Guardian Of The Last Bastion

Guardian Of The Last Bastion
Chapter 18: Mekanisme Hari Kedua


__ADS_3

2240


Tembok luar Benteng Selatan


Jumlah Populasi 4.044.671


Sinar matahari senja mulai merambat di langit sisi barat saat Hegi akhirnya berhasil mencapai tujuan perjalanan. Alat yang ia pegang di tangan kanan menunjukkan waktu sembilan jam sepuluh menit, menandakan bahwa ia telah menyelesaikan tes dengan sukses.


Hegi tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya saat ia melihat pencapaian ini. “Akhirnya aku bisa sampai juga. Rasanya begitu luar biasa!” ucapnya dengan suara bergetar karena kepuasan yang meluap dari dalam hatinya.


Hegi merasa bangga dan puas dengan hasil serta pencapaian ini. Ia menyadari betapa kerasnya perjuangan dan tantangan yang telah ia hadapi selama perjalanan ini. Ketekunan dan ketahanan dirinya diuji, dan ia telah berhasil melewati setiap rintangan dengan semangat yang membara.


Sementara Hegi menunggu kedatangan peserta lain yang masih dalam perjalanan, ia duduk dan memakan makanan yang diberikan oleh penguji. Setelah perjalanan yang melelahkan, makanan itu memberikan energi yang dibutuhkan oleh tubuhnya.


Hegi merasakan kepuasan dan rasa bangga atas pencapaian yang telah diraihnya. Sambil menikmati makanannya, Hegi memandang ke arah barat, di mana matahari senja perlahan tenggelam di cakrawala.


Warna yang memukau mencampuradukkan langit, menciptakan panorama yang memikat mata. Pemandangan senja yang indah menenangkan hati Hegi dan memberikan ketenangan dalam dirinya. Cahaya jingga yang merona melintas di wajahnya, memberikan kehangatan dan rasa damai.


Dalam momen-momen seperti ini, Hegi merenung tentang perjalanan yang telah dilaluinya. Ia teringat tantangan yang dihadapinya: rintangan yang tak terduga, medan yang sulit, dan kelelahan yang hampir membuatnya menyerah.


Namun, ia tak pernah melupakan semangat dan ketekunan yang diperlukan untuk mencapai tujuan ini. Dalam keheningan senja, Hegi merasa terpenuhi dengan perasaan rasa syukur dan kebahagiaan. Ia merasa bersyukur atas kesempatan untuk mengikuti tes ini, melampaui batas kemampuannya, dan menunjukkan dedikasi dan keberanian sebagai seorang calon prajurit.


Senja yang indah memberikan penghormatan kepada upaya dan pengorbanan yang telah dilakukan.


Sambil menunggu peserta lain tiba, Hegi merenungkan pelajaran dan pengalaman yang ia peroleh selama perjalanan ini. Ia menyadari bahwa kekuatan dan ketahanan tidak hanya berasal dari fisik, tetapi juga dari kekuatan mental dan semangat yang terus membara di dalam dirinya. Perjalanan ini telah menguji dan memperkuatnya dalam berbagai aspek kehidupan prajurit.


Dua jam telah berlalu sejak Hegi mencapai tujuan, dan dengan kedatangan peserta terakhir, semua peserta tes akhirnya berkumpul di tempat yang ditentukan.


Mereka saling memberikan tepuk tangan dan senyuman, merayakan pencapaian mereka yang luar biasa. Hegi merasa bangga menjadi bagian dari kelompok ini yang telah menghadapi tantangan bersama.


Ketika peserta berkumpul, Pak Endri, penguji utama, berdiri di hadapan mereka untuk memberikan penjelasan mengenai mekanisme tes kognitif yang akan dihadapi besok.


Dengan suara yang tegas dan jelas, Pak Endri menjelaskan, "Besok, kita akan melanjutkan dengan tes kognitif di Universitas yang terletak di distrik timur. Tes ini akan menguji kemampuan berpikir kritis, analitis, dan logika Anda. Kami akan memberikan instruksi lebih lanjut saat tiba di universitas. Pastikan Anda istirahat dengan cukup dan mempersiapkan diri dengan baik."


