Guardian Of The Last Bastion

Guardian Of The Last Bastion
Chapter 54: Rutinitas Enam Bulan


__ADS_3

2240


Tembok Pusat Benteng Selatan


Jumlah Populasi 4.044.650


Hegi merasakan getaran lembut dari alarmnya, yang menandakan bahwa pagi telah tiba. Dengan perlahan, ia mengangkat tangannya untuk mematikan alarm dan duduk sejenak di ujung ranjangnya. Ia menghirup napas pertama pagi dengan perasaan segar. Kemudian, ia mengingat untuk membangunkan Noy, sahabatnya.


Dengan hati-hati, Hegi beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju ranjang Noy. Ia menepuk pelan pundak Noy dan berkata dengan lembut, "Waktunya untuk bangun, Noy."


Noy merespon dengan mengangkat kepalanya dari bantal. Hegi kemudian bergerak perlahan menuju kamar mandi, merasakan air segar yang mengalir di wajahnya saat ia mencuci mukanya. Air dingin itu membuatnya merasa lebih terjaga. Setelah membersihkan diri, ia kembali ke kamar untuk menyiapkan diri untuk hari baru.


Setiap hari dimulai dengan ritual ini, rutinitas yang membangunkan dirinya dari dunia mimpi. Hegi merasa semangat dan siap menghadapi apa pun yang hari itu akan bawakan. Ia tahu bahwa menjaga rutinitas pagi yang baik adalah kunci untuk memulai hari dengan baik.


Setelah membersihkan diri, Hegi membuka lemari pakaiannya dan memilih dengan cermat pakaian terbaiknya. Ia merasa bangga saat memakainya, tahu bahwa penampilan yang rapi akan memberikan rasa percaya diri sepanjang hari.


Setelah memeriksa perlengkapannya, ia lalu mengecek sekali lagi untuk memastikan bahwa semua yang ia butuhkan untuk hari itu sudah ada.


Dengan langkah mantap, Hegi menuju ke kantin untuk sarapan. Ia tahu bahwa penting untuk mendapatkan nutrisi yang cukup untuk memulai hari dengan energi yang baik.


Saat duduk di meja makan, ia merencanakan aktivitas dan tugas yang akan dilakukan hari itu, siap untuk menghadapi tantangan dan kesempatan yang mungkin muncul sepanjang hari.


...****************...


Hegi merasa berdebar ketika kelas strategi dan taktik dimulai bersama Instruktur Sely. Tidak seperti kelas sebelumnya yang lebih fokus pada teori dasar, kelas ini langsung menantang para kadet dengan soal matematika yang rumit.


Instruktur Sely memberikan satu lembar kertas berisi rangkaian soal yang memerlukan pemikiran logis dan kemampuan analisis yang tinggi.


Mata Hegi melesat dari satu soal ke soal lainnya, mencoba untuk memecahkan misteri di balik setiap pertanyaan yang diajukan. Ketika ia ragu, ia mencatat pertanyaan tersebut untuk ditinjau kembali nanti.


Instruktur Sely tidak hanya memberikan soal, tetapi juga memberikan panduan dan strategi untuk menyelesaikan mereka. Ia membantu para kadet memahami konsep yang mendasari setiap tugas, sehingga mereka bisa mengembangkan pemikiran taktis yang kuat.


Sely, seorang instruktur yang tegas, menekankan bahwa porsi dan tingkat kesulitan soal akan terus meningkat seiring berjalannya kelas. Ini adalah tantangan yang dia sengaja berikan kepada para kadet agar mereka dapat mengasah kemampuan mereka hingga batas maksimal.


Para kadet diberi waktu untuk mengerjakan soal tersebut, dan ruang kelas menjadi terasa begitu hening, hanya terdengar suara pena yang bergerak di atas kertas dan gelegar pikiran yang bekerja keras.


Mata-mata mereka terfokus pada lembaran soal di depan mereka, dan kerja keras mereka semua tercermin dalam kerutan di dahi mereka saat mereka mencoba menemukan solusi untuk setiap masalah.


