Gara-gara Jemuran Tetangga

Gara-gara Jemuran Tetangga
50


__ADS_3

“Dasar kamu tidak tahu diri. Sudah salah masih saja mau memfitnah wanita sebaik dia. Mana hati kamu?” gertak seorang laki-laki tidak percaya pada Dony.


Sebagai sesama laki-laki, dia sangat yakin kalau tidak ada yang tidak tergoda melihat penampilan Sri yang sangat seksi itu. Sri pun sering tebar pesona pada laki-laki di sekitarnya. Dia salah satu yang tergoda dan selalu membayangkan hal menjijikan bersama Sri.


“Kurang ajar kamu. Berani sekali kamu lempar batu sembunyi tangan. Ikut aku dan kamu harus mendapatkan hukuman yang setimpal. Ayo kita bawa dia ke balai desa. Kita harus tegakkan kebenaran. Setuju?” Dia tak mau ketidakadilan terjadi di lingkungannya, dia pun mengajak yang lain untuk memberi pelajaran sesuai adat di sana.


“Setuju. Ayo kita bawa dia ke balai desa. Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.”


Dony dan Sri pun digiring ke balai desa untuk mendapatkan serentetan hukuman yang sudah tertera dalam sebuah buku khusus. Dony kecewa pada warga yang tidak percaya pada mereka, padahal dia sudah mengatakan semuanya dengan benar.


“Kalian salah. Aku gak salah, aku gak bersalah, Pak,” tolak Dony tidak bisa diam saja diperlakukan seperti itu. Namun, tenaganya kalah jauh dari warga yang sudah termakan ucapan Sri.


Warga pun menggiring Dony ke balai desa dengan ramai. Nining merasa terusik dengan kegaduhan itu, dia pun keluar untuk melihat. Betapa terkejutnya dia saat melihat suaminya diikat dan digiring ramai-ramai oleh warga satu kampung.


“Ada apa ini? Kenapa Mas Dony diikat dan diarak?” tanya Nining sedih dan bingung.


“Mba, yang sabar, ya? Mas Dony berusaha melecehkan Mbas Sri. Makanya dia akan dibawa ke balai desa untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” jawabnya apa adanya.


“Melecehkan? Gak mungkin Mas Dony nglakuin itu. Aku gak percaya,” tampik Nining. Mana mungkin suami yang sangat dia cintai tega mengkhianatinya, dia tidak percaya. Semua itu pasti berita bohong.

__ADS_1


“Sabar, ya, Mba. Ayo kita ke balai desa untuk melihat apa yang akan terjadi pada Mas Dony. Sebenarnya aku juga gak percaya, tapi semua buktinya sudah ada.”


“Maksudnya? Terbukti apa?” Nining semakin tidak percaya, tapi apa yang dikatakan oleh tetangganya itu tidak bisa diacuhkan begitu saja.


“Iya. Tadi Mas Dony keluar dari rumah Sri setelah Mba Sri teriak-teriak sambil nangis. Baju Mba Sri sobek dan penampilannya sangat kacau.”


Deg


Nining syok mendengar hal itu. Dari dalam hatinya dia tidak percaya, tapi semau bukti dan saksi sudah ada. Apa yang akan dia percaya? Nining serahkan semuanya pada Tuhan. Tuhan maha adil, dia pasti akan menunjukkan semuanya dengan jelas. Nining pun tak punya pilihan lain selain mengikuti sidang di balai desa.


***


Mereka sudah sampai di balai desa. Sri masih pura-pura menangis di dalam pelukan Ibu RW, sedangkan Dony terus dihujani tatapan kebencian. Banyak caci maki terucap untuknya, tapi Dony mencoba diam. Dia berharap akan ada keajaiban untuk menolongnya karena dia tidak bersalah.


“Aku ke rumah Mba Sri karena Mba Sri teriak. Aku takut terjadi sesuatu, makanya aku lari dan masuk ke rumahnya. Di sana, Mba Sri mengaku keseleo lalu aku mencoba memijatnya,” jawab Dony berusaha tenang. Walaupun dia belum tahu Nining ikut hadir, dia berharap Nining akan percaya padanya.


“Setelah itu mas Dony merayu saya. Dia bilang dia sudah lama suka sama saya dan ingin menjalin hubungan terlarang dengan saya tapi saya menolak. Dia marah dan merobek baju saya. Untungnya saya berhasil keluar dan selamat dari kebejatan dia,” sambar Sri memberi pengakuan palsu. Tak akan dia beri kesempatan Dony untuk menang.


