Guardian Of The Last Bastion

Guardian Of The Last Bastion
Chapter 41: Sungai Besar


__ADS_3

2240


Area Sungai Benteng Selatan


Jumlah Populasi 4.044.677


Sampai di pelabuhan Distrik Utara, Hegi dan Noy disambut oleh pemandangan yang tenang dan damai. Meskipun tidak sepadat pelabuhan utama, tempat ini memiliki pesona sendiri yang sangat menenangkan.


Kapal-kapal kecil bersandar di tepian sungai, siap membawa penumpang untuk berkeliling wilayah Benteng Selatan melalui jalur sungai besar yang mengalir dari Distrik Utara ke Distrik Selatan.


Hegi dan Noy mengamati sekeliling dengan penuh antusiasme. Meskipun mereka adalah prajurit di benteng yang penuh tugas dan tanggung jawab, saat ini mereka merasa seperti warga biasa yang ingin menikmati momen santai.


Sungai yang mengalir di depan mereka memancarkan ketenangan, dan kapal-kapal kecil yang siap berlayar menjanjikan petualangan sederhana namun berkesan.


Kapal-kapal kecil yang bersandar di dermaga menyajikan pilihan yang beragam. Beberapa kapal memiliki desain tradisional dengan warna-warna cerah yang mencolok, sementara yang lain lebih simpel dengan nuansa kayu yang klasik.


Hegi dan Noy melangkah perlahan, menjelajahi setiap kapal dengan seksama. Mereka ingin memastikan bahwa kapal yang mereka pilih tidak hanya aman, tetapi juga nyaman untuk perjalanan yang akan mereka lakukan.


Saat mereka berjalan, mereka bertukar pandangan dan komentar tentang setiap kapal yang mereka lihat. Ada kapal dengan atap yang bisa ditutup, menjanjikan perlindungan dari sinar matahari atau gerimis. Ada juga kapal yang memiliki kursi-kursi empuk yang terlihat cocok untuk bersantai.


Setelah melihat beberapa pilihan, mata mereka tertuju pada sebuah kapal kecil dengan warna biru laut yang lembut. Kapal itu terlihat kokoh dan terawat dengan baik.


Kapal ini memiliki kursi-kursi empuk yang tersusun sangat rapi, dan atap yang bisa dibuka atau ditutup sesuai kebutuhan pengguna. Mereka merasa bahwa kapal ini adalah pilihan yang tepat untuk perjalanan mereka.


"Ayo naik kapal ini," ajak Hegi sambil menunjuk kapal kecil berwarna biru laut yang berada di tepi dermaga.


"Ide bagus. Kapal ini sepertinya cocok untuk kita berdua naiki," setuju Noy.


Hegi dan Noy dengan antusias naik ke kapal kecil berwarna biru laut yang telah mereka pilih. Mereka merasa senang bahwa mereka telah menemukan kapal yang tampaknya cocok untuk perjalanan santai mereka di sungai.


Kapal itu memiliki desain yang sederhana namun menarik, dengan kursi empuk yang mengundang untuk duduk dan bersantai.


Saat mereka naik ke kapal, mereka disambut oleh seorang awak kapal yang ramah. Awak kapal itu memberi sapaan hangat kepada mereka dan dia menjelaskan beberapa aturan keselamatan yang perlu diikuti selama perjalanan.


Mereka juga diberi tahu bahwa kapal ini adalah salah satu layanan gratis yang disediakan khusus untuk prajurit dan warga Benteng Selatan sebagai bagian dari upaya untuk memberikan waktu istirahat dan rekreasi di tengah rutinitas yang sibuk.


Setelah mendengarkan penjelasan tersebut, Hegi dan Noy duduk di kursi yang telah disediakan. Mereka merasa senang bahwa mereka bisa menikmati fasilitas ini tanpa harus membayar, karena ini adalah salah satu bentuk apresiasi untuk kontribusi mereka sebagai prajurit dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Benteng Selatan.


Kapal akhirnya berangkat dari dermaga dengan tenang. Mereka bisa merasakan getaran lembut dari mesin kapal yang bekerja, memberi nuansa yang menenangkan dalam perjalanan mereka.