Instruktur Sely berjalan di antara meja-meja, memberikan bimbingan dan dorongan kepada para kadet ketika diperlukan. Dia tahu betul bahwa proses belajar ini memerlukan ketekunan dan kesabaran, dan dia berusaha membantu setiap kadet mencapai potensi terbaik mereka.


Kelas ini bukan hanya tentang memecahkan soal matematika, tetapi juga tentang mengembangkan keterampilan analisis, kreativitas dalam mencari solusi, dan ketahanan mental.


Para kadet tau bahwa ini adalah kesempatan emas untuk tumbuh dan berkembang, dan mereka dengan tekun mengerjakan setiap tugas yang diajukan oleh Instruktur Sely.


Hari pun berlalu, dan matahari telah mencapai puncaknya di langit saat Instruktur Sely memutuskan untuk mengakhiri sesi soal. Namun, kelas ini belum berakhir begitu saja.


Sely mengajak kadet untuk berdiskusi tentang solusi dari setiap soal, mendorong mereka untuk berpikir lebih dalam dan berbagi ide. Para kadet dengan antusias menerima ajakan ini. Mereka duduk dengan tenang, siap untuk berdiskusi.

__ADS_1


Sely memulai dengan membahas setiap soal satu per satu, meminta pandangan dari setiap kadet. Ada yang memberikan pendekatan matematis yang kuat, sementara yang lain mencoba pendekatan kreatif yang unik.


Diskusi tersebut menjadi ajang pertukaran gagasan yang menarik. Instruktur Sely tidak hanya membenarkan solusi yang benar, tetapi juga mengajarkan nilai dari berpikir kritis dan melihat masalah dari berbagai sudut pandang.


Ia membimbing para kadet untuk lebih memahami konsep-konsep yang mendasari setiap soal dan bagaimana mengaplikasikannya dalam situasi nyata.


Diskusi itu berlangsung selama tiga jam penuh, menjadikan kelas ini berakhir saat senja mulai menyapa. Hegi dan teman-temannya merasa sangat penat namun juga puas karena telah menghadapi tantangan yang begitu besar.


Mereka sadar bahwa pelajaran ini sangat penting untuk mengasah kemampuan mereka dalam strategi dan taktik, keterampilan yang akan sangat berguna dalam tugas-tugas masa depan mereka di dunia militer.


Setelah keluar dari kelas, Hegi dan para kadet melanjutkan diskusi mereka di koridor, masih penuh semangat untuk memahami konsep yang telah mereka pelajari.


Mereka saling memberi dorongan dan motivasi, mengetahui bahwa kerja keras mereka di kelas strategi dan taktik akan membantu mereka menjadi pemimpin yang lebih baik dalam masa depan nantinya. Saat mereka meninggalkan gedung kelas dan melangkah keluar ke senja yang indah, mereka merenung tentang betapa berharga pengalaman ini.


Mereka telah melewati ujian mental yang signifikan dan merasa lebih siap menghadapi semua tantangan yang akan datang dalam karier militer mereka. Pelajaran hari itu akan tetap bersama mereka dalam perjalanan mereka untuk menjadi prajurit yang lebih baik dan lebih cerdas.


...****************...


Hegi dan teman-temannya menghadapi kelas latihan fisik yang lebih intens dengan Instruktur Endri pada keesokan harinya. Berbeda dengan minggu lalu yang mungkin lebih santai, kali ini latihan memiliki beban yang jauh lebih berat.


Endri, seorang instruktur yang terkenal dengan ketegasannya, telah menyiapkan program latihan yang menguji fisik dan ketahanan para kadet.


Tidak ada kelonggaran dalam latihan ini, dan Endri mengingatkan para kadet bahwa latihan ini adalah bagian penting dari persiapan mereka sebagai calon prajurit.


Saat mereka melangkah ke lapangan latihan, para kadet merasakan tantangan yang mendalam. Mereka berlari, melakukan push-up, sit-up, dan latihan fisik lainnya dengan intensitas yang tinggi.


Mereka menjalani serangkaian latihan yang menguji daya tahan, kekuatan, dan ketahanan fisik mereka. Dari berlari dengan beban, melakukan push-up, hingga latihan lintasan dan berbagai jenis olahraga lainnya, setiap latihan dirancang untuk memaksimalkan perkembangan fisik mereka.


