
2240
Tembok Pusat Benteng Selatan
Jumlah Populasi 4.044.670
Dengan suasana penuh antisipasi, Kapten Rachel menyalakan proyektor di atas panggung. Layar proyektor terang benderang, menampilkan daftar nama-nama prajurit baru yang telah berhasil lulus ujian seleksi, lengkap dengan penanggung jawab dan kelas yang akan mereka ikuti.
"Berikut adalah daftar nama-nama prajurit baru beserta penanggung jawabnya dan kelas yang akan mereka ikuti," ujar Kapten Rachel dengan suara yang jelas.
Dia kemudian mulai membacakan daftar nama satu per satu, dan layar proyektor berganti antara nama prajurit baru dan penanggung jawab serta kelas yang mereka ikuti.
Para prajurit baru mendengarkan dan memperhatikan dengan cermat, mencari nama mereka di layar dan dengan bangga melihat siapa yang akan menjadi mentor dan pemimpin mereka selama masa pelatihan.
Masing-masing prajurit merasa bersemangat untuk memulai perjalanan baru mereka dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka di bawah bimbingan para elit tujuh dan perwira senior.
Hegi dan Noy merasa senang dan bersyukur saat melihat nama mereka di layar proyektor berada di kelas yang sama dengan penanggung jawab Sely. Sebagai salah satu anggota elit tujuh, Sely memiliki reputasi yang gemilang dalam kemampuan strategi dan taktik. Mereka tahu bahwa dengan Sely sebagai penanggung jawab, mereka akan mendapatkan panduan yang sangat berharga dalam menghadapi pelatihan yang menantang.
Setelah selesai membacakan daftar nama-nama, Kapten Rachel memberikan penjelasan lebih lanjut tentang jadwal pelatihan dan kegiatan yang akan dilaksanakan selama masa pelatihan. Dia menekankan pentingnya kedisiplinan, kerja sama tim, dan semangat pantang menyerah dalam menghadapi setiap tantangan di medan perang.
"Baiklah, karena sekarang kalian sudah tahu kelas dan penanggung jawabnya masing-masing, saya akan memberikan penjelasan lebih lanjut tentang masa pelatihan kalian," ucap Kapten Rachel dengan tegas.
"Selama masa pelatihan, kalian akan dilatih dan dihadapkan pada berbagai tantangan dan ujian yang dirancang untuk mengasah kemampuan dan keterampilan sebagai prajurit Benteng Selatan. Setiap kelas akan mendapatkan jadwal pelatihan yang berbeda-beda, disesuaikan dengan kebutuhan dan tugas yang akan diemban di medan perang," tambahnya dengan penuh semangat.
"Para penanggung jawab kelas, termasuk para elit tujuh, akan bekerja keras untuk membimbing kalian dengan penuh dedikasi. Kalian akan mendapatkan pelatihan fisik untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan tubuh, serta latihan dalam menggunakan senjata untuk meningkatkan ketepatan dan kecepatan reaksi. Selain itu, kalian juga akan diberikan pelatihan taktik dan strategi dalam menghadapi berbagai situasi pertempuran," sambung Kapten Rachel dengan keyakinan.
"Kedisiplinan dalam mengikuti jadwal pelatihan dan melaksanakan setiap tugas dengan sungguh-sungguh sangat penting. Selama masa pelatihan ini, kalian akan diajarkan untuk bekerja sebagai tim, saling mendukung, dan menghormati satu sama lain. Saya ingin melihat semangat pantang menyerah dalam diri kalian, ketika menghadapi tantangan, jangan pernah menyerah," lanjutnya dengan penuh semangat.
Kapten Rachel juga menekankan pentingnya mengenal diri sendiri dan belajar dari setiap pengalaman selama masa pelatihan. Proses ini akan membantu kalian menggali potensi terbaik dan mengatasi batas-batas diri.
"Saya ingin setiap prajurit baru di Benteng Selatan ini tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang lebih kuat, berani, dan cerdas. Kami percaya pada potensi kalian, dan kami akan memberikan dukungan penuh untuk membantu kalian meraih kesuksesan dalam misi-misi mendatang yang akan kalian terima," tutup Kapten Rachel dengan senyum yang penuh harapan.
