
Nining tak tahu harus berbuat apa. Kejadian mendadak ini membuat wanita itu kebingungan.
“Kenapa Ning? Apa kamu gak suka lihat aku ke sini?” tanya Dony heran.
Nining hanya diam. Terbayang mimpi semalam yang membuatnya tidak lagi bahagia melihat suaminya kembali. Dalam mimpi itu, Dony bersama wanita lain memadu kasih di depan matanya.
“Mas Dony. Apa yang kalian lakukan?” tanya Nining jijik melihat pergumulan mereka yang membuatnya bergidig tidak percaya.
“Ni—Nining. Ke—kenapa kamu ada di sini?” Dony segera melepas penyatuan mereka lalu mencari selimut untuk menutupi bagian tubuhnya yang terbuka. Sedangkan wanita itu nampak santai dan tidak menutup tubuhnya walaupun Nining dengan risih melihat bagian yang dia sendiri juga punya.
“Nining. A—aku bisa jelaskan semuanya. Aku—aku…” Dony gagap, mau bercerita bagaimana lagi, semua rahasianya sudah terungkap.
“Aku benci kamu, Mas!” teriak Nining lalu lari meninggalkan rumah mereka.
Sakit sekali menghadapi kenyataan ini. Nining tidak percaya dan rasanya ingin bunuh diri. Dia berlari sekencang mungkin dan berhenti di sebuah jembatan. Tanpa pikir panjang Nining naik dan melompat ke sana.
“Aaaaaa,” jerit Nining dan saat dia membuka mata, ternyata dia di kamarnya sendiri. “Jadi aku hanya mimpi? Ya Tuhan, jangan sampai mimpiku ini jadi kenyataan.”
“Ning. Nining. Kamu gak pa-pakan?” seru Dony melihat Nining sedang melamun.
“Jangan sentuh aku, Mas. Kamu sekarang sudah berubah. Kamu bukan lagi Mas Donyku yang sayang dan lembut sama aku. Kamu jahat dan gak punya hati.” Nining melepas tangan Dony yang menyentuh tubuhnya.
“Maafkan aku, Nining. Aku khilaf. Aku tahu aku salah. Aku akan lakukan apapun untuk menebus kesalahanku,” pinta Dony dengan tatapan penuh harapan. Dia benar-benar menyesal sudah salah menilai istrinya sendiri.
__ADS_1
“Udahlah, Mas. Aku tahu kalau kamu udah punya pengganti aku makanya kamu jahat sama aku. Aku ikhlas kalau kamu lebih pilih dia daripada aku. Aku hanya wanita kampungan yang gak sepadan dengan kamu,” ujar Nining pasrah. Dia tak mau lagi sakit karena terlalu berharap pada Dony yang tak lagi mencintainya.
“Siapa bilang? Aku masah sangat mencintai kamu, Nining. Aku gak bisa hidup tanpa kamu. Kamu segalanya buat aku. Aku hanya khilaf, aku minta maaf. Sekarang aku sadar kalau aku salah. Kamu wanita yang sangat setia dan baik, aku salah menilai kamu.”
“Ini apa?” Nining menunjukkan foto Dony bersama seorang wanita.
“Ya Tuhan. Darimana kamu dapat foto itu?” Tertawa geli seolah itu hanya sebuah lelucon yang tidak harus menjadi masalah besar dalam hubungan rumah tangga mereka.
“Kenapa Mas tertawa? Ini benar foto Mas sama pengganti akukan?” Nining geram, marah, cemburu dan tak bisa menahan emosi di hatinya. Menunjukkan sebuah bukti perselingkuhan dan hanya dijawwab dengan senyuman bahkan tawa membuatnya semakin hancur tidak terkira. Di mana hati Dony? Katanya masih sayang, tapi tidak ada rasa menyesal walaupun terbukti menduakan Nining.
“Sayangku, Cintaku. Itu emang foto asli. Tapi semua itu gak seperti yang kamu bayangin. Lihat ini. Mas punya video panjangnya.” Dony menunjukkan sebuah video berdurasi lima menit.
