
2240
Distrik Barat Laut Benteng Selatan
Jumlah Populasi 4.044.675
Hegi terus berlari mengikuti instruksi dari Endri, tanpa kenal lelah. Entah sudah berapa putaran ia berlari, ember masih terus menetes. Meskipun tubuhnya mulai terasa lelah, tekadnya untuk mencapai target yang telah ditentukan tidak pernah luntur. Ia memusatkan perhatiannya pada suara letusan air dari ember yang menjadi pendorong semangatnya.
Dalam perjalanan latihan ini, Hegi membiarkan pikirannya melayang ke masa lalu. Ia teringat saat pertama kali bergabung dengan Benteng Selatan, saat ia masih menjadi seorang calon kadet baru yang penuh kecemasan dan harapan.
Ia ingat bagaimana ia melihat para prajurit yang tangguh dan berprestasi sebagai teladan, dan kini, dia berusaha untuk menjadi seperti mereka.
Meskipun fisiknya mulai lelah, Hegi mengingat kata-kata inspiratif yang pernah diucapkan Endri sebelum latihan dimulai. Ia menyadari bahwa latihan fisik ini adalah langkah awal menuju keunggulan sebagai prajurit di Benteng Selatan.
Kemampuan fisik yang kuat akan memberikan kepercayaan diri dan kesiapan dalam menghadapi tugas-tugas yang kompleks dan berbahaya di masa depan.
Dengan setiap putaran yang dijalani, Hegi merasa semakin dekat dengan tujuan akhir. Meskipun rintangan mungkin berat, ia menyadari bahwa dengan ketekunan dan semangat yang terus terjaga, ia akan mencapai target yang telah ditetapkan bersama rekan-rekannya.
Akhirnya, setelah sekitar sembilan puluh menit, ember yang berisi air berhenti menetes. Menandakan bahwa latihan telah selesai.
Para kadet berhenti berlari dan menghela nafas lega, wajah mereka dipenuhi dengan senyuman kepuasan atas usaha yang telah mereka lakukan.
Setelah latihan fisik yang melelahkan, para kadet duduk dan mengistirahatkan diri di sekitar pohon yang rindang. Mereka membiarkan tubuh mereka kembali pulih dari kelelahan, sambil menikmati keindahan alam di sekitar mereka. Suara burung berkicau dan angin sepoi-sepoi menyegarkan suasana setelah sesi latihan yang intens.
Beberapa kadet mungkin masih merasa kelelahan, tetapi senyuman kepuasan dan kebanggaan terpancar dari wajah mereka. Mereka merasa bangga atas usaha yang telah mereka lakukan dan kesempatan untuk menguji kemampuan fisik dan mental mereka.
Endri masih tertidur dengan nyenyak di bawah pohon, menikmati momen ketenangan setelah usahanya dalam membimbing latihan para kadet.
Para kadet menghormati waktu istirahat instruktur mereka, sambil saling berbicara dengan lembut agar tidak mengganggu tidurnya.
Tidak lama kemudian, Endri akhirnya terbangun dari tidurnya. Ia tersenyum lembut melihat para kadet yang duduk rapi dan beristirahat dengan tenang.
Endri memberikan senyuman penuh apresiasi dan kebanggaan atas usaha yang telah ditunjukkan oleh para kadet selama latihan.
"Mereka benar-benar menunjukkan semangat juang yang luar biasa," pikir Endri dalam hati. Ia merasa terharu melihat semangat dan dedikasi dari para kadet dalam menghadapi tantangan latihan fisik tersebut.
Endri berjalan dengan langkah mantap menuju para kadet yang sedang beristirahat di bawah pohon rindang. Wajahnya dipenuhi dengan senyuman hangat, menyiratkan kebanggaan dan kepuasan atas kerja keras para kadet selama latihan fisik tadi.
Dengan penuh perhatian, Endri duduk di tengah-tengah mereka, menciptakan atmosfer keakraban dan kedekatan. Ia ingin memastikan bahwa setiap kadet merasa didengar dan diberdayakan.
"Bagaimana perasaan kalian setelah latihan tadi?" tanya Endri dengan penuh perhatian.
