
2241
Area Luar Benteng Selatan
Jumlah Populasi 4.044.871
Setelah perjalanan yang begitu panjang selama dua jam, yang terasa seperti waktu yang sangat lama dalam ketegangan dan antisipasi, mereka akhirnya tiba di lokasi ujian. Saat itu, matahari mulai condong ke barat, menciptakan langit senja yang berwarna-warni di cakrawala.
Kedatangan mereka di lokasi ujian saat matahari hampir terbenam adalah momen yang penuh makna. Ini adalah awal dari babak baru dalam ujian komprehensif mereka, dan matahari yang merunduk di ufuk barat adalah pengingat akan berakhirnya satu fase dan dimulainya yang lain.
Dalam cahaya senja yang berwarna-warni, mereka siap untuk memulai ujian mereka dan menghadapi semua rintangan yang akan datang dengan tekad yang tidak goyah.
Helikopter turun secara perlahan-lahan dan mendarat di sebuah tempat yang cukup luas, dikelilingi oleh pepohonan yang menjulang tinggi. Meskipun sudah tiba di lokasi ujian, ketegangan masih terasa dalam diri Hegi, Noy, dan Canbe.
Helikopter berhenti, dan pintu helikopter dibuka, memberikan pandangan pertama mereka pada lingkungan tempat ujian yang akan mereka laksanakan.
Mereka diturunkan dari helikopter dengan hati-hati oleh prajurit senior yang mendampingi mereka. Dengan langkah tegap, ketiganya berdiri di daratan yang belum pernah mereka datangi sebelumnya.
Mereka tahu bahwa saat ini adalah awal dari ujian komprehensif yang akan memerlukan semua pengetahuan, keterampilan, dan ketangguhan yang mereka miliki. Sebelum helikopter naik kembali, para senior mereka memberikan sebuah instruksi yang penting.
"Kami akan berada tepat di atas kalian," kata salah satu dari senior dengan suara serius, "jika kalian dalam bahaya dan tampak tidak sanggup untuk menjalani ujian ini, segeralah buat sinyal suar sehingga kami dapat mengetahuinya. Saat ini, populasi manusia sangat berharga dan membiarkan kalian mati adalah tindakan yang sangat bodoh."
Instruksi tersebut adalah pengingat bahwa keselamatan mereka adalah prioritas utama. Para senior ini tidak hanya akan menjadi pengawas mereka, tetapi juga penjaga yang siap bertindak jika diperlukan.
Kata-kata tersebut mencerminkan betapa seriusnya ujian komprehensif ini, dan betapa pentingnya kerjasama tim dan saling membantu selama ujian.
Dengan instruksi ini, helikopter pun naik kembali, meninggalkan Hegi, Noy, dan Canbe di lokasi ujian mereka dengan tanggung jawab besar yang harus mereka pikul.
Mereka merasa didukung dan memiliki dukungan senior yang kuat, dan itu akan memberikan semangat tambahan untuk mereka menghadapi ujian yang akan datang.
“Sekarang apa?” tanya Noy, mengekspresikan rasa ingin tahu yang mendalam setelah tiba di lokasi ujian.
“Tentu saja, kita perlu menyiapkan tempat untuk beristirahat," jawab Hegi dengan penuh semangat.
"Kau lihat kan matahari sudah condong ke barat? Waktu untuk istirahat dan mempersiapkan diri untuk ujian yang akan datang."
Noy mengangguk setuju, menghargai pemikiran Hegi tentang pentingnya istirahat dan kesiapan.
Kemudian Canbe memecah keheningan dengan pertanyaannya, "Kalian tampaknya sudah saling kenal ya?"
Hegi dan Noy tersenyum dan sambil menjulurkan tangan secara bergantian, mereka berkenalan, "Tentu, kami sudah menjadi teman selama pelatihan ini. Aku Hegi," kata Hegi sambil berjabat tangan dengan Canbe.
Noy juga ikut berkenalan, "Dan aku Noy," ucapnya sambil bersalaman dengan Canbe.
