
2241
Area Luar Benteng Selatan
Jumlah Populasi 4.044.867
Noy memulai patroli penjagaannya, ia dengan cermat memeriksa sekitar perkemahan. Noy membiarkan kedua temannya, Hegi dan Canbe, untuk beristirahat, memungkinkan mereka mendapatkan beberapa jam tidur yang sangat dibutuhkan.
Dalam keheningan malam, Noy berjalan dengan hati-hati di sekitar perkemahan, senjatanya selalu siap digunakan jika diperlukan. Dalam situasi seperti ini, kewaspadaan adalah kunci, dan Noy siap untuk menghadapi segala kemungkinan yang mungkin terjadi.
Kegelapan malam memberikan nuansa misterius dan tegang di hutan ini, dan Noy berjanji untuk menjaga keamanan keduanya selama patroli malam ini.
Setelah berjalan-jalan di sekitar perkemahan untuk beberapa saat, Noy memutuskan untuk naik ke atas pohon yang dekat karena ia merasa bahwa pandangan dari atas pohon akan memberikan pandangan yang lebih luas.
Dengan hati-hati, ia memanjat pohon tersebut, menggunakan keterampilan mendaki yang telah ia pelajari selama pelatihan. Ketika ia mencapai posisi yang strategis di atas pohon, Noy dapat merasakan kesejukan angin malam yang menyentuh wajahnya.
Dari ketinggian itu, ia memiliki pandangan yang lebih baik tentang sekitar perkemahan dan sekitarnya. Hal ini memungkinkannya untuk mendeteksi potensi bahaya atau ancaman dari kejauhan.
Ketekunan dan keterampilan Noy dalam memanfaatkan lingkungan sekitarnya adalah bukti dari persiapan yang serius untuk menghadapi ujian komprehensif ini.
Dari atas pohon, ia siap untuk menjalankan tugas penjagaan dengan lebih efektif dan mendukung keselamatan kedua temannya yang sedang beristirahat.
Di atas pohon, Noy tidak melihat adanya tanda yang mencurigakan atau potensi ancaman. Yang bisa ia saksikan adalah keindahan malam yang tenang. Suara nyanyian burung dan desiran angin malam yang dingin mengisi keheningan malam.
Bintang-bintang di langit mulai bermunculan satu per satu, menciptakan pemandangan yang sangat memesona dan menenangkan.
Meskipun tidak ada tanda-tanda ancaman yang terlihat, Noy tetap waspada. Keberadaannya di atas pohon memberinya posisi yang strategis untuk menjaga keamanan perkemahan dan teman-temannya sedang beristirahat di bawah.
Dalam keheningan malam yang damai ini, ia terus menjalankan tugas penjagaannya dengan penuh dedikasi. Noy terus memperhatikan keadaan sekitarnya yang tampak tenang. Saat ia sedang berada di atas pohon, matanya mencari tanda yang mencurigakan atau aktivitas yang tidak wajar.
Tiba-tiba, ia melihat sesuatu yang mengganggu ketenangan malam tersebut. Ia memperhatikan bahwa pohon di sekitarnya mulai bergerak dengan tidak wajar, seolah ada sesuatu yang menyelinap di antara pepohonan tersebut.
Hati Noy berdegup lebih kencang, ia siap untuk menghadapi potensi ancaman yang mungkin sedang mendekat. Dalam kegelapan malam, ia berusaha mencari tahu apa yang sedang terjadi dengan waspada dan hati-hati.
Untuk menjawab rasa penasaran yang mendalam, Noy dengan cepat turun dari pohon dan bergegas menuju tempat yang membuatnya penasaran. Ia bergerak dengan cermat, langkah demi langkah, mempertimbangkan keamanan dirinya sendiri dan rekannya di perkemahan.
Dalam kegelapan malam yang sunyi, kaki Noy melangkah mendekati sumber gerakan yang ia perhatikan sebelumnya, siap untuk menghadapi apa pun yang mungkin menanti di antara pepohonan yang gelap.
Keberanian dan kewaspadaannya menjadi kunci dalam situasi ini, dan ia merasa bahwa ia harus mencari tahu apa yang sedang terjadi.