Para kadet dengan antusias berbagi pengalaman mereka. Beberapa merasa melelahkan, tetapi juga merasa puas dengan pencapaian yang telah mereka raih. Beberapa juga mengekspresikan rasa terinspirasi oleh semangat juang dari rekan-rekan mereka.
Endri mendengarkan dengan seksama, memberikan apresiasi dan dukungan atas usaha yang telah mereka lakukan.
Saat sedang mendengarkan cerita dari para kadet, tiba-tiba mata mereka tertuju ke langit saat tujuh helikopter militer melintasi wilayah latihan mereka.
__ADS_1
Endri dengan cepat memberikan isyarat untuk diam dan menghormati momen tersebut. Para kadet segera menghentikan pembicaraan mereka dan berdiri dengan penuh kesungguhan.
Helikopter-helikopter tersebut terbang rendah, menunjukkan kegagahan dan kekuatan militer Benteng Selatan. Para kadet menyaksikan dengan penuh kagum dan menghormati penerbangan mereka yang dilakukan dalam rangka melaksanakan misi dan tugas-tugas penting yang mungkin terkait dengan keamanan wilayah mereka.
Endri melihat ekspresi rasa hormat dan kagum dari para kadet. Ia menggunakan momen tersebut sebagai kesempatan untuk mengajarkan pentingnya menghormati dan mengapresiasi peran angkatan militer dalam menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah.
"Melihat helikopter-helikopter itu mengingatkan kita tentang tanggung jawab besar yang kita emban sebagai prajurit di Benteng Selatan," kata Endri dengan suara rendah.
"Mereka adalah saudara-saudara kita yang melindungi wilayah ini dan menjaga agar keindahan yang kita nikmati tetap aman."
Para kadet mengangguk setuju, menyadari betapa pentingnya peran angkatan militer dalam menjaga keamanan wilayah ini. Mereka merasa terinspirasi oleh profesionalisme dan dedikasi para anggota militer, dan berkomitmen untuk mengikuti jejak mereka sebagai prajurit yang tangguh dan penuh pengabdian.
Setelah helikopter-helikopter itu pergi, Endri mengajak para kadet untuk berdiri dan memberikan penghormatan kepada para prajurit yang sedang melaksanakan misi. Mereka berdiri dengan tegak, mengangkat tangan kanan mereka untuk menyapu dahi mereka sebagai tanda penghormatan.
"Kita selalu menghargai dan menghormati rekan-rekan kita yang sedang bertugas menjaga keamanan dan kedamaian wilayah kita," ujar Endri dengan suara rendah, tetapi penuh makna.
Para kadet merasa terharu dan penuh rasa hormat. Mereka tahu bahwa menjadi seorang prajurit adalah panggilan untuk berani menghadapi bahaya demi melindungi dan mempertahankan wilayah mereka.
Penghormatan mereka adalah bentuk apresiasi atas pengabdian dan pengorbanan para prajurit yang sedang melaksanakan misi, serta mengingatkan mereka tentang tanggung jawab besar yang akan mereka emban sebagai prajurit pilihan di Benteng Selatan.
Setelah memberi penghormatan, Endri melanjutkan pembicaraannya. Ia memberitahukan bahwa latihan fisik hari ini telah selesai dan memberikan pengingat untuk mempersiapkan diri juga untuk latihan minggu depan.
"Bagus sekali pekerjaan kalian hari ini. Kalian telah menunjukkan semangat dan dedikasi yang luar biasa dalam menghadapi latihan fisik ini," ucap Endri dengan penuh apresiasi.
"Latihan fisik adalah pondasi penting dalam pembentukan kalian sebagai prajurit tangguh. Lanjutkan semangat juang kalian ke depan, dan kalian akan mencapai kemajuan yang luar biasa bersama."
Para kadet merasa bangga dengan pencapaian mereka dan semakin termotivasi untuk menghadapi latihan-latihan mendatang. Mereka tahu bahwa setiap pelatihan adalah kesempatan untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuan mereka sebagai prajurit pilihan.