Setelah mendapatkan arahan dari penguji tentang tes kognitif yang akan dihadapi besok, para peserta dengan sigap naik ke helikopter yang telah disiapkan. Helikopter tersebut akan membawa mereka kembali ke asrama militer dengan aman. Para peserta duduk dengan penuh antusiasme, siap untuk melanjutkan perjalanan mereka.


Ketika helikopter mulai lepas landas, peserta dapat melihat pemandangan indah dari udara. Mereka melihat kota dengan bangunan-bangunan menjulang tinggi, jalan-jalan yang sibuk, dan lanskap yang luas.


Pemandangan tersebut memberikan mereka kesempatan untuk mengagumi keindahan daerah sekitar, sambil membiarkan pikiran mereka terbang bebas.


Saat helikopter terbang, Hegi memperhatikan sebuah helikopter militer yang tampak menjauh dari benteng. Pandangan tersebut menggelitik pikirannya dengan spekulasi. "Apakah ada serangan morsus?" pikir Hegi. Ia mulai membayangkan kemungkinan bahwa tim helikopter tersebut sedang dipanggil untuk menjalankan misi penting di luar batas benteng.


Akhirnya, helikopter peserta tiba di landasan. Mereka mendarat dengan lembut, mengakhiri perjalanan mereka dengan aman.


Para peserta merasa lega saat melangkah keluar dari helikopter, merasakan solidnya tanah di bawah kaki mereka. Mereka memberikan tepuk tangan ringan sebagai ucapan terima kasih kepada awak helikopter yang telah membawa mereka dengan selamat.

__ADS_1


Dengan perasaan lega dan semangat yang tinggi, para peserta segera melanjutkan langkah mereka dengan cepat. Mereka bergerak menuju kamar masing-masing di asrama militer, menantikan istirahat yang sangat dibutuhkan setelah perjalanan yang melelahkan. Setiap peserta berfokus pada persiapan dan pemulihan diri untuk menghadapi tes kognitif yang menantang esok hari.


Di kamarnya, Hegi melihat Noy yang telah selesai dengan tesnya. Noy terlihat bahagia dengan senyum cerah di wajahnya saat melihat Hegi masuk.


Cahaya kegembiraan terpancar dari matanya yang berbinar. "Selamat datang, Hegi! Wow, kamu terlihat sangat kelelahan," ucap Noy dengan penuh antusiasme, tampaknya tak terpengaruh oleh lelah yang dirasakan Hegi.


Hegi tersenyum lemah dan menganggukkan kepalanya. "Iya, hari ini benar-benar melelahkan," jawab Hegi dengan suara lembut, suara lelah terdengar dalam kata-katanya.


Raut wajahnya mencerminkan kelelahan yang ia rasakan setelah perjalanan panjang dan tes fisik yang menguras energi.


Noy mendekati Hegi dengan penuh perhatian, menyadari betapa melelahkannya perjalanan itu. "Kamu pasti telah melewati banyak hal, Hegi. Tetapi ingatlah setiap tantangan yang kita hadapi membawa kita lebih dekat dengan tujuan kita. Kamu kuat dan pasti akan mendapatkan hasil yang luar biasa," kata Noy dengan suara hangat, memberikan dukungan kepada Hegi.


Hegi langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur yang empuk tanpa memperdulikan Noy. Ia sangat berharap Noy dapat memahami betapa kelelahannya.


Dalam keadaan yang terasa sangat melelahkan, Hegi membiarkan kelelahannya perlahan-lahan menghilang dari tubuhnya. Setelah menjalani tes yang menuntut fisik dan mental, Hegi semakin menyadari betapa pentingnya istirahat yang memadai untuk memulihkan tenaga dan mengembalikan kesegaran tubuhnya.


Ia merasakan setiap otot dan sendi tubuhnya merasakan beban yang telah dihadapinya selama perjalanan dan tes fisik. Tubuhnya membutuhkan waktu untuk pulih dan mengisi kembali energinya.


Hegi menutup matanya dan membiarkan pikirannya melambat. Ia menghirup napas dalam-dalam, mencoba untuk melepaskan ketegangan dan stres yang masih menyertainya. Dalam keadaan yang tenang, Hegi merasakan rasa lega mengisi tubuhnya. Setiap hirupan napas membantu mengembalikan ketenangan dan keseimbangan dalam dirinya.


