
Saat dengan nakalnya Devan menggulum permen abadi milik Angga.
Uuuuuuggggghhhh.... Angga melenguh. Tangan Devan menyusuri kulit pinggang Angga, berpindah kepunggungnya, bergeser meremas bokong gadis itu. Bibir Devan bergerak turun hingga ke perut Angga mencium ringan perut yang mulai terlihat menggunduk itu.
"Papa tidak akan keterlaluan, hanya sedikit lama mengunjungimu." bisik nya.
Devan mengangkat kaki Angga Menggendong tubuhnya, dengan kaki Angga yang mengapit tubuh suaminya.
"Masss Devvaaaann... " lirihh Angga menyebut namanya. Devan tersenyum kecil. dan berbisik ditelinganya.
"Aku mencintaimu Angga, aku nggak akan keterlaluan. Nikmatilah." Devan menggulum daun telinga Angga. Membuat Angga menggeliat kegelian.
Pria itu terus menyentuh titik titik sensitif Angga membuat gadis itu terus terbuai hingga mencapai ******* nya, bersamaan dengan getaran ditubuh keduanya yang menegang dan melemas.
Sesaat kemudian Angga terbaring didalam bathtube, berdua dengan suaminya. Angga membuka matanya setelah sesaat tertidur. Mendapati tubuhnya yang didekap erat didalam air hangat.
"Mas Devan." lirihnya dengan wajah memerah. Malu rasanya, dimandikan pria setelah bercinta.
"Kamu sudah sadar?"
"Maaf, aku sedikit lepas kendali."Devan lagi lagi mencium bibir Angga. Melummaaatt abis bibir lembut yang terus menggodanya sejak tadi.
"Haaaaaa.... Apa kita akan bercinta lagi? Mas Devan keterlalluan..." gumam Angga lemas.
Devan terkekeh.
Dia sudah memulai lagi. menciumi tubuh Angga dan menambah tanda cinta ditubuh Angga.
Dia tak akan melepaskanku kali ini... Mau main sampai puas dikamar mandi? suara hati Angga...
###
Matahari bersinar pagi itu, sinarnya menyusup diantara tirai-tirai putih yang melambai tertiup angin, masuk dan menerpa wajah tampan seorang pria berdarah korea itu.
Han Yo Il mengerjap, melihat sekeliling. Tempat yang terasa asing.
Dimana Aku? Kepala ku pusing. Uuuggghhh....
Yo il duduk terbangun dan berjalan ke kamar mandi. Disana pria itu merendam pada bathtube air hangat. sambil berpikir dan mengingat apa yang telah terjadi.
Aahh,, benar! kemarin setelah aku bertemu dengan siluman kecil itu aku ke bar dan sempat mabuk. Haaahhh, dan aku di hotel sekarang dengan wanita penggoda. Semoga dia tidak merampokku malam ini.
Yo il berjalan keluar kamar mandi. Yo il menatap wanita yang terbaring diranjang. tubuhnya hanya tertutup selimut tipis dibagian tubuh tertentu.
Eeeuuuuuhhhhhggggg.... kenapa aku jadi jijik. pikirnya.
Yo il merapikan pakaiannya, dan meninggalkan sejumlah uang diatas nakas dekat tas wanita itu.
Dia lalu pergi. Han Yo Il pria berwajah tampan dan berdarah korea itu. Memang suka berganti-ganti pasangan. Hubungan semalam bukanlah hal yang tabu buatnya. Walau begitu Yo il selalu bermain aman. Memastikan diri berpelindung dari kemungkinan buruk.
Yo il membawa mobilnya keluar dari hotel. Hari ini dia harus menghadiri rapat diperusahaannya. Karena dia anak tunggal mengharuskan dia meneruskan bisnis keluarga. Untung saja Ayah dan ibunya tidak berfikiran kolot dengan menjodohkan dia untuk mengembangkan bisnis. Semua ada ditangan Yo il.
Seusai menghadiri rapat yang membosankan Yo il seharian ini hanya disibukkan dengan Jadwal kantor dan seabrek kegiatan lainnya. Jika bukan karena perjanjian bodohnya dengan sang ayah yang dengan liciknya menjebak dia hingga terpaksa harus dan mau tak mau mulai memasuki perusahaan dan mengembangkannya.
Andai saja dia dulu tidak khilaf pasti sekarang dia masih bebas.
"CCTV sialan." Kesalnya menendang tong sampah yang terlihat di sisi kirinya. Hingga tong itu berguling.
Tanpa dia sadar, saat ini dia sedang berjalan dilorong perusahaannya menuju lobi dengan di ikuti oleh belasan anak buahnya.
Saat Han Yo il sadar, dan melihat kekacauan yang baru saja dia buat. Ia sedikit malu. Dia melirik asistennya.
"Yunho!"
"Baik Tuan. Akan kami bereskan."ucap Asisten Yunho lalu memanggil salah satu pekerja CS untuk segera membereskan tong sampah dan isinya yang sempat berserakan.
Yo il kembali melanjutkan langkahnya.
Ekor sialan ini, mau sampai kapan mereka mengikutiku?