Para kadet mengangguk mengerti. Mereka menyadari bahwa pengetahuan medis adalah keahlian yang penting dalam pekerjaan mereka sebagai prajurit.
Dalam situasi kritis, kemampuan memberikan pertolongan pertama dapat membuat perbedaan yang nyata dalam menyelamatkan nyawa dan mengurangi dampak cedera.
Endri kemudian menambahkan, "Pastikan kalian mendengarkan dengan baik dan bertanya bila ada hal yang belum jelas selama kelas besok. Celi adalah ahli di bidangnya, dan kalian akan mendapatkan wawasan dan pengetahuan berharga dari kelas itu."
Para kadet berjanji untuk memberikan perhatian sepenuhnya dan belajar dengan sungguh-sungguh dari Instruktur Celi. Mereka merasa beruntung dan bersyukur atas kesempatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan medis mereka, yang akan menjadi aset berharga dalam tugas-tugas mereka sebagai prajurit.
"Dengan itu, pertemuan kita hari ini saya tutup. Tetap berlatih dengan semangat, dan sampai jumpa di kelas minggu depan," ucap Endri sambil tersenyum.
Ia yakin bahwa para kadet akan terus berkembang dan menjadi prajurit yang unggul, siap untuk menghadapi setiap tantangan yang ada di depan, termasuk kelas medis bersama Instruktur Celi.
Setelah selesai memberikan pengarahan dan informasi, Endri melanjutkan perjalanannya menuju pohon rindang di sekitar padang rumput.
Ia merasa butuh istirahat sejenak setelah mengajar tentang latihan fisik dan berinteraksi dengan para kadet. Dengan langkah lembut, ia mencari tempat yang nyaman di bawah pohon dan merebahkan diri.
Para kadet melihat dengan penuh pengertian bahwa Endri butuh waktu untuk beristirahat. Mereka mengucapkan terima kasih dan berpisah dengan instruktur mereka, sebelum kembali menuju tembok pusat tempat asrama mereka.
Di bawah pohon rindang, Endri menikmati momen ketenangan. Ia merenungkan perjalanan latihan hari ini dan senang melihat semangat juang dan kemajuan para kadet.
__ADS_1
Ia berpikir tentang kelas medis besok dan berharap para kadet dapat belajar dengan baik dari Instruktur Celi. Dengan mata tertutup, Endri merasakan hembusan angin yang sejuk dan harumnya aroma tanah dan dedaunan.
Suara alam di sekitarnya memberikan ketenangan dalam pikirannya. Ia merasa sangat bangga dan bersyukur dapat menjadi bagian dari proses pembentukan para prajurit tangguh di Benteng Selatan.
Sementara itu, para kadet kembali ke asrama mereka dengan semangat yang tinggi. Mereka berbicara satu sama lain tentang latihan hari ini dan berdiskusi tentang kelas medis yang akan mereka ikuti besok.
Rasa penasaran dan keingintahuan tentang apa yang akan mereka pelajari membuat mereka semakin bersemangat untuk menghadapi hari esok.
Setelah meninggalkan tempat latihan, Hegi dan Noy berjalan bersama menuju asrama mereka. Keduanya saling berbincang dan berbagi pengalaman tentang latihan fisik yang baru saja mereka jalani.
Mereka merasa senang dan puas dengan usaha keras yang telah mereka lakukan, dan juga merasa semakin dekat sebagai rekan sejawat di Benteng Selatan.
"Sudah lama aku tidak merasakan latihan fisik seintens ini," kata Hegi sambil mengusap keringat di dahinya.
"Iya, benar. Tapi rasanya senang juga, ya? Ini semua demi menjadi prajurit tangguh," jawab Noy dengan antusias.
Hegi mengangguk setuju. Mereka berdua tahu bahwa latihan fisik adalah bagian penting dari proses pembentukan mereka sebagai prajurit pilihan. Dengan semangat juang dan tekad yang tinggi, mereka berkomitmen untuk terus berlatih dan berkembang menjadi yang terbaik.
Hegi dan Noy berjalan melewati tempat yang sebelumnya mereka lalui, tapi kali ini suasana berbeda karena banyak para kadet lain juga pulang bersama mereka.