"Dan satu lagi, di akhir masa pelatihan, kalian akan menghadapi ujian komprehensif yang mencakup semua materi dan keterampilan yang telah kalian pelajari selama proses pelatihan," lanjut Kapten Rachel dengan serius.
"Dalam ujian ini, kalian akan diuji sejauh mana kemampuan kalian dalam mengaplikasikan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan yang telah diberikan selama masa pelatihan. Ujian ini bertujuan untuk menilai sejauh mana kemajuan kalian dan seberapa siap kalian menghadapi tugas-tugas di medan perang nantinya," jelasnya dengan tegas.
Kapten Rachel kemudian menekankan pentingnya fokus dan konsentrasi dalam menghadapi ujian tersebut. Dia juga menegaskan bahwa ujian ini adalah kesempatan bagi para prajurit baru untuk menunjukkan kemampuan dan potensi terbaik mereka.
"Jangan anggap ujian ini sebagai beban, tetapi jadikanlah sebagai kesempatan untuk membuktikan kemampuan dan dedikasi kalian. Saya percaya kalian bisa melewatinya dengan gemilang," ucap Kapten Rachel dengan penuh keyakinan.
Para prajurit baru menganggukkan kepala dengan tekad yang bulat. Mereka siap untuk bekerja keras dan belajar dengan sungguh-sungguh selama masa pelatihan, demi meraih kesuksesan dalam ujian komprehensif dan menjadi prajurit yang berkualitas di Benteng Selatan.
Kapten Rachel memberikan kesempatan bagi para prajurit baru yang ingin bertanya atau menanyakan hal terkait pelatihan atau tugas-tugas mereka. Dia ingin memastikan bahwa semua prajurit merasa mendapatkan informasi yang jelas dan memiliki pemahaman yang baik tentang apa yang diharapkan dari mereka selama masa pelatihan.
__ADS_1
Para prajurit baru yang penuh semangat mengangkat tangan mereka satu per satu untuk bertanya kepada Kapten Rachel. Salah satu prajurit baru, bernama Rian, dengan antusias bertanya, "Bagaimana pelatihan fisik akan diatur, Kapten? Apakah ada target khusus yang harus kami capai?"
Kapten Rachel dengan ramah menjawab, "Pelatihan fisik akan diatur dalam tahap-tahap yang progresif. Kami akan memulai dengan latihan dasar untuk membangun fondasi kebugaran kalian, dan kemudian secara bertahap meningkatkan intensitas dan kompleksitas latihan. Targetnya adalah agar kalian mencapai tingkat kebugaran yang optimal untuk menghadapi tugas-tugas berat di medan perang nantinya."
Selanjutnya, seorang prajurit bernama Maya bertanya, "Apakah ada materi pelajaran khusus tentang taktik dan strategi yang akan diajarkan kepada kami?"
Kapten Rachel tersenyum, "Tentu saja. Kalian akan mendapatkan pelajaran khusus tentang taktik dan strategi dalam pertempuran melawan morsus. Kami akan membahas berbagai skenario dan situasi medan perang, serta bagaimana cara bekerja sama sebagai tim untuk menghadapi ancaman yang kompleks. Taktik yang efektif akan menjadi kunci kesuksesan dalam keberhasilan misi melawan morsus."
Selanjutnya, Jaka, seorang prajurit dengan semangat bertanya, "Apakah akan ada latihan praktis dengan menggunakan senjata-senjata yang kami pelajari?"
Kapten Rachel menjawab dengan pasti, "Ya, tentu saja. Kalian akan melakukan latihan praktis dengan menggunakan senjata-senjata yang telah diajarkan oleh para elit tujuh. Latihan ini akan membantu kalian menguasai penggunaan senjata dengan baik dan meningkatkan ketepatan dan kecepatan dalam mengoperasikannya."
Tak lama kemudian, Yudha, seorang prajurit berdedikasi bertanya, "Bagaimana peran kami dalam menjaga keamanan Benteng Selatan selama masa pelatihan Apakah kami akan ditempatkan dalam misi pengawasan?"