Saat Noy semakin mendekat ke tempat yang ia tuju, dia dengan sangat terkejut menemukan bahwa yang membuat pohon-pohon bergerak adalah satu ekor monster morsus.
Awalnya, rasa ketakutan melanda dirinya, namun, ketakutannya segera berubah menjadi tekad yang kuat. Ia tahu bahwa ia harus bertindak dengan cepat demi melindungi rekannya di perkemahan.
Dengan hati yang berani, Noy memutuskan untuk menghadapi monster morsus tersebut, meskipun ia menyadari bahwa itu adalah tugas yang sangat berbahaya.
Ia merasa bahwa kewaspadaan dan tekadnya untuk melindungi teman-temannya adalah lebih penting daripada rasa takut yang mungkin ia rasakan.
__ADS_1
Dalam kegelapan malam yang mencekam, Noy siap untuk menghadapi kedua monster morsus itu dan menghabisinya agar tidak membahayakan teman-temannya.
Noy sadar bahwa rekannya sedang beristirahat dan tidak ingin mengganggu mereka dengan memanggil mereka melalui alat komunikasi yang terpasang di telinganya.
Meskipun ia memiliki cara untuk menghubungi mereka dengan cepat, ia merasa bahwa akan lebih baik jika ia mencoba menangani situasi ini sendiri terlebih dahulu.
Keputusannya untuk tidak memanggil temannya adalah bukti dari keinginannya untuk melindungi mereka dari gangguan dan potensi bahaya yang mungkin ada.
Ia bertekad untuk menyelesaikan masalah ini sendiri sebelum memerlukan bantuan dari mereka, karena ia merasa bertanggung jawab atas keselamatan timnya. Dengan hati-hati, Ia berjalan mengendap mendekati monster morsus itu.
Ia bergerak dengan perlahan, langkah demi langkah, dengan usaha yang besar untuk tetap tak terdengar dan tidak membangunkan para burung yang berada di ranting pohon di sekitarnya.
Kemampuan Noy untuk bergerak dengan begitu hati-hati adalah hasil dari pelatihan militer yang ketat. Ia tahu bahwa keheningan dan kecepatan dalam mendekati monster morsus adalah kunci untuk mendekati mereka tanpa terdeteksi.
Dalam kegelapan malam yang gelap, Noy terus maju, siap untuk menghadapi monster morsus dan menjaga keamanan teman-temannya.
Sekarang, jarak antara Noy dan monster morsus itu sekitar lima puluh meter, dan jaraknya dengan teman-temannya yang beristirahat sekitar tujuh ratus meter. Angin malam yang dingin berhembus menerpa wajahnya, seolah memberikan sinyal akan situasi yang semakin tegang.
Saat ia semakin mendekati monster morsus, Noy merasa ketegangan dan tekanan situasi ini. Ia tahu bahwa tindakannya akan sangat berpengaruh pada hasil ujian komprehensif mereka, dan tanggung jawab untuk melindungi rekannya memberinya kekuatan ekstra.
Dalam keheningan malam yang mendalam, Noy bersiap menghadapi ancaman yang semakin dekat dengan kehati-hatian yang tinggi. Noy terus berjalan, langkah demi langkah, hingga jarak antara dirinya dan monster morsus hanya terpaut beberapa meter saja.
Morsus morsus itu menyeringai dengan wajahnya yang sangat menyeramkan, dan senyuman itu memberikan yang kesan mengerikan. Pandangan mata monster itu yang penuh dengan nafsu pemangsa membuat anak itu merasa gemetar.
Meskipun ketakutan mungkin menghampirinya, Noy tetap berusaha untuk tidak menunjukkan rasa takutnya. Ia tahu bahwa ia harus tetap tenang dan menjalankan tugasnya dengan hati-hati.
Monster itu mengibaskan tangannya saat Noy mulai mendekat, dan dengan satu kibasan, ia dapat membuat angin yang sangat kencang melintasi wajah Noy. Hembusan angin tersebut cukup kuat untuk membuat rambut Noy berdesir dan mengganggu keseimbangannya.
Namun, Noy segera menanggapi dengan cepat. Ia menahan hembusan angin tersebut dengan menggunakan tangan untuk menutupi wajahnya, memastikan bahwa ia tidak terhuyung atau terganggu oleh tenaga kuat yang dilepaskan oleh monster morsus.