Setelah latihan fisik hari ini, mereka semua merasa lebih dekat dan terikat satu sama lain sebagai rekan-rekan sesama prajurit di Benteng Selatan.
Saat sampai di distrik utara, Noy mengusulkan sebuah ide kepada Hegi. Mereka berdua berjalan di sepanjang tepi sungai yang membelah wilayah itu.
"Bagaimana kalau kita naik perahu? Kau tahu, di sini ada perahu yang khusus disediakan untuk warga sipil dan gratis," usul Noy dengan antusias.
"Oh, tentu saja," jawab Hegi dengan senyuman. "Itu akan menjadi pengalaman yang menarik. Selain itu, kita bisa menikmati pemandangan sungai dan distrik utara dari sudut pandang yang berbeda."
Noy mengangguk setuju. Ia telah naik perahu sebelumnya dan mengetahui betapa menyenangkan dan menariknya melihat wilayah Benteng Selatan dari sungai. Ia ingin berbagi pengalamannya dengan Hegi dan meyakinkan bahwa perjalanan ini akan menjadi momen berharga bagi mereka.
Setelah mencari tempat pemberhentian perahu, Hegi dan Noy tidak lama kemudian menemukan perahu yang dimaksud. Seorang nakhoda yang ramah menyambut mereka dan membantu mereka naik ke perahu dengan cekatan. Ia memberikan beberapa petunjuk keselamatan sebelum perahu mulai berlayar.
Perahu meluncur di atas permukaan sungai yang tenang. Hegi dan Noy menikmati hembusan angin segar dan pemandangan yang indah di sekitar mereka. Mereka bisa melihat pemandangan dari perspektif yang berbeda, menikmati keindahan alam dan arsitektur Benteng Selatan yang tampak berbeda dari sungai.
Saat sedang menikmati suasana di distrik utara, Hegi tiba-tiba teringat masa lalu, khususnya saat pertama kali ia menampakkan kaki dan datang ke Benteng Selatan bersama kakaknya, Sera.
Kenangan itu membawa campuran perasaan dalam hati Hegi. Di satu sisi, ia teringat betapa mengerikannya saat itu, ketika mereka harus berlari menyelamatkan diri dari ancaman monster morsus yang ganas.
Ingatan itu membuat Hegi merasa terharu dan bersyukur atas perjalanan hidupnya sejauh ini. Ia merenungkan peran yang dimainkan oleh Benteng Selatan dalam menjaga keamanan dan kedamaian wilayah ini, serta bagaimana tempat ini telah menjadi rumah dan keluarga bagi mereka berdua.
Noy melihat ekspresi Hegi yang berbeda dan bertanya, "Apa yang kau pikirkan, Hegi?"
Hegi tersenyum melihat sahabatnya yang penuh perhatian. "Aku hanya sedang teringat tentang saat pertama kali kami datang ke Benteng Selatan bersama Sera. Lima tahun yang lalu, kami harus mengungsi karena serangan monster morsus di wilayah kami. Benteng Selatan telah memberi kami tempat aman untuk memulai kembali."
Noy mengangguk paham. "Benteng Selatan memang menjadi tempat perlindungan bagi banyak orang yang terdampar oleh ancaman monster morsus. Dan kini, kita juga menjadi bagian dari prajurit yang berjuang untuk melindungi wilayah ini."
Hegi menatap sekeliling dan kemudian kembali melihat Noy. "Ya, dan aku bersyukur atas kesempatan ini. Bersama-sama, kita akan melindungi wilayah ini dari ancaman monster morsus dan menjaga keamanan bagi seluruh warga Benteng Selatan."
__ADS_1
Perjalanan perahu mereka terus berlanjut, dan dengan semangat yang berkobar, Hegi dan Noy bersiap untuk menghadapi setiap tantangan yang ada di depan bersama-sama, sebagai bagian dari keluarga besar Benteng Selatan yang mereka cintai dan banggakan.
Mereka merasa semakin dekat satu sama lain, berbagi cerita, tawa, dan keseruan di sepanjang perjalanan tersebut.