Ini merupakan momen dimana ketika ketiganya mulai merasakan semangat kerja sama dan rasa kebersamaan yang akan menjadi kunci dalam menghadapi ujian yang akan datang.
Setelah perkenalan singkat, mereka semua segera menyiapkan tempat untuk beristirahat. Noy membuka tasnya, karena hanya dia yang diberikan tas dalam perlengkapan mereka.
Ia mengambil sebuah tenda portabel dari dalam tasnya. Tenda itu dirakit dengan cepat oleh Noy, dengan bantuan Hegi dan Canbe yang membantu
memasangnya dengan cermat. Tenda portabel ini akan menjadi tempat untuk perlindungan mereka selama malam dan tempat istirahat yang nyaman selama ujian komprehensif.
__ADS_1
Dalam waktu singkat, tenda itu telah berdiri kokoh di bawah pepohonan yang rindang, dan mereka bisa merasakan kelegaan karena memiliki tempat berlindung yang aman di tengah alam yang keras ini.
Setelah tenda siap, mereka mulai menyiapkan tempat tidur sederhana dan peralatan lain yang mereka bawa. Ini adalah langkah awal dalam mempersiapkan diri mereka untuk malam yang akan datang, saat mereka akan membutuhkan istirahat yang baik sebelum menghadapi ujian komprehensif dengan segala tantangannya.
Setelah tenda mereka berdiri kokoh di antara pepohonan yang rindang, Hegi, Noy, dan Canbe berkumpul di dekatnya. Mereka berada di tepi hutan yang teduh, dengan sinar senja yang mulai meredup di langit barat.
Cahaya matahari yang melalui celah pepohonan menciptakan permainan bayangan indah di tanah, menciptakan suasana yang tenang dan mendalam di sekitar mereka.
Mereka duduk bersila di lingkaran, di atas karpet tidur sederhana yang telah mereka siapkan di tanah. Pepohonan di sekitar mereka memberikan rasa teduh dan perlindungan, sementara suara angin yang lembut dan riuh daun membuat diskusi mereka terasa seperti momen yang damai.
Sebelum mereka memulai pembagian tugas, mereka mengamati alat komunikasi yang telah terpasang di telinga masing-masing. Suara burung-burung yang berkicau di kejauhan dan aroma hutan yang segar melengkapi latar alam yang indah ini.
Dalam suasana yang tenang dan alam yang indah ini, mereka merencanakan dengan hati-hati pembagian tugas mereka untuk memastikan persiapan yang sempurna sebelum menghadapi ujian komprehensif yang menantang. Dalam momen ini, kolaborasi dan kerja sama tim menjadi lebih kuat, dan mereka siap menghadapi semua rintangan yang akan datang.
Hegi, yang memiliki pengetahuan tentang sumber daya alam dan tumbuhan liar yang bisa dimakan, berkata, "Baiklah, aku akan mencari makanan. Kita perlu memastikan bahwa kita memiliki cukup persediaan makanan selama ujian ini. Meskipun kita sudah punya persediaan, lebih baik kita memiliki tambahan jika memungkinkan."
Noy mengangguk setuju, "Aku akan pergi untuk mengumpulkan kayu bakar untuk api unggun malam nanti. Ini akan membantu kita tetap hangat dan memberikan cahaya selama malam."
Canbe, dengan semangat, menyatakan, "Aku akan mencari sumber air terdekat. Kita membutuhkan air untuk minum dan memasak. Pastikan alat komunikasi kita tetap aktif dan dalam jangkauan satu sama lain. Jika ada masalah atau temuan penting, segera beri tahu yang lain."
Sebelum berpisah untuk menjalankan tugas masing-masing, mereka memeriksa sebuah alat komunikasi yang terpasang di telinga mereka untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik.
Ini adalah langkah penting dalam memastikan bahwa mereka tetap terhubung satu sama lain dan dapat memberikan peringatan jika terjadi sesuatu yang darurat.
Mereka bertiga berjabat tangan sebagai tanda persetujuan atas tugas mereka dan kemudian berpisah untuk menjalankan tugas mereka masing-masing.
