
2240
Tembok Pusat Benteng Selatan
Jumlah Populasi 4.044.670
Para elit tujuh masuk ke dalam aula dengan tatapan tegas dan penuh percaya diri, disambut oleh tepuk tangan meriah dari para prajurit baru yang hadir. Kapten Rachel dengan bangga memperkenalkan masing-masing anggota tim elit tersebut. Mereka berdiri berjejer di samping Kapten Rachel.
"Pertama, Sely, seseorang yang memiliki kemampuan strategi dan taktik tingkat tinggi. Dia telah menjadi otak di balik beberapa operasi sukses Benteng Selatan yang kompleks," ucap Kapten Rachel dengan penuh penghargaan, dan Sely memberikan senyuman tulus kepada para prajurit.
Sely, dengan kepintarannya dalam merancang strategi dan taktik, sering kali menjadi sumber inspirasi bagi para prajurit lainnya di tengah keputusasaan. Ketika dihadapkan dengan situasi yang kompleks dan menantang, Sely mampu dengan cepat menganalisis kondisi dan mengembangkan rencana yang efektif. Keberanian dan ketepatan dalam mengambil keputusan kritis membuatnya menjadi pilihan utama dalam banyak misi penting.
"Kedua, Celi, seseorang yang mempunyai kemampuan medis tingkat lanjutan. Meskipun memiliki keahlian medis yang luar biasa, Celi lebih memilih untuk membawa senjata sebagai sarana melindungi teman-temannya di medan perang," sambung Kapten Rachel, dan Celi memberikan salam hormat dengan penuh semangat.
Celi adalah sosok yang penuh empati dan kepedulian terhadap rekan-rekannya. Di medan perang yang penuh risiko, keberadaannya memberikan kepercayaan bagi para prajurit bahwa mereka akan selalu mendapatkan perawatan terbaik jika terluka. Kombinasi keahlian medisnya dan kesiapan untuk bertempur menjadikannya sosok yang luar biasa dan dihormati di kalangan Benteng Selatan.
"Ketiga, Endri, memiliki kemampuan fisik yang luar biasa. Dia adalah prajurit tangguh yang selalu siap menghadapi tantangan apa pun dengan kekuatannya," ujar Kapten Rachel, dan Endri mengangguk dengan penuh kepercayaan.
Endri, dengan tubuh yang kuat dan gesit, selalu siap untuk menghadapi tantangan fisik apa pun. Ia merupakan penjaga yang andal di garis depan, dan kemampuannya dalam bertarung melawan banyak morsus sekaligus menjadikannya ancaman bagi musuh-musuh Benteng Selatan. Ketangguhan dan ketahanan Endri dalam menghadapi berbagai situasi sulit sangat berarti bagi kelangsungan hidup pasukan di medan perang.
"Keempat, Wili, ahli bertahan hidup di lingkungan ekstrim. Kemampuannya dalam bertahan dalam situasi yang sulit telah membantu tim selama misi berbahaya," lanjut Kapten Rachel, dan Wili memberikan senyuman rendah hati.
Wili adalah salah satu anggota tim elit yang sangat handal dalam beradaptasi dengan lingkungan yang penuh tantangan. Keahliannya dalam menyusun sumber daya alam dan kemampuan bertahan di kondisi ekstrim telah membantu pasukan melewati berbagai situasi darurat dengan selamat. Keberanian dan kecakapannya dalam menghadapi berbagai medan dan cuaca membuatnya menjadi aset berharga bagi Benteng Selatan.
"Kelima, Zara, ahli dalam menggunakan senjata. Kemampuannya dalam menggunakan dua buah senjata dari berbagai macam senjata lainnya telah membuatnya menjadi salah satu prajurit terampil dan tangguh di medan perang. Dia memiliki ketepatan dan kecepatan yang luar biasa, membuatnya menjadi pilar pertahanan yang kuat di garis depan," tambah Kapten Rachel dengan penuh kekaguman, dan Zara memberikan tanda hormat kepada seluruh prajurit.
