
2240
Tembok Pusat Benteng Selatan
Jumlah Populasi 4.044.670
Setelah berpidato dengan berapi-api, Kapten Rachel merasa penting untuk memberikan informasi yang akan berhubungan dengan tugas prajurit. Dia mengetahui bahwa para prajurit baru perlu memahami tugas dan tanggung jawab mereka dengan jelas untuk dapat bertugas sebagai bagian internal dari Benteng Selatan.
"Tentunya saya di sini tidak sendiri, dalam menjalankan tugas saya dibantu oleh asisten saya yang bernama Lily," ucap Kapten Rachel dengan suara tegas. "Lily, tolong kesini."
Lily segera datang menemui sang kapten dengan sikap yang sigap dan penuh tanggung jawab. Sebagai asisten Kapten Rachel, dia berdedikasi untuk mendukung kepemimpinan Kapten Rachel dengan baik.
"Kalian pasti pernah mendengar pengumuman bahaya dan alarm bahaya, dan ini dia orang yang melakukannya," ucap Kapten Rachel sambil menunjuk Lily dengan bangga.
Hegi dan Noy mengangguk mengakui peran penting Lily dalam menjalankan tugas tersebut. Mereka sering mendengar suara Lily melalui sistem pengumuman di asrama, memberi peringatan dan petunjuk saat ada bahaya atau keadaan darurat.
"Lily adalah orang yang handal dalam menyebarkan informasi kritis dan memberikan peringatan dini kepada seluruh warga Benteng Selatan," jelas Kapten Rachel dengan penuh apresiasi.
"Dengan ketajamannya dalam mendeteksi ancaman dan kecepatannya dalam mengambil tindakan, dia telah membantu menjaga keselamatan kita semua."
Kapten Rachel dengan rendah hati mempersilahkan Lily untuk memberikan sambutan dan informasi penting tentang tugas yang dilakukannya. Dia mengetahui bahwa peran Lily sangat penting dalam menjaga keamanan dan kesiapan Benteng Selatan, dan ingin memberikan penghargaan kepada asisten setianya tersebut.
Dengan senyum lembut dan manis, Lily berdiri di samping Kapten Rachel. Lily mengambil kesempatan ini untuk berbicara di hadapan seluruh pasukan Benteng Selatan.
"Terima kasih, Kapten Rachel, atas kesempatan yang diberikan untuk berbicara. Saya sangat bangga dan bersyukur dapat mendukung kepemimpinan Anda dan bekerja bersama rekan-rekan yang luar biasa di sini."
"Dengan hormat, para prajurit Benteng Selatan," ucap Lily dengan suara yang tenang namun tegas. "Sebagai asisten Kapten Rachel, salah satu tanggung jawab utama saya adalah menyebarkan informasi penting melalui pengumuman bahaya dan alarm bahaya. Setiap kali ada ancaman morsus atau situasi darurat lainnya, saya akan memberikan peringatan dini dan petunjuk kepada seluruh warga penduduk."
Lily menjelaskan bahwa tugasnya tidak hanya melibatkan pengumuman di tembok pusat, tetapi juga berkoordinasi dengan pasukan untuk memastikan pesan yang disampaikan akurat dan tepat waktu. Dia berbicara tentang pentingnya komunikasi yang efektif dan menjaga keterbukaan dalam menghadapi situasi darurat.
"Sebagai penanggung jawab pengumuman bahaya, saya juga bertugas untuk berkoordinasi dengan seluruh pasukan. Saya berusaha untuk memastikan setiap pesan dan informasi yang disampaikan sesuai dengan kondisi terkini dan mencapai anggota pasukan dengan tepat waktu."
"Komunikasi yang akurat dan cepat sangat penting dalam situasi darurat. Setiap detik berharga, dan dengan informasi yang tepat, pasukan kita dapat mengambil tindakan yang tepat dan menghadapi situasi dengan efisien. Oleh karena itu, saya selalu berusaha menjaga keterbukaan dan mengedepankan ketepatan informasi dalam setiap pengumuman yang saya sampaikan."
