Hamil Anak Siapa ?!

Hamil Anak Siapa ?!
Chap 57


__ADS_3

Yo il baru saja keluar dari lab tempat dia melakukan test DNA. Ditangan Yo il ada beberapa lembar kertas, Yoil membacanya mencermati. Lalu senyumnya mengembang.


Yo il mengambil ponselnya dan mengubungi nomor Devan, Namun tak diangkat. Akhirnya dia menuju kediaman keluar Pamannya, James.


Sesampainya disana dia bertemu dengan bibi Cory.


"Bibi, dimana paman?"tanyanya tanpa basa basi.


"Oh, pamanmu sebentar lagi turun, dia masih dikamarnya. Nah itu dia"Bibi cory melihat Pak James sedang menuruni tangga.


"Ada apa sepagi ini kamu sudah kemari?"tanya Pak James tak acuh


"Paman harus melihat ini."


Yo il menyerahkan hasil test DNA yang sudah dia kantongi pada pak James. Pria paruh baya itu menerima dan membacanya. Mata Pak James membulat. menatap nyalang pada istrinya.


"A-ada apa suamiku?"


"Siapa?"


"Apa?" Cory mendekat.


"Siapa ayah dari Devan?"


Cory mematung. Tubuhnya sudah panas dingin.


"Su-suamiku, itu adalah kejadian dimasa lalu. Bukankah kau sudah memaafkanku?"Cory terbata dengan bibir bergetar. tubuhnya terasa lemas, menatap amarah suaminya.


"Kaaauuu...." geram pak James.


Kriiiiinnngggg!


Suara dering telpon rumah Pak James berbunyi nyaring. Salah satu pelayan keluarga James mengangkatnya.


"Iya."suaranya."Benar."


Pak James masih menatap Istrinya dengan amarah. Lalu menarik nafas panjang.


Benar! kenapa harus mempermasalahkan kejadian dimasa lalu, lagi pula ini bagus, Devan dan Angga tak perlu berpisah.


"Yo Il bagaimana kau bisa...."


"Apaaa!?" pekikan suara sang pelayan yang panik membuat pak James menghentikan ucapannya. menoleh pada sang pelayann yang menerima panggilan.


"Ada apa?"


"Tuan... Tuan Devan. ..."pelayan itu terlihat sangat gusar dengan mata yang mulai berembun.


Pak James bergegas menghampiri dan merebut telpon dari sang pelayan.


"Halo? saya ayah Devan. Ada apa?"


"Kami dari kepolisian. Mengabarkan kepada keluarga, saudar Devan dan istrinya mengalami kecelakaan. Mohon untuk segera ke rumah sakit......"


Pak James langsung ambruk, tubuhnya merosot hingga kelantai. Pikiran nya kacau dan guratan kesedihan muncul diwajahnya.

__ADS_1


"Ada apa paman?"


Yoil merasakan adanya kejanggalan segera mendekat. Yo il mengambil alih ganggang telpon di genggaman pamannya.


"Halo? Apa yang terjadi?"


Hening sesaat. Wajah Yo il berubah menjadi sangat tegang dan panik. namun dia masih bisa mengontrolnya.


"Baiklah. terima kasih."


"A-ada apa?"cory mendekat.


"Devan......"


###


Dirumah sakit.


Pak James , nyonya Cory dan Yo il menunggu di lorong rumah sakit. didepan sebuah pintu ruang oprasi.


Devan sedang dalam penanganan di ICU sementara Angga masuk ke ruang tindakan operasi guna menyelamatkan sang jabang bayi yang kini masih berusia 8bulan.


Wajah wajah tegang dan kuwatir, gelisah sedih bercampur membentuk atmosfir diantara mereka.


Yo il menghela nafasnya. Dia mendengar dari gerald asisten Devan, bahwa Devan dan Angga hendak melakukan perjalanan ke luar negri. Dan berniat menetap disana.


Yo il juga sempat menanyai tentang kronologi terjadinya kecelakaan itu.


"Kemungkinan nyawa ibunya tidak selamat, namun, kami akan berusaha semaksimal mungkin agar bayi dalam kandungannya bisa tetap hidup."Begitu kata salah satu dokter yang sempat ditemuinya tadi.


