
2240
Tembok Pusat Benteng Selatan
Jumlah Populasi 4.044.670
Suara alarm pagi membangunkan Hegi dari tempat tidurnya, dan seperti biasa, Hegi segera beranjak dari tempat tidurnya. Dia tahu bahwa rutinitas harian dimulai dengan membangunkan Noy, sahabat karibnya sejak mereka pertama kali masuk asrama.
Hegi langsung menghampiri tempat tidur Noy dan menguncang tubuh Noy dengan keras. "Noy, bangunlah. Hari ini adalah penyambutan prajurit baru atau penyambutan kita," ucap Hegi dengan suara lembut, mencoba membangunkan Noy dari tidurnya.
Meskipun Hegi sadar bahwa Noy masih sangat mengantuk, dia berusaha memberikan semangat agar Noy tidak melewatkan acara penting ini. Dia tahu betul bahwa momen penyambutan seperti ini selalu menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi mereka berdua, dan dia ingin memastikan bahwa Noy tidak melewatkan acara tersebut.
Dengan setengah sadar, Noy akhirnya merespons panggilan Hegi dan menggeliat pelan. "Oh ya, penyambutan prajurit baru! Aku hampir lupa," gumam Noy sambil menggosok-gosok matanya yang masih mengantuk.
Hegi tersenyum puas karena melihat Noy akhirnya bangun. "Segera mandi dan langsung pergi ke aula militer," perintah Hegi dengan tegas namun ramah. Dia tahu betul bahwa mereka berdua harus siap tepat waktu untuk penyambutan prajurit baru dengan penuh semangat dan antusiasme.
"Siap Kapten," ucap Noy sambil tangan kecilnya berusaha menirukan hormat. Walau mengantuk, Noy dengan sigap merespons perintah Hegi. Hegi menyaksikan sikap hormat itu dengan penuh bangga dan mengagumi semangat Noy dalam mengikuti perintah.
Hegi tertawa pelan melihat tingkah lucu Noy yang berusaha menirukan hormat dengan serius.
"Hebat, Noy! Kamu selalu bisa memberikan yang terbaik," puji Hegi sambil mengusap lembut kepala Noy. Hegi tahu betapa Noy selalu berusaha menjadi yang terbaik dalam segala hal, dan dia sangat menghargai dedikasi dan semangat sahabatnya itu.
Setelah percakapan kecil itu, mereka berdua memasuki kamar mandi masing-masing untuk mandi dan menyegarkan diri. Air mengalir di tubuh mereka, menyiram kelelahan setelah tidur nyenyak semalam.
Mandi pagi adalah rutinitas yang menyegarkan dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi hari yang penuh aktivitas dan peristiwa penting.
Setelah selesai mandi, mereka berdua keluar dari kamar mandi dengan ceria. Hegi dan Noy merasa segar dan bersemangat setelah membersihkan diri, siap menghadapi acara penyambutan di aula dengan penuh antusiasme.
Pakaian mereka membuat mereka merasa lebih energik dan tampil rapi, menambahkan keyakinan pada langkah mereka. Mereka berjalan menuju aula, disana sudah ramai oleh prajurit baru seperti mereka.
Hegi dan Noy mencari posisi duduk di antara teman-teman mereka yang sudah lebih dulu tiba. Acara penyambutan ini tampaknya sangat dinantikan oleh semua prajurit baru, karena suasana di aula penuh dengan semangat dan keceriaan.
Suasana aula yang ramai menjadi hening ketika datang seorang petinggi militer yang mengenakan seragam resmi. Dengan langkah yang tegap dan percaya diri, perwira militer tersebut menunjukkan keberanian dan kedisiplinan yang melekat pada dirinya.
Aura kehadirannya membuat seluruh ruangan merasa tegang namun penuh penghormatan. Para prajurit baru dan yang sudah ada, termasuk Hegi dan Noy, memberi hormat dengan penuh penghormatan saat melihat perwira militer tersebut.