Instruktur Endri tidak hanya memastikan bahwa mereka menjalani latihan dengan intensitas tinggi, tetapi juga memberikan instruksi mendalam tentang teknik yang benar untuk menghindari cedera. Ia menekankan pentingnya pemahaman tentang postur tubuh yang benar saat melakukan latihan fisik agar hasilnya lebih efektif dan aman.


Selain itu, Endri juga membimbing mereka tentang pentingnya nutrisi yang seimbang dan istirahat yang cukup dalam pemeliharaan fisik yang optimal. Ia ingin para kadet memahami bahwa untuk menjadi prajurit yang tangguh, latihan fisik hanya merupakan bagian dari persamaan, dan gaya hidup sehat juga sangat penting.


Selama latihan tersebut, para kadet merasakan perkembangan dalam kemampuan fisik mereka, dan mereka mulai memahami pentingnya kerja keras dan disiplin dalam mencapai tujuan mereka.


Latihan ini bukan hanya tentang membentuk tubuh mereka, tetapi juga tentang membangun mental yang kuat dan mempersiapkan diri untuk tugas- tugas yang lebih berat di masa depan.


Kelas latihan fisik berlangsung hingga sore hari, sehingga para kadet merasa benar-benar lelah dan perasaan kelelahan menghantui mereka. Namun, mereka juga menyadari bahwa latihan semacam ini adalah bagian integral dari persiapan mereka sebagai prajurit.


Itu adalah pengorbanan yang diperlukan untuk mencapai keunggulan fisik dan mental yang dibutuhkan dalam tugas-tugas militer di masa depan nanti.


Saat mereka menyelesaikan latihan dan meninggalkan lapangan, para kadet merasakan campuran antara rasa puas karena telah menghadapi tantangan dengan tekad yang kuat dan rasa sakit otot yang mengingatkan mereka tentang usaha keras yang telah mereka lakukan.


Mereka tahu bahwa latihan seperti ini adalah bagian dari perjalanan mereka untuk menjadi prajurit yang lebih baik dan lebih tangguh.


...****************...


Hegi dan rekannya mengikuti kelas medis bersama Instruktur Celi pada hari berikutnya. Kelas ini, meskipun berbeda dari kelas fisik atau taktik, ternyata juga tidak kalah berat.

__ADS_1


Instruktur Celi membawa mereka lebih dalam ke dalam pemahaman tentang penanganan medis darurat, pertolongan pertama, dan perawatan cedera di lapangan.


Instruktur Celi memulai kelas dengan menjelaskan pentingnya keterampilan medis dalam tugas militer. Dia menekankan bahwa para prajurit harus siap untuk memberikan pertolongan pertama di medan perang, dan pengetahuan medis adalah senjata penting mereka.


Mereka belajar tentang berbagai jenis luka, dan kondisi medis yang mungkin mereka hadapi di medan perang. Instruktur Celi sangat ketat dalam memastikan para kadet memahami materi dan teknik yang diajarkan.


Mereka harus menguasai keterampilan dasar seperti pemadatan luka, penjepitan tulang patah, dan penyiraman obat dengan presisi.


Instruktur Celi juga memberikan penekanan khusus pada aspek penting lainnya, seperti komunikasi tim, pengaturan pertolongan pertama yang efisien, dan membuat keputusan cepat dalam situasi medis darurat.


Mereka diberi latihan yang realistis dan tekanan yang meningkat untuk memastikan bahwa mereka bisa bertindak dengan tegas dan terampil dalam situasi medis yang mendesak.


Selama kelas ini, para kadet menyadari bahwa pengetahuan dan keterampilan medis bukan hanya berfungsi untuk diri mereka sendiri, tetapi juga untuk melindungi dan membantu rekan-rekan mereka di lapangan.


Mereka tahu bahwa dalam situasi medis darurat, keahlian mereka dapat menjadi faktor penentu dalam menyelamatkan nyawa dan mengurangi dampak cedera.


Kelas medis ini juga memakan banyak waktu, mirip dengan kelas-kelas sebelumnya. Pada akhirnya, Hegi mulai menyadari bahwa minggu ini tampaknya lebih berat dan menantang daripada minggu sebelumnya.


