
2240
Distrik Timur Benteng Selatan
Jumlah Populasi 4.044.671
Setelah perkenalan singkat, Celi langsung membagikan kertas soal kepada para calon prajurit. Dengan tegas, ia memberikan instruksi kepada peserta untuk membaca soal dengan seksama dan memberikan jawaban yang tepat sesuai dengan kemampuan mereka.
Celi menekankan pentingnya teliti dalam menjawab setiap pertanyaan.
"Saya ingin kalian memahami bahwa tes ini dirancang untuk menguji kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif kalian," ujar Celi dengan suara tegas namun ramah.
"Berikan jawaban dengan penuh kecermatan dan jangan ragu untuk menggunakan pengetahuan dan pemikiran yang telah kalian kembangkan selama ini."
Para asisten yang mendampingi Celi bersiap sambil memberikan pandangan penegasan kepada peserta. Mereka siap untuk mengawasi jalannya tes, memastikan ketertiban ruangan, serta memberikan bantuan jika ada pertanyaan atau keperluan lain dari peserta.
Celi menambahkan instruksi terakhir, "Ingatlah untuk menjaga waktu dengan baik. Gunakan setiap detik yang diberikan untuk menjawab setiap pertanyaan dengan sebaik mungkin. Jangan lupa untuk tetap tenang dan fokus dalam menjalani tes ini."
Celi dan para asisten memperhatikan dengan seksama setiap langkah dan jawaban yang diberikan oleh peserta. Dengan pena dan catatan di tangan, mereka mencatat, mengamati, dan menilai kinerja masing-masing peserta. Setiap aspek dijawab dengan perhatian yang detail, termasuk kecermatan dalam merumuskan jawaban dan ketepatan dalam penyelesaian soal.
Ketegangan dan konsentrasi di ruangan semakin terasa ketika waktu terus berjalan. Suasana hening di ruangan tes hanya dipecah oleh suara pena yang menggoreskan kata-kata pada kertas jawaban. Waktu terasa berlalu begitu cepat, seperti berlari tanpa ampun.
Hegi membaca soal yang diberikan oleh Celi dengan penuh konsentrasi. Soal-soal tersebut menguji kemampuan pemecahan masalah, pemikiran kritis, dan kemampuan analisis peserta dalam situasi-situasi yang relevan dengan kehidupan kemiliteran. Salah satu soal yang Hegi baca adalah sebagai berikut:
"Soal: Anda berada di medan latihan militer dan sedang melatih teknik pengukuran jarak dengan menggunakan alat pengukur laser. Anda harus mengukur jarak antara dua posisi tempat pasukan musuh diduga berada. Dalam situasi tersebut, Anda berdiri di titik A dan melihat titik B di kejauhan. Kemudian, Anda bergerak sejauh tiga ratus meter ke arah utara untuk mencapai titik C. Setelah itu, Anda melihat titik B membentuk sudut empat puluh lima derajat dari titik C. Berapakah jarak sebenarnya dari titik A ke titik B?"
Hegi memperhatikan dengan seksama, menganalisis urutan operasi yang terjadi pada setiap angka. Ia menggunakan logika dan pengetahuan matematikanya untuk mencari jawaban yang tepat. Setelah beberapa saat berpikir, Hegi tiba pada kesimpulan yang masuk akal dan memberikan jawaban yang diyakininya benar.
Di bawah pengawasan ketat Celi dan para asisten, sesi tes kognitif berlangsung dengan serius dan penuh dedikasi. Setiap peserta berusaha untuk menyelesaikan soal-soal dengan tepat dan dalam waktu yang ditentukan. Mereka menunjukkan ketajaman pikiran dan kemampuan kognitif yang mereka miliki, dengan harapan dapat memenuhi harapan dan standar yang ditetapkan.
Dibandingkan dengan tes sebelumnya yang berlangsung sepanjang hari, tes kognitif kali ini berlangsung sangat cepat, hanya sekitar dua jam. Meskipun durasinya lebih singkat, tetapi kedalaman dan kompleksitas soal-soal yang diberikan benar-benar membuat para peserta merasa tertantang dan kadang-kadang kebingungan.
