
2240
Tembok Pusat Benteng Selatan
Jumlah Populasi 4.044.670
Setelah memberikan sambutan kepada prajurit baru, tibalah saatnya bagi Olivia untuk mempresentasikan senjata yang akan mereka gunakan di medan perang nantinya.
Dengan penuh semangat, Olivia mengambil tempat di depan proyektor dan layar yang telah dipersiapkan untuk presentasi tersebut.
"Dengan senang hati, saya akan memperkenalkan senjata-senjata yang telah dikembangkan oleh tim R&D," ucap Olivia dengan suara yang jelas. "Senjata-senjata ini telah dirancang dengan cermat dan dipersenjatai dengan teknologi terkini untuk memberikan efektivitas dan ketangguhan maksimal dalam melawan morsus."
Ia akan mempresentasikan setiap senjata dengan detail, menjelaskan fitur-fitur unggul dan keunggulan masing-masing. Para prajurit baru dan yang sudah ada mendengarkan dengan penuh antusiasme, menaruh perhatian pada setiap keterangan yang diberikan oleh Olivia.
"Dalam perang melawan morsus, setidaknya kita saat ini memiliki tiga buah senjata yang telah terbukti sangat efektif dalam pertempuran, yaitu Lightblade, Lightgun, dan Basilica," ucap Olivia dengan penuh keyakinan sambil menunjuk ke layar proyektor yang menampilkan gambar masing-masing senjata.
"Untuk senjata Basilica, saya tidak akan memberikan penjelasan terperinci karena itu adalah senjata pertahanan darurat yang hanya digunakan pada saat-saat tertentu dalam keadaan kritis. Namun, senjata ini merupakan pilar penting dari pertahanan Benteng Selatan."
"Sementara itu, mari saya perkenalkan Lightblade. Lightblade adalah senjata yang dirancang untuk pertempuran jarak dekat," lanjutnya sambil menyorotkan gambar senjata bercahaya di layar proyektor.
"Dilengkapi dengan teknologi canggih dan mata pedang berenergi, Lightblade akan menjadi andalan dalam situasi di mana keterampilan pertarungan jarak dekat dibutuhkan."
"Senjata Lightblade awalnya hanya berbentuk gagang pedang saja, namun ketika diaktifkan, senjata ini mengeluarkan cahaya yang berenergi tinggi sehingga dapat merusak jaringan morsus," jelas Olivia dengan penuh antusiasme.
"Teknologi yang terkandung di dalamnya memungkinkan Lightblade untuk memancarkan energi yang sangat kuat pada mata pedangnya, sehingga memberikan daya hancur yang luar biasa saat bertarung dengan morsus."
"Dengan desain ergonomis dan bobot yang ringan, Lightblade sangat mudah dioperasikan dan sangat cocok untuk pertempuran dengan gerakan cepat dan lincah," lanjutnya.
"Senjata ini juga dilengkapi dengan pelindung energi di sepanjang tepi pedang, memberikan perlindungan tambahan bagi prajurit dalam menghadapi serangan balasan dari morsus."
Olivia kemudian menampilkan simulasi pertempuran di layar proyektor, menunjukkan bagaimana Lightblade secara efektif memotong dan menghancurkan jaringan morsus dalam situasi pertempuran yang berbeda.
Para prajurit baru menyaksikan dengan penuh kagum, menyadari bahwa Lightblade adalah senjata yang sangat berharga dalam melawan ancaman morsus.
"Kami telah menggabungkan elemen fisik dan teknologi terbaru dalam Lightblade untuk menciptakan senjata yang sangat efektif dalam menghadapi ancaman morsus," tambah Olivia dengan bangga.
Ia kemudian melanjutkan, "Cahaya yang dihasilkan oleh Lightblade berbeda-beda tergantung penggunanya, cahaya ini didasarkan pada warna pupil mata tiap penggunanya. Cahaya yang berbeda ini tidak hanya memberikan efek estetika, tetapi juga memiliki manfaat praktis dalam pertempuran, terutama di malam hari."
"Pertempuran melawan morsus seringkali terjadi di kondisi cahaya yang minim atau gelap gulita," lanjut Olivia dengan tekun. "Dalam situasi seperti itu, kemampuan Lightblade untuk menghasilkan cahaya berbeda dapat memudahkan penglihatan prajurit dan membedakan teman dari musuh, sehingga mengurangi risiko kesalahan identifikasi dan pertumpahan darah di antara tim kita."