__ADS_1
Sosok perwira militer itu berdiri di depan aula dengan sikap yang kokoh dan penuh kepercayaan diri. Sorot matanya yang tajam melihat sekeliling, menyiratkan bahwa dia telah banyak pengalaman dan siap memberikan panduan yang berarti bagi para prajurit baru.
"Selamat datang kepada prajurit baru Benteng Selatan," ucap perwira militer dengan suara yang berkumandang, memenuhi seluruh aula dengan kehadirannya. "Hari ini adalah hari penting karena kita menyambut anggota baru yang akan menjadi bagian dari keluarga kita di Benteng Selatan ini."
"Mungkin banyak dari kalian yang belum tahu siapa saya, nama saya Rachel," sapa Kapten Rachel dengan ramah. "Kalian dapat memanggil saya Kapten Rachel. Saya memiliki kehormatan untuk menjadi pemimpin tertinggi di Benteng Selatan ini."
Suara Kapten Rachel terdengar jelas dan mengisi ruangan dengan kepribadian yang tegas namun hangat. Pandangannya menerawang ke seluruh wajah para prajurit, termasuk Hegi dan Noy, memberikan perasaan bahwa dia benar-benar menghargai dan peduli pada setiap anggota asrama.
"Saya ingin mengucapkan selamat datang kepada prajurit baru yang telah bergabung dengan keluarga kita," lanjut Kapten Rachel dengan semangat. "Kalian telah memilih jalur yang mulia sebagai prajurit, dan saya berharap Benteng Selatan akan menjadi tempat di mana kalian dapat tumbuh dan berkembang bersama kami."
Hegi dan Noy merasa terkesan dengan sikap penuh kasih sayang yang ditunjukkan oleh Kapten Rachel. Mereka menyadari bahwa kehadiran seorang pemimpin yang peduli seperti Kapten Rachel akan memberikan inspirasi dan dorongan bagi anggota yang ia pimpin untuk memberikan yang terbaik.
"Disini, kalian akan ditempa untuk menjadi prajurit yang tangguh, sebagai tombak terakhir umat manusia dalam perang melawan morsus," ucapnya.
"Kalian adalah orang-orang pilihan yang memilih untuk mempertaruhkan nyawa kalian untuk keberlanjutan umat manusia. Meskipun kita sedang terpuruk, tapi saya yakin kalau kita yang akan memenangkan perang ini," sambung Kapten Rachel.
Terdengar suara tepuk tangan di aula militer, menggambarkan rasa hormat dan antusiasme dari seluruh prajurit yang hadir. Kata-kata Kapten Rachel membakar semangat juang mereka dan memberikan keyakinan bahwa tugas mereka sebagai prajurit memiliki makna yang luar biasa.
Mendengar kata-kata Kapten Rachel tentang menjadi "tombak terakhir umat manusia" dalam perang melawan morsus, Hegi dan Noy merasa tanggung jawab mereka sebagai prajurit semakin besar. Mereka merasa terhormat dan bangga karena telah dipercaya untuk menjadi bagian dari tim yang akan melindungi dan mempertahankan umat manusia dari ancaman morsus.
Hegi dan Noy merasa hati mereka berkobar-kobar mendengar kata-kata inspiratif Kapten Rachel. Mereka merasa energi dan semangat baru yang membara, siap untuk menghadapi segala peristiwa yang akan datang.
"Jangan ragu untuk saling mendukung dan membantu satu sama lain. Setiap tindakan kecil kita dapat memberikan dampak besar bagi kesuksesan tim. Kita akan melampaui batas-batas diri kita, dan bersama-sama kita akan meraih kemenangan!" lanjut Kapten Rachel dengan penuh semangat.
Tidak hanya Hegi dan Noy, tapi semua prajurit di aula merasa terinspirasi oleh semangat dan dedikasi Kapten Rachel. Mereka merasa terdorong untuk memberikan yang terbaik dan berusaha untuk saling mendukung sebagai satu tim yang solid.