Mereka semua memulai perjalanan untuk tugas yang telah mereka bagi. Hegi yang bertugas mengumpulkan makanan, Noy mencari kayu bakar, dan Canbe mencari sumber air. Ketiganya berjalan dengan hati-hati, memasuki rimbunnya hutan yang mengelilingi tempat perkemahan mereka.
Hutan ini adalah lingkungan yang asing bagi mereka, tetapi juga menjadi sumber potensial untuk kebutuhan mereka selama malam. Hegi, dengan pengalaman berburu yang dimilikinya, memimpin dalam mencari tanda-tanda binatang buruan.
itu, Canbe menyusuri sumber-sumber air yang dapat mereka yakini untuk memenuhi kebutuhan minum mereka.
Meskipun mereka menghilang di dalam hutan rimbun yang tidak dikenal, mereka memiliki keyakinan bahwa tugas mereka akan berhasil dan mereka akan kembali ke perkemahan dengan hasil yang memadai.
Mereka tahu bahwa momen ini adalah peluang untuk menguji keterampilan dan pengetahuan yang mereka miliki dalam lingkungan yang penuh tantangan.
Setelah satu jam berlalu dan saat matahari senja sudah menampakan wajahnya di langit, mereka semua kembali ke tenda tempat asal mereka. Hegi membawa beberapa buah hasil buruannya dan daging binatang yang akan menjadi makanan mereka untuk malam ini.
Noy membawa dua ikat kayu bakar yang akan digunakan untuk membuat api, yang dapat memberikan cahaya dan kehangatan di malam hari. Sementara itu, Canbe membawa beberapa botol air minum yang segar, yang akan menjaga kebutuhan hidrasi mereka.
Mereka berkumpul di sekitar tenda, senyum lega terpancar di wajah mereka. Pencarian mereka telah berhasil, dan mereka sekarang memiliki persediaan makanan, air, dan bahan bakar yang cukup untuk menjalani malam ini dengan nyaman.
Ini adalah bukti nyata dari kemampuan mereka untuk bekerja sama dan mengatasi tantangan di alam terbuka. Dengan semangat yang tinggi, mereka bersiap untuk memasak makan malam sederhana di bawah langit senja yang begitu mempesona, dan kemudian berbagi cerita dan pengalaman mereka selama pencarian tadi.
Semakin dekat dengan malam ujian komprehensif, kebersamaan mereka semakin kuat, dan itu adalah aset berharga dalam menghadapi semua yang akan datang.
Malam pun tiba, dan mereka mempersiapkan semua yang bisa mereka butuhkan untuk menghadapi malam pertama mereka.
Mereka menyalakan api unggun yang cahayanya menerangi sekitar tenda, menciptakan suasana yang hangat dan nyaman di tengah kegelapan hutan. Daging hasil buruan Hegi dimasak dengan hati-hati di atas api, mengisi udara dengan aroma yang menggoda.
Helikopter senior yang mengawasi mereka dari atas juga turun, meskipun cukup jauh dari tenda ketiga kadet. Para senior ini mengisi bahan bakar helikopter mereka dan beristirahat sejenak, tetapi tetap siap untuk mengawasi dan memberikan dukungan jika diperlukan.
__ADS_1
Keberadaan para senior ini memberikan rasa aman tambahan kepada Hegi, Noy, dan Canbe, mengingat bahwa mereka tidak akan sepenuhnya sendirian selama ujian komprehensif ini.
Di bawah cahaya hangat api unggun dan dipeluk oleh malam yang tenang, mereka duduk bersama dan mendiskusikan rute kembalinya ke Benteng Selatan.
Meskipun ujian komprehensif ini terlihat begitu sederhana, yaitu "pulang dengan selamat," mereka menyadari bahwa perjalanan kembali juga memiliki potensi risiko dan tantangan tersendiri.
Sambil menikmati makan malam mereka, mereka juga merencanakan kembali perjalanan mereka ke benteng selatan besok pagi.
Noy membuka tas perlengkapan dan mengambil sebuah peta. Di peta itu, terdapat tanda-tanda yang telah mereka dapatkan sebelumnya, yang memberikan petunjuk tentang lokasi mereka saat ini.
