
Manis yovie aneputri. Seorang Gadis kelas 12 SMA. Duduk disebuah kafe X yang cukup terkenal dikota itu. Gadis itu duduk disamping ayah dan ibu tirinya. didepan duduk seorang yang usianya sama dengan ayahnya. Menatap Manis dengan mata buas.
Mereka sedang membahas pernikahan antara pria itu dan Manis. Dengan hati yang sudah sangat kesal dan marah, dan dada yang terasa sesak, Manis mengepalkan tangannya dibawah meja.
Bagaimana bisa? dia dijadikan sebagai menebus utang oleh ayah dan ibu tirinya. Benar-benar biadab. Dia bahkan masih SMA. bagaimana bisa mereka menghancurkan masa depan seorang gadis sepertinya.
Manis sudah pernah mencoba kabur, namun sayangnya dia selalu tertangkap. Dan sialnya kini mereka mempercepat pernikahan dengan Rentenir Bambang.
Tentu saja Manis berencana kabur kali ini. Tapi harus dengan rencana.
###
Yo il menghela nafasnya, Melihat punggung Devan yang menjauh.
"Anda baik-baik saja tuan muda?"tanya yunho yang masih setia berdiri dibelakangnya.
"Heemmm..." Yo il berdehem. Pria itu melamun sesaat. Hingga dia dikejutkan oleh keributan di meja sebelah. Yo il menoleh melihat.
Gadis itu..... Bukankah dia yang malam itu?
Yo il memperhatikan sebentar perdebatan mereka.
*Sepertinya gadis itu dijodohkan dengan orang tua didepannya. Huuuhh... lucu sekali. bisa-bisa nya menjodohkan anak sendiri dengan orang yang bahkan lebih tua dari ayahnya. Sinting!
Aahh sudahlah! bukan urusanku. Aku pergi saja*. Pikir Yo il berdiri dari duduknya.
Yo il melangkah melewati meja sebelah, sayang nya bertepatan dengan langkah gadis itu. Hingga mereka bertubrukan.
BRRUUUKK!!
Aduuhh! pekik Manis dan Yo il bersamaan.
"Kau!"
Haaaa... kaka tampan! jerit batin Manis. Kesempatan!
"Manis! kembali kemari!" teriak Pria tua yang jadi ayahnya.
"Tidak!"tolak Manis tegas, "Kenapa aku harus menikah dengan pria tua dan mesum sepertinya. Dia lebih cocok menikah dengan bibi An."
Bibi An adalah ibu tiri Manis.
"MANIIISSS!!!"Ayah manis menggeram keras.
"Lagi pula, aku sudah punya pacar!" seru Manis lantang.
"Dia!" Manis memarik lengan Yo il. "Dia adalah pacarku!" serunya tegas.
"Apaaa??" Yo il terkejut sampai membeku. begitupun dengan Yunho.
"Selamat tinggal!" Manis berlari sambil menyeret patung es Yo il keluar kafe.
"MANISSS! BERANINYA KAUUU!!" teriak ayah manis yang sudah naik pitam."KEMBALII!!"
"Heeii.. kenapa kau melibatkan aku Siluman kecil?" protes Yo il begitu tersadar di luar kafe.
"Maaf Om!" Manis melepaskan tangan Yo il. "Ini tidak akan terjadi lagi" sambungnya menangkupkan kedua taangannya didepan wajahnya.
"Sumpah! Maaff!!"
Manis berlari pergi menjauh. dia tak boleh tertangkap kali ini.
Yo il menyentak nafasnya. Melihat Yunho sudah didalam mobil yang brhenti disampingnya. Dia lalu masuk ke dalam mobil.
Dalam perjalanannya kembali, dia melihat punggung Manis. Sedang terlibat pertengakaran dengan tiga orang seumurannya dijalan. Salah satu orang hendak menyerang manis . Hingga mereka melewatinya.
Aaarrgg... Ya ampun! siluman kecil itu kenapa selalu terlibat masalah. benar-benar siluman.
__ADS_1
"Yunho, mundurkan mobil Lima meter."
"Tuan, itu...."
"Tidak ada bantahan!"Yo il menggeram.
Mau tak mau Yunho memundurkan mobilnya dan Yunho menghentikan laju mobilnya tepat disamping Manis berdiri sesuai yang Yo il minta. Gadis itu sedang menahan tangan lawannya dan menendang kaki.
Yo il membuka pintu mobil.
"Manis!" panggilnya, yang dipanggil menoleh.
"Masuk!"
Manis beralih pandang pada ketiga gadis didepannya.
"Lain kali jangan asal njeplak. Ngerti kalian?"sentak Manis garang.
"Atau terpaksa aku harus mendisiplinkan kalian!" Lanjutnya mengangkat tangan, dan mengambang di udara.
"Maniss!!"Seru Yo il.
Manis berbalik dan masuk kedalam mobil.
Tunggu, kenapa aku masuk kemari? Mengikuti kakak tampan ini? heran Manis dalam pikirnya.
"Jalan!" seru Yo il.