Kapten Rachel menjelaskan dengan bijaksana, "Selama masa pelatihan, peran kalian adalah fokus pada proses pembelajaran dan pengembangan kemampuan. Meskipun begitu, kami akan melibatkan kalian dalam latihan pengawasan dan keamanan sebagai bagian dari pelatihan. Kalian akan diajarkan tentang pentingnya kewaspadaan dan tanggung jawab untuk melindungi Benteng Selatan."
Terakhir, Bella, seorang prajurit dengan tekad kuat bertanya, "Bagaimana kami akan dievaluasi dalam ujian komprehensif di akhir pelatihan? Apakah ada skala penilaian tertentu?"
Kapten Rachel dengan jelas menjawab, "Ujian komprehensif akan dinilai berdasarkan penilaian obyektif dan penilaian dari para penanggung jawab kelas. Skala penilaian kami akan mencakup kemajuan kalian dalam pelatihan fisik, pemahaman tentang taktik dan strategi, serta keterampilan dalam menggunakan senjata. Kami akan memastikan bahwa penilaian dilakukan dengan adil dan transparan untuk mengukur sejauh mana kalian telah menguasai materi dan keterampilan yang diajarkan."
Setelah semua pertanyaan dijawab, Kapten Rachel mengakhiri pertemuan dengan mengingatkan para prajurit baru tentang pentingnya dedikasi, kerja sama, dan semangat pantang menyerah dalam setiap aspek pelatihan dan tugas mereka.
Dia meyakinkan mereka bahwa di Benteng Selatan, mereka bukan hanya sekadar anggota tim, tetapi juga keluarga yang saling mendukung dan melindungi satu sama lain.
Para prajurit baru memberikan penghormatan atas presentasi dan pengumuman yang telah diberikan oleh Kapten Rachel dan para elit tujuh.
Saat keluar dari aula, Kapten Rachel tersenyum dan memberikan hormat kepada semua yang hadir sebagai tanda terima kasih atas dukungan dan antusiasme mereka. Dia merasa senang karena acara penyambutan prajurit baru berjalan dengan lancar dan positif.
Semangat dan semangat juang dari para prajurit baru, serta kerja sama tim dari elit tujuh, memberikan keyakinan bahwa Benteng Selatan akan terus menjadi kekuatan
yang tangguh dan siap menghadapi setiap tantangan.
Para prajurit baru, Hegi, dan Noy, merasa semakin termotivasi dan siap untuk memulai masa pelatihan mereka. Mereka menyadari betapa besar tanggung jawab yang diemban sebagai prajurit Benteng Selatan, namun mereka juga yakin bahwa dengan bimbingan dari para elit tujuh dan semangat juang yang tinggi, mereka akan berhasil menjadi prajurit yang hebat dan melindungi Benteng Selatan dengan setia.
Setelah pemimpin mereka meninggalkan ruangan, para prajurit baru, termasuk Hegi dan Noy, ikut keluar dari aula tersebut. Mereka terlihat berbincang-bincang dengan semangat tinggi, berbagi rasa syukur karena berada di kelas yang sama dengan Sely sebagai penanggung jawab.
"Syukurlah kita berada di kelas yang sama," ucap Noy dengan senyuman.
"Iya, betul. Ini pasti akan menjadi pengalaman pelatihan yang menarik dan penuh
tantangan," jawab Hegi dengan antusias.
"Tepat sekali. Aku sangat ingin tahu apa saja yang akan diajarkan oleh Sely besok," kata Noy dengan semangat.
__ADS_1
"Benar juga. Sely memiliki kemampuan luar biasa dalam strategi dan taktik. Pasti banyak hal menarik yang bisa kita pelajari darinya," tambah Hegi.
Hegi dan Noy merasa semakin termotivasi dan percaya diri setelah berbicara tentang masa pelatihan yang akan datang. Mereka merasa yakin bahwa dengan bergabung dalam kelas yang dipimpin oleh Sely, mereka akan memiliki kesempatan untuk berkembang dan menjadi prajurit yang unggul di Benteng Selatan.
"Apa kau lapar, Noy?" tanya Hegi sambil mengusap perutnya yang mulai berbunyi lapar.