Dia melanjutkan, "Di Benteng Selatan sendiri, saya memiliki tanggung jawab mengoperasikan sensor pertahanan sejauh delapan kilometer dari tembok terluar kita, memberikan informasi tentang letak, jumlah, dan jarak monster morsus. Serta mengaktifkan pertahanan yang dimiliki Benteng Selatan. Selain itu, saya juga bertugas memberikan informasi bahaya dan panduan keselamatan di situasi darurat dan memberikan peringatan dini kepada seluruh penduduk Benteng Selatan."
Lily menjelaskan secara rinci tugasnya dalam mengoperasikan sensor pertahanan yang menjadi "mata" bagi Benteng Selatan untuk mengawasi pergerakan monster morsus di sekitar perbatasan. Dengan data yang diperoleh dari sensor, seluruh prajurit dapat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang ancaman yang ada dan mengambil tindakan yang tepat.
"Saya juga bertanggung jawab mengaktifkan sistem pertahanan basilica, serta mengoperasikan tembok kedua dan ketiga," lanjut Lily dengan penuh keahlian. "Tembok kedua dan ketiga merupakan benteng pertahanan yang kuat di sekitar Benteng Selatan, yang dirancang untuk menghadapi serangan monster morsus."
__ADS_1
Lily menjelaskan bahwa sistem pertahanan basilica terdiri dari serangkaian perangkat canggih berteknologi tinggi, yang bekerja secara sinergis untuk membunuh morsus yang mencoba masuk ke dalam wilayah Benteng Selatan.
Tembok kedua dan ketiga, yang dikenal sebagai pertahanan terakhir, dirancang dengan struktur kokoh dan sistem pertahanan yang sangat kuat.
"Sebagai bagian dari tim pertahanan, tugas saya adalah memastikan sistem basilica berjalan dengan lancar dan mengoperasikan tembok kedua dan ketiga sesuai kebutuhan," jelas Lily dengan tekun. "Sistem ini memerlukan ketelitian tinggi dan responsibilitas yang besar, karena peran mereka sangat vital dalam melindungi seluruh penduduk dari serangan morsus."
Hegi dan Noy semakin terkagum-kagum dengan peran Lily dalam mengoperasikan sistem pertahanan yang kompleks dan kritis tersebut. Mereka menyadari betapa pentingnya peran Lily dalam menjaga keamanan dan kesiapan Benteng Selatan menghadapi ancaman dari morsus.
"Tidak hanya itu, dalam situasi darurat seperti serangan mendadak atau keadaan darurat lainnya, saya bertugas memberikan informasi bahaya dan panduan keselamatan kepada seluruh penduduk Benteng Selatan melalui sistem pengumuman," tambah Lily.
"Dengan komunikasi yang cepat dan akurat, kita dapat bekerja sama sebagai satu kesatuan untuk menghadapi setiap situasi yang tidak terduga."
Kapten Rachel dengan bangga menambahkan, "Lily adalah bagian tak terpisahkan dari tim kami. Tanpa dukungannya, tugas-tugas kritis ini akan sulit dilaksanakan dengan efisiensi dan tepat waktu."
Setelah mengucapkan sambutan dan presentasi tugasnya, Kapten Rachel mempersilahkan Lily kembali ke ruangannya di pusat kontrol Benteng Selatan. Saat akan Lily keluar, terdengar suara tepuk tangan meriah dari seluruh prajurit yang hadir.
Tepuk tangan tersebut adalah ungkapan apresiasi dan pengakuan atas kontribusi dan dedikasi dalam menjalankan tugasnya. Hegi dan Noy turut bergabung dengan tepuk tangan, merasa terinspirasi oleh semangat dan ketelitian yang ditunjukkan oleh Lily.
"Terima kasih, Lily, atas kerja keras dan dedikasimu," ucap Kapten Rachel dengan senyuman, mengapresiasi peran penting yang dimainkan oleh asistennya. "Kita beruntung memiliki seseorang sepertimu dalam tim kita."
Lily tersenyum dan memberikan hormat sebagai bentuk balasan terhadap apresiasi dari Kapten Rachel dan seluruh prajurit baru. Dia bangga dapat berkontribusi dalam misi penting Benteng Selatan dan siap untuk terus mendukung tim dengan sepenuh hati.