“Huuu,” sorak warga yang mendengar. Semua membenci Dony, tapi Nining tidak percaya. Semua yang dikatakan oleh Sri jauh dari apa yang dia bayangkan.

__ADS_1


Nining menggelengkan kepala, sakit, sedih, kecewa dan lemas. Mendengar semua pengakuan Sri terasa sangat menyakitkan. Dia pikir Dony telah berubah dan dia wanita paling beruntung karena mendapatkan laki-laki baik dan setia seperti Dony, tapi kenyataan hari ini sangat mengoyak hatinya. Tak bisa dia menahan air mata yang jatuh tanpa bisa dia tahan.


Dari kejauhan, Sri melihat Nining. Dia tersenyum bahagia. Akhirnya dia bisa juga membuat hubungan mereka kandas. Meski belum terbukti, dia sangat yakin kalau Nining tidak akan mau menerima Dony lagi karena pengakuan palsunya.


“Beri saya keadilan Pak. Saya trauma dan sakit diperlakukan seperti itu sama tetangga sekaligus teman suami saya sendiri,” tambah Sri semakin mengaduk perasaan kepala desa. Dia memutarbalikkan fakta agar keinginannya menjadi kenyataan.


“Pak kepala desa. Aku bersedia menerima semua hukuman kalau aku benar salah. Tapi tolong, kalau terbukti aku benar, tunjukkan juga keadilan pada orang yang telah menfitnahku,” pinta Dony pasrah. Dia yakin Tuhan pasti adil. Dia tidak bersalah, dia pasti akan mendapatkan keadilan.


Kepala desa dan segala petinggi desa berdiskusi untuk menjatuhkan hukuman yang pantas untuk Dony. Dony berharap akan ada keajaiban walaupun dia tidak yakin. Dia mulai putus asa karena tidak ada yang percaya padanya. Akting Sri sangat hebat sampai tidak ada yang curiga kalau semua yang dilakukannya hanya sekedar sandiwara semata.


‘Tuhan, tolong bantu aku. Tunjukkan pada mereka kalau aku tidak salah. Tunjukkan kebesaran-Mu Tuhan,’ harap Dony dalam hati. Setelah berdoa, dia melihat Nining sedang bersedih menatap Dony yang akan segera mendapatkan hukuman.


“Berdasarkan bukti dan saksi, kami menghukum saudara Dony untuk mempertanggungjawabkan apa yang sudah dia perbuat pada Sri dengan memusyawarahkan semuanya dengan keluarga besar. Masalah rumah tangga kalian berempat, kalian sendiri yang harus mengaturnya. Tapi, saudara Dony harus mengobati saudara Sri sampai sembuh dari traumanya dan bila perlu harus menikahinya agar dia bisa bertanggungjawab penuh pada kehidupan Sri.” Kepala desa menutuskan. Dony pun ikhlas menerimanya.


Sri bersorak gembira dalam hati. Akhirnya rencananya berhassl juga. Inilah saatnya dia meminta Dony untuk menikahinya dan menceraikan Lucky. Tidak ada alasan lagi untuk Dony maupun Lucky menolak keinginannya.


“Pak. Boleh aku bicara dengan istriku. Dia ada di sini,” pinta Dony melihat Nining yang hancur hatinya mendengar keputusan kepala desa.


Dony melirik Nining. Nining pun memandang Dony dengan perasaan yang entah apa. Hancur, kecewa, sedih dan marah tentunya. Namun semua itu tidak dia ungkapkan untuk menghormati jalannya sidang.

__ADS_1


“Silahkan. Saudara Nining silahkan temui suami Anda.” Nining pun mendekat. Melihat Dony, dia merasa berbeda. Dia menangis, kecewa, semua menjadi satu dan tak bisa diungkapkan lewat kata-kata.


“Sayang, aku sangat cinta padamu. Aku tidak akan mengkianati kamu. Aku tidak bersalah, kamu harus percaya itu. Aku tidak peduli seluruh dunia memandangku hina, tapi yang aku pedulikan hanya pandangan kamu ke aku. Aku tidak melakukan itu. Itu semua fitnah,” bisik Dony lirih. Dia tak mau ada seorang pun mendenga ucapannya. Apakah Nining akan percaya dengan ucapannya?


__ADS_2