"Iya, kau juga?" Noy membalas dengan senyuman.
"Hmm, ayo ke kantin," ajak Hegi sambil mengarahkan langkah menuju kantin.
Tanpa ragu, mereka berdua langsung menuju kantin. Di sana, terdapat berbagai hidangan lezat yang disajikan untuk para prajurit. Mereka memilih makanan favorit masing-masing dan duduk di meja yang nyaman.
"Sepertinya masa pelatihan akan menjadi perjalanan yang menarik, bukan?" kata Noy sambil mencicipi hidangan di piringnya.
"Iya, aku sangat bersemangat untuk mengikuti setiap pelajaran dan tantangan yang akan diberikan. Ini adalah kesempatan bagus bagi kita untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan sebagai prajurit," ucap Hegi sambil mengangguk setuju.
Mereka berdua mengobrol sambil menikmati makanan mereka. Tawa dan keceriaan terdengar di sekitar kantin, menandakan semangat dan persahabatan yang erat di antara para prajurit Benteng Selatan.
Setelah makan, Hegi dan Noy merasa lebih bertenaga dan siap untuk menghadapi apa pun yang akan datang selama masa pelatihan. Mereka mengucapkan terima kasih kepada penjaga kantin yang ramah sebelum meninggalkan tempat tersebut. Sinar matahari senja menyapa wajah mereka saat mereka berjalan keluar dari kantin.
Hegi mengelus perutnya yang kenyang sambil tersenyum, "Makanan di sini memang selalu luar biasa!"
Noy mengangguk setuju, "Benar sekali! Penjaga kantinnya selalu bersikap sangat baik. Semoga saja kita bertemu dengannya lagi di lain kesempatan."
Setelah makan siang di kantin militer, mereka memutuskan untuk balik ke asrama militer. Hegi dan Noy berdua melangkah melintasi jalanan yang tertata rapi di tembok pusat.
Di sepanjang jalan, mereka melihat barisan prajurit yang sedang berlatih dengan disiplin dan ketegasan, memberi mereka semangat tambahan untuk menghadapi tantangan yang akan datang.
Sambil berjalan menuju asrama militer, Hegi dan Noy merasa energi dalam tubuh mereka terus meningkat. Perut kenyang setelah makan siang membuat langkah mereka lebih ringan dan semangat mereka semakin menggebu-gebu.
Mereka telah sampai di depan pintu kamar mereka yang berada di dalam asrama militer, tepat di tengah-tengah komplek yang ramai. Dengan santai, Hegi mengeluarkan kunci dari saku celananya dan membukakan pintu. Mereka berdua masuk ke dalam kamar dengan perasaan lega setelah hari yang melelahkan.
Asrama mereka terlihat bersih dan rapi. Di atas meja, terdapat beberapa buku catatan dan perlengkapan yang siap digunakan esok hari. Tempat tidur mereka sudah rapi tertata, mengundang untuk segera beristirahat.
Sebelum mereka beristirahat, Hegi dan Noy memutuskan untuk mandi untuk merasa lebih segar dan bersih setelah seharian berada di aula militer. Mereka mengambil perlengkapan mandi mereka dan berjalan menuju kamar mandi.
Di kamar mandi, suasana tenang dan nyaman menyambut mereka. Hegi dan Noy memasuki dua kamar mandi yang bersebelahan untuk mencuci diri dan membersihkan diri dari keringat.
Setelah selesai mandi, mereka kembali ke kamar dan bersiap-siap untuk tidur. Hegi dan Noy berbaring di tempat tidur mereka masing-masing, merasa nyaman dan puas setelah mandi.
Dengan tubuh yang segar dan pikiran yang jernih, mereka siap untuk mendapatkan istirahat yang cukup agar dapat menghadapi tantangan besok.
Dalam keheningan suasana, perasaan damai menyelimuti kamar mereka. Dengan keyakinan bahwa mereka telah melakukan yang terbaik dan dukungan satu sama lain, Hegi dan Noy tertidur dengan senyuman di wajah mereka, siap untuk menghadapi hari esok yang penuh dengan peluang baru dan pengalaman menarik.
__ADS_1