Olivia menunjukkan beberapa contoh simulasi pertempuran malam hari di layar proyektor, dengan Lightblade menghasilkan berbagai warna cahaya yang berbeda. Para prajurit baru terkesan dengan inovasi ini, menyadari bahwa Lightblade tidak hanya senjata berteknologi tinggi, tetapi juga senjata yang cerdas dan efisien dalam kondisi tempur yang berat.
"Dalam tim R&D, kami selalu berusaha untuk terus menghadirkan solusi yang komprehensif dan efektif untuk kebutuhan prajurit di medan perang," ujar Olivia dengan bangga.
"Dengan peningkatan ini pada Lightblade, kami berharap senjata ini akan memberikan keunggulan tambahan bagi kalian dalam melawan morsus dan melindungi Benteng Selatan."
__ADS_1
"Saya percaya bahwa dengan latihan dan pemahaman yang baik tentang potensi senjata ini, kalian akan dapat menggunakan Lightblade dengan maksimal dalam setiap pertempuran," ujar Olivia dengan tulus. "Semoga dengan Lightblade, kalian akan merasa lebih siap dan percaya diri dalam menjalani tugas-tugas sebagai prajurit Benteng Selatan."
Olivia melanjutkan, "Ingatlah, keahlian dan kemampuan kalian sebagai prajurit merupakan aset berharga dalam menjaga keamanan Benteng Selatan."
Tepuk tangan meriah kembali menggema di ruangan, sebagai bentuk apresiasi atas penjelasan yang jelas dan informatif dari Olivia tentang senjata Lightblade. Para prajurit baru mengakui bahwa senjata tersebut merupakan tambahan yang sangat berharga dalam persiapan mereka untuk menghadapi pertempuran melawan morsus.
Olivia kemudian memutar gambar untuk menampilkan senjata berikutnya, Lightgun. "Lightgun adalah senjata yang efisien untuk pertempuran jarak menengah. Dengan ketepatan tembakan dan kemampuan tembakan beruntun yang akurat, senjata ini dapat mengatasi ancaman dari jarak yang lebih jauh."
Olivia melanjutkan, "Lightgun, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, adalah senjata yang efisien untuk pertempuran jarak menengah. Senjata ini dirancang dalam bentuk pistol, membuatnya mudah digunakan dengan satu tangan, sehingga memungkinkan prajurit untuk tetap lincah dan responsif dalam pertempuran."
"Sama seperti Lightblade, Lightgun juga dilengkapi dengan teknologi tinggi yang meningkatkan akurasi tembakan dan mengurangi kemungkinan peluru menyimpang," tambah Olivia dengan antusias.
"Teknologi pengunci target kami memungkinkan senjata ini mengunci dan mengenai target secara otomatis, sehingga prajurit dapat menembak dengan tepat pada sasaran, bahkan dalam situasi yang penuh tekanan."
Olivia menunjukkan gambar simulasi pertempuran dengan Lightgun, menampilkan prajurit yang menggunakan senjata ini dengan mahir dan efektif. Para prajurit baru dengan kagum melihat kehebatan senjata ini dalam menghadapi musuh dari jarak menengah.
"Kemampuan tembakan beruntun yang akurat pada Lightgun juga menjadikannya senjata yang andal untuk memberikan daya hancur yang efisien pada musuh," ujarnya dengan penuh keyakinan.
"Dalam situasi pertempuran dengan musuh yang kuat atau dalam jumlah besar, senjata ini dapat menjadi pilihan yang tepat untuk menangani ancaman dengan cepat dan efisien."
"Dengan kemampuan cahaya malam yang terintegrasi, Lightgun juga sangat berguna dalam melaksanakan misi di malam hari atau dalam kondisi cahaya minim," sambung Olivia dengan senyum.
"Dalam setiap tindakan kita, keselamatan dan efektivitas prajurit adalah prioritas utama dalam desain senjata yang kami ciptakan."
Olivia melanjutkan dengan penuh semangat, "Penting untuk kalian ketahui bahwa Lightgun adalah versi portabel dari Basilica," lanjut Olivia dengan senyum.