Setiap peserta berusaha untuk mengerjakan lima belas soal dengan sebaik mungkin, mengaplikasikan pengetahuan, keterampilan berpikir, dan analisis yang diperlukan. Mereka terkadang harus memecahkan masalah yang rumit dan menguji kemampuan mereka dalam memahami pola, logika, dan deduksi.
Saat sesi tes berakhir, suasana di ruangan kembali menjadi tenang. Para peserta menyerahkan kertas jawaban mereka dengan perasaan lega dan harap-harap cemas. Setelah melewati tantangan kognitif yang menantang, mereka berharap bahwa usaha dan pengetahuan yang mereka perlihatkan akan membuahkan hasil yang memuaskan.
__ADS_1
Celi dan para asisten dengan teliti mulai mengumpulkan kertas-kertas jawaban dari setiap peserta. Mereka memeriksa dengan seksama, memastikan tidak ada kesalahan atau ketidakteraturan dalam pengumpulan. Setiap kertas diperiksa secara objektif dan teliti, dengan mempertimbangkan kriteria penilaian yang telah ditetapkan sebelumnya.
Setelah selesai memeriksa jawaban, Celi memberikan intruksi untuk tes bertahan hidup besok. Dengan suara yang tenang namun penuh otoritas, ia mengatakan, "Besok, kalian akan menghadapi tes bertahan hidup yang menantang. Tes ini akan dilakukan di aula militer yang terletak di Tembok pusat. Saya ingin mengingatkan kalian semua tentang pentingnya persiapan yang matang dalam menghadapi tes ini."
Celi melanjutkan, "Tes bertahan hidup akan menguji kemampuan kalian dalam menghadapi situasi ekstrem dan tekanan yang tinggi. Kalian harus siap secara fisik dan mental. Gunakanlah pengetahuan dan keterampilan yang telah kalian pelajari selama proses hidup kalian."
Celi menambahkan, "Saya berharap kalian semua dapat memberikan yang terbaik dalam tes bertahan hidup besok. Tetaplah fokus, percaya pada diri sendiri, dan jangan takut untuk menghadapi tantangan. Ingatlah bahwa ini adalah kesempatan untuk membuktikan bakat dan kemampuan kalian sebagai calon prajurit yang berbakat. Saya yakin kalian bisa melaluinya dengan sukses."
Dengan ucapan terakhirnya, Celi memberikan semangat kepada semua peserta, "Jadilah prajurit yang kuat dan berani. Saya yakin kalian akan melampaui batas diri dan meraih kesuksesan. Selamat berjuang!"
Setelah mendengarkan instruksi dan ucapan dari Celi, para calon prajurit merespons dengan antusias. Mereka menganggukkan kepala sebagai tanda pemahaman dan kesiapan mereka menghadapi tes bertahan hidup. Mata mereka penuh semangat, siap untuk menghadapi tantangan yang menanti di hadapan mereka.
Setelah selesai dengan tes kognitif, para peserta langsung menuju helikopter yang akan membawa mereka kembali ke Asrama di Tembok Pusat. Meskipun tubuh mereka masih terasa lelah setelah melewati sesi tes yang menantang, mereka merasa lega bahwa mereka akan segera tiba di tempat yang nyaman untuk istirahat dan pemulihan.
Dengan perasaan campuran antara kelelahan dan antusiasme, para peserta naik ke helikopter. Mereka menempati tempat duduk dengan rasa lega, menikmati momen untuk bersantai sejenak. Helikopter pun segera lepas landas, mengangkasa menuju Asrama di Tembok Pusat.
Perjalanan menuju Asrama berlangsung dengan relatif singkat. Peserta dapat melihat pemandangan sekitar yang indah dari ketinggian, sambil merenungkan perjalanan mereka selama tes kognitif dan berbagi cerita dengan sesama peserta. Meskipun masih ada rasa kelelahan, kegembiraan dan harapan atas kemajuan mereka dalam tes dan perjalanan ini memenuhi pikiran mereka.
Setelah beberapa waktu, helikopter akhirnya mendarat dengan lembut di landasan yang terletak di Tembok Pusat. Para peserta turun dengan hati yang berdebar-debar, merasa lega bahwa mereka telah tiba di tempat yang akrab dan nyaman. Mereka siap untuk beristirahat, memulihkan tenaga, dan bersiap untuk tahapan berikutnya dalam perjalanan mereka sebagai calon prajurit yang berbakat.