Kapten Rachel menegaskan lagi bahwa setiap individu di asrama ini memiliki peran yang penting dan berarti. Tidak ada yang diremehkan, dan semua akan bersatu untuk mencapai tujuan bersama.
"Kalian semua memiliki potensi untuk menjadi prajurit yang tangguh dan penuh martabat. Bersama-sama, kita akan menjaga keberlangsungan umat manusia, dan bersama-sama, kita akan melawan morsus dan menghadapi masa depan dengan penuh keyakinan!" tutup Kapten Rachel dengan sorot mata penuh harapan.
Pesan semangat dan keberanian dari Kapten Rachel telah meresap dalam setiap jiwa prajurit di aula. Mereka merasa terhubung sebagai satu kesatuan yang kuat dan siap untuk menghadapi segala rintangan.
Hegi dan Noy saling bertatap mata. Mereka merasa memiliki misi mulia untuk melindungi umat manusia dan menjaga keberlanjutan peradaban. Dengan semangat yang tinggi, mereka bersumpah untuk selalu memberikan yang terbaik dan saling mendukung, mengikuti jejak Kapten Rachel dalam menjadi pemimpin yang bijaksana dan penuh kasih sayang.
Dalam momen bersejarah tersebut, dua orang prajurit baru maju ke depan aula, laki-laki dan perempuan yang dipilih oleh militer sebagai perwakilan seluruh prajurit baru, memancarkan aura keteguhan dan semangat yang menginspirasi. Walaupun Hegi dan Noy tidak kenal sebelumnya dengan mereka, namun mereka merasa seketika terhubung oleh semangat juang yang sama.
__ADS_1
Kedua prajurit baru itu berjalan dengan langkah tegap dan mantap menuju Kapten Rachel, Hegi dan Noy dapat merasakan semangat juang yang membara dari kedua rekan mereka tersebut. Wajah mereka berseri-seri, penuh dengan tekad untuk menjalani peran baru sebagai anggota Benteng Selatan.
Dengan senyum hangat, Kapten Rachel memperkenalkan kedua prajurit baru yang berdiri di sampingnya. "Para prajurit semua, izinkan saya memperkenalkan kedua orang pemberani ini. Mereka adalah laki-laki dan perempuan yang telah dipilih oleh militer untuk mewakili seluruh prajurit baru yang telah bergabung dengan Benteng Selatan," ucapnya dengan bangga.
"Sebagai simbol perlawanan dan keberanian kalian, saya berikan gagang pedang dan pistol ini. Ingatlah, senjata bukanlah satu-satunya alat dalam perjuangan kita. Sebagai prajurit Benteng Selatan, tanggung jawab kalian juga meliputi melindungi dan membela setiap orang di sekitar kalian, menjaga kebersamaan, dan menumbuhkan semangat persatuan di antara kita semua," lanjut Kapten Rachel dengan tegas.
Dengan mata berbinar, kedua prajurit baru itu menerima simbol tersebut dengan rasa hormat. Mereka menyadari bahwa tanggung jawab yang mereka emban sangat besar, dan mereka siap untuk memberikan yang terbaik dalam setiap tugas dan tantangan yang akan dihadapi.
Kapten Rachel melanjutkan, "Seperti pedang dan pistol ini, kalian adalah pilar pertahanan terakhir bagi umat manusia. Ingatlah bahwa kalian tidaklah sendirian dalam perjuangan ini. Kalian memiliki seluruh tim Benteng Selatan yang selalu siap untuk saling mendukung dan melindungi satu sama lain."
Hegi dan Noy merasa terinspirasi oleh kata-kata Kapten Rachel. Mereka menyaksikan bagaimana kedua prajurit baru tersebut menjadi bagian penting dari keluarga Benteng Selatan, dan merasa tergerak untuk berintegrasi dan berkontribusi sebaik mungkin.
Dengan gagang pedang dan pistol yang mereka pegang erat, kedua prajurit baru itu berdiri tegak, siap menghadapi setiap tantangan yang akan datang. Hegi dan Noy, bersama dengan seluruh hadirin di aula, memberikan tepuk tangan hangat sebagai bentuk penghormatan atas kedua prajurit baru yang telah mewaliki mereka.