Yunho melajukan mobilnya kembali.
"Bagaimana Om bisa tau namaku?"
"Pria tua yang ada dikafe itu berteriak namamu."ujar Yo il santai.
"Aaahh,, Ayah sialan." umpat Manis kesal menggeretkan gigi.
"Haaaaeeehh.. dia bukan ayah kandungku. Ibuku menikah lagi, lalu dia meninggal, dan laki-laki itu menikah lagi dengan wanita asing bernama bibi An." jelas Manis singkat dan padat.
"Aaahh, begitu...." gumam Yo il.
"Pantas saja... kau dijodohkan dengan pria tua seumurannya.. hemmheeemmheemmm..." kekeh Yo il mengejek.
"Turun kan aku disini Om!"dengus Manis kesal.
"Tidak bisa!" tolak Yo il tegas."Aku harus mengantar mu pulang."
"Apa?"Manis meninggikan suaranya, tersentak kaget.
"Aku sudah bersusah payah kabur, dan kau malah mau memulangkanku?"sentak Manis lagi dengan nada yang lebih tinggi.
"Tentu saja. itu balasannya karena sudah menyeretku dalam masalahmu!"balas Yo il santai, menatap kedepan tanpa menoleh pada Manis.
"Apa? Aku kan sudah minta maaf Om." ucap Manis membela diri.
"Tapi aku harus meluruskannya pada orang tuamu" Yo il lagi-lagi tak mau kalah.
"Sialan! Om keras kepala." Manis mencoba membuka pintu disampingnya namun tidak bisa.
"Jangan bertindak bodoh."ujar Yo il lagi masih tak menoleh pada Manis.
"Ciihhh!"
Sama sama terdiam dalam mobil. Yunho yang hanya menyimak pembicaraan kedua mahluk dibelakang mencoba tetap fokus dan tidak terpengaruh.
"kita akan pergi kemana tuan?" tanya Yunho akhirnya
"Kerumahnya." jawab Yo il menunjuk dengan kepalanya.
__ADS_1
Yunho menghela nafasnya sabar.
"Dimana rumahmu gadis Manis?" tanya-nya akhirnya.
"Heeeeeehhh... tebak saja sendiri!" dengus Manis memalingkan wajahnya kesamping dan melipat tangan didadanya.
Sabar! Sabar! Yunho! batin Yunho.
Yunho akhirnya menepikan mobilnya dan berhenti. Mengambil Smartpone nya dan mulai berselancar.
"Hey, asisten, kenapa malah berhenti?" tanya Yo il dengan pandangan protes.
"Tentu saja. mencari alamat nona Manis." ucapnya tenang.
Yo il mendesis. Menoleh pada Manis, yang berlagak tak perduli. Dengan cepat, Yo il meraba tubuh Manis, dan mengambil dompetnya.
"A-apa apaan ini?" protes Manis geram."Kau sedang mencoba melecehkanku?"
Yo il mengambil dompet Manis,
"Dompetku!"pekik Manis saat dilihatnya Yo il sedang membuka dompetnya, mengambil satu kartu disana. Lalu melempar ketubuh Manis begitu saja.
"Ini kartu pelajarnya." ucap Yo il mengangsurkan kartu yang tadi diambilnya.
"Saya sudah mendapatkan alamatnya tuan." ucap Yunho menjalankan mobilnya tanpa memperdulikan kartu pelajar yang Yo Il berikan.
"Benarkah? Kau lumayan juga."
Manis makin kesal dengan kelakuan kedua orang pria yang seenaknya itu. Membuat dirinya menyesal tadi masuk kedalam mobil yang ditumpanginya saat ini.
Setelah melalui perjalanan skitar 15 menit, akhirnya mereka sampai di sebuah rumah sederhana.
"Kau tinggal disini?" Tanya Yo il melongok keluar.
"Iya. dulunya ini rumah ibuku, lalu pria itu mengambil alih. Dan sekarang aku akan dinikahkan dengan bos rentenir beristri empat." dengus Manis dengan nada jengkel."Ciiihh.."
Yo il menatap iba pada gadis disampingnya.
"Aku pikir cerita seperti ini hanya ada di drama atau novel."
"haaaaeeehhhh...." Manis menyentak nafas kesal.
"Tapi itu tidak cukup membuatku bersimpati." ucap Yo il keluar dari mobilnya.
"Turun!"
"Tidak mau!"
Yo il menarik paksa Manis keluar dari mobil.
"Om! Apa kau tak bisa bersikap lembut?"protes Manis marah mencoba meloloskan diri.
"MANIS!" suara lantang dari ayahnya yang keluar dari dalam rumah.
"Sialan! Sekarang mana bisa kabur!" gumam Manis mencoba melepaskan cengkraman Yo il.
"KEMARI KAU BOCAH KEPARAT!!" seru pria itu dengan intonasi tinggi. Berjalan mendekat.
___€€€___
kasih semangat donk, biar aku up terus setiap hari.
like dan komen ya
Terima kasih.
Salam___
__ADS_1
😊