Hegi dan Noy melihat sekeliling, menikmati pemandangan indah yang disajikan oleh sungai dan wilayah sekitarnya. Mereka terpesona oleh keindahan alam yang masih bisa mereka nikmati di tengah-tengah tugas mereka sebagai prajurit.


Saat kapal melaju perlahan di atas permukaan sungai, Hegi dan Noy merasakan sensasi tenang dan damai. Mereka membiarkan diri mereka terhanyut dalam alunan gemericik air sungai dan dedaunan yang bergerak perlahan di tepian. Suara burung yang bernyanyi dengan riang turut melengkapi keseluruhan suasana yang menyegarkan.


Hegi menyandarkan tubuhnya pada kursi kapal sambil membiarkan mata melihat ke kejauhan. Ia merenung tentang perjalanan hidupnya sebagai seorang prajurit di Benteng Selatan.

__ADS_1


Setiap tantangan dan ujian yang telah ia hadapi membentuk dirinya menjadi sosok yang lebih kuat dan tahan banting.


Di sampingnya, Noy terlihat begitu terpukau oleh pemandangan alam yang ada di sekitarnya. Ia duduk dengan ekspresi takjub, matanya tak henti-hentinya menjelajahi setiap detail pepohonan, air, dan langit yang membentuk lanskap indah di hadapannya.


Noy merenung tentang arti perjalanan ini baginya, tentang bagaimana setiap momen seperti ini memberikan ruang bagi dirinya untuk merenung dan beristirahat dari rutinitas.


Perlahan tapi pasti, perahu mereka meluncur di atas permukaan sungai yang tenang. Hegi dan Noy dapat merasakan getaran dari perahu yang bergerak melambat saat akan melintasi tembok pusat.


Mereka terus memandangi tembok pusat yang menjulang tinggi di sisi kiri sungai, menandakan batas yang mengawal kota Benteng Selatan dari ancaman luar.


Saat perahu mereka melewati tembok dalam dari distrik barat laut, barat, dan barat daya, Hegi dan Noy tak dapat menyembunyikan kagum mereka. Pemandangan yang terbentang di depan mata mereka adalah perumahan padat yang tertata dengan rapi, menjadi bukti nyata betapa majunya perkembangan kota Benteng Selatan.


Bangunan yang kokoh dan elegan berdiri dengan bangga di sepanjang tepi sungai, menciptakan panorama yang memukau. Setiap bangunan tampak seperti karya seni arsitektur yang dirancang dengan cermat.


Detail-detail artistik pada jendela, pintu, dan dinding mencerminkan keterampilan dan keahlian para pengrajin lokal. Atap-atap bermacam-macam desain melengkapi harmoni visual dari struktur-struktur ini. Warnanya yang beragam, mulai dari nuansa tanah hingga warna-warna pastel, menciptakan perpaduan visual yang menyenangkan dan menarik mata.


Saat perahu mereka terus melaju di sepanjang sungai, Hegi dan Noy juga memperhatikan beberapa akses pedestrian yang menghubungkan berbagai distrik di Benteng Selatan.


Jalur-jalur pejalan kaki ini sangat didukung oleh tembok pusat, memberikan kesempatan bagi penduduk untuk berjalan-jalan dengan aman tanpa harus khawatir tentang ancaman dari luar.


Tembok pusat tidak hanya berfungsi sebagai pertahanan fisik, tetapi juga menciptakan lingkungan yang nyaman dan ramah bagi warganya.


Tak seperti suasana dunia dengan lalu lintas yang padat dan polusi udara ratusan tahun yang lalu, di Benteng Selatan, suasana jauh lebih tenang dan alami. Hanya suara alam dan angin yang bertiup sepoi-sepoi yang mendominasi atmosfer.


Di jalanan, kendaraan bermotor roda dua yang bising dan berpolusi tidak terlihat. Yang terlihat hanya beberapa mobil listrik yang bergerak tenang dan ramah lingkungan.