Meskipun situasinya semakin intens, Noy tidak mengalihkan perhatiannya dari monster morsus yang ada di depannya, tetap berfokus pada tugasnya untuk melindungi dirinya dan rekannya dari bahaya yang mengancam.
Noy dengan cepat mengambil keputusan untuk berlari menjauh dari monster morsus tersebut. Ia tahu bahwa bertarung dengan monster morsus di dalam hutan akan sangat tidak menguntungkan baginya.
Dengan langkah cepat, ia berlari menuju tempat yang lebih luas, berusaha untuk menciptakan jarak antara dirinya dan monster morsus yang mulai mengejar. Monster morsus itu segera mengejar Noy keluar dari hutan menuju tanah lapang.
Keputusan Noy untuk membawa pertarungan ke tempat yang lebih terbuka dapat memberinya lebih banyak ruang untuk manuver dan melawan monster morsus tersebut.
Meskipun situasinya sangat berbahaya, tekadnya untuk melindungi teman-temannya memimpinnya dalam perjalanan berbahaya ini, di mana ia akan berjuang untuk keluar sebagai pemenang.
Dibawah sinar bulan yang menjadi penerang di malam yang gelap, Noy akhirnya tiba di sebuah tanah lapang yang luas. Tanah lapang ini akan memberinya ruang yang cukup untuk menghadapi monster morsus dengan lebih leluasa.
Tanpa ingin ada waktu yang terbuang, ia dengan cepat mengaktifkan lightblade yang selalu ia bawa di sabuknya. Cahaya terang dari senjata tersebut memancar dan membuatnya dapat melihat dengan lebih jelas di tengah kegelapan malam.
Dengan lightblade di tangan, Noy merasa lebih siap untuk menghadapi monster morsus tersebut. Senjata ini tidak hanya memberinya cahaya, tetapi juga merupakan alat yang dapat digunakan untuk melindungi dirinya dan rekannya dari ancaman yang datang.
Dalam keheningan malam yang tegang, Noy bersiap untuk melanjutkan pertarungannya dengan tekad yang kuat. Di tengah tanah lapang yang sepi, Noy dengan berani berteriak seolah memanggil monster morsus untuk mendekatinya.
__ADS_1
Kali ini, ia telah siap untuk bertarung dengan keberanian yang menggebu. Teriakan itu adalah sebuah tantangan, sebuah pernyataan bahwa ia tidak akan mundur atau menghindar, tetapi akan menghadapi ancaman tersebut dengan penuh tekad.
Kesiapannya untuk bertarung dengan monster morsus adalah bukti dari keberaniannya dan tekadnya yang kuat untuk melindungi rekannya serta menyelesaikan ujian komprehensif ini dengan sukses.
Di bawah sinar bulan, di tengah tanah lapang yang luas, pertarungan yang penting ini akan segera dimulai. Kini, monster morsus yang setinggi tujuh belas meter itu berdiri tepat berhadapan dengan Noy.
Perbandingan tinggi yang mencolok antara keduanya sangat jelas terlihat, dan aura yang menakutkan dari morsus tersebut menjadi makin terasa. Namun, Noy tidak merasa takut. Ia telah menjalani pelatihan intens di bawah bimbingan para instruktur yang berpengalaman di bidangnya.
Pengalaman dan latihan yang telah diterimanya mempersiapkan dirinya dengan baik untuk menghadapi situasi ini. Meskipun ia menghadapi monster morsus yang tampaknya tak terkalahkan, tekadnya untuk melindungi rekannya dan melewati ujian ini dengan sukses memotivasinya untuk berdiri dengan keberanian.
Noy dengan cepat berlari menuju monster morsus itu, lightblade yang bersinar terang ia pegang kuat di tangan kanannya. Di tangan kiri, ia memegang flashbang, senjata yang akan membantunya dalam pertarungan ini.
Jarak antara dirinya dan monster itu semakin berkurang, hingga hanya terpaut sepuluh meter saja. Noy tahu bahwa setiap langkahnya harus dihitung dengan baik, dan ia harus menggunakan keahliannya dan persenjataannya secara cerdas untuk mengatasi ancaman ini.
