Hamil Anak Siapa ?!

Hamil Anak Siapa ?!
Chap 56


__ADS_3

Setelah mendapat sampel DNA milik paman James, Devan dan Angga yang msih tertinggl disisir dan kamar mandi di aparteman Devan. Yo il membawanya ke lab.


"Berapa lama hasilnya akan keluar?"tanya Yo il setelah menyerahkan sample nya.


"Tiga hari."jawab petugas.


"Baiklah."


Dengan Lesu Yo il masuk kedalam Mobil, dimana Manis menunggu.


"Bagaimana Tuan?"tanya Manis menatap tuannya yang lesu duduk disampingnya.


"Yunho!"


"Iya Tuan."sahut Yunho yang duduk dibelakang kemudi.


"Kau sudah mengirim orang untuk memantau kemana mereka pergi kan?"


"Sudah tuan."


"Jangan sampai lepas."


"baik."


Setidaknya mereka harus tau hasil test nya tiga hari lagi.


Malam itu, Yo il berjalan perlahan, dia melewati bagian terdalam di rumah besar itu. Ayah dan ibu Yo il sudah terlelap. Yo il berjalan melewati kamar Manis. Gadis itu melongok keluar dari pintu kamarnya melihat punggung Yo il di kegelapan.


Manis bersungut mengikuti Yoil perlahan dan mengendap-ngendap. Rasa penasaran dihati Manis lebih besar dibanding rasa takutnya.


Yo il memasuki ruang yang paling ujung. Manis mengikuti. Dan berhenti tepat di pintu itu.


"Ada tuan kemari? Bukankah ini jarang dimasuki? Kenapa tuan msuk kemari? tempat apa ini?" gumam Manis penasaran."Aku tidak akan tau jika tidak masuk."


Manis menyentuh handel pintu, perlahan mendorongnya, Manis menyelinap melalui celah pintu. dan menutupnya tanpa suara.


Manis berjalan satu langkah.


"Kenapa kau mengikutiku?"


DEG!


Jantung Manis terhenti, Manis mematung. Dia menoleh.


"Tuan?"


"Kenapa kamu sangat kepo heeemmm?"


Manis tersenyum canggung. Yo il melangkah mwndahului.


Dia tidak marah? benarkah? Dia juga tidak mengusir, itu artinya aku boleh ikut kan? pikir Manis melangkahkan kakinya.


Manis dibuat takjub, ruangan yang dimasukinya itu penuh dengan komputer. Yo il duduk di depan komputer itu. Tangannya dengan lincah bermain pada keyboardnya.


"Apa yang coba kamu lakukan tuan?"


"Diamlah jangan bwrisik! Aku sedang bekerja."


Manis hanya meperhatikan dibelakang. matanya mengikuti layar datar yang berganti dan bergerak.


"Ini...."


"Apakah kamu sedang meretas tuan?"


Yo il tersenyum tipis.


"Aku hanya mencari keberadaan Angga dan Devan."ucap Yo il"Juga beberapa orang dari masa lalu."


Manis terbengong.


Tuan!! Kamu hebat sekali....


____


Pak James mendatangi kantor Devan, dia masuk ke dalam lift, dia yakin, putra nya itu masih akan bekerja.

__ADS_1


Aku tau ini salahku. Tapi tetap membiarkan mereka bersama juga bukan hal yang benar. Aku harus bicara dengan Devan, apapun reaksinya nanti.


Begitu pintu lift terbuka Pak James langsung menuju kwruangan Devan. Namun dia dicegat oleh sekertarisnya.


"Maaf tuan James, Tuan Devan sedang tak ingin diganggu. Beliau sedang sangat sibuk sekarang."


"Baiklah. Aku akan menunggu saja." ucap Pak James duduk di kursi tunggu tak jauh dari pintu ruangan Devan.


Waktu berlalu, hingga Devan keluar dari ruangannya untuk pulang kerumah. Dia tertegun melihat Ayah nya da disana. Namun tak Devan hiraukan. Devan berlalu begitu saja. Pak James mengikuti dibelakang.


Begitu keduanya masuk kedalam lift. Devan masih mengabaikannya.


"Dev!" pak James membuka suara."Ayah tau kau masih marah pada Ayah. Ayah minta maaf."


"Ayah mohon......"


Devan mengangkat tangan tanda tak ingin dengar apapun.


"Ayah, Aku tak ingin membicarakan ini."ucap Devan, "jika kedatanganmu hanya untuk meminta kami berpisah. lupakan saja. Aku tak berminat."


"Dev, sadarlah! Angga saudarimu."


"Dulu kau yang memaksaku untuk menikahinya, dan sekarang, dengan entengnya kau menyuruh kami berpisah? Ayah macam apa kau ini?" ucap Devan mulai emosi.