Zara adalah seorang spesialis dalam senjata dan memiliki keterampilan unik dalam menghadapi musuh dengan berbagai taktik. Dalam pertempuran, dia dapat dengan lincah menggunakan dua senjata sekaligus dan mengatasi situasi yang memerlukan kecepatan dan ketepatan. Kekuatan dan keahlian Zara dalam menggunakan senjata menjadi salah satu alasan utama mengapa pasukan Benteng Selatan dapat menghadapi morsus dengan percaya diri.
"Terakhir, Denia, memiliki kemampuan indra di atas manusia biasa. Kepekaannya dalam mendeteksi ancaman dan situasi kritis telah menyelamatkan banyak nyawa selama misi," ujar Kapten Rachel dengan penuh kebanggaan, dan Denia memberikan salam hormat dengan penuh rasa tanggung jawab.
Denia, dengan indra yang luar biasa sensitif, menjadi mata dan telinga yang andal dalam memonitor lingkungan sekitar. Kepekaannya terhadap perubahan dan ancaman telah membantu tim yang dipimpinnya untuk lebih waspada dan responsif terhadap setiap potensi bahaya. Peran penting Denia dalam menjaga keamanan dan keselamatan seluruh tim membuatnya menjadi anggota yang sangat dihormati dan diandalkan.
__ADS_1
Kapten Rachel menambahkan, "Para elit tujuh telah menghadapi berbagai situasi sulit dan menjadi contoh yang menginspirasi bagi kita semua. Mereka akan membimbing, melatih dan menguji kalian dengan tugas berat, tetapi percayalah, ini adalah kesempatan untuk kalian tumbuh dan berkembang menjadi prajurit yang lebih baik."
Para prajurit baru merasa terkesan dan kagum dengan kehebatan dan keahlian masing-masing anggota tim elit. Keberadaan para elit tujuh adalah bukti nyata bahwa Benteng Selatan memiliki prajurit terbaik yang siap melindungi dan menghadapi setiap ancaman morsus.
"Dalam misi, para elit tujuh ini tidak akan ditempatkan dalam satu tim yang sama secara rutin. Biasanya, kami akan mengatur maksimal dua orang elit di setiap tim, agar keahlian mereka dapat terbagi dengan sebaik mungkin, tergantung misi yang mereka dapatkan," jelas Kapten Rachel dengan bijaksana.
"Kami percaya bahwa dengan penempatan yang strategis, setiap tim akan memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang dari berbagai keahlian yang dimiliki oleh para elit tujuh. Selain itu, hal ini juga akan memastikan bahwa setiap misi memiliki persiapan dan rencana yang matang," tambah Kapten Rachel dengan penuh perhatian.
Para prajurit baru mengangguk mengerti, menyadari bahwa penempatan para elit tujuh dalam tiap tim adalah langkah bijak untuk memaksimalkan potensi dan efektivitas selama pelaksanaan misi. Mereka merasa termotivasi untuk belajar dari para elit tujuh dan berkontribusi semaksimal mungkin dalam tim mereka masing-masing.
Kapten Rachel melanjutkan, "Dalam masa pelatihan kalian, para elit tujuh akan menjadi mentor kalian, membimbing, melatih dan memberikan saran berharga dalam menghadapi tantangan yang ada. Mereka telah melewati berbagai misi berbahaya, dan pengalaman mereka akan menjadi bekal berharga bagi kalian."
Ketika Kapten Rachel sedang mempresentasikan elit tujuh, salah seorang prajurit yang cermat memperhatikan mengajukan pertanyaan dengan penuh ketertarikan, "Kapten, tapi yang tadi Anda sebutkan hanya enam orang?"
Kapten Rachel tersenyum dengan ramah, menghargai perhatian dan keterlibatan prajurit tersebut, lalu menjawab dengan bangga, "Benar, orang ketujuh adalah saya sendiri."
Kapten Rachel melanjutkan, "Sebagai kapten, saya juga turut berpartisipasi dalam misi dan tetap menjadi bagian dari tim elit tujuh. Meskipun tugas kepemimpinan saya kadang-kadang membatasi keikutsertaan saya dalam beberapa misi lapangan, namun saya selalu berupaya untuk terlibat secara aktif dalam persiapan dan perencanaan misi kalian."
