
"Apa rencanamu sekarang?"tanya Yo il
"Bisakah, kau menyembunyikan aku sementara ini? Aku tak ingin bertemu dengan Mas Devan."pinta Angga dengan wajah sendunya.
Yo il menarik nafas dalam-dalam.
"Baiklah. Jika kau percaya padaku."Yo il menyanggupi, "Tapi, kita ke suatu tempat dulu. Aku harus menjemput seseorang."
"Asalkan itu bukan mas Devan atau keluarganya, aku tidak masalah Yo Il."balas Angga.
"Yunho, ke sekolah Manis sekarang!"
Mobil kuning itu berhenti tepat di depan sekolah Manis. Gadis itu sudah berdiri didepan gerbang menunggu.
Dia langsung duduk di jog depan. Sebelumnya dia sudah menerima pesan dari Yo il untuk menunggu jemputannya.
Mobil itu bergerak meninggalkan sekolah Manis.
"Yunho! ke vila dua sekarang!" titah Yo il segera.
"Baik tuan muda." Yunho langsung melajukan mobilnya ke vila kaca ditepi pantai.
"Tuan muda! kenapa kita mau ke vila?" tanya Manis kepo maksimal melirik pada Angga yang duduk disamping Yo il.
"Kamu. Ujianmu sudah selesai kan?"
"Sudah tuan muda. Hanya tinggal pengumuman kelulusan."
"Bagus! Jadi tidak masalah jika kamu tidak pergi kesekolah dalam waktu dekat ini kan?"
"Kenapa tuan?"
"kita akan pergi ke tempat yang jauh."
____
Devan keluar dari rumah utama. Dengan tergesa dia memasuki mobilnya dan membawanya keluar dari mansion. Secepat itu dia melesat mencari Angga yang entah dimana keberadaannya.
sepanjang jalan pria itu tolah toleh. dengan wajah cemas dan kawatir. kemana perginya sang istri? Semakin lama Devan semakin gusar. Dia tak kunjung menemukan Angga.
"Dimana kamu sayang?"gumamnya cemas.
Devan masih mencari, dia juga menghubungi nomor Angga namun masih diluar jangkauan.
"Apa yang harus aku lakukan jika tak menemukanmu?"lirihnya.
"Setidaknya biarkan aku minta maaf dan melihatmu sekali lagi. Please!"
_____
Sementara itu, Pak James juga sibuk dengan pencariannya. Sayang masih belum juga mendapat titik terang. Dia juga mengecek beberapa CCTV yang bisa dia pantau. Sayangnya gadis itu menghilang bak ditelan bumi. Padahal mereka baru sebentar kehilangan Angga. Bagaimana bisa?
__ADS_1
Bagaimana kami kehilangan jejaknya? Siapa yang ada dibalik semua ini? Apakah Han? pikir Pak James cepat, dia menyentuh dagunya, dengan sebelah tangan yang terlipat didadanya.
Tidak! Tak mungkin dia. Pria itu bahkan tak tau jika aku sudah mengetahui rencananya. Lalu siapa? Bagaimana bisa semua CCTV tak menampakkan wujud Angga? Ada yang tidak beres disini. pikir pak James lagi.
"Aku harus mencari tau!" Gumam Pak James melangkah keluar rumahnya. "aku tak akan melepaskanmu jika kamu terlibat Han."
###
Perjalanan dari ibukota ke Vila kedua milik Yo Il membutuhkan setidaknya tiga jam perjalanan. Tentu saja tanpa rehat, Yo il kwatir bila mereka memutuskan untuk rehat dulu malah akan membuat Devan dan keluarganya menemukan Angga.
Yo il cukup tau bagaimana Pak James bertindak dan memgambil langkah.
Jika paman sampai tau aku yang sudah menyabotase semua jaringan CCTV habislah sudah. batin Yo Il sedikit gusar.
Yo Il memang memiliki kemampuan sebagai hacker. Dia bisa dengan mudah membobol jaringan yang dia inginkan. Seperti saat ini, beberapa CCTV sudah dia kerjai. Sosok Angga benar-benar luput dan tak terdeteksi.
