
2240
Tembok Pusat Benteng Selatan
Jumlah Populasi 4.044.675
Setelah sesi perkenalan selesai, saatnya untuk memasuki sesi pemaparan materi dasar yang akan Sely bawakan. Dengan penuh semangat, Sely berdiri di depan kelas dan mempersilakan para kadet untuk duduk rapi di tempat masing-masing.
Para kadet dengan cermat menempati tempat duduk mereka, siap untuk mendengarkan materi yang akan disampaikan oleh instruktur mereka.
Semangat juang dan rasa ingin tahu masih menyala di mata mereka, karena mereka tahu bahwa setiap pelajaran dan informasi yang diberikan sangat penting dalam pembentukan mereka sebagai prajurit yang berkualitas.
Sely merasa senang melihat antusiasme para kadet dalam mengikuti sesi ini. Dia menyadari betapa pentingnya memberikan pemahaman yang komprehensif kepada mereka tentang tugas dan tanggung jawab seorang prajurit, serta pengetahuan yang diperlukan dalam menjalani kehidupan militer.
Dengan senyum yang ramah, Sely memastikan bahwa semua mata terarah padanya sebelum dia memulai. "Baiklah, para kadet, kita akan memulai sesi pemaparan materi dasar hari ini," ucapnya dengan penuh semangat.
"Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, saya akan fokus pada dua hal penting: pelatihan strategi dan taktik militer."
Para kadet mendengarkan dengan penuh antusiasme, menunjukkan ketertarikan mereka terhadap topik yang akan disampaikan oleh instruktur mereka.
Pelatihan strategi dan taktik militer adalah dua hal yang sangat penting dalam membentuk prajurit yang tangguh dan cakap dalam menghadapi situasi dan tantangan di medan tempur.
Sely menghidupkan proyektor dan mulai memproyeksikan peta wilayah di layar besar. "Ini adalah peta wilayah Benteng Selatan," ujarnya dengan suara lantang dan jelas, sambil menyorot area-area yang dimaksud di peta.
"Dan ini adalah batas tidak terlihat yang membagi Benteng Selatan menjadi delapan distrik sesuai arah mata angin."
Para kadet dengan penuh perhatian mengamati peta yang diproyeksikan. Mereka mengerti betapa pentingnya memahami wilayah tempat mereka akan bertugas nantinya, karena wilayah yang luas dan kompleks memerlukan pemahaman yang mendalam untuk menghadapi berbagai situasi yang mungkin terjadi.
"Kalian berada di lokasi tengah-tengah Benteng Selatan, di antara delapan distrik," lanjut Sely dengan suara penuh penekanan, sambil menyorot markas pusat mereka di peta.
"Tempat ini menjadi titik strategis yang penting karena memungkinkan akses cepat ke berbagai distrik lainnya."
Para kadet merasa semakin tertarik dengan penjelasan Sely tentang lokasi markas pusat mereka. Mereka memahami bahwa lokasi yang strategis ini akan memberikan keuntungan besar dalam hal mobilitas dan kemampuan untuk merespons berbagai situasi di berbagai wilayah.
"Kemampuan untuk cepat bergerak dan menyusun respon yang tepat sangatlah penting dalam situasi darurat atau tugas-tugas yang memerlukan respon segera," tambah Sely dengan tegas.
"Lokasi markas pusat ini akan memberikan keunggulan dalam hal itu."
Sely menjelaskan lebih lanjut tentang manfaat dari posisi mereka yang berada di tengah-tengah Benteng Selatan. Dia menyebutkan bahwa lokasi ini akan memungkinkan para kadet untuk dengan mudah mencapai wilayah yang membutuhkan bantuan atau dukungan militer dalam waktu singkat.
Sely melanjutkan, "Wilayah yang berada di luar Benteng Selatan bisa kita sebut sebagai 'Neraka'."
Dia menggambarkan wilayah tersebut di peta dengan warna yang berbeda, menandai area yang dikuasai oleh monster Morsus. "Wilayah ini merupakan tempat yang sangat berbahaya bagi kita, karena dikuasai oleh monster-monster Morsus yang ganas dan liar."