Kapten Rachel menambahkan, "Sebagai anggota elit tujuh, saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk kalian semua dan mengawasi pelatihan kalian dengan cermat. Bersama-sama, kita akan membentuk tim yang tangguh, handal, dan solid untuk melindungi dan menjaga keamanan Benteng Selatan."
Ketika sedang menjawab pertanyaan, seorang prajurit mengacungkan tangannya dan bertanya, "Lantas kemampuan apa yang Anda miliki, Kapten?"
Kapten Rachel ingin segera menjawab pertanyaan tersebut, wajahnya tampak berpikir sejenak, menunjukkan ketulusan dalam merenungkan kemampuan yang ia miliki.
Dia kemudian menjawab dengan tenang, "Hmm, apa ya Mungkin semua kemampuan yang sudah saya sebutkan sebelumnya, ditambah dengan kemampuan diplomasi."
Kapten Rachel melanjutkan, "Sebagai seorang kapten, kemampuan diplomasi menjadi sangat penting dalam berinteraksi dengan berbagai pihak, termasuk diplomat dari Benteng lain. Diplomasi memainkan peran krusial dalam menjaga hubungan damai dan memastikan kerjasama yang efektif."
Ia menambahkan dengan senyuman, "Tentu saja, sama seperti anggota elit tujuh lainnya, saya juga terus belajar dan mengembangkan diri dalam semua aspek ini. Semua kemampuan yang kami miliki selalu kami latih agar dapat memberikan kontribusi maksimal bagi Benteng Selatan dan seluruh warga penduduknya."
Kapten Rachel menambahkan, "Ketika berada dalam medan perang, kehadiran saya sebagai seorang kapten adalah untuk memberikan arahan dan dukungan penuh kepada kalian. Kita akan menjadi satu tim yang solid dan saling mendukung, dan saya yakin bersama-sama kita dapat mengatasi setiap rintangan dan mencapai kemenangan."
__ADS_1
Salah seorang prajurit yang lain juga menambahkan, "Kami juga pernah mendengar tentang ketenangan dan kepemimpinan Anda dalam situasi darurat, Kapten. Apakah itu juga menjadi bagian dari kemampuan Anda?"
Kapten Rachel tersenyum mengakui, "Ya, benar. Kemampuan untuk tetap tenang dan berpikir jernih dalam situasi darurat adalah hal penting yang saya usahakan. Sebagai seorang pemimpin, saya harus memberikan contoh yang baik bagi tim dalam menghadapi tantangan dan tekanan di medan perang. Saya selalu berusaha untuk tetap tenang dan membuat keputusan yang tepat dalam situasi yang kritis."
Dia melanjutkan, "Selain itu, saya juga senantiasa berusaha untuk menjadi teladan bagi seluruh prajurit. Saya percaya bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang memberi perintah, tetapi juga tentang menjadi contoh yang baik dan mendorong semangat kebersamaan dalam tim."
Dengan jawaban-jawaban tersebut, Kapten Rachel menunjukkan bahwa sebagai seorang pemimpin, dia tidak hanya unggul dalam keterampilan pertempuran dan strategi, tetapi juga memiliki kemampuan diplomasi, ketenangan dalam situasi darurat, dan kepemimpinan yang inspiratif.
Setelah menjawab pertanyaan dengan penuh kebijaksanaan, Kapten Rachel memberikan kesempatan bagi elit tujuh untuk menyapa para prajurit. Dia dengan ramah memberi isyarat kepada Sely untuk maju ke depan.
Sely, dengan sikap yang penuh percaya diri, berjalan ke depan dan menyapa para prajurit baru dengan senyuman hangat. "Halo semuanya! Saya sangat senang dapat bertemu dengan kalian lagi dan menjadi bagian dari pelatihan kalian. Sebagai anggota elit tujuh, saya siap untuk mendukung dan membantu kalian dalam mengembangkan kemampuan dan keterampilan kalian. Bersama-sama, kita akan menjadi tim yang kuat dan handal untuk melindungi Benteng Selatan. Jangan ragu untuk bertanya atau meminta bantuan kapan pun kalian butuhkan."
Kapten Rachel memberikan aplaus kecil sebagai tanda penghargaan atas sambutan yang baik dari Sely, lalu memberi giliran kepada Celi untuk menyapa para prajurit baru.