Kebijakan ini tampaknya memberikan dampak positif tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga pada kualitas hidup warganya. Hegi dan Noy merasa bangga menjadi bagian dari komunitas yang peduli terhadap lingkungan dan berusaha untuk hidup seimbang dengan alam.


Tepian sungai yang jernih benar-benar memukau Hegi dan Noy. Saat kapal mereka meluncur di atas permukaan air yang tenang, mereka dapat melihat bagaimana air sungai yang jernih memantulkan langit biru dan pepohonan hijau di sekitarnya.


Tampaknya alam di sekitar Benteng Selatan dijaga dengan baik, menjadikan lingkungan ini tempat yang nyaman dan alami untuk hidup.


Beberapa warga terlihat duduk di tepi sungai, sibuk memancing dengan penuh semangat. Senyum dan tawa mereka menggambarkan kebahagiaan yang mereka rasakan dalam menikmati momen bersama alam.


Meskipun dalam kesibukan sehari-hari, mereka juga mengambil waktu untuk bersantai dan menghubungkan diri dengan alam.


Kejernihan air sungai ini juga menjadi saksi betapa pentingnya menjaga lingkungan. Warga Benteng Selatan dengan tekun merawat dan memelihara lingkungan sekitar, termasuk sungai yang mengalir di tengah kota. Ini tidak hanya menciptakan tempat yang indah untuk hidup, tetapi juga memastikan sumber daya alam tetap terjaga untuk generasi mendatang.


Ketika perjalanan mereka melalui sungai semakin berlanjut, mereka memasuki pelabuhan di Distrik Selatan. Meskipun tempatnya berbeda, suasana yang mereka rasakan tampaknya masih sama seperti di pelabuhan Distrik Utara.


Kapal kecil bersandar dengan tenang di dermaga, dan beberapa warga juga terlihat menikmati waktu di tepi sungai.


Walaupun mereka telah menjelajahi dua distrik yang berbeda, namun kesan yang ditinggalkan oleh Benteng Selatan begitu kuat dan konsisten.


Kemurahan alam, keindahan yang terjaga, serta perhatian terhadap lingkungan tampak menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga di seluruh wilayah benteng.

__ADS_1


Hal ini memberikan Hegi dan Noy keyakinan bahwa mereka menjadi bagian dari komunitas yang peduli dan bertanggung jawab terhadap bumi tempat mereka tinggal.


Saat matahari semakin merunduk di langit, Hegi dan Noy merasakan kedamaian yang mendalam dari momen ini. Mereka merenung tentang betapa pentingnya menjaga alam dan lingkungan, serta bagaimana keindahan alam ini dapat memberikan ketenangan dan inspirasi dalam kehidupan sehari-hari mereka.


Mereka berbicara tentang bagaimana setiap tindakan kecil, seperti penggunaan kendaraan ramah lingkungan dan pengurangan limbah plastik, dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.


Mereka merasa terinspirasi untuk terus berkontribusi dalam upaya pelestarian alam, tidak hanya sebagai prajurit tetapi juga sebagai warga Benteng Selatan yang bertanggung jawab.


Setelah menikmati keindahan distrik selatan, kapal kecil yang ditumpangi Hegi dan Noy pun berputar kembali menuju utara. Mereka melanjutkan perjalanan mengarungi sungai, kali ini dengan pandangan yang sedikit berbeda karena arah yang berlawanan.


Kembali melintasi dermaga distrik selatan, mereka dapat melihat pemandangan yang sebelumnya dilewati dengan mata yang segar. Saat kapal meluncur perlahan-lahan di atas permukaan sungai, Hegi dan Noy mengobrol dengan penuh semangat.


Mereka berbagi kesan dan pengalaman dari perjalanan hari ini, merasa senang atas waktu yang mereka habiskan di luar tembok pusat. Mereka juga telah membicarakan tentang apa yang telah mereka pelajari dari kelas medis dan rencana latihan bertahan hidup di hari berikutnya.


Sementara itu, sinar matahari semakin redup di cakrawala, memberikan nuansa yang lebih tenang dan syahdu. Suasana sore hari yang damai menyatukan mereka dalam perjalanan ini, menciptakan ikatan persahabatan yang lebih kuat di antara Hegi dan Noy.