Hegi menghela nafas lega saat tubuhnya terasa terlepas dari beban berat yang ia pikul selama hari itu. Setelah meletakkan kepalanya di atas bantal yang empuk, Hegi merasa beruntung memiliki tempat yang nyaman untuk beristirahat setelah perjalanan yang melelahkan.


Dalam keadaan yang tenang dan nyaman, Hegi merasakan pelan-pelan matahari yang tenggelam dalam mimpi. Ia merasakan kerinduan akan tidur yang mendalam dan pulih, untuk sementara waktu melupakan segala tuntutan fisik dan mental yang telah dihadapinya.


Perlahan-lahan, kelelahan yang membebani tubuhnya mulai memudar saat ia meraih ketenangan dan kenyamanan dalam tidurnya.


...****************...


Tanpa ingin menyia-nyiakan waktu, Hegi dengan lembut membangunkan Noy yang masih terlelap di ranjang sebelahnya. Ia menyadari betapa pentingnya mereka saling mendukung dalam persiapan mereka.


"Noy,bangunlah! Kita tidak ingin terlambat," ucap Hegi dengan suara lembut, sambil menguncang-guncang tubuh Noy dengan kerasuntuk membangunkannya.


Noy yang baru saja terbangun mengucek-ucek matanya dan menghela nafas. Ia merasakan kelelahan yang masih tersisa dalam tubuhnya setelah tidur malam yang singkat. Namun, dengan cepat ia menyadari bahwa Hegi telah membangunkannya untuk menghadapi tantangan berikutnya.


Tanpa membuang waktu, Noy segera merapatkan diri dan melibatkan diri dalam persiapan mental dan fisik untuk menghadapi tes bertahan hidup yang menantang. Ia menyadari bahwa kesiapan dan fokus yang tinggi adalah kunci untuk menghadapi situasi yang mungkin sulit di depan mereka.


Dalam beberapa saat, Noy berhasil mengumpulkan dirinya. Ia mengambil napas dalam-dalam dan mengingatkan dirinya sendiri akan kekuatan dan ketahanan yang ia miliki.


Ia mengetahui pentingnya tetap tenang dan rasional dalam menghadapi tes bertahan hidup yang mungkin melibatkan tantangan fisik, kecerdasan, dan keberanian.


Sementara itu, Hegi melangkah menuju kamar mandi dengan langkah cepat, menyadari bahwa membersihkan diri adalah hal penting sebelum menghadapi tes kognitif yang menuntut kecerdasan dan pemikiran yang tajam. Ia merasa perlu menyegarkan diri dan mempersiapkan diri secara fisik maupun mental.


Dalam beberapa saat, Hegi telah kembali dengan wajah yang segar setelah membersihkan diri. Air hangat di kamar mandi telah menghilangkan kelelahan dan menstimulasi energi baru dalam tubuhnya. Wajahnya kini bersemu merah segar dan mata yang cerah memancarkan semangat yang baru.


"Cepat mandi dan bersiap-siap, Noy. Kita harus siap sebelum tes dimulai," ucap Hegi. Ia ingin memastikan bahwa mereka siap menghadapi tes dengan sebaik-baiknya. Tanpa ragu, Noy langsung beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan ke kamar mandi yang

__ADS_1


berada di sebelah kamar mereka.


Setelah meninggalkan Noy yang masih berada di kamar mandi, Hegi melangkah dengan mantap menuju tempat tes yang telah ditentukan. Ia mengenakan seragam dengan rapi dan memastikan bahwa ia memiliki semua perlengkapan yang dibutuhkan.


...****************...


Hegi mengikuti petunjuk yang telah diberikan oleh penguji sebelumnya, mengingat setiap detail yang perlu ia ikuti. Ia melangkah dengan hati-hati, memastikan tidak ada langkah yang terlewatkan dalam perjalanan menuju ruang tes.


Hari ini, tujuan mereka adalah sebuah universitas yang terletak di timur. Universitas ini telah dipilih sebagai lokasi tes kognitif yang akan menguji kemampuan berpikir dan pengetahuan mereka.


Hegi melanjutkan perjalanannya dengan rasa penasaran yang tinggi dan semangat yang membara. Ia merasa bersemangat menghadapi tantangan baru yang akan datang.