"Dukungan dan kepercayaan dari Kapten dan seluruh rekan-rekan sangat berarti bagi saya," ujar Lily dengan tulus. "Saya dengan senang hati akan terus melaksanakan tugas dengan sepenuh hati dan memberikan yang terbaik untuk menjaga keamanan dan kesiapan Benteng Selatan."
Setelah kepergian Lily, Kapten Rachel juga merasa perlu memberikan informasi tentang tim R&D (Penelitian dan Pengembangan) yang merupakan dalang dibalik senjata dan inovasi di Benteng Selatan. Dengan berdiri tegap di hadapan para prajurit, Kapten Rachel melanjutkan presentasinya.
"Selain dukungan dari Lily dalam operasi sehari-hari, kami juga memiliki tim R&D yang berperan sangat penting dalam mengembangkan senjata dan teknologi baru untuk Benteng Selatan," ucap Kapten Rachel dengan suara penuh kebanggaan. "Tim ini terdiri dari para ilmuwan, insinyur, dokter, dan para ahli di bidangnya masing-masing yang sangat berbakat dan kreatif."
"Dengan semangat inovasi dan kecintaan pada tantangan ilmiah, tim R&D telah menghasilkan berbagai kemajuan signifikan dalam pertahanan Benteng Selatan. Mereka telah menciptakan senjata canggih yang mampu menangani monster morsus dengan lebih efisien, serta peralatan teknologi tinggi untuk meningkatkan kesiapan pasukan dan keselamatan warga."
"Setiap hari, tim R&D bekerja keras dalam laboratorium mereka, melakukan penelitian dan pengujian untuk menciptakan solusi baru yang dapat memajukan pertahanan kita. Dari perangkat sensor morsus hingga sistem deteksi awal, hasil karya mereka telah membuktikan keahlian dan dedikasi yang luar biasa."
"Kerjasama tim pertahanan dengan tim R&D sangatlah penting, karena mereka memberikan masukan berharga untuk merancang strategi pertempuran yang efektif. Dengan informasi dari sensor pertahanan dan analisis dari tim R&D, kita memiliki gambaran lengkap tentang keadaan musuh dan bisa mengambil tindakan dengan tepat."
Kapten Rachel menegaskan bahwa keragaman keahlian dalam tim R&D menjadi kekuatan besar mereka. Para ilmuwan berperan dalam mengembangkan teknologi canggih yang menghadirkan pengetahuan ilmiah dan penelitian yang mendalam. Para insinyur merancang dan memproduksi senjata mutakhir dengan keahlian teknis yang luar biasa.
Para dokter tidak hanya membantu merancang alat kesehatan untuk para prajurit, tetapi juga memberikan wawasan medis yang berharga dalam memastikan keselamatan dan kesehatan seluruh anggota tim.
Sementara itu, para ahli di bidang lainnya berkontribusi dengan inovasi dan pengetahuan khusus mereka, memperkaya kolaborasi antaranggota tim.
__ADS_1
"Keragaman keahlian di dalam tim R&D kami menjadi pilar utama untuk mencapai kemajuan dalam pertahanan Benteng Selatan," ungkap Kapten Rachel dengan penuh rasa percaya diri. "Kami merangkul keahlian masing-masing individu dan menggabungkannya dalam harmoni untuk menciptakan solusi yang luar biasa dan memecahkan tantangan kompleks yang kita hadapi."
"Saling bekerja sama di dalam tim telah menginspirasi ide-ide baru dan kreatifitas yang tak terbatas. Kami berbagi pengetahuan dan belajar satu sama lain, sehingga setiap langkah yang kami ambil didorong oleh semangat kolaborasi dan keberagaman," tambahnya dengan bangga.
Kapten Rachel menjelaskan bahwa saat ini pimpinan R&D, Profesor Aster, tidak dapat menghadiri acara penyambutan prajurit baru karena sedang sibuk melakukan risetnya. Namun, Kapten Rachel menyampaikan bahwa tim R&D telah mengirimkan perwakilannya, yaitu Ahli Senjata bernama Olivia.
"Profesor Aster adalah sosok yang sangat berdedikasi dalam riset dan pengembangan senjata. Saat ini, dia sedang terlibat dalam riset penting yang dapat memberikan kontribusi besar bagi kemajuan teknologi kita," ucap Kapten Rachel.
