
2240
Distrik Timur Laut Benteng Selatan
Jumlah Populasi 4.044.677
Setelah menunggu setengah jam yang cukup lama, para kadet akhirnya melihat Instruktur Wili kembali ke tempat pertemuan. Mata mereka langsung tertuju pada instruktur mereka yang datang dengan langkah mantap.
Rasa penasaran mereka akhirnya akan terjawab, dan mereka siap untuk mendengarkan apa yang akan dijelaskan oleh Instruktur Wili.
Ketika Instruktur Wili tiba, para kadet menyambutnya dengan senyuman dan pandangan yang penuh antusiasme. Mereka merasa terhubung dengan instruktur mereka, siap untuk menerima umpan balik dan penilaian dari hasil kerja keras yang mereka lakukan selama latihan.
Dengan senyuman yang hangat, Instruktur Wili mengucapkan terima kasih kepada para kadet atas kesabaran mereka. "Saya tahu menunggu tidak selalu mudah, tetapi saya ingin kalian belajar bahwa dalam situasi nyata, kadang-kadang kita harus bersabar dan adaptif terhadap perubahan rencana."
Instruktur Wili kemudian memulai penilaian atas hasil kerja para kadet. Ia memberikan pujian kepada mereka yang telah secara cerdas menandai sumber daya alam, serta memberikan umpan balik konstruktif kepada mereka yang mungkin masih perlu sedikit perbaikan.
Penilaian tersebut diberikan dengan tujuan untuk membantu para kadet terus berkembang dan mengasah keterampilan mereka lebih lanjut.
"Dari hasil pemeriksaan yang saya lakukan, ternyata tiga puluh lima persen dari kalian dapat mengalami keracunan makanan, sementara sepuluh persen dari kalian berpotensi mengalami keracunan minuman," ungkap Instruktur Wili dengan nada penuh penilaian. Senyumnya menyiratkan kepuasan atas kinerja para kadet.
Para kadet mendengarkan dengan serius dan merasa lega mendengar hasil tersebut. Meskipun ada beberapa potensi risiko, namun angka keracunan yang relatif rendah menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka telah mampu mengidentifikasi dan menandai sumber daya yang aman.
Mereka merasa bangga atas pencapaian ini, menunjukkan kemajuan dalam memahami prinsip-prinsip dasar bertahan hidup di alam liar.
Instruktur Wili melanjutkan, "Hasil ini dapat dianggap lumayan bagus, terutama mengingat kompleksitas dan tantangan yang dihadapi dalam latihan ini. Namun, ini juga menjadi peluang bagi kalian untuk terus memperbaiki kemampuan dalam mengidentifikasi sumber daya yang aman dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya."
Instruktur Wili juga memberikan pujian khusus kepada para kadet yang telah menunjukkan kinerja yang baik dan mendemonstrasikan keterampilan yang cermat selama latihan.
Ia mengakui dedikasi dan kerja keras mereka serta menyampaikan harapannya agar semangat tersebut terus berkembang dalam setiap latihan selanjutnya.
Setelah memberikan penilaian dan pujian, Instruktur Wili akhirnya menyimpulkan kelas hari itu. Dengan sikap yang ramah dan penuh kepuasan, ia mengumumkan kepada para kadet bahwa kelas selanjutnya akan dilaksanakan bersama Instruktur Denia di kelas tentang indra.
"Baik, para kadet. Kalian telah berhasil menyelesaikan latihan bertahan hidup ini dengan baik. Saya ingin mengucapkan selamat kepada kalian atas kerja keras dan semangat yang kalian tunjukkan hari ini," kata Instruktur Wili dengan suara yang penuh penghargaan.
Para kadet merasa bangga dan terhormat mendengar ucapan tersebut. Mereka merasa bahwa usaha keras mereka dihargai dan diakui oleh instruktur mereka.
Instruktur Wili melanjutkan, "Untuk kelas selanjutnya, kalian akan bergabung dengan Instruktur Denia di kelas tentang indra. Kelas ini akan memberikan pemahaman lebih dalam tentang bagaimana kita dapat memanfaatkan indra kita dalam situasi bertahan hidup dan bagaimana kita dapat lebih peka terhadap lingkungan sekitar."
