Hamil Anak Siapa ?!

Hamil Anak Siapa ?!
chap 36


__ADS_3

"Apa yang kalian lakukan disini?"sinis Devan pada Ibu dan Mona, menatap dingin pada keduanya.


"Devan, buka matamu lebar-lebar! Dan lihatlah kelakuan istrimu yang selalu kamu bela-belain itu."ucap ibu datar, duduk dengan menyeruput teh yang baru saja Bi Biyan hidangkan.


"Lihat baik-baik, foto dibawah kakimu itu. Apa kau masih mau memelihara rubah betina ini?" lantang ibu berucap dengan berapi-api.


Devan menghela nafasnya, tanpa dia melirik sedikitpun pada foto yang ibu maksud. Devan sudah tau itu rencana Mona.


"Mona, kau mau berakhir seperti apa?" tanya Devan melirik dingin pada wanita yang sudah panas dingin itu, wajahnya sangat pucat. sementara disebrang sana Steve tersenyum senang seolah menikmati.


"De-Dev..."panggil Mona dengan suara bergetar. "A-aku bersalah."


"Apaa?" pekik Ibu"Mona kenapa kamu seperti ini? Ibu mendukungmu!"


"Ma-maafkan aku."


Devan tidak perduli.


"ini urusan keluarga."ucapnya,"Kau urus dia steve!"


"Baiklah." steve berdiri dari duduknya. "Ayo pergi Mona!"


"Tidak!" pekik Mona histeris."Aku nggak mau pergi dengannya." sambungnya menggeleng kuat.


"Dev! Please!"mohon Mona menatap Devan, memegang lengan pria itu. Dengan kasar Devan menyentak seolah tersentuh benda menjijikkan.


"Apa-apaan ini? Mona akan tetap disini!" seru ibu ikut berdiri melihat Yo il semakin dekat dengan mona.


"Jangan kau menyentuhnya!" larang ibu memperingatkan Steve yang sepertinya tak menghiraukan.


"Kau mau jalan sendiri atau aku bawa, Mona Sayang?" seringai jelas muncul diwajah Steve. seolah tak perduli dengan ucapan bibinya.


"Tidak!"pekik Mona sekali lagi, "Dev! Tolong! aku nggak mau pergi sama dia!"


Tanpa basa basi Yo il mengangkat tubuh Mona dan memikulnya dipundak.


"kekurang ajaran macam apa ini?"pekik ibu mendelik pada Steve.


"Kita orang luar, ayo pergi!"ucap Steve berjalan keluar."Kau masih punya urusan denganku!"lanjutnya tanpa memperdulikan tatapan Ibu.


"Ibu tolong!"pekik Mona meronta.


"Yo il! turunkan Mona sekarang juga!"titah ibu lantang, Namun pria itu sudah berlalu. Ibu hendak menyusul Mona dan Yo il. dia berbalik kearah Angga.


"Kau!" menunjuk Angga dengan tatapan benci."aku akan menyelesaikannya denganmu nanti."


ibu berjalan menuju pintu, saat itu pak James tepat melangkah masuk menghalau Ibu Cory, hingga wanita separuh baya itu reflek berjalan mundur dengan wajah tegang.


"Apa yang kamu lakukan disini istriku?" tanya pak James dengan senyum tipis diwajahnya, namun terlihat mengerikan bagi Ibu.

__ADS_1


"Su-suamiku."gagapnya.


"Ayo kita pulang dan bicara dirumah."Ajak Ayah halus."Sepertinya aku terlalu lunak padamu."sambung pak James mengulas senyum.


Devan bernafas lega, saat tamu-tamu tak diundangnya meninggalkan apartemennya.


"Kamu baik-baik saja?" tanyanya pada Angga yang menjawab dengan senyuman.


"Bi Biyan. terima kasih."ucap Devan beralih menatap Bi biyan."Sudah bisa membereskan semua ini."


"Baik tuan." Bi Biyan memberesi semua cangkir yang ada di meja.


"Tuan ingin meminum sesuatu?"tanya Bi Bian dengan membawa nampan hendak ke dapur.


"Jus saja. satu untuknya dan satu untukku."ucap Devan sambil menunjuk Angga.


"Baik."


Devan mengikis jarak dan duduk disamping Angga.


"Bagaimana mas Devan bisa tiba-tiba muncul?"tanya Angga.


"kamu penasaran?"


"uuummm"


"cium dulu."


Angga mengecup bibir Devan.


"Sudah. sekarang katakan mas Devan."


"Mmmm.... bi biyan yang menghubungiku."


"Benarkah?"


###


sementara itu,


"Lepaskan aku! Steve!"Jerit mona memukul punggung Yo il. Namun sepertinya tak bereaksi apapun. Wajah steve datar saja. Tepat didalam lift Steve menurunkan Mona setelah menutup pintunya dan bergerak kebawah.


"kau mau apa?"


"Menyelesaikan urusan kita." seringai Yo il. Melangkah pelan namun pasti kerah Mona membuat wanita itu melangkah mundur.


"Apa kau sudah lupa peringatanku kemarin?" tanyanya."Atau kau memang mengabaikannya."


Tubuh Mona terpentok ke ujung terdalam lift.

__ADS_1


"A-apa maksudmu."


Yo il menyeringai,


TING!


Pintu lift terbuka. Yo il menarik Mona keluar walau wanita itu berontak, dan membawanya ke mobilnya.


"Kau mau membawaku kemana?"


"Landasan"


"Apa?"


"Aku akan mengirimmu ketempat yang seharusnya."


"Apa maksudmu?"


"Aku pernah memperingatkanmu, dan kamu mengabaikannya. Ini akan jadi peringatan terakhir sekaligus hukuman."seringai Yoil sambil terus menyetir.


Wajah Mona terus menampakkan ketegangan, dia sangat takut. Entah ia akan dibawa kemana, yang pasti bukan sesuatu yang bagus.


"Kau tau keluargaku?"ucap Mona dengan suara bergetar."Mereka tidak akan diam saja."


"Hahahah... Mereka sudah tidak perduli lagi denganmu." ejek Yo il."Ingatlah mereka sudah membuangmu! Bahkan kau sudah di depak dari keluarga. karena itulah kau terus mengejar Devan kan? Dialah sumber uangmu. Sayangnya dia sudah tak minat lagi denganmu."


"Aku akan memberikanmu pekerjaan yang cocok untukmu."


Mobil Yo il berhenti disebuah landasan pacu pribadinya. Menyeret mona. Ada beberapa orang yang sudah menunggu disana.


Yo il menyerahkannya pada orang-orang itu. Wajah ketakutan jelas tersirat diwajah Mona. Yo il mendekat dan berbisik ditelinganya.


"Mereka akan membawamu ke negara surga dunia. Dimana kamu akan memakan orang-orang. Selamat menikmati." bisiknya dengan seringai jahat.


"Bawa pergi!" titahnya dingin dan datar pada para pria dibawah kendalinya itu.


"Tidak!"jerit histeris mona mencoba lolos."Yo il kau akan menyesali ini!"


Wanita itu terus menjerit dan mengumpat sampai tubuhnya sudah hilang dibalik pintu jetpri.


Yo il hanya menatap dingin. "Pergilah yang jauh. dan jangan kembali! Iblis!"


____€€€_____


Readers kuh, kasih semangat donk, biar aku up terus setiap hari.


like dan komen ya


Terima kasih.

__ADS_1


Salam___


😊


__ADS_2