"Meskipun dia tidak dapat bergabung dengan kita di acara ini, kita sangat beruntung memiliki Olivia yang juga merupakan salah satu ahli senjata terbaik dalam tim R&D, untuk mewakili mereka dalam acara ini."
"Saya ingin mengungkapkan apresiasi mendalam kami kepada Profesor Aster dan seluruh tim R&D yang telah bekerja tanpa henti dalam upaya untuk meningkatkan pertahanan Benteng Selatan," tambah Kapten Rachel.
"Komitmen mereka dalam mencari inovasi dan solusi terbaik tidak pernah berhenti, bahkan dalam tengah tantangan yang kompleks."
Kapten Rachel menegaskan bahwa keberadaan Olivia sebagai perwakilan tim R&D adalah bukti kekuatan dan solidaritas tim dalam menghadapi tantangan morsus. Karya riset yang dilakukan oleh Profesor Aster dan seluruh tim R&D menjadi landasan bagi pengembangan senjata dan teknologi yang unggul.
"Hasil riset yang dilakukan oleh Profesor Aster dan tim R&D adalah landasan bagi keunggulan senjata dan teknologi kita. Kontribusi mereka sangat berarti dalam upaya kita melawan morsus," tambah Kapten Rachel dengan penuh keyakinan.
Hegi dan Noy semakin mengagumi dedikasi tim R&D dan Profesor Aster dalam riset yang mereka lakukan. Mereka menyadari betapa pentingnya penelitian dan inovasi dalam meningkatkan keunggulan Benteng Selatan dalam melawan morsus.
"Riset mereka yang membuat kita tetap maju dan siap menghadapi setiap ancaman morsus," ucap Kapten Rachel dengan penuh semangat. "Kami sangat menghargai upaya mereka untuk melindungi kita semua."
Setelah Kapten Rachel menjelaskan tentang peran penting R&D, dia memanggil Olivia untuk berdiri di sebelahnya dan memberikan penghormatan pada Ahli Senjata tersebut.
"Dengan bangga, saya ingin memperkenalkan Ahli Senjata kita, Olivia. Dia telah berperan penting dalam mengembangkan senjata-senjata canggih yang akan menjadi andalan para prajurit dalam pertempuran melawan morsus," ucap Kapten Rachel dengan suara yang penuh semangat.
Para prajurit baru dan yang sudah ada, termasuk Hegi dan Noy, memberikan tepuk tangan meriah sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi Olivia dan tim R&D. Mereka menyadari bahwa senjata-senjata yang akan dipresentasikan adalah hasil dari dedikasi dan kerja keras tim R&D dalam menjaga Benteng Selatan.
Dengan ramah, Kapten Rachel mempersilahkan Olivia untuk memberi sambutan dan mempresentasikan senjata yang akan digunakan oleh para prajurit baru.
"Terima kasih, Kapten Rachel, dan seluruh prajurit Benteng Selatan," ucap Olivia dengan rasa hormat. "Saya merasa sangat terhormat dan bangga dapat berdiri di sini sebagai perwakilan tim R&D dalam acara penyambutan ini."
"Dalam peran saya sebagai Ahli Senjata, dedikasi dan semangat kerja tim R&D tidak akan berarti tanpa dukungan dan keberanian kalian, para prajurit," lanjut Olivia dengan tulus.
"Senjata-senjata canggih yang telah kami kembangkan adalah bukti dari semangat kolaborasi yang erat antara tim R&D dan tim pertahanan. Kalian adalah inspirasi bagi kami untuk terus maju menciptakan inovasi yang berguna dalam melindungi Benteng Selatan."
"Saya ingin menyatakan bahwa keberhasilan kami bukan hanya karena individu, tetapi karena kami bergerak bersama sebagai satu kesatuan," ujarnya dengan mantap.
"Semangat persatuan dan semangat juang kalian adalah energi yang mendorong kami untuk maju, mencari solusi terbaik, dan menghadapi tantangan bersama."
__ADS_1
"Kami berkomitmen untuk terus mendukung kalian, para prajurit, dalam upaya melindungi dan menjaga Benteng Selatan dari ancaman morsus," tambah Olivia.
"Kami percaya bahwa dengan sinergi yang kuat antara tim R&D dan tim pertahanan, kita akan menjadi kekuatan yang tak tergoyahkan."