Ada seorang wanita bergaun panjang warna emas datang menuruni tangga. Dengan keanggunannya, dia berlenggak-lenggok laksana model atas catwalk. Nyatanya saat dia jalan, sepatu heel-nya yang tinggi tersangkut rok panjangnya. Ada Dony di depannya sehingga mau tidak mau Dony menangkap tubuhnya agar tidak jatuh.
Seketika itu Dony langsung siap dan membantu wanita itu untuk kembali tegak berdiri. Sedangkan foto itu diambil di saat yang tepat seolah-olah mereka tengah bersenang-senang.
“Kenapa? Malu? Ngapain malu? Mas senang karena kamu masih menyimpan cemburu untuk Mas. Itu artinya kamu masih sayang sama Mas. Oh, iya. Kamu dapat dari mana foto itu?” Dony heran. Padahal tidak ada yang tahu tentang insiden itu selain karyawan satu kantornya.
“Kemarin ada yang kirim foto ke HP-ku setelah HP-ku selesai diservis,” jawab Nining.
“Diservis?” tanya Dony heran.
“Iya. Jadi kemarin Mba Sri minta dianterin ke dokter di seberang sana. Pas nganterin Mba Sri, HP-ku ada rusak karena kesenggol orang. Orangnya tanggung jawab, diservisin dan dikirim juga HP-nya ke rumah. Gak lama HP aku terima, dapat foto ini,” jelas Nining.
__ADS_1
“Mba Sri? Eh, tunggu. Ada yang kirim foto ini juga. Kamu kenal gak sama dia?” Dony menunjukkan foto yang dia terima dari nomor yang dia tak kenal juga.
“Dia yang ngrusakin HP aku. Kok, Mas punya foto ini?”
Dony tidak menjawab. Dia hanya berpikir dalam diam. Selama ini berarti ada yang mengadu domba mereka berdua.
“Oh, iya. Tentang baju itu gimana? Itu punya siapa?” Akhirnya Dony ingat tentang baju yang dia temukan di kamar. Jangan-jangan itu sengaja dilakukan untuk membuat rumah tangganya rusak.
“Lho, bukannya Mba Sri udah jelasin semuanya? Baju itu milik suaminya Mba Sri. Dia jemur baju di sini. Kayanya waktu ibuku main, dia gak tahu kalau itu bukan punya kita, jadi diangkat terus dilipat, deh, disimpan di kamar kita.”
“Mba Sri bilang kalau dia disuruh sama kamu untuk bohong. Dia dikasih lima ratus ribu sama kamu agar kamu mau ngomong baju itu milik dia. Jadi yang bener yang mana? Mas jadi bingung,” balas Dony bingung.
“Enggak, Mas. Aku gak bohong. Ini lihat. Ini jemuran Mba Sri. Supaya gak ribut, aku bikin jemuran sendiri buat jemur punyaku. Kalau nunggu baju Mba Sri kering, bisa sampe sore. Bajuku jadi gak kering.”
Dony mulai mengamati semua masalah yang terjadi pada mereka. Ada yang tidak beres, tapi dia tak mau memikirkan. Yang terpenting hubungan mereka sudah selesai.
“Aku percaya sama kamu. Maafkan aku karena aku sudah menyakiti kamu. Kamu maukan memaafkan aku?” Dony memohon dengan sangat.
“Oh, iya. Sebentar. Kamu tunggu aku di sini, ya?” Dony meninggalkan Nining begitu saja. Mengambil motor yang dia sembunyikan di semak-semak, dia segera melaju kencang. Entah ke mana tujuannya, Nining tidak tahu.
“Lho, kok, malah pergi? Katanya minta maaf, malah ditinggal lagi,” gerutu Nining kesal. Nining pun melanjutkan menjemur baju. Apapun yang akan dilakukan Dony, dia tak peduli yang penting mereka sudah kembali berbaikan.
Sambil menjemur baju, Nining tersenyum membayangkan sikap romantis Dony barusan. Sudah lama dia tidak merasakan sentuhan suaminya yang lembut. Rasanya sangat bahagia dan cinta di hatinya semakin mekar. Inikah hikmah di setiap masalah? Semakin menambah cinta dan keromantisan di antara mereka?
__ADS_1
Tak lama Dony datang. Betapa terkejutnya Nining melihat Dony datang membawa sesuatu yang menakjubkan.
“Mas bawa apa itu?”