Setelah menerima simbol tersebut, kedua prajurit yang mewakili para prajurit baru tersebut turun dari panggung dengan sikap rendah hati namun penuh semangat. Hegi dan Noy melihat bagaimana kedua rekannya itu dengan rendah hati berterima kasih kepada Kapten Rachel atas kepercayaan yang diberikan padanya.
Mereka merasa kagum dengan semangat juang dan tekad yang tercermin dalam setiap gerakan dan tatap muka kedua prajurit baru tersebut. Kedua prajurit baru itu mengambil tempat di tengah-tengah seluruh prajurit baru yang sudah lebih lama bergabung.
Dalam suasana khidmat, Kapten Rachel kembali berbicara, "Para prajurit baru yang terhormat, di tangan kalian terletak tanggung jawab besar sebagai pembawa harapan umat manusia dalam menghadapi ancaman morsus. Kalian telah menunjukkan semangat dan ketegasan dalam menerima simbol ini, dan saya yakin kalian akan menjadi aset berharga dalam barisan Benteng Selatan."
"Puluhan tahun lalu, monster morsus telah mengambil tanah air kita, membunuh sebagian dari kita dan menghancurkan apa yang kita miliki, sampai akhirnya kita harus hidup dalam kurungan tembok baja ini," ucap Kapten Rachel dengan nada penuh emosi. Wajah-wajah prajurit di aula tampak serius dan penuh tekad saat mendengarkan kata-kata sang kapten.
"Sudah banyak pengorbanan dan penderitaan yang kita alami dalam perjuangan ini. Tetapi kita tidak boleh menyerah, tidak boleh mundur, karena jika kita melakukannya, mereka akan mengambil lebih banyak dari kita," sambungnya, dengan sorot mata tajam yang menyiratkan tekad baja.
Hegi dan Noy merasa hati mereka bergetar mendengar cerita kelam dari masa lalu. Mereka menyadari betapa besar tugas dan tanggung jawab yang harus mereka emban sebagai prajurit Benteng Selatan. Semangat juang dan semangat untuk melindungi tanah air dan umat manusia semakin menggelora di hati mereka.
"Sekarang, kita punya kesempatan untuk membalas dendam, untuk menghadapi morsus dan mengambil kembali apa yang kita miliki," kata Kapten Rachel, suaranya semakin penuh semangat. "Kita adalah harapan terakhir umat manusia, dan kita akan memastikan masa depan yang lebih baik untuk generasi mendatang."
"Dalam setiap langkah yang kita ambil, kita harus ingat bahwa kita bukanlah hanya sekumpulan prajurit biasa. Kita adalah harapan, harapan bagi seluruh umat manusia
yang masih bertahan di dunia ini. Morsus mungkin telah merebut sebagian besar dari apa yang kita miliki, tetapi semangat kita tidak pernah bisa mereka rampas!" Kapten Rachel berbicara dengan penuh semangat, suaranya bergema di seluruh aula, mengisi hati setiap prajurit dengan inspirasi dan keteguhan.
Hegi dan Noy merasa terpanggil oleh panggilan perjuangan tersebut, merasa bahwa mereka memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi dan mempertahankan apa yang tersisa dari tanah air mereka.
"Jika kita bersatu sebagai satu tim, tak ada hal yang tidak mungkin bagi kita. Kita adalah prajurit yang berdiri bersama, satu sama lain adalah bantuan, dan satu sama lain adalah saudara. Bersama-sama, kita akan melawan kegelapan dan membawa terang kemenangan bagi seluruh umat manusia!" seru Kapten Rachel dengan semangat.
__ADS_1
Tepuk tangan bergema di seluruh aula, menyambut pidato inspiratif dari Kapten Rachel. Hegi dan Noy merasa bangga bisa menjadi bagian dari tim ini, tim yang berdiri teguh menghadapi tantangan masa depan dengan semangat juang yang tak tergoyahkan.