"Tuan!" seru Manis melihat tuannya yang berdiri lemas bersandar pada tembok di depan ruang oprasi. Mendekat.


"Apa kamu baik-baik saja?"


Yo il tersenyum.


"Kenapa mengkhawatirkan aku?"


Manis menatap tuannya, dia kasihan, melihat Yo il terlihat begitu sedih dan terpukul. Sebelum Manis sampai, Manis menyempatkan diri menunggu di depan ruang ICU. Dan menanyakan keadaan Devan pada perawat disana.


Kemungkinan selamat bagi pasangan itu sangatlah kecil. Semoga kamu tetap tegar Tuan.


Yo Il menyandarkan tubuh pada Manis. Gadis itu memeluknya. mengusap punggung dan menepuknya mencoba memberi kekuatan.


"Semua akan baik-baik saja tuan."hibur Manis."Apapun hasilnya, semua sudah menjadi ketentuan Tuhan."


"Aku tau. Tapi, mereka bahkan tidak mengetahui jika mereka sesungguhnya tidak bersaudara."sesal Yo Il.


"Mereka harus selamat Manis, mereka harus tau jika mereka....." Yo il tak melanjutkan kalimatnya, tenggorokannya terasa tercekat. Rasanya beban berat sedang menindih dadanya.


Manis menepuk-nepuk punggung Yo il. Bahu pria itu bergoncang. Kristal hangat perlahan menembus baju Manis.


Tuan sangat bersedih. Dia bahkan sampai menangis.


Nyonya Cory gelisah. Dia berjalan melalui koridor dan berjalan menuju ruang ICU. Nyonya Cory mencegat seorang perawat yang keluar tergesa dari ruangan itu.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan pria yang tertabrak tadi suster?"tanya nya kuwatir.


"Kami sedang menanganinya bu."ucap perawat itu lembut "Mohon bersabar dan menunggu. Kami akan melakukan yang terbaik."


Perawat itu berlalu. Ibh Cory menatap pintu ruang ICU dengan penuh harap.


Tetaplah selamat anakku.... Ibu mohon. Tetaplah selamat. tangis ibu menutup mulutnya agar tak bersuara. Bahunya bergoncang menahan tangis.


Seorang Dokter keluar dari ruang oprasi, gegas pak James mendekat.


"Ba-bagaimana dok."


"Bayinya lahir dengan selamat." ucap dokter itu, "dikarenakan bayi lahir belum waktunya, kami menempatkannya di inkubator."


Pak James mengharu, bersyukur.


"Tapi ibunya.... "


"Ibunya juga selamat kan Dok."


"Maafkan kami, kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi takdir berkehendak lain."


Tubuh pak James merosot kebawah, dia bersujut dan memukul lantai rumah sakit. Dadanya serasa begitu sesak. Ada banyak hal yang dia sesalkan. Pria separuh baya itu meraung menangisi anak gadisnya.


Tak lama, terdengar juga suara jeritan histeris dari arah ruang ICU. Dapat dipastikan Itu suara ibu Cory..


Yo il menenggelamkan kepalanya pada bahu Manis. Tubuhnya terus berguncang hebat. Manis mengelus punggung tuannya.


"Menangislah tuan. Tidak apa-apa. Menangis karena kehilangan itu akan sedikit memgurangi sesak didada."ucap nya.


"Tuan! Mereka saling mencintai, hidup bersama, bahkan meninggalpun mereka juga bersama."ucap Manis lagi. "Takdir yang menyatukan mereka, walau di alam yang berbeda."


____€€€____


Wuaaahhh,, Udah timit nih, yok mampir juga ke karya othor yang lain.


Hot janda


Belenggu cinta mafia


Dicerai karena dekil (ends)


dan yang baru netes,


Gairah semalam


Reader kuuh , Terima kasih sudah mengikuti cerita Angga dan Devan sampai disini. Sejauh ini, ini adalah karya sad End pertama Othor. Maaf jika membuat kalian kecewa.. 😢😢


like dan komen ya


Terima kasih.


Salam___


😊

__ADS_1


__ADS_2