Namun, dia mengetahui bahwa persiapan yang ketat adalah kunci untuk menjadi prajurit yang berkualitas, dan mereka harus melewati setiap ujian dengan baik jika mereka ingin mencapai tujuan mereka.


Walaupun Minggu ini terasa lebih berat, Hegi dan rekan-rekannya tidak pernah menyerah. Mereka menerima tantangan ini sebagai bagian penting dari proses pembentukan mereka dan bersikap tekun dalam menghadapinya.


Mereka menyadari bahwa sebagai prajurit, mereka harus siap menghadapi berbagai situasi yang mungkin sangat sulit, dan latihan dan berbagai pembelajaran yang ketat adalah cara untuk mempersiapkan diri mereka sebaik mungkin.


...****************...


Ketika hari kelas bertahan hidup tiba, Hegi merasa siap untuk menghadapinya. Instruktur Wili memulai kelas dengan mengajarkan mereka berbagai keterampilan dasar yang penting untuk bertahan hidup di medan perang.


Para kadet belajar cara membangun tempat perlindungan sementara dari bahan-bahan yang tersedia di alam, seperti ranting dan dedaunan. Mereka menggali lubang untuk berlindung dari cuaca atau bahaya yang mungkin mengancam.


Instruktur Wili juga memberikan pelajaran tentang cara memurnikan air yang ditemukan di alam liar agar aman untuk diminum. Para kadet belajar cara memfilter dan mendisinfeksi air untuk menghindari penyakit yang dapat terjadi akibat air yang terkontaminasi.


Selain itu, Instruktur Wili mengajarkan mereka tentang tanaman dan hewan yang dapat dimakan di alam liar. Mereka belajar cara mengidentifikasi sumber makanan yang aman dan bagaimana memasaknya dengan sumber daya terbatas.


Kelas bertahan hidup ini memberikan pemahaman dasar yang kritis tentang cara menghadapi situasi darurat di medan perang. Para kadet merasa bahwa pengetahuan ini adalah keterampilan hidup yang penting, yang tidak hanya berguna dalam tugas-tugas militer mereka tetapi juga dalam situasi-situasi darurat di kehidupan sehari-hari.


Selain itu, kelas bertahan hidup juga mencakup pelajaran tentang penggunaan kendaraan. Instruktur Wili mengenalkan mereka pada berbagai jenis kendaraan yang mungkin mereka temui di medan perang, mulai dari sepeda motor hingga mobil. Para kadet belajar tentang cara mengendarai kendaraan ini dengan aman dan efisien.


Instruktur Wili menjelaskan pentingnya pemahaman tentang berbagai jenis kendaraan yang dapat digunakan dalam tugas-tugas militer. Mereka belajar bagaimana merawat kendaraan, melakukan perawatan dasar, dan memahami cara mengatasi masalah teknis yang mungkin terjadi selama penggunaan.


Selain itu, para kadet juga diajarkan tentang taktik penggunaan kendaraan dalam konteks pertempuran. Mereka belajar bagaimana mengoperasikan kendaraan dengan kecepatan dan presisi, serta cara menggunakan kendaraan sebagai perlindungan dalam situasi berbahaya.


Sama seperti kelas-kelas sebelumnya, kelas bertahan hidup ini juga berlangsung hingga sore hari. Hegi semakin menyadari bahwa minggu ini benar-benar menguji fisik dan mental mereka.


Tetapi dia dan teman-temannya terus bekerja keras dan belajar dengan tekun, karena mereka tahu bahwa persiapan yang ketat adalah kunci untuk berhasil sebagai prajurit yang handal.


Ketika matahari mulai tenggelam dan hari berakhir, Hegi dan rekan-rekannya merasa penat tetapi juga puas dengan pencapaian mereka.

__ADS_1


Minggu ini telah memberi mereka bekal yang berharga, baik dalam hal keterampilan fisik maupun pengetahuan taktis. Mereka merasa semakin dekat dengan tujuan mereka untuk menjadi prajurit yang siap menghadapi berbagai tugas dan tantangan di dunia militer.


__ADS_2