Para kadet mendengarkan dengan antusiasme, merasa penasaran tentang materi kelas selanjutnya. Mereka tahu bahwa setiap kelas merupakan kesempatan untuk belajar lebih banyak dan mengembangkan keterampilan yang diperlukan dalam menjalani kehidupan sebagai prajurit.
"Instruktur Denia adalah ahli dalam bidang ini, dan saya yakin kalian akan mendapatkan banyak wawasan berharga dari kelas tersebut. Jadi, jangan lewatkan kesempatan ini untuk terus tumbuh dan belajar," kata Instruktur Wili sambil tersenyum.
Dengan semangat yang membara, para kadet mengangguk sebagai tanda kesediaan mereka untuk mengikuti kelas berikutnya.
Mereka merasa semakin bersemangat untuk terus berkembang dan belajar, menyadari bahwa setiap pengalaman dan pelajaran adalah langkah menuju menjadi prajurit yang lebih kompeten dan sadar lingkungan.
"Ini juga penting untuk dicatat bahwa kelas indra akan dilakukan di lantai dua markas pusat," tambah Instruktur Wili, memberikan informasi tambahan kepada para kadet.
Setelah mengucapkan kata-kata tersebut, Instruktur Wili dengan langkah mantap kembali memasuki hutan, meninggalkan para kadet di tempat pertemuan.
__ADS_1
Matahari masih terang di langit, dan udara segar menemani langkahnya saat ia melangkah menjauh. Para kadet menyaksikan pergi instruktur mereka dengan rasa hormat, menyadari bahwa Instruktur Wili memiliki tugas dan tanggung jawab lain yang perlu diemban.
Melihat Instruktur Wili pergi, para kadet mulai bubar satu per satu. Mereka membubarkan diri dengan perasaan semangat dan inspirasi yang masih membekas dari kelas hari ini.
Sambil berbicara dengan teman-teman mereka, mereka saling bertukar cerita dan impresi tentang latihan bertahan hidup yang baru saja mereka alami.
Saat mereka meninggalkan tempat pertemuan, langkah-langkah mereka penuh dengan rasa pengetahuan baru dan tekad untuk terus berkembang. Mereka merasa semakin dekat sebagai kelompok, memiliki pengalaman yang sama yang membentuk ikatan mereka sebagai rekan prajurit.
Dalam cahaya matahari yang masih terik, para kadet berpisah dengan senyum di wajah mereka, siap untuk menghadapi tantangan berikutnya dan menjalani kelas indra bersama Instruktur Denia.
Perjalanan mereka sebagai prajurit yang berbakat dan sadar lingkungan terus berlanjut, dan mereka telah mendapatkan pelajaran berharga yang akan membantu mereka dalam setiap langkah perjalanan tersebut.
Sementara itu, Hegi dan Noy melangkah pergi dari tempat pertemuan dengan langkah ringan dan ceria. Mereka terlihat tengah asyik dalam percakapan mereka, wajah mereka berbinar-binar setelah selesai mengikuti kelas latihan bertahan hidup.
Semangat dan keceriaan mereka terpancar jelas dalam setiap kata yang mereka ucapkan dan setiap tawa yang mereka lepaskan.
"Apa yang kukatakan, tentang mengumpulkan makanan kan," ucap Noy sambil membanggakan dirinya sendiri dengan senyuman.
Hegi tertawa dan menjawab dengan nada bercanda, "Wow, keren sekali. Kau sepertinya memiliki kemampuan melihat masa depan."
Keduanya melanjutkan perjalanan dengan langkah riang, menjalani percakapan yang penuh keceriaan. Mereka saling melempar lelucon dan bercanda, menciptakan atmosfer yang penuh canda tawa.
Meskipun mereka adalah prajurit yang siap
menghadapi tantangan, namun momen seperti ini adalah waktu berharga di mana mereka dapat melonggarkan tegangnya latihan dan merasakan kedekatan persahabatan mereka.