__ADS_1
Yo il berbalik dan menatap para karyawannya yang masih mengekorinya.
"Aku mau pulang! Apa kalian juga mau ikutiku kerumah?" Sentak Yo il kesal.
"Ma-maaf Tuan."
Yo il menyentak nafasnya keras-keras.
Apa ayah juga selalu begini? selalu di ekori kemanapun? menjengkelkan.
"Tuan!" panggil Yunho.
"Apa?"
"Ini jalan satu-satunya untuk keluar dari gedung." ucap Yunho tenang.
"Lalu?"
"Mereka tidak bermaksud mengikuti anda, hanya, tidak berani menyalip jalan anda tuan."
Aaapppaaaa???
Yo il tersentak.
Ini sangat memalukan!! batin Yo il dengan muka memerah.
"Aahh sudahlah." Gumam Yo il meneruskan langkah. dia berjalan menuju mobilnya. Yunho masih mengikutinya. Yo il menoleh mwnatapnya.
"Kau? Mengikutiku atau juga menunggu aku pergi?" tanya Yo il pada asisten pribadinya itu.
"Tentu saja. Saya adalah asisten pribadi anda tuan. Jadi, saya akan mengikuti kemanapun anda pergi." ucap Yunho."Ke-ma-na-pun."
"Astaga!! Kebebasanku..... " geram Yo il kesal... Yo il mencoba mengatur emosinya. lalu kembali berbicara pada Yunho.
"Kau yang nyetir." Yo il melempar kunci mobilnya.
"Baik tuan."
Semoga gadis itu tidak mengalami masalah. Haruskan aku menghubunginya? tapi bagaimana dengan Devan. Dia pasti marah jika aku nekat.
Yo il akhirnya memutuskan untuk menghubungi Devan.
"Sepupu! Kau dimana?" tanya nya melalui sambungan telpon.
("Ada apa menelponku?")
"Aku mau ketemu."
("mau apa ketemu aku? Kau membuatku takut.")
"ck! Sialan! Temui aku di kafe dekat kantor mu."
Yo Il menutup telponnya dengan kesal. Lalu menyinpannya.
"Yunho! ke kafe x sekarang." titahnya menyenderkan kepalanya.
"Baik tuan."
Lima belas menit kemudian, mobil Yo Il sampai di parkiran kafe X.
"Kau! Tunggu disini saja!" ucap Yo il membuka pintu disampingnya.
Yo il terkejut, saat dia sudah di luar badan mobil Yunho juga ikut keluar dari sana.
"Kau!"
"Saya diperintahkan tuan besar mengikuti anda tuan muda."
"Ck, sialan!" umpat Yo il. "Sebenarnya kau bekerja pada ku atau ayahku haa?"
__ADS_1
Yunho tak menjawab, dia hanya tersenyum hingga membuat matanya menyipit.
"Ck! sialan!"
Didalam kafe X Devan yang sudah menunggu mengangkat tangannya begitu melihat Yo il.
Yo il berjalan mendekat lalu duduk didepan Devan dengan bersekat meja. Devan sedikit kaget, Yo il membawa seseorang, namun orang itu malah berdiri dan tidak ikut duduk. Devan memandang aneh padanya.
"Siapa dia?"
Yo il membuang nafasnya kesal.
"Asisten."
"Ppfffffttttt....."
Yo il mendelik menatap Devan tak terima.
"Jadi kau punya bayangan sekarang?"ledek Devan, "itu mengejutkan."
Yo il menyentak nafasnya berkali-kali melihat Devan terus menertawakannya.
"Maaf. Kenapa kau ingin bertemu?" tanya Devan menghentikan tawanya.
"Bagaimana setelah aku membawa Mona? Apa sesuatu yang lain juga terjadi?" Yo il balik bertanya. Dia tak mungkin langsung menyebut angga.
"Tidak ada."jawab Devan singkat.
"Apa maksudmu?"
"Sudah kubilang tidak ada yang terjadi."
"Bukankah disana masih ada ibu mu?"
"Ibu juga sudah tenang. dia tidak akan mengganggu kami lagi." terang Devan menyeruput kopinya,"Gangguanku sekarang tinggal kau."
"Ck."
"Bagaimana kau menangani Mona?"
Yo il tersenyum jahat.
"Dia? Aku sudah mengirimnya ke negara X tempat para pelacur melayani bajing***."
Devan menggeleng.
"Kau gila."ucapnya menatap Yo il dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Kenapa? Bukankah itu bagus? Dia tidak akan mengganggu kalian lagi."
"Aku tidak percaya kau pernah menjalin hubungan dengannya."lajut Devan tak habis pikir.
"Aaaarrrgggghhhh... Kau mengungitnya lagi. Sudah kubilang aku tak tau dia pacarmu! Apa lagi dia terus menggodaku." kesa Yo il
"Itu karena kau mudah tergoda."ledek Devan."Cobalah setia pada satu wanita."
"Aku akan melakukannya jika sudah waktunya." balas Yo il.
"Jangan ganggu Angga. Dia milikku!"
____€€€____
kasih semangat donk, biar aku up terus setiap hari.
like dan komen ya
Terima kasih.
Salam___
__ADS_1
😊