Dengan langkah mantap, Hegi bergabung dengan peserta lainnya di kantin, merasa senang dapat berinteraksi dan berbagi cerita tentang pengalaman mereka dalam tes sebelumnya. Mereka saling memberikan dukungan dan mempererat ikatan persaudaraan mereka sebagai calon prajurit.
Setelah menikmati makan siang yang menyegarkan dan berbagi pengalaman dengan sesama peserta, Hegi kembali ke asrama dengan langkah mantap. Di dalam hatinya, Hegi berterima kasih atas kesempatan ini dan merasa bangga atas usaha yang telah dilakukannya selama tes kognitif.
Meskipun masih ada kelelahan yang dirasakannya, Hegi memilih untuk memfokuskan pikiran dan mengisi hatinya dengan semangat yang membara.
Ketika ia kembali ke asrama, Hegi menghabiskan waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi tes bertahan hidup yang akan dilakukan besok. Ia merenung tentang tantangan yang mungkin akan dihadapinya, memikirkan strategi yang tepat, dan melatih keterampilan yang dibutuhkan.
...****************...
Suara Noy membangunkan Hegi dengan lembut, "Oi Hegi, bangunlah," mencoba memperhatikan fakta bahwa Hegi terlambat bangun pagi ini.
Hegi membuka matanya perlahan dan merasakan sedikit kantuk yang masih menyelimuti pikirannya. Tanpa mengucapkan sepatah katapun kepada Noy, ia bergerak perlahan ke kamar mandi dengan langkah yang masih agak terhuyung.
Hegi merasa sedikit tidak nyaman dengan perubahan rutinitas paginya. Biasanya, ia yang lebih awal bangun dan membangunkan Noy. Tetapi pagi ini, situasinya berbeda. Mungkin akibat kelelahan dari tes sebelumnya atau kurang tidur yang cukup semalam, Hegi mengalami keterlambatan dalam bangun pagi kali ini.
__ADS_1
Meskipun tidak mengucapkan sepatah katapun kepada Noy, Hegi berharap temannya mengerti dan tidak menganggapnya kasar. Saat ini, prioritas utamanya adalah menyegarkan diri di kamar mandi agar bisa memulai hari dengan segar dan siap menghadapi tes bertahan hidup yang menantang di hadapannya.
Setelah mandi, Hegi segera melangkah menuju aula untuk mengikuti tes terakhir, yaitu tes bertahan hidup. Saat ia memasuki aula, suasana tampak ramai dengan para peserta yang telah mengikuti tes sebelumnya. Hegi merasakan kegugupan yang menghampirinya, namun ia juga merasa siap menghadapi tantangan ini.
Tidak lama setelah itu, suasana ramai di aula seketika menjadi hening saat seorang penguji yang bernama Wili memasuki ruangan. Dengan langkah tegap, Wili memperkenalkan diri sebagai penguji tes bertahan hidup untuk kelompok ini.
Suara tegasnya memenuhi ruangan, mencerminkan pengalaman dan kepercayaan diri yang dimilikinya. "Perkenalkan nama saya Wili, sebagai penguji kalian saat ini," ucapnya dengan suara lantang, memastikan bahwa peserta mendengarnya dengan jelas. "Disini kalian akan menjalani tes bertahan hidup, walaupun namanya tes bertahan hidup, nyatanya tes ini tidak benar-benar membawa kalian ke suatu tempat."
Peserta mendengarkan dengan seksama ketika Wili menjelaskan mekanisme tes bertahan hidup. Ia menekankan, "Dalam tes ini, kalian akan menggunakan VR sebagai alat utama untuk simulasi bertahan hidup. Alat ini akan membawa kalian ke lingkungan yang berbeda-beda, namun tetap relevan dengan situasi yang mungkin akan kalian hadapi dalam misi sebenarnya."
"Dalam tes ini, kalian tidak akan bisa keluar dari simulasi sampai kalian berhasil menyelesaikan misi yang ada. Detail misi tersebut tidak akan dijelaskan secara spesifik kepada kalian. Kalian harus menggunakan keterampilan, logika, dan kemampuan beradaptasi kalian untuk menemukan dan menyelesaikan misi tersebut."