Dengan pedangnya yang bersinar dan flashbang yang siap digunakan, ia bersiap untuk melanjutkan pertarungan dengan penuh perhitungan. Noy dengan cepat melemparkan flashbangnya ke arah monster morsus tersebut.
Ketika flashbang meledak, cahaya yang sangat menyilaukan memenuhi sekitar dan membuat monster itu kehilangan pandangan untuk beberapa saat. Monster morsus terdistraksi oleh efek cahaya yang membingungkan dirinya.
Tanpa membuang banyak waktu, Noy melanjutkan aksinya dan berlari menuju monster morsus yang masih terkena efek dari flashbang. Ini merupakan kesempatan emas untuk mengambil inisiatif pertarungan dan memanfaatkan kerentanannya.
Dengan pedangnya yang bersinar, ia bersiap untuk melancarkan serangan pertamanya dalam pertarungan melawan monster morsus tersebut. Dengan cepat dan tepat, Noy menggoreskan pedangnya langsung ke pergelangan kaki monster morsus.
Suara tajam goresan pedang tersebut terdengar jelas di malam yang hening. Monster yang masih dalam pengaruh flashbang itu tiba-tiba kehilangan keseimbangannya akibat luka yang ditimbulkan oleh serangan pedang Noy.
Monster itu mengerang kesakitan, dan tubuhnya hampir saja terjatuh ke tanah. Serangan Noy tidak hanya menghambat gerakan monster morsus itu, tetapi juga menunjukkan kepada monster bahwa Noy bukanlah lawan yang bisa dianggap remeh.
Monster morsus itu dengan cepat menggerakkan kaki satunya ke arah Noy, yang dengan refleks cepat berhasil menghindar dari serangan tersebut.
Namun, kali ini efek dari flashbang telah hilang, dan monster morsus itu mulai mendapatkan kembali kesadarannya. Hal ini membuat Noy kehilangan sebagian dari keuntungan yang ia miliki sebelumnya.
Situasi kini semakin berbahaya, karena monster morsus telah pulih dari efek flashbang dan akan kembali menjadi ancaman yang serius.
Noy tahu bahwa ia harus bergerak dengan cepat dan cerdas untuk mengatasi situasi ini dan melanjutkan pertarungannya melawan monster morsus tersebut.
Dalam keadaan yang semakin menegangkan ini, ia harus menggunakan semua keterampilan dan keberaniannya untuk tetap berada di atas dan
melindungi dirinya.
Dengan keberanian dan ketepatan, Noy berlari menuju kaki monster yang baru saja mencoba menendangnya. Ia menggoreskan pedangnya sekali lagi tepat di pergelangan kaki, menimbulkan suara tajam dari pedang yang bersentuhan dengan kulit morsus.
Serangan ini membuat monster itu benar-benar kehilangan keseimbangan, dan tubuhnya hampir jatuh ke tanah. Kini, kedua kaki monster morsus itu telah terluka, membuatnya semakin terbatas dalam gerakannya.
Noy telah berhasil mengambil kendali dalam pertarungan ini, dan serangannya yang cerdik telah membuat monster morsus itu terluka. Meskipun tantangan masih besar, ia tetap penuh tekad untuk melanjutkan pertarungan melindungi dirinya serta rekannya.
Monster morsus itu mengerang kesakitan sekali lagi, tubuhnya tersungkur ke tanah, memberikan Noy kesempatan sempurna untuk menyerang. Dengan cepat, Noy berlari menuju bagian dada monster itu, karena ia tahu bahwa bagian itulah yang menjadi titik lemah monster morsus.
Namun, saat ia berlari mendekat, tangan monster morsus mencoba menepisnya dengan gerakan liar. Noy harus berusaha dengan susah payah untuk menghindari serangan monster morsus yang mencoba menghentikannya.
__ADS_1
Meskipun situasinya semakin berbahaya, Noy tidak ingin membiarkan kesempatan ini terlewat begitu saja. Ia tetap fokus pada tujuannya untuk mengalahkan monster morsus dan menjalankan tugas sebagai seorang prajurit yang andal.