"Dalam pengembangannya, kami berfokus pada kepraktisan dan mobilitas Lightgun sehingga prajurit dapat dengan mudah membawanya dalam setiap misi atau operasi," jelas Olivia dengan bangga.
"Bobot yang ringan dan desain yang ergonomis memungkinkan prajurit untuk menggunakannya dengan nyaman dan efisien dalam berbagai situasi pertempuran."
Ia kemudian menunjukkan gambar perbandingan Lightgun dengan Basilica di layar proyektor, menyoroti perbedaan ukuran dan kemampuan daya serang keduanya. Para prajurit baru dengan penuh antusiasme memperhatikan perbandingan ini, menyadari bahwa Lightgun adalah solusi yang tepat untuk memberikan dukungan dari belakang dalam pertempuran, terutama dalam situasi yang membutuhkan kelincahan dan ketangkasan.
"Kehadiran Lightgun bagi kita telah memberikan fleksibilitas dalam taktik pertempuran," lanjut Olivia.
"Dalam tim kami, kami selalu berusaha untuk memberikan opsi yang terbaik bagi prajurit, sehingga kalian dapat beradaptasi dengan cepat dan efisien di medan perang yang selalu berubah-ubah."
"Dengan kombinasi Lightgun dan Lightblade, kalian akan menjadi kekuatan yang tangguh dan serbaguna, siap menghadapi berbagai situasi tantangan dari morsus dengan percaya diri," tutup Olivia dengan senyuman.
"Tim R&D berharap senjata-senjata ini akan menjadi alat yang setia dan kuat mendukung kalian dalam melindungi Benteng Selatan."
Tepuk tangan meriah kembali menggema di ruangan, sebagai bentuk apresiasi atas inovasi dan pemahaman mendalam dari Olivia tentang senjata Lightgun. Para prajurit baru semakin yakin dan bersemangat untuk menguasai senjata ini dengan baik.
Olivia melanjutkan dengan penjelasan yang lebih menarik, "Lightblade, Lightgun, dan Basilica, ketiga senjata ini memiliki persamaan penting yaitu sumber kekuatan mereka berasal dari energi Cristorium. Cristorium sendiri merupakan inti dari monster morsus, yang memberikan mereka energi dan kekuatan luar biasa."
"Morsus yang berukuran lima hingga dua puluh meter memang memiliki bobot yang besar, membuatnya sulit untuk bergerak dengan cepat atau lincah secara alami," jelas Olivia dengan tekun.
__ADS_1
"Namun, energi yang dipancarkan oleh Cristorium memungkinkan para morsus untuk mengatasi keterbatasan fisik ini dan menjadi makhluk yang bergerak dengan kecepatan yang luar biasa."
Olivia menampilkan animasi simulasi morsus yang bergerak dengan gesit dan cepat berkat energi Cristorium yang mengalir dalam tubuh mereka. Para prajurit baru terkesan dengan kekuatan luar biasa dari energi ini dan menyadari bahwa melawan morsus tidak semudah melawan musuh biasa.
"Kekuatan energi Cristorium menjadi tantangan yang serius bagi kita dalam melawan morsus," sambungnya dengan serius. "Namun, itulah mengapa senjata-senjata seperti Lightblade, Lightgun, dan Basilica yang didukung oleh teknologi dan energi yang sama, menjadi penting dalam menghadapi mereka dengan efektif."
"Dalam tim R&D, kami terus melakukan penelitian dan pengembangan untuk mengungkap potensi penuh dari Cristorium dan mencari cara-cara inovatif untuk menghadapinya," tambah Olivia dengan semangat.
"Komitmen kami adalah untuk selalu memberikan keunggulan dan keamanan bagi kalian, para prajurit Benteng Selatan."
Olivia dengan serius melanjutkan presentasinya, "Sebagai sumber daya yang kuat, Cristorium memang memiliki efek samping yang perlu diperhatikan. Penggunaan senjata dan teknologi yang mengandalkan energi Cristorium dapat menguras energi dari penggunanya."
"Penting bagi para prajurit untuk memahami dan mengelola penggunaan senjata Cristorium dengan bijak," lanjut Olivia dengan serius.
"Penggunaan yang berlebihan atau tanpa kontrol dapat menyebabkan kelelahan dan melemahkan kondisi fisik dan mental prajurit penggunanya."