Ia menunjukkan bagian wilayah di peta yang menjadi wilayah 'Neraka', yang tampa berbatasan dengan Benteng Selatan. Sely dengan serius menjelaskan bahwa daerah ini sering menjadi sasaran serangan dan penyerangan dari monster Morsus yang sangat kuat dan agresif.
Sely menambahkan, "Monster-monster Morsus yang mendiami wilayah ini memiliki kekuatan dan agresivitas yang luar biasa. Mereka bisa menjadi ancaman yang serius bagi keselamatan dan misi kita. Oleh karena itu, setiap tindakan dan langkah yang kita ambil di wilayah 'Neraka' harus dipertimbangkan secara matang dan hati-hati."
Para kadet melihat peta dengan cermat, paham betapa berbahayanya wilayah 'Neraka' ini. Wilayah tersebut tampak menjadi zona yang rawan dan menantang bagi prajurit untuk beroperasi.
__ADS_1
"Secara sederhana, tugas kita adalah merebut 'Neraka' dan mengubahnya menjadi 'Surga' yang telah lama kita tinggalkan," ucap Sely dengan penuh semangat, memberikan visi yang inspiratif bagi para kadet.
Kata-kata Sely mencerminkan cita-cita mulia dalam menghadapi tantangan di wilayah 'Neraka'. Dengan tekad dan kerja keras, mereka bertujuan untuk membawa perubahan yang positif dan menjadikan wilayah yang berbahaya tersebut menjadi tempat yang aman, nyaman dan sejahtera.
Sely melanjutkan, "Proses merebut dan mengubah wilayah ini tidak akan mudah, tetapi bersama sebagai tim yang solid dan penuh semangat, kita akan menghadapinya dengan percaya diri dan tekad yang tak tergoyahkan."
Para kadet mendengarkan dengan serius penjelasan yang diberikan Sely tentang wilayah 'Neraka' dan tugas mereka. Mereka tau betapa pentingnya pemahaman tentang wilayah yang dikuasai musuh agar dapat mengantisipasi dan menghadapi situasi yang mungkin terjadi di sana.
Pemahaman mendalam tentang wilayah 'Neraka' menjadi kunci untuk mengidentifikasi potensi ancaman, posisi strategis, dan kelemahan musuh.
Dengan pengetahuan ini, para kadet dapat menyusun rencana taktis dan strategis yang lebih efektif untuk menghadapi monster Morsus dan mengambil alih wilayah tersebut dengan lebih baik.
Sely melanjutkan lagi, "Selain wilayah 'Neraka', kita juga memiliki wilayah aman di luar Benteng Selatan yang kita sebut sebagai 'outpost', satu-satunya wilayah aman yang kita miliki di luar benteng."
Dia menunjukkan area outpost di peta, menandai posisi strategisnya sekitar lima ratus meter dari tembok baja Benteng Selatan. "Outpost berfungsi sebagai pos pengawasan dan juga tempat perlindungan bagi pasukan kita jika ada ancaman dari luar."
Para kadet mendengarkan dengan seksama penjelasan tentang outpost. Mereka menyadari betapa pentingnya outpost sebagai pos pengawasan untuk memantau situasi di sekitar Benteng Selatan dan wilayah 'Neraka'.
Selain itu, outpost juga menjadi tempat strategis bagi pasukan mereka untuk berkumpul dan berlindung jika terjadi serangan dari luar wilayah benteng.
Sely menekankan pentingnya menjaga keamanan outpost dan memastikan kesiapan pasukan di sana. "Outpost adalah titik kritis dalam sistem pertahanan kita. Kita harus selalu waspada dan menjaga pos tersebut dengan ketat," ujarnya dengan tegas.
"Jangan biarkan outpost jatuh ke tangan musuh, karena itu akan mengancam keamanan Benteng Selatan dan wilayah 'Neraka'."
"Sekarang, saya ingin kalian semua memahami bahwa ketika kalian berada di luar outpost, itu berarti kalian sedang mendapat misi ofensif," tegas Sely sambil memastikan para kadet memperhatikannya.
Mereka menyadari bahwa tugas ofensif memerlukan perencanaan dan pelaksanaan strategi dengan lebih cermat karena mereka berada di wilayah yang tidak dikuasai Benteng Selatan.