Seperti hari sebelumnya, para peserta kembali menggunakan helikopter sebagai sarana transportasi. Helikopter tersebut melayang di langit dengan tenang, membawa mereka menuju tujuan akhir mereka.


Hegi melihat pemandangan yang indah dari atas, memperhatikan keindahan timur yang terbentang di bawahnya. Langit biru yang cerah dan panorama yang menakjubkan memberikan Hegi ketenangan dan inspirasi dalam perjalanan ini.


Dalam perjalanan yang berlangsung, Hegi memanfaatkan waktu yang ada untuk menenangkan pikiran dan mempersiapkan diri secara mental. Ia menutup mata sejenak, merasakan getaran lembut helikopter dan meresapi keheningan di sekitarnya.


Ia menciptakan ruang dalam pikirannya untuk mengumpulkan energi dan memusatkan fokusnya pada tugas yang menantang yang akan dihadapinya.


Setelah beberapa waktu, helikopter akhirnya mendarat dengan lembut di sebuah lapangan terbuka yang berada dekat dengan universitas. Para peserta turun dengan hati yang berdebar-debar, merasakan adrenalin dan kegugupan dalam menghadapi tes kognitif yang menantang di tempat ini.


Mereka berjalan menuju pintu masuk universitas dengan langkah tegap, menyadari bahwa saat ini mereka akan memasuki babak baru dalam perjalanan tes mereka.


Hegi memasuki gedung universitas dengan hati yang bersemangat dan perasaan yang campur aduk. Ia melangkah melalui koridor yang tenang, memperhatikan lingkungan sekitarnya yang dipenuhi dengan aura ilmu pengetahuan dan pembelajaran.


Saat ia mendekati ruang tes, kegelisahan dan ketegangan di dalam dirinya semakin terasa. Namun, di balik itu semua, Hegi juga merasakan kebanggaan yang membara atas perjalanan yang telah dilaluinya.


Dengan kepercayaan diri dan semangat yang membara, Hegi melangkah dengan mantap ke dalam ruangan tes, siap menghadapi tantangan kognitif yang menanti. Ia menyadari bahwa di balik setiap tes ada peluang untuk mengasah kemampuan dan menunjukkan bakat yang dimiliki.


Tepat saat para peserta menunggu dengan tegang di dalam ruangan tes, pintu ruangan terbuka dengan tenang dan sebuah kehadiran yang menarik masuk. Seorang penguji, yang dipandu oleh enam orang asisten yang siap membantu, memasuki ruangan dengan langkah yang mantap.


Suasana di ruangan seketika menjadi tenang saat semua mata memandang kehadiran penguji. Hegi dan peserta lainnya menatap penuh perhatian saat Celi memperkenalkan dirinya.


"Halo, nama saya Celi. Saya akan menjadi penguji kalian di tes ini," ujarnya dengan suara yang tenang namun terdengar jelas di ruangan.


Hegi melihat wajah serius Celi dan mata tajamnya yang tampak begitu fokus. Rasa profesionalisme terpancar dari setiap gerakannya, memberikan kesan bahwa dia adalah orang yang berkompeten dalam tugasnya sebagai penguji.


"Ini adalah tes kognitif yang akan menguji kemampuan berpikir dan pengetahuan kalian," lanjut Celi, memastikan peserta memahami jenis tes yang akan mereka hadapi.


"Saya yakin kalian telah mendapat penjelasan sebelumnya tentang mekanisme tes ini, jadi saya tidak akan mengulanginya secara rinci."


Hegi menganggukkan kepala, menunjukkan bahwa ia mengerti. "Kami sudah mendapatkan penjelasan sebelumnya, Bu Celi," ujarnya dengan suara tegas namun penuh hormat.


Celi tersenyum melihat sikap Hormat Hegi. "Baiklah, saya senang mendengarnya. Namun, jika ada pertanyaan atau klarifikasi yang perlu kalian ajukan, jangan ragu untuk bertanya kepada saya atau salah satu dari enam asisten saya di sekitar ruangan," tambah Celi dengan ramah.

__ADS_1


Para asisten yang hadir bersama Celi memberikan senyuman dan mengangguk sebagai tanda bahwa mereka siap membantu peserta dengan setiap pertanyaan atau kebutuhan selama tes berlangsung.


__ADS_2