Wili melanjutkan penjelasannya dengan memberikan informasi penting, "Peserta yang berhasil menyelesaikan misi dengan sukses akan diberi tanda untuk keluar dari simulasi, sementara peserta yang mengalami kegagalan atau kematian akan mengulang misi dengan tantangan yang berbeda. Artinya, tidak ada jalan yang sama untuk setiap peserta."
Wili memberikan penjelasan singkat tentang mekanisme keluar dari simulasi setelah menyelesaikan misi atau menghadapi kegagalan. Ia dengan tegas menjelaskan bahwa kesempatan untuk keluar tergantung pada kemampuan dan keberhasilan masing-masing peserta dalam menghadapi tantangan yang ada.
"Mungkin ini adalah penjelasan yang dapat saya berikan. Sekarang, silakan maju dan ambil alat VR ini," ucap Wili dengan suara yang tegas, sambil mengarahkan pandangannya kepada para calon prajurit. Penekanan dalam instruksinya membuat peserta semakin fokus dan siap untuk menghadapi tes bertahan hidup yang menantang ini.
Hegi dan para peserta lainnya maju dan mengambil alat VR dengan penuh semangat. Mereka siap untuk memasuki simulasi yang akan menguji kemampuan mereka dalam bertahan hidup.
Hegi merasa tegang namun bersemangat, hatinya dipenuhi dengan semangat juang yang membara. Ia memegang erat alat VR di tangannya, merasakan getaran adrenalin yang mengalir dalam dirinya. Hegi dengan hati-hati memasang alat VR di kepala, memastikan posisinya pas dan nyaman. Ia membiarkan dirinya tenggelam dalam pengalaman simulasi, membiarkan dunia nyata seolah memudar perlahan.
Dengan alat VR terpasang dengan baik, Hegi merasakan pergeseran perlahan dari dunia nyata ke dunia simulasi. Suara-suara dan gambar-gambar nyata sekitar dirinya memudar, digantikan oleh suasana baru yang sama sekali berbeda.
Ia terhanyut dalam pengalaman yang mempesona, di mana imajinasi dan teknologi bergabung untuk menciptakan dunia yang seakan-akan nyata. Dalam simulasi ini, Hegi merasakan sensasi nyata dari lingkungan sekitarnya. Ia dapat merasakan getaran bangunan yang runtuh di bawah kakinya, debu dan asap yang melayang di udara, serta hawa yang tegang dan mencekam di sekelilingnya.
Setiap detail dan suara di sekitarnya terasa begitu hidup, memperkuat pengalaman simulasi yang mendalam. Dalam keadaan yang serba terbatas dan penuh tekanan, Hegi menjalankan tugasnya dengan penuh konsentrasi. Ia berusaha memeriksa setiap sudut dan tempat yang mungkin mengandung petunjuk penting untuk melanjutkan misi.
Ketelitian dan kejelian dalam mencari petunjuk menjadi kunci penting bagi Hegi dalam menghadapi situasi yang penuh dengan ketidakpastian. Dengan kecermatan dan kehati-hatian, Hegi menganalisis keadaan di sekelilingnya.
Ia memperhatikan setiap detail dengan seksama, memeriksa bangunan yang runtuh, puing-puing yang berserakan, dan objek-objek yang ada di sekitarnya. Setiap petunjuk yang dapat membantunya melanjutkan misi dalam simulasi ini sangat berharga baginya.
Hegi merasa terpukau oleh realisme simulasi ini, seakan-akania benar-benar berada di tengah-tengah reruntuhan kota yang hancur. Ia menarik napas dalam-dalam dan memusatkan pikirannya, siap untuk memanfaatkan pengetahuan dan kemampuannya dalam menguraikan teka-teki dan menemukan jalan keluar dari situasi yang sulit ini.
Ketika Hegi sedang fokus menganalisis keadaan sekitar dalam simulasi, tiba-tiba ia mendengar suara misterius yang menggetarkan hatinya. Suara tersebut terdengar samar dan bergema di antara reruntuhan bangunan, menciptakan suasana yang mencekam dan misterius di sekelilingnya.
__ADS_1