisi Elia yang harus ia jaga di sana.

__ADS_1


"Apa? Kamu mau jagain perempuan hamil, mana hamilnya di luar nikah lagi, kok kamu mau sih? Kamu bodoh apa gimana sih," gerutu Ira yang geram pada Diyah.


__ADS_2