Sambil melangkah lebih jauh, Hegi dan Noy saling berbagi pengalaman dan belajar dari latihan hari itu. Mereka dengan antusias bercerita tentang tindakan cerdas yang mereka ambil saat mencari sumber daya alam, serta bagaimana mereka berhasil menandai dan mengidentifikasi benda yang aman untuk dikonsumsi.
Noy mendengarkan dengan perhatian, wajahnya mencerminkan ketertarikan atas cerita Hegi. "Itu benar-benar cerdas, Hegi. Menyaksikan hewan lain memanfaatkan sumber daya alam adalah cara yang cerdas untuk menilai apakah air tersebut aman dikonsumsi. Kau benar-benar menggunakan semua indramu dengan baik."
Percakapan demi percakapan kecil terjalin dengan nyaman di antara mereka, mengiringi langkah mereka kembali menuju tembok pusat markas.
Saat mereka berjalan, Hegi dan Noy tidak hanya berbagi pengalaman, tetapi juga menyelipkan cerita-cerita lucu yang pernah mereka alami selama latihan.
Tertawa lepas, mereka merasa semakin dekat dan memperkuat ikatan persahabatan yang ada di antara mereka. Salah satu cerita yang mereka bagikan adalah tentang bagaimana Noy hampir saja tersandung batu ketika ia berusaha menghindari sebuah semak berduri.
Hegi mengikuti dengan cerita tentang bagaimana ia tersesat sejenak saat mencoba mengikuti suara burung yang akan membawanya ke sumber air.
Saat mereka melangkah dengan semangat, mata Hegi dan Noy tak sengaja menangkap pemandangan yang menarik perhatian mereka. Di kejauhan, mereka melihat Instruktur Zara dan sekelompok rekan prajurit yang sibuk membawa sebuah kotak besar.
Kotak tersebut terlihat sangat misterius, dan ketertarikan Hegi dan Noy langsung tertuju pada aktivitas tersebut.
Hegi memandang Noy dengan senyum heran, "Apa yang mereka lakukan ya? Sepertinya ada sesuatu yang menarik perhatian mereka."
Noy mengangkat bahunya dengan pertanda penasaran yang sama, "Aku tidak yakin, tapi sepertinya mereka sedang mengatur sesuatu yang menarik."
Tanpa banyak mengulik tentang kotak besar yang mereka lihat sebelumnya, Hegi dan Noy melanjutkan perjalanan mereka menuju tembok pusat markas.
Langkah mereka semakin mantap saat mereka berjalan melewati jalan-jalan yang telah dirancang khusus untuk para pejalan kaki. Di kedua sisi jalan, pepohonan yang rindang memberikan naungan yang nyaman dan udara yang segar.
__ADS_1
Mereka berjalan berdampingan, menikmati keindahan alam di sekitar mereka. Burung-burung berkicau dengan riang, menambah suasana damai di sekitar.
Cahaya matahari yang terfilter melalui dedaunan memberikan sentuhan hangat pada kulit mereka, menciptakan suasana yang tenang dan nyaman.
Suasana di sekitar mereka begitu tenang dan damai, dengan pepohonan yang memberikan naungan yang sejuk di bawah sinar matahari yang lembut.
Langkah-langkah mereka menemukan irama alami dengan aliran angin yang lembut dan riak dedaunan di tanah. Alam seolah merangkul mereka dalam kenyamanan dan ketenangan.
Seperti dalam perjalanan mereka sebelumnya, langkah Hegi dan Noy kali ini juga diiringi oleh percakapan ringan dan tawa. Mereka saling berbagi kisah dan berbicara tentang berbagai topik, mulai dari latihan hari ini hingga harapan mereka untuk masa depan.
Setiap kata yang terlontar menggambarkan kedekatan yang mereka miliki, sebagai teman sejati yang saling mendukung dan menghargai.
Saat mereka berjalan melewati pepohonan yang tinggi dan pepohonan yang rindang, mereka merasakan keajaiban alam dan keindahan yang ada di sekitar mereka. Cahaya matahari yang masuk melalui celah-celah daun menciptakan pola bayangan yang indah di jalan di depan mereka.
Mereka menghela napas lega, merasakan beban latihan dan tugas-tugas sehari-hari sementara terangkat sejenak. Mereka berjalan dengan santai, menikmati setiap detik perjalanan mereka menuju tembok pusat markas.