Setelah perjalanan yang menyenangkan, kapal akhirnya merapat kembali di pelabuhan distrik utara. Hegi dan Noy melangkah keluar dari kapal dengan senyum yang memancar kepuasan di wajah mereka. Meskipun singkat, perjalanan ini telah memberi mereka momen berharga untuk bersantai dan menikmati keindahan alam.


Sebelum benar-benar meninggalkan kapal, Hegi dan Noy merasa penting untuk mengungkapkan rasa terima kasih mereka kepada awak kapal atas pengalaman yang luar biasa ini. Ketika mereka turun dari kapal, mereka berdua menyapa awak kapal dengan senyuman hangat.


"Terima kasih banyak atas perjalanan yang luar biasa ini," ucap Hegi dengan tulus.


"Kami sangat menikmatinya," tambah Noy dengan ramah.


Awak kapal membalas sapaan mereka dengan senyuman yang sama tulusnya. "Senang bisa melayani kalian dan memberikan pengalaman yang berkesan. Semoga kalian memiliki hari yang baik dan sukses dalam tugas-tugas kalian."


Saat mereka berjalan meninggalkan dermaga, mereka merasa hangat di hati karena telah mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan orang-orang yang ramah dan penuh keramahan.


Ketika mereka kembali melangkah ke daratan, langit mulai merayap dengan warna jingga dan merah muda yang khas senja. Cahaya matahari yang semakin redup menambah nuansa tenang dalam suasana. Hegi dan Noy memutuskan untuk berjalan kembali menuju tembok pusat.


Selama perjalanan kembali, mereka terus berbincang-bincang tentang pengalaman hari ini. Mereka merasa lebih segar dan bermotivasi untuk menghadapi pelajaran dan latihan yang menanti mereka di hari-hari mendatang.


Keduanya merasa bahwa momen seperti ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan dalam kehidupan mereka sebagai prajurit di Benteng Selatan.


Dengan langkah bersemangat, Hegi dan Noy terus melangkah menuju tembok pusat. Meskipun matahari telah tenggelam dan malam semakin mendekat, semangat dan semarak dari petualangan mereka tetap membakar dalam hati mereka.


Sesampainya di tembok pusat, langit sudah mulai gelap dan lampu-lampu di sekitar Benteng Selatan mulai menyala, memberikan suasana yang tenang dan nyaman. Hegi dan Noy dengan cepat melangkah menuju asrama mereka, merasa lega setelah perjalanan yang menyenangkan tadi.


Mereka memasuki asrama dan segera mengatur diri untuk membersihkan diri. Kegiatan ini menjadi bagian dari rutinitas harian mereka, yang penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan setelah seharian beraktivitas di luar.


Air hangat yang mengalir dari keran mandi memberikan sensasi relaksasi dan kenyamanan setelah seharian di luar. Mereka merasa bagaimana lelah fisik mereka perlahan-lahan terbuang saat air mengalir di atas kulit mereka.


Dengan sabun dan sampo yang lembut, mereka membersihkan diri mereka dari kotoran dan lelah, merasa segar dan segala kepenatan perlahan-lahan menghilang.


Setelah mandi, Hegi dan Noy merasa lebih bugar dan siap untuk beristirahat. Mereka mengeringkan tubuh dengan handuk dan mengenakan pakaian nyaman untuk tidur. Duduk di tepi tempat tidur, mereka membagikan cerita dan kesan mereka dari perjalanan tadi.

__ADS_1


Dalam suasana yang tenang dan nyaman, Hegi dan Noy merasakan kesejukan malam yang mulai menyelimuti Benteng Selatan. Mereka berbicara tentang rencana dan harapan mereka untuk esok hari, serta memikirkan tantangan-tantangan yang akan dihadapi dalam pelajaran dan latihan.


Dengan perasaan yang puas dan semangat yang tinggi, mereka pun bersiap untuk beristirahat, menutup hari ini dengan penuh kebahagiaan dan harapan akan hari-hari yang akan datang.


__ADS_2