Olivia kemudian menampilkan data dan hasil pengujian yang menunjukkan bagaimana energi Cristorium dapat berpengaruh pada kesehatan dan stamina penggunanya. Prajurit baru dengan serius memperhatikan informasi tersebut, menyadari pentingnya pemahaman mendalam tentang penggunaan Cristorium dalam senjata dan teknologi yang mereka gunakan.
"Kesehatan dan keselamatan semua prajurit adalah prioritas utama dalam setiap desain senjata dan teknologi dari tim R&D," tegas Olivia.
"Kami selalu berusaha untuk mengoptimalkan penggunaan energi Cristorium sehingga memberikan keuntungan maksimal tanpa membahayakan prajurit kita."
Tepuk tangan mengalir dalam bentuk penghargaan dan dukungan atas komitmen dan perhatian dari Olivia dan tim R&D terhadap keamanan prajurit.
"Dengan senjata-senjata ini, kami berharap prajurit Benteng Selatan dapat tampil dengan keberanian, kekuatan, dan kecerdasan dalam melawan setiap ancaman dari monster morsus," ucap Olivia dengan tulus, menutup presentasinya.
"Ingatlah bahwa kalian tidak sendirian, kami di tim R&D dan seluruh anggota Benteng Selatan berada di belakang kalian, bersama-sama membentuk pertahanan yang kokoh dan solid."
Kapten Rachel dengan ramah berkata, "Terima kasih, Olivia, atas presentasi yang luar biasa ini. Kami sangat menghargai waktu dan usaha yang telah kalian berikan dalam menyampaikan informasi yang begitu penting ini kepada seluruh prajurit baru Benteng Selatan."
"Kamu dan tim R&D pasti memiliki banyak tugas mendesak yang perlu diselesaikan," lanjut Kapten Rachel dengan pengertian. "Jika kalian perlu meninggalkan aula militer untuk kembali ke tempat kerja, kami memahaminya sepenuhnya. Semoga kalian dapat menyelesaikan riset dan tugas-tugas kalian dengan sukses."
Dengan rasa terima kasih dan kebanggaan, Olivia memberikan hormat kepada Kapten Rachel dan seluruh prajurit di aula militer sebelum meninggalkan tempat tersebut.
Dengan senyuman yang ramah, Olivia keluar dari aula militer yang diikuti oleh tepuk tangan meriah dari para prajurit yang hadir.
Setelah Olivia keluar dari aula militer, Kapten Rachel kembali berbicara dengan penuh misteri. "Dan yang terakhir adalah, orang yang sudah kalian lihat, yang akan menjadi pelatih kalian dalam masa pelatihan," ucapnya dengan senyum yang menyiratkan kejutan.
Terdapat suasana tegang dan penasaran di antara para prajurit baru dan yang sudah ada. Mereka merasa semakin penasaran siapa sosok pelatih tersebut, dan rasa ingin tahu mereka semakin memuncak ketika Kapten Rachel memberikan sedikit jeda sebelum melanjutkan.
"Para elit tujuh atau penguji di ujian kalian. Silahkan Sely, Celi, Endri, Wili, Zara, dan Denia," ucap Kapten Rachel sambil mengundang keenam anggota tim elit tersebut untuk masuk ke aula.
Dengan langkah mantap dan penuh keyakinan, keenam anggota tim elit tersebut masuk ke aula militer dengan sikap yang tegas dan profesional. Mereka adalah prajurit terbaik di Benteng Selatan, dipilih untuk menjadi penguji dalam ujian para calon prajurit baru.
Hegi dan Noy yang mendengar pengenalan tentang para elit tujuh merasa tidak percaya dan kagum sekaligus. Mereka menyadari bahwa orang-orang yang telah menguji mereka adalah pasukan elit yang sangat dihormati di Benteng Selatan. Tentu saja, dengan reputasi dan keahlian masing-masing, ujian yang akan diberikan tidak akan biasa dan akan melebihi nalar orang biasa.
__ADS_1
Para elit tujuh maju dengan sikap yang tenang dan penuh keyakinan. Masing-masing dari mereka memiliki reputasi yang gemilang dalam berbagai bidang, mulai dari keterampilan pertempuran hingga keahlian khusus di dalam misi. Keberadaan mereka adalah simbol dari standar tinggi yang harus dicapai oleh calon prajurit untuk menjadi bagian dari kelompok tersebut.