Hamil Anak Siapa ?!

Hamil Anak Siapa ?!
chap 34


__ADS_3

"Pagi ini dingin sekali. Aku ingin yang hangat-hangat." ucap Devan dengan cengiran diwajahnya.


"Bagaimana menurutmu?"


wajah Angga menghangat, rasanya wajahnya sudah memerah sampai ketelinga. Devan tersenyum jail melihatnya.


Menyenangkan sekali menggodamu seperti ini. batin Devan.


"Kamu mau mulai dari mana?" goda Devan lagi.


"Dapur."


Dahi Devan mengernyit.


"Kenapa dapur?" tanya-nya.


"Katanya Mas Devan mau yang hangat-hangat."ucap Angga gugup. "Di dapur ada kompor..."


"Terus kamu mau manasin aku gitu?" ucap Devan dengan mata malas.


"Mas Devan mau?"


Devan mendelik dengan wajah kesal. Membuat Angga tergelak.


"ketawa lagi." protes Devan menggelitiki Angga.


"Ahahaha... Ampun mas Devan...Maaf...."pekik Angga menggerakkan tubuhnya menghindari tangan jail Devan yang terus menggelitikinya.


Devan menghentikan pergerakan tangannya, berpindah membingkai wajah Angga. Dengan cepat melluummaaat bibir yang masih terbuka lebar karena tawanya itu.


"Uuuummmmmpppp...."


Angga terkejut dengan ciuman dadakan dari suaminya itu.


"Uuuuaaaaahhhhhh...." Angga ngos-ngosan setelah Devan melepas bibirnya.


"Nakal sih!"


Wajah Angga memerah.


"A-ayo ke dapur. Aku buatkan yang hangat-hangat." ajak Angga masih dengan wajah yang memerah.


Angga bersungut keluar kamar. Devan tersenyum kecil, lalu mengikuti dari belakang.


"Kamu mau bikin apa sayang?"


"Heemm?" Liat persediaan dulu."


Langkah Angga terhenti diambang dapur. Ada bi Biyan disana. sedang menyiapkan bahan untuk sarapan.


"Mau masak apa bi Biyan?"tanya Angga mendekat.


"Udah bangun Non."Bi Biyan menanggapi."Mau masak seafood aja. Nona Angga mau? Apa mau reques menu lain? Mumpung belum dimasak nih."


Angga menoleh kearah Devan yang membuntutinya. Menatap netra Devan.


"Aku ngikut aja. Apapun mau kok." ucapnya, menanggapi arti tatapan mata Angga.


"Seafood aja bi Biyan." Angga berbalik ke arah Bi Biyan.


"Aku bantuin ya Bi, biar cepet." tawar Angga mengambil posisi disamping Bi Biyan.


Bi Biyan hanya melempar senyum, dan membiarkan Angga membantunya. Devan mengambil duduk disebrang Angga memotong Udang dan cumi. Pria itu memangku wajahnya dan menatap lekat wajah istrinya.


"Mas Devan kenapa sih? Aku jadi nggak bisa motong kalau di liatin gitu."protