
2241
Tembok Pusat Benteng Selatan
Jumlah Populasi 4.044.871
Kapten Rachel akan menjelaskan secara rinci tentang mekanisme ujian kali ini. Ujian ini akan dilakukan secara nyata, dengan mengirimkan kadet ke tempat ujian mereka.
Tempat ini adalah habitat para monster morsus yang penuh dengan tantangan dan bahaya. Tempat yang sangat tidak aman, penuh bahaya dengan lingkungan yang ekstrem.
Namun, ini adalah sebuah bagian penting dari ujian karena misi yang akan mereka hadapi di masa depan mungkin juga akan berlangsung di lingkungan yang sama.
Kapten Rachel ingin memastikan bahwa para kadet siap untuk menghadapi berbagai situasi yang mungkin terjadi di medan perang khususnya saat ujian ini diadakan.
Oleh karena itu, ujian ini dirancang untuk menguji kemampuan mereka dalam menghadapi bahaya nyata, mengambil keputusan yang tepat di bawah tekanan, dan beradaptasi dengan lingkungan yang tidak familiar.
Para kadet mendengarkan penjelasan dengan seksama, merasa campuran antara gugup dan semangat. Mereka tahu bahwa ujian ini adalah tantangan terakhir sebelum mereka benar menjadi prajurit sepenuhnya, dan mereka siap untuk menghadapinya.
Atmosfer di aula militer itu terasa tegang, tetapi juga penuh dengan rasa kebersamaan dan kepercayaan satu sama lain.
Mereka telah melewati perjalanan panjang selama enam bulan pelatihan intensif, dan sekaranglah saatnya untuk mengaplikasikan semua yang telah mereka pelajari.
Gugup adalah reaksi alami di hadapan ujian semacam ini, tetapi semangat mereka untuk menghadapinya jauh lebih kuat. Mereka memiliki keyakinan bahwa mereka telah dipersiapkan dengan sangat baik untuk menghadapi semua tantangan yang mungkin ada di depan mereka.
Hegi dan Noy duduk bersebelahan di antara rekan sejawat mereka, perasaan gugup sama kuatnya. Kedua kadet ini telah berbagi perjalanan panjang selama enam bulan pelatihan, dan saat ujian komprehensif ini tiba, mereka memiliki harapan yang sama - untuk menjadi bagian dari tim yang sama, prajurit yang andal, dan berkontribusi dengan baik dalam tugas militer.
Mereka merasa sejalan dengan rekan-rekan mereka yang juga duduk di dalam aula militer ini. Semangat untuk melangkah menuju tantangan yang penuh bahaya adalah hal yang mengikat mereka bersama. Meskipun perasaan gugup hadir, mereka juga merasa bangga dan bersyukur telah mencapai tahap ini bersama-sama.
Sementara mereka duduk berdampingan, mereka memberikan dukungan satu sama lain dengan tatapan yang penuh oleh harapan dan semangat. Mereka tahu bahwa dalam menghadapi ujian ini, dukungan teman adalah salah satu kunci untuk berhasil.
Bersama, mereka bertekad untuk memberikan yang terbaik dan membuktikan diri sebagai calon prajurit yang layak.
Dengan hati yang bersemangat dan tekad yang kuat, Hegi dan Noy bersiap untuk menghadapi ujian komprehensif ini sebagai bagian dari tim yang sama. Ini adalah saat yang dinanti-nantikan dalam perjalanan mereka, dan mereka siap untuk mengambil langkah terakhir menuju kesiapan militer yang optimal.
Kapten Rachel menjelaskan tentang pembentukan tim dengan rinci dan jelas. Dia menekankan untuk menjaga pentingnya kerja sama dan koordinasi antara para kadet selama ujian ini. Pembentukan tim adalah aspek yang sangat penting dalam tugas militer di mana prajurit harus bisa bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama.
Kapten Rachel mengingatkan para kadet bahwa kekuatan tim mereka akan menjadi kunci yang menjadi kesuksesan dalam menghadapi bahaya di tempat ujian mereka.
Dia menggarisbawahi bahwa masing-masing kadet akan memiliki peran serta tanggung jawab sendiri, dan kerjasama yang baik adalah kunci untuk menyelesaikan ujian dengan sukses.
"Tim yang solid dan kerja sama yang baik akan menjadi kunci keberhasilan dalam ujian ini," tambahnya dengan serius.
"Ingatlah pelajaran yang telah kalian terima, percayalah pada diri kalian, dan tetap waspada. Kalian telah siap, dan kami memiliki keyakinan penuh bahwa kalian akan melewati ujian ini dengan gemilang."
__ADS_1
Mata Hegi dan Noy saling berpandangan dengan harapan yang dalam. Mereka telah membangun kekompakan dan kepercayaan satu sama lain selama pelatihan, dan menjadi satu tim dalam ujian ini adalah salah satu impian mereka.
Kedua kadet ini tahu bahwa kerja sama mereka akan sangat penting dalam menghadapi berbagai situasi berbahaya dan menantang yang mungkin mereka temui selama ujian.
Pandangan mereka mencerminkan tekad dan semangat untuk saling mendukung dan saling melindungi satu sama lain selama ujian. Mereka telah melewati banyak ujian dan latihan bersama selama enam bulan ini, dan saat ini adalah saat di mana mereka dapat mengaplikasikan semua yang telah mereka pelajari sebagai sebuah tim.
Ketika saatnya tiba untuk pembentukan tim, Kapten Rachel mengaktifkan proyektor yang menampilkan daftar tim. Setiap tim terdiri dari tiga orang kadet.
Kapten Rachel menjelaskan bahwa pembagian tim ini telah dipertimbangkan secara hati-hati untuk memastikan bahwa setiap tim memiliki kombinasi keterampilan dan keahlian yang beragam, sehingga mereka dapat melengkapi satu sama lain dan menghadapi berbagai situasi dengan lebih efektif.
Para kadet mulai melihat nama rekan mereka di daftar tim dan merasakan rasa penasaran tentang siapa yang akan menjadi rekan setim mereka.
Pembentukan tim ini adalah langkah penting di dalam persiapan untuk ujian yang akan datang, dan mereka siap untuk berkolaborasi dan bekerja sama dengan rekan-rekan setim mereka untuk mencapai kesuksesan bersama.
Mata Hegi tak henti-hentinya mencari namanya di antara nama-nama kadet yang lain, dan akhirnya, ia menemukan namanya sendiri. Betapa sangat beruntungnya dia karena dia satu tim dengan Noy.
Momen ini membawa rasa lega dan bahagia bagi Hegi, karena mereka telah membangun hubungan yang kuat selama pelatihan dan sekarang mereka dapat menghadapi ujian ini bersama-sama.
Pemilihan untuk menjadi satu tim dengan Noy adalah sebuah keberuntungan bagi Hegi. Mereka tahu satu sama lain dengan baik, saling mengenal dan memahami kekuatan dan kelemahan mereka masing-masing, dan memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi satu sama lain.
Bersama-sama, mereka yakin bahwa mereka bisa bekerja secara sinergis dan mengatasi berbagai tantangan yang mungkin muncul selama ujian komprehensif ini.
Noy yang duduk disampingnya juga merasakan hal yang sama. Mereka berdua merasa sangat beruntung karena dapat menjadi satu tim dalam ujian ini. Sudah menjadi suatu kenyataan bahwa kekuatan mereka sebagai tim adalah aset yang tak ternilai dalam menghadapi ujian komprehensif yang akan datang.
Sekarang, dalam momen yang penting ini, mereka dapat mengandalkan satu sama lain lebih dari sebelumnya. Kebersamaan mereka dalam tim juga menghadirkan rasa tanggung jawab.
Mereka tahu bahwa mereka harus bekerja keras bersama untuk mencapai kesuksesan, dan mereka bersumpah untuk saling mendukung satu sama lain dalam setiap tahapan ujian.
Dengan perasaan saling percaya dan tekad yang kuat, Hegi dan Noy bersiap untuk menghadapi ujian ini bersama-sama. Mereka telah memiliki keyakinan bahwa sebagai tim, mereka akan mampu mengatasi segala rintangan yang ada dan meraih hasil yang gemilang.
Mereka berdua memberikan sebuah tos tangan, menunjukkan tekad dan kesetiaan satu sama lain. Setelah tos tangan, mereka membentuk sebuah kepalan tangan yang mereka arahkan ke bawah sebagai tanda persatuan dan tekad mereka sebagai satu tim.
Genggaman mereka erat, mencerminkan tentang komitmen mereka untuk bekerja bersama, saling mendukung, dan menghadapi ujian ini dengan satu hati dan satu tujuan.
Tak ingin berlama-lama dalam kesenangan mereka, Hegi kembali melihat daftar nama, ingin tahu siapa orang ketiga yang akan menjadi rekan setim mereka dalam ujian komprehensif.
Rasa penasaran melanda, karena mereka tahu bahwa dinamika tim akan sangat mempengaruhi cara mereka mengatasi berbagai situasi selama ujian ini.
Hegi dan Noy siap untuk menerima anggota tim ketiga mereka dengan terbuka, dan mereka yakin bahwa dengan kerja sama yang baik, mereka dapat menjalani ujian ini dengan sukses.
Mereka percaya bahwa apapun hasilnya, akhirnya pengalaman ini akan menjadi bagian penting di dalam perjalanan mereka menuju kesiapan militer yang optimal.
"Canbe," sebuah nama yang terpampang bersama mereka berdua, nama itu tampak asing untuk mereka. Kedatangan anggota ketiga ini membawa sedikit rasa penasaran, karena mereka belum memiliki pengalaman atau kenalan sebelumnya dengan Canbe.
__ADS_1
Namun, mereka siap untuk mengenal dan bekerja sama dengan anggota tim baru ini untuk melalui ujian komprehensif.
"Canbe, kau kenal yang itu, Noy?" tanya Hegi dengan rasa ingin tahu yang tulus.
Noy hanya menggeleng, wajahnya mencerminkan ketidakfahaman. Mereka berdua merasa sangat penasaran tentang siapa Canbe, anggota tim ketiga mereka, dan bagaimana dinamika kerja sama mereka akan berjalan selama ujian komprehensif ini.
Tak perduli dengan pertanyaan tentang anggota tim ketiga mereka, Hegi dan Noy kembali melihat daftar nama yang ditampilkan di proyektor. Daftar tersebut berisi sebanyak 50 tim, dan setiap tim terdiri dari tiga anggota. Mereka menyadari bahwa ada banyak rekan kadet lainnya yang juga akan menghadapi ujian komprehensif ini.
Momen ini memunculkan rasa hormat dan apresiasi terhadap keragaman dalam tim-tim yang telah terbentuk. Setiap tim mungkin memiliki dinamika uniknya sendiri, dan semuanya memiliki satu tujuan yang sama: untuk berhasil dalam ujian ini dan menjadi prajurit yang tangguh.
Dengan daftar nama yang panjang ini, Hegi dan Noy merasa bahwa mereka tidak sendiri dalam perjalanan ini. Mereka adalah bagian dari komunitas yang lebih besar, dan mereka siap untuk bersaing dengan semangat yang fair dan sportif, serta menjaga rasa persaudaraan yang kuat di antara kadet-kadet lainnya.
Setelah dirasa cukup untuk memperlihatkan daftar tim, Kapten Rachel mematikan proyektor dengan tegas. Dia tahu bahwa para kadet telah memiliki waktu yang cukup untuk melihat daftar tim dan mengenal anggota tim mereka.
Sekarang saatnya untuk fokus pada persiapan dan pelaksanaan ujian komprehensif yang akan datang. Proyektor yang dimatikan menandakan awal dari bagian berikutnya dalam persiapan mereka. Para kadet tahu bahwa mereka harus memusatkan perhatian dan energi mereka pada ujian, dan Kapten Rachel akan memandu mereka selama proses tersebut.
Kapten Rachel kemudian bersiap untuk memberi sebuah instruksi selanjutnya kepada para kadet. Matanya tajam dan suaranya terdengar keras dan tegas saat dia berkata,
"Kadet, saat ini saatnya untuk mempersiapkan diri dengan serius untuk ujian komprehensif yang akan datang. Kami telah memberikan latihan dan pelatihan yang intensif selama enam bulan, dan kini saatnya untuk menguji kemampuan dan pengetahuan kalian dalam situasi nyata."
Kapten Rachel kemudian memberikan beberapa petunjuk tentang ujian ini dengan nada tegas, "Secara sederhana, tujuan kalian dalam ujian ini adalah kembali dengan selamat ke Benteng Selatan. Kami akan menerbangkan kalian ke sebuah lokasi yang acak untuk memulai ujian."
Petunjuk ini memberikan gambaran awal kepada para kadet tentang tujuan utama ujian mereka, yaitu untuk kembali ke Benteng Selatan dengan selamat. Namun, lokasi awal dan berbagai tantangan yang mungkin mereka hadapi selama ujian tetap menjadi misteri, menambah tingkat ketidakpastian dan tantangan dalam ujian ini.
Para kadet tahu bahwa mereka harus bisa mengandalkan pengetahuan, keterampilan, dan kerja sama tim mereka untuk berhasil dalam misi ini.
Kapten Rachel melanjutkan dengan tegas, "Tim yang berhasil mencapai Benteng Selatan dengan selamat adalah tim yang berhasil dalam ujian ini. Sebaliknya, tim yang tidak berhasil atau mereka yang menyerah di tengah-tengah ujian akan dianggap gagal."
Instruksi ini memberikan pemahaman yang jelas tentang parameter kesuksesan dalam ujian komprehensif ini. Keselamatan dan ketahanan selama ujian menjadi prioritas utama, dan para kadet tahu bahwa mereka harus berjuang sekuat tenaga untuk mencapai tujuan utama ini.
Tidak ada tempat untuk kegagalan dalam misi ini, dan mereka harus berjuang hingga akhir untuk membuktikan bahwa mereka layak menjadi prajurit yang tangguh.
"Untuk tim yang memutuskan untuk menyerah, kalian dapat menembakkan sinyal warna ke udara, dan selanjutnya helikopter yang membawa kalian akan segera menuju ke tempat kalian dan akan menjemput kalian. Tetapi, perlu diingat bahwa tindakan ini akan dianggap sebagai kegagalan dalam ujian ini," Kapten Rachel menjelaskan dengan tegas.
Instruksi ini memberikan opsi bagi tim untuk menyerah dan mendapatkan evakuasi jika mereka merasa situasinya terlalu berbahaya atau mereka tidak mampu melanjutkan ujian.
Namun, Kapten Rachel juga menegaskan bahwa tindakan tersebut akan berarti kegagalan dalam ujian ini. Ini adalah pengingat bahwa ujian komprehensif ini memiliki tingkat kesulitan tinggi dan hanya mereka yang berhasil kembali dengan selamat ke Benteng Selatan yang akan dianggap berhasil.
Kapten Rachel mengakhiri instruksinya dengan tegas, "Saya akan memanggil nama kalian satu persatu, dan bagi yang dipanggil, kalian segera menuju ke sini untuk mengambil perlengkapan yang diperlukan. Setelah mendapatkan perlengkapan, kalian dan tim harus menuju ke helikopter mana saja yang tersedia, dan helikopter tersebut akan membawa kalian menuju lokasi ujian. Semoga kalian berhasil dalam ujian kalian, kami sangat mengandalkan kalian."
Dengan penjelasan ini, Kapten Rachel memberikan instruksi yang rinci tentang proses selanjutnya dalam persiapan menuju ujian komprehensif.
Setiap langkah harus diikuti dengan cermat, dan para kadet tahu bahwa saat ini adalah saat yang kritis dalamperjalanan mereka sebagai calon prajurit. Dengan doa dan harapan dari para instruktur, mereka siap untuk menghadapi ujian ini dengan tekad yang kuat.
__ADS_1