"Oh iya, hampir saja saya lupa untuk mengatakannya," lanjutnya sambil memberikan senyuman kecil.
Para kadet merespon dengan senyuman balasan, mengerti betapa serius dan penuh perhatian instruktur mereka dalam memberikan informasi penting ini.
Sely melanjutkan dengan antusias, "Di Benteng Selatan sendiri, pasukan dibagi menjadi dua, yaitu defensif dan ofensif. Defensif seperti namanya adalah mempertahankan benteng dari serangan monster Morsus, sedangkan ofensif adalah saat kalian mendapatkan misi untuk keluar benteng dan menghadapi ancaman di wilayah 'Neraka'."
Para kadet menyadari pentingnya peran masing-masing bagian dari pasukan. Pasukan defensif bertanggung jawab menjaga keamanan di dalam benteng dan melindungi wilayahnya dari serangan musuh.
Sedangkan pasukan ofensif memiliki tugas lebih menantang untuk melakukan misi di luar benteng, menjelajahi wilayah 'Neraka', dan menghadapi monster Morsus langsung.
"Strategi yang tim defensif lakukan dipimpin langsung oleh Kapten Rachel," lanjutnya dengan penekanan.
"Sedangkan saat misi ofensif, kalian sendiri yang harus memikirkan dan menyusun strategi yang tepat untuk menghadapi situasi di lapangan. Itulah gunanya kelas yang saya ajarkan ini."
Sely berjalan ke depan kelas, menatap mata para kadet dengan penuh semangat. "Kelas ini akan melatih kalian untuk menjadi pemimpin yang cerdas dan tangguh dalam menghadapi situasi ofensif di lapangan," ucapnya dengan keyakinan.
Para kadet merasa tertantang oleh kata-kata Sely. Mereka menyadari bahwa menjadi pemimpin yang cerdas dan tangguh memerlukan latihan, pengetahuan, dan keterampilan yang mendalam.
Misi ofensif menuntut keberanian dan kepemimpinan yang baik, dan mereka siap untuk belajar dengan sungguh-sungguh.
Sely melanjutkan, "Kalian akan belajar tentang perencanaan misi, pemilihan strategi, koordinasi tim, dan bagaimana mengatasi tantangan yang mungkin kalian hadapi di medan pertempuran."
__ADS_1
Para kadet mendengarkan dengan seksama, merasa semakin bersemangat untuk mengikuti pelatihan ini. Mereka menyadari betapa pentingnya kemampuan berpikir strategis dan kepemimpinan dalam misi ofensif di luar Benteng Selatan.
Dalam menghadapi wilayah 'Neraka' dan outpost, para kadet menyadari bahwa perencanaan misi yang baik dan strategi yang tepat akan menjadi kunci kesuksesan dalam mencapai tujuan mereka.
Mereka siap belajar bagaimana mengidentifikasi potensi risiko dan kelemahan musuh, serta merumuskan rencana taktis yang efektif untuk mengatasi situasi yang kompleks di medan pertempuran.
Selain itu, pentingnya kemampuan kepemimpinan juga menjadi fokus para kadet dalam kelas ini. Mereka menyadari bahwa sebagai pemimpin di misi ofensif, mereka harus mampu mengambil keputusan dengan cepat dan tepat, serta memimpin tim dengan efektif.
Sely melanjutkan, "Kalian akan berperan sebagai pemimpin kelompok dalam sesi latihan ofensif ini, dan kalian harus berkolaborasi dengan anggota tim untuk merancang strategi terbaik," ucapnya dengan serius.
"Keberhasilan misi ofensif sangat tergantung pada kerja sama tim dan kemampuan kalian dalam mengambil keputusan yang tepat di saat-saat kritis."
Para kadet merasa tertantang dengan peran sebagai pemimpin kelompok dalam sesi latihan ofensif. Mereka mengerti bahwa dalam peran ini, mereka harus memastikan kerja sama tim yang solid, serta mampu menggali potensi setiap anggota tim untuk merancang strategi yang efektif.
Sely menekankan pentingnya komunikasi yang efektif dalam tim. "Selama sesi latihan, kalian harus berdiskusi secara terbuka dan jujur dengan anggota tim. Mendengarkan dan menghargai masukan dari setiap anggota tim akan membantu kalian merumuskan strategi yang lebih komprehensif dan terencana," tambahnya.