Dampailah mereka di sebuah vila yang indah yang didominasi oleh kaca itu.
Manis yang keluar dari mobil memandang dengan takjub melihat halaman dan bangunan luas itu. Mulutnya ternganga menatap dengan penuh ketakjuban. Yo il melirik gadis SMA dengan malas, walau sebenarnya ada sedikit niat untuk menjahilinya.
"Hey! tutup mulutmu, air liurmu sampai menetes kemana-mana! Bikin banjir!"oceh Yo il mengibaskan tangannya di depan wajah Manis.
Manis yang tersadar, buru-buru mengelap sekitar mulutnya dengan punggung tangannya.
Sial! mana? nggak ada ences kok. Dia menipuku lagi untuk membuatku malu didepan wanita itu? batin Manis melirik Angga.
Sebenarnya rasa ingin tau dan penasaran terus menggelitikinya. Namun Manis harus bertahan. Tidak boleh ikut campur urusan majikannya. Jika tidak kepepet. Uppss!
Begitu memasuki ruang luas yang sepertinya ruang utama itu, Manis kembali dibuat takjub. Dia tak henti-hentinya berdecak.
"Wah, luar bisa! Aku bahkan bisa melihat laut dari ini!" serunya kegirangan. Melihat ke segala arah, membuat Angga tertawa geli.
"Ternyata kami sama." gumamnya, "hanya aku lebih bisa menahan diri."
"Dimana kamu menemukannya Yo Il?" tanya Angga menoleh pada Yo il yang berdiri disampingnya.
"Di jalan."Yo Il menjawab dingin.
"Kamu menemukan harta karun. Dia manis."
"Namanya memang Manis."
"Apa?"Angga terkejut,"Benarkah?"
"Heeemmm...."
"Niss!" panggil Yo Il melambaikan tangannya memanggil Manis agar mendekat.
__ADS_1
Manis yang menoleh dan melihat gerakan YoIl segera mendekat.
"Ada apa tuan Muda?"
"Dia Angga, kalian bisa berkenalan dulu dan menjadi teman."ucap Yo Il cepat.
"Aku masih ada urusan. Kalian buatlah sesantai dan senyaman mungkin." lanjut Yo il melangkah pergi, di ikuti oleh Yunho yang masih setia pada tuannya itu.
"Baik." ucap keduanya serentak.
Begitu Yo il dan Yunho tak menampakan diri lagi, Angga dan Manis saling menatap dan tersenyum kecil.
"Sepertinya kita bebas." ucap Angga pelan sedikit menutup mulut dengan ujung jarinya.
"Nona Angga..."
"Panggil Angga saja, lebih akrab, bukankah dengan begitu kita bisa menjadi teman?"
"Baiklah Angga."
"Kamu masih sekolah, bagaimana bisa mengenal dan bertemu dengan Yo il."Angga mulai menginterogasi Manis.
"Ceritanya panjang."
"Aku dengarkan."
Mereka mendudukkan bokong disofa dan melihat kearah laut. Manis mulai bercerita dengan banyak menaburkan bumbu penyedap, hingga terdengar sangat gurih.
"Yaahh, walau bagaimana pun aku tetap berhutang budi padanya. Setidaknya aku nggak jadi budak napsu pria tua itu." Manis mengakhiri ceritanya yang panjang itu.
"Hidupmu tragis sekali ya?"Ucap Angga menaruh simpati pada gadis sma itu.
"Bagaimana denganmu?" Manis balik bertanya.
"Aaahhh,, kisahku hanya memalukan."
"Tidak apa-apa, aku juga tidak tau malu. Ceritakan padaku "desak Manis sudah kepo akut, sepertinya dia sudah sangat sangat ingin mendengar tentang kebuncitan perut Angga juga hubungannya denga Han Yo Il majikannya itu.
Angga tersenyum lembut, melihat antusiasme Manis dengan mata yang polos.
Semoga Yo Il berjodoh dengannya. Dia gadis yang menarik.
____€€€_____
Reader kuuh , kasih semangat donk, biar aku up terus setiap hari.
like dan komen ya
Terima kasih.
Salam___
__ADS_1
😊