Celi, dengan sikap yang lembut namun penuh kepercayaan diri, berbicara kepada para prajurit baru, "Halo semua, saya Celi. Mungkin beberapa dari kalian sudah pernah bertemu saya sebagai salah satu penguji dalam ujian. Sebagai anggota elit tujuh dengan kemampuan medis lanjutan, saya berkomitmen untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan kalian selama masa pelatihan. Jangan ragu untuk mendekati saya jika ada yang butuh perawatan atau pertolongan medis. Selain itu, saya juga akan memberikan pelatihan dalam pertolongan pertama agar kalian dapat merespons keadaan darurat dengan cepat dan tepat. Kita akan menjadi tim yang saling mendukung dan menjaga satu sama lain."
Setelah Celi selesai menyampaikan sambutannya, giliran Endri untuk berbicara. Endri, yang memiliki kemampuan fisik yang luar biasa, menyampaikan sambutan dengan sikap yang energik dan bersemangat, "Halo prajurit baru! Saya Endri, pasti kalian masih teringat dengan tes yang saya berikan, bukan? Tidak perlu khawatir, semua itu adalah bagian dari proses untuk menguji kemampuan dan ketangguhan kalian. Saya siap untuk membantu kalian meningkatkan kekuatan fisik dan ketahanan tubuh. Pelatihan fisik mungkin akan menjadi tantangan, tetapi bersama-sama, kita akan melewati setiap rintangan dan menjadi lebih kuat. Saya akan membantu kalian mencapai potensi terbaik dalam tubuh kita masing-masing."
Setelah Endri selesai menyampaikan sambutannya, Kapten Rachel dengan ramah mempersilahkan Wili untuk menyambut prajurit baru.
Wili, yang memiliki kemampuan bertahan hidup di lingkungan ekstrem, berbicara dengan penuh keyakinan, "Hai semua! Saya Wili. Salah satu hal penting dalam menjadi prajurit adalah kemampuan untuk bertahan di lingkungan yang berbahaya dan ekstrim. Bersama-sama, kita akan melatih dan mengasah keterampilan bertahan hidup kalian, termasuk navigasi, pertahanan, dan adaptasi dalam kondisi yang sulit. Kalian akan menjadi prajurit yang tangguh dan siap menghadapi setiap situasi."
Setelah Wili selesai menyampaikan sambutannya, Kapten Rachel dengan ramah mempersilahkan Zara untuk menyambut para prajurit baru.
Zara, dengan kemampuan luar biasa dalam menggunakan senjata, berbicara dengan penuh keahlian, "Hallo semuanya, saya adalah Zara. Saya akan membantu kalian meningkatkan keterampilan dalam menggunakan senjata. Latihan dan keahlian dalam mengoperasikan senjata adalah hal penting dalam menjadi prajurit yang andal. Bersama, kita akan mengasah ketepatan, kecepatan, dan ketelitian kita dalam menggunakan senjata, sehingga kita dapat menjadi prajurit yang handal dan akurat di medan perang."
Setelah Zara selesai menyampaikan sambutannya, Kapten Rachel dengan penuh hormat mempersilahkan Denia untuk memberikan sambutan terakhir.
Denia, yang memiliki kemampuan indra di atas manusia biasa, berbicara dengan penuh kebijaksanaan, "Halo semua, saya Denia. Kemampuan indra yang unggul adalah aset berharga dalam pertempuran melawan morsus. Saya akan membantu kalian mengasah kemampuan indra dan memahami lingkungan sekitar dengan lebih baik. Dengan kepekaan indra yang kita miliki, kita akan menjadi lebih waspada dan siap untuk menghadapi setiap situasi dan bahaya."
Kapten Rachel tersenyum melihat antusiasme para prajurit baru yang memberikan tepuk tangan meriah untuk para elit tujuh. Suasana semakin semangat dan penuh semangat di dalam aula militer. Dengan hati yang berbahagia, Kapten Rachel melanjutkan pengumuman terakhirnya.
__ADS_1
"Terima kasih atas sambutan hangat untuk para elit tujuh. Kalian semua telah menyaksikan betapa luar biasanya kemampuan dan dedikasi mereka. Sekarang, saatnya untuk pengumuman tentang pembagian kelas dan penanggung jawabnya."