Dia menatap para kadet dengan penuh keyakinan, "Saya percaya bahwa setiap dari kalian memiliki potensi untuk menjadi pemimpin yang luar biasa," ucapnya dengan tegas dan penuh semangat.
"Dengan dedikasi, latihan, dan kerja keras, kalian akan menjadi prajurit yang dapat diandalkan dan mampu melampaui batas-batas kemampuan diri kalian sendiri."
Para kadet merasa semakin termotivasi dengan keyakinan dan dukungan yang ditunjukkan oleh Sely. Mereka merasa percaya diri bahwa mereka memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin yang hebat dalam menghadapi misi ofensif di wilayah 'Neraka' maupun defensif di outpost.
Sely melanjutkan, "Tidak ada batasan bagi kalian untuk berkembang dan menjadi yang terbaik dalam bidang ini. Setiap kesempatan dan tantangan yang kalian hadapi adalah peluang untuk tumbuh dan belajar."
Para kadet paham bahwa proses belajar dan berkembang adalah hal yang tak terpisahkan dari menjadi prajurit yang berkualitas. Mereka siap untuk menghadapi setiap kesempatan dan tantangan dengan semangat belajar yang tinggi.
Setelah Sely memaparkan semua dasar materi tentang tugas prajurit dengan semangat dan antusias, ia akhirnya menutup kelasnya untuk hari itu.
Para kadet merasa puas dengan sesi pelatihan yang informatif dan inspiratif yang telah mereka jalani.
Ia berterima kasih kepada para kadet atas perhatian dan partisipasi mereka dalam sesi pelatihan.
"Terima kasih, para kadet, atas keterlibatan dan semangat kalian dalam kelas hari ini," ucap Sely dengan senyum ramah. "Saya sangat menghargai komitmen kalian untuk belajar dan berjuang bersama dalam mencapai tujuan bersama."
"Sampai jumpa di kelas saya selanjutnya," lanjut Sely dengan semangat. "Jika kalian memiliki pertanyaan atau perlu bantuan, jangan ragu untuk datang kepada saya atau instruktur lainnya. Kami akan selalu siap membantu kalian."
Sebelum menutup kelas, Sely memberi pengumuman. "Para kadet, saya dengan senang hati memberitahu kalian bahwa kelas besok akan dipimpin oleh instruktur Endri, yang akan fokus pada latihan fisik dan kesiapan fisik kalian sebagai prajurit," ucap Sely.
Para kadet merasa antusias mendengar bahwa mereka akan berlatih fisik di kelas berikutnya. Mereka memahami betapa pentingnya kesiapan fisik dalam menjalankan tugas dan misi sebagai prajurit di medan pertempuran.
"Dan ada satu hal lagi yang perlu saya sampaikan," lanjut Sely dengan senyum misterius. "Kelas latihan fisik ini akan diadakan di wilayah tembok luar distrik barat laut, dan kalian harus kesana dengan berjalan kaki!"
Sely kemudian menambahkan, "Perjalanan ke distrik barat laut akan menjadi kesempatan untuk melatih daya tahan, ketahanan mental, dan kemampuan navigasi kalian. Ini juga merupakan kesempatan untuk memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan di antara kita semua."
Ketika para kadet mendengar bahwa latihan fisik akan dilakukan di distrik barat laut dan mereka harus berjalan kaki, beberapa di antara mereka terlihat terkejut dan sedikit gugup.
Namun, mereka juga merasa semakin termotivasi untuk menunjukkan ketangguhan dan kesiapan fisik mereka dalam menghadapi tantangan ini.
Sely menutup kelas dengan memberikan pesan akhir, "Teruslah berlatih, teruslah belajar, dan jangan ragu untuk menghadapi setiap tantangan dengan keberanian dan kegigihan. Saya sangat bangga menjadi instruktur kalian, dan saya yakin kalian memiliki potensi luar biasa untuk mencapai prestasi yang gemilang sebagai prajurit Benteng Selatan. Sampai bertemu di kelas berikutnya!"
__ADS_1