
Nyonya Cori, ibunda Devan, berjalan mondar mandir di kamarnya. Dia memikirkan bagaimana caranya menyingkirkan benalu Angga. Karena wanita itulah Devan berani melawanya, dan karena wanita itu pulalah Devan tak pulang kerumah.
"Sepertinya aku harus mempengaruhi suamiku, dialah pendukung terbesar Benalu itu."gumamnya."Tapi bagaimana caranya?"
Nyonya cory kembali berfikir sambil mondar mandir. Lalu dia menjentikkan jari. Ibu, bergegas mendekati nakas dan membuka lacinya. mengambil amplop coklat, dimana dia dulu pernah mencetak foto-foto Angga dan Devan yang berbelanja menggunakan uang yang dia beri untuk menjauhi anak bungsunya itu.
Gegas Ibu keluar kamar, menuruni tangga, dan berhenti diruang santai.
Disana suaminya Tuan James sedang duduk membaca buku tebal. ibu Devan mendekat dan duduk disebelahnya.
"Suamiku." sebutnya pelan.
"Heeemmm.." tuan James berdehem.
"Kenapa Devan masih belum pulang kerumah ini?"
"Biarkan saja. itu pilihannya."
"Pasti karena perempuan kampung itu."
James tak merespon. dia masih sibuk dengan bukunya.
"Dev jadi berubah karena gadis itu." dengan mimik serius dan berfikir.
"Benar."
Merasa mendapat respon wajah ibu cory berbinar.
"Dev jadi melawan ibunya."
"Heeemmm"
"Suamiku." menyenggol lengan James"Lihat ini!"
Tak mereapon.
"Suamiku!" dengam nada lebih keras.
"Heeemm."
"Lihat ini." sedikit geram karena suaminya tak acuh.
James menoleh. Ibu menunjukan foto-foto Angga yang sedang berbelanja menghabiskan uang pemberiannya.
__ADS_1
"Dia mata duwitan. Dia memeras anak kita."
James hanya melihat sekilas tak tertarik.
"Suamikuu..."
"Kau ini kenapa istriku?"
"Kenapa bagaimana? Apa kamu tak lihat suamiku? anak kita sedang dijebak benalu! Dia digoda wanita murahan yang sudah bunting." ucap Ibu menggebu."Dia mengerat harta anak kita."
"Biarkan saja. Dia itu istrinya. dari pada Devan memberikannya pada wanita lain yang jelas-jelas benalu." balas James santai masih fokus pada bukunya
"Tapi Suamiku. Wanita itu dari kampung."
"Memangnya kenapa kalau dari kampung?"
"Kita bahkan tak tau bibit, dan bobotnya."
"Devan sudah menikahinya. untuk apa bibit dan bobot?"
Melihat reaksi suaminya yang tak tertarik dan justru tak peduli itu Ibu mendengus. lalu melemparkan foto Angga yang sedang memilih beberapa barang ke atas buku yang sedang dibaca suaminya.
James menoleh.
"Apa ini istriku?"
James menggelang tak habis pikir dengan istrinya itu.
"Kenapa kamu melakukan hal semacam itu?" tegur James, "Itu memalukan istriku."
Nyonya Cory menoleh suaminya malah menyalahkannya.
"Suamiku.."
"Lagi pula, lihat ini!" James nenunjukan foto itu kembali pada Istrinya. "Ada anakmu disana. Dia malah justru terlihat lebih antusias berbelanja ketimbang mantumu ini."
Ibu membulatkan mulutnya, tak percaya dengan penilaian suaminya pada foto yang dia tunjukan. Sangat diluar dugaan.
"Ini artinya, anakmulah yang mata duwitan. Dia pasti yang memaksa mantu mu itu menghabiskan uangmu."ucap Suaminya tersenyum tipis."Lain kali jangan lakukan ini lagi. Aku malu bertemu dengan mantuku jika kau lakukan hal semacam ini lagi."
James beranjak dari duduknya dan melangkah pergi meninggalkan istrinya itu.
"Su-suamiku! suamiku!" pekik Ibu Cory kesal.
"Aku gagal mempengaruhinya." bergumam.
__ADS_1
###
James berjalan menuju ruang kerjanya. sangat menyebalkan mengetahui istrinya melakukan hal memalukan seperti itu.
"sepertinya aku harus meminta maaf pada mantuku karena ulah istriku itu." bergumam sambil duduk dikursi kerjanya. " Ini membuatku semakin merasa bersalah padanya. Dia gadis baik yang malang."
James memejamkan matanya,
FLASH BACK
James menatap layar dilaptopnya. memutar lagi vidio CCTV dirumahnya. Tangannya mengepal dan rahangnya mengeras, gigi-gigi putihnya bergemeletuk menahan amarahnya. tak lama pintu ruang kerjanya diketuk, lalu dibuka dari luar.
"Mendekatlah."
Devan mendekat, Lalu James menggeser laptopnya hingga Devan bisa melihat apa yang terekam disana.
Wajah Devan berubah tegang.
"Ada yang mau kau jelaskan anakku?"tanyanya penuh penekanan.
Devan terdiam.
James berdiri dari duduknya dan berjalan mendekat pada anaknya.
"Ayah tidak pernah mendidikmu menjadi pria brengsek seperti ini." ucapnya memukul wajah Devan hingga anaknya tersungkur dilantai.
Darah keluar dari sudut bibir Devan. pria itu menyekanya.
"Kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu." tegas James, menatap dingin Devan."Jangan kembali sebelum kamu menemukannya dan melakukan apa yang harus kau lakukan!"
FLASH BACK OFF
James membuang nafas berat.. James membuka buku yang tadi dia bawa, terselip foto Angga dan Devan yang tadi sempat diserahkan istrinya.
"Semoga kamu tak melalui hari yang berat." gumam James, "Melihatmu mengingatkanku pada kenangan masa laluku."
"Wanita yang malang." menatap jauh, menerawang.
_____€€€______
Maaf lama up-nya dikarenakan lagi sedikit butuh motifasi dan ketemu kebuntuan.😣😢😭 Kedepan semoga bisa up terus setiap hari.
Mohon dukungannya ya
Like dan komen ya readers ku sayang😊
__ADS_1
Terima Kasih.