Setiap langkah yang mereka ambil membawa mereka lebih dekat ke simbol kekuatan dan persatuan bagi mereka sebagai prajurit yang berdedikasi.
Tembok pusat mengingatkan mereka akan tanggung jawab dan tujuan mereka dalam melindungi dan melayani. Pohon-pohon yang tumbuh di sepanjang jalan memberikan sentuhan alamiah yang nyaman pada perjalanan mereka.
Dedakuan yang menari dengan angin memberikan suara lembut yang membuat suasana semakin damai. Hegi dan Noy merasa seperti mereka menyatu dengan alam ini, seperti halnya prajurit yang selalu berusaha menjaga keseimbangan antara tugas mereka dan lingkungan sekitar.
Tak terasa, langkah mereka akhirnya membawa mereka ke depan tembok pusat. Dengan rasa lega, Hegi dan Noy memasuki area tembok yang memberikan perasaan kuat akan keamanan dan kenyamanan. Mereka melangkah melintasi jalan yang membawa mereka menuju pintu gerbang.
Di dalam tembok pusat, suasana menjadi lebih tegang dan serius. Para prajurit terlihat sibuk dengan tugas dan latihan masing-masing. Disiplin dan dedikasi terasa kental dalam atmosfer, menciptakan aura yang berbeda dari daerah sekitar.
Hegi dan Noy merasa seolah-olah mereka telah memasuki dunia yang berbeda, tempat di mana tanggung jawab dan kewajiban prajurit benar-benar dirasakan.
Setelah melangkah ke dalam tembok pusat, Hegi dan Noy merasa seolah-olah mereka telah memasuki dunia yang berbeda. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas dan kewajiban sebagai prajurit, langkah mereka menuju asrama seperti pelarian ke oase kedamaian.
Suasana yang tenang dan hening memeluk mereka saat mereka berjalan melalui koridor-koridor yang dikenal dengan baik oleh setiap prajurit di sana.
Langkah mereka yang tenang dan teratur menciptakan suara yang lembut di koridor. Setiap langkah membawa mereka lebih dekat kepada rasa familiar dan nyaman yang hanya bisa ditemukan di dalam asrama.
Dinding-dinding yang kokoh dan langit-langit yang tinggi memberikan perasaan kehangatan dan keamanan, seolah-olah asrama ini adalah tempat perlindungan dari dunia luar yang penuh dengan tantangan.
Sesampainya di asrama, Hegi dan Noy merasa lega. Mereka dengan cepat menuju ke tempat tidur masing-masing, merasakan beban dan kelelahan setelah melewati hari yang penuh dengan aktivitas fisik dan mental.
Suasana yang hening di dalam asrama memberi mereka kesempatan untuk merenung dan meresapi pengalaman serta pelajaran yang baru saja mereka alami.
Hegi merebahkan diri di atas tempat tidurnya, menghela napas dalam dengan perasaan lega. "Akhiri hari yang melelahkan dengan beristirahat sepertinya adalah hal terbaik yang bisa kulakukan sekarang," ujarnya dengan suara lembut.
Noy setuju sambil meregangkan tubuhnya. "Setuju sekali. Meskipun hari ini penuh dengan tantangan, aku merasa puas bisa mengatasi semuanya dengan baik."
Dalam suasana yang tenang, kelelahan akhirnya mengatasi Hegi dan Noy. Dengan mata yang perlahan-lahan terpejam, mereka merasakan rasa damai yang datang menghampiri.
Mereka terbawa oleh aliran tidur yang lembut, menghilangkan semua beban dan perjuangan yang telah mereka alami sepanjang hari.
Mereka merasakan tubuh mereka rileks, otot-otot yang tegang akhirnya mengendur. Pernapasan mereka menjadi dalam dan teratur, mengikuti irama yang alami.
__ADS_1
Dalam ketenangan yang mengelilingi mereka, mereka merasa aman dan nyaman, tahu bahwa asrama ini adalah tempat perlindungan temporer yang akan mengantar mereka menuju istirahat yang mendalam.