"Saat itu ayah hanya ingin kamu bertanggung jawab."


"Karena itu biarkan aku bertanggung jawab sampai akhir."ujar Devan makin emosi,


"Dev.... Maafkan ayah.." ratap pak James penuh penyesalan.


"Apa kau pikir perasaan kami hanya mainan?"


"Dev, kenyataannya dia adalah saudarimu!"


"Memangnya kenapa kalau saudara?" ucap Devan dengan nafas tak beraturan menahan amarahnya "Ini bukan salah kami."


"Ayah tau. Ayah yang bersalah. Karena itu ayah mohon."ucap pak James,


TING!


"Ayah, aku sangat kecewa padamu," ucap Devan melangkah keluar lift."Aku akan memutuskan ikatan keluarga, yang tidak bisa menerima kami." tutupnya meninggalkan sang ayah.


Lutut Pak James terasa lemas. Kini anaknya bahkan berniat memutuskan ikatan keluarga.


"Andai dulu aku bertanggung jawab dan tidak lari, ini pasti dapat dihindari."sesal Pak James. "Aku sangat pengecut. Aku hanya ingin Devan tak sepertiku, tapi ini justru menjadi bumerang. Tuhan maafkan aku. Ampuni aku."


Bahu pak James bergetar, isak kecil mengiringi penyesalannya.


_____


Angga menyiapkan makan malam untuk suaminya. Bi Biyan sudah pulang petang itu. Tak lama terdengar suara pintu dibuka.


Angga mengulas senyum, dia berjalan berlahan mengingat perutnya yang semakin membesar. Dia menyambut suaminya.


"Mas Devan sudah pulang."Sambutnya melihat Devan muncul dari ruang tamu."Apa hari ini sangat sibuk? kenapa agak petang pulangnya."


"Ada beberapa masalah kecil." balas Devan memeluk istrinya, dan mencium punca kepala Angga.


Devan berjongkok dan mengelus perut Angga.


"Anak papa nggak nakal kan?" ucapnya pada perut Angga.


"Enggak Papa."balas Angga menirukan suara anak kecil.


Devan tersenyum kecil lalu mencium perut Angga.


"Aku sudah masak sama bi Biyan tadi. Mandilah, setelah itu makan malam."ucap Angga mengusap lengan suaminya.


"Heeemmm... tunggu ya." Devan mengecup ringan bibir Angga.


"Aku mandi dulu."


Seusai mandi Devan duduk di meja makan. Angga mengambilkan makanan untuk Devan lalu mengambil jatahnya sendiri.


"Besok pagi kita pindah."

__ADS_1


Angga terdiam. "Haruskah?"


"Tentu saja."


"Kemana kita akan pindah."


"Bagaimana jika ke negara S?"tanya Devan, "Disana tidak ada yang akan mengganggu kita "


"Itu jauh sekali."


"Semakin jauh. semakin baik. Aku sudah mengatur semuanya. besok pagi kita berangkat."


Angga mengulas senyuman.


"Baiklah."


###


Keesokan paginya, Devan dan Angga berkendara menuju bandara. Dalam perjalanan ponsel Devan berdering.


"Biar aku saja yang mengangkatnya." ucap Angga."Boleh?"


"Tentu."


Devan menyerahkan ponselnya.


"Dari Yo Il." Angga menatap layarnya.


"Tidak usah diangkat kalau begitu."


"Bagaimana jika penting?"menatap Devan.


Devan merebut hpnya dan melemparkannya di jog belakang. Angga hanya terdiam menatap Devan yang terlihat mulai gusar itu.


"Mas Devan," panggil Angga.


"Heemmm..."


"Bagaimana jika kita berpamitan dulu dengan Ayah dan yang lainnya. Kita akan pergi sangat jauh."


"Tidak perlu."


Tapi mereka keluarga kita."


"sayang, sejak apa yang terjadi dirumah bibimu, mereka sudah bukan keluarga lagi. Aku putuskan ikatan keluarga kita."


"Kenapaaa??"


CIIIIITTTTT....


BRRAAAKKKK...


BUUUUUMMM...


Mobil Devan berguling, sebuah truk yang lepas kendali menabrak bagian samping mobil Devan.


Suara riuh sirene ambulance dan polisi bersautan dengan ributnya orang yang berlalu lalang, berjibaku menyelamatnya jiwa-jiwa yang butuh pertolongan.


____€€€____


Udah mau timit nih, yok mampir juga ke karya othor yang lain.


Hot janda


Belenggu cinta mafia


Dicerai karena dekil (ends)


Reader kuuh , kasih semangat donk, biar othor up terus setiap hari.


like dan komen ya


Terima kasih.


Salam___

__ADS_1


😊


__ADS_2