Selain peta, Noy juga mengambil sebuah kompas yang memiliki dua jarum, satu yang menunjuk ke utara dan yang satu lagi yang menunjuk ke arah Benteng Selatan.
Dengan cermat, Noy membentangkan peta di bawah tanah, memastikan bahwa semua tanda dan detailnya terlihat dengan jelas.
Mereka memeriksa peta dan merinci rute yang akan mereka tempuh, memastikan bahwa mereka memiliki pemahaman yang jelas tentang rencana mereka.
Mereka mulai membandingkan peta dengan
lingkungan sekitar mereka, mencari tanda-tanda yang mereka kenali dan mengidentifikasi jalan terbaik untuk kembali ke Benteng Selatan.
Kompas yang mereka miliki adalah alat penting dalam menentukan arah yang benar, terutama di malam hari ketika bintang-bintang yang memandu hilang dari pandangan.
Dengan peta dan kompas sebagai panduan, mereka merasa lebih percaya diri dalam merencanakan rute kembalinya dan menjalani ujian komprehensif ini dengan baik.
"Baiklah, kita akan memulai perjalanan kita kembali besok," ucap Hegi, memulai diskusi tentang rencana mereka.
Dia menunjuk peta yang mereka bentangkan
sebelumnya. "Berdasarkan peta ini, jarak kita ke Benteng Selatan sekitar delapan puluh kilometer."
Mereka semua mengangguk setuju, menyadari bahwa perjalanan kembali ini akan menjadi bagian yang sangat penting dari ujian komprehensif mereka.
Dengan jarak sejauh itu, mereka tahu bahwa mereka harus merencanakan dengan hati-hati, mempertimbangkan kondisi cuaca, keadaan medan, dan persiapan lainnya yang mereka butuhkan.
Rencana perjalanan ini adalah langkah pertama dalam memastikan bahwa mereka akan berhasil dalam ujian ini, yang pada dasarnya adalah ujian bertahan hidup dan navigasi. Dengan rencana yang matang, mereka siap untuk menghadapi segala rintangan yang akan mereka temui dalam perjalanan kembali ke Benteng Selatan.
Di tengah hutan yang kelam dan dikelilingi oleh malam yang sunyi, mereka duduk bersama sambil mendiskusikan rute-rute yang memungkinkan untuk mereka lalui.
Mereka mencari rute yang mungkin memiliki risiko lebih rendah akan bertemu dengan monster morsus. Meskipun situasinya serius dan penuh tantangan, mereka mencoba untuk menjaga semangat tinggi.
Sambil mendiskusikan rencana mereka, mereka juga menikmati makanan yang telah mereka kumpulkan, dan suasana di sekitar api unggun yang hangat dipenuhi dengan canda tawa mereka.
Walau begitu, mereka tidak lupa akan sifat serius dari ujian ini, yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang kuat. Canda tawa mereka adalah cara untuk menghilangkan ketegangan dan menjaga semangat yang tinggi saat mereka merencanakan rencana perjalanan mereka.
Kebersamaan dan dukungan satu sama lain adalah kunci untuk menghadapi semua rintangan dan tantangan yang akan datang selama perjalanan mereka kembali ke Benteng Selatan.
Ketika mencapai larut malam, mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak dan merencanakan jadwal patroli penjagaan secara bergantian.
Mereka memahami pentingnya menjaga keamanan perkemahan mereka di tengah lingkungan yang mungkin memiliki bahaya.
Patroli penjagaan ini akan memastikan bahwa mereka tetap waspada terhadap kemungkinan ancaman, termasuk keberadaan monster morsus yang dapat mengintai di malam hari.
__ADS_1
Dengan tekad untuk menjaga perkemahan mereka aman dan bersiap untuk hari esok, Noy, Hegi, dan Canbe secara bergantian melakukan patroli, siap untuk menghadapi segala yang mungkin terjadi selama malam ujian komprehensif ini.
Noy akan mengawali patroli pertama, kemudian dilanjutkan oleh Hegi, dan setelah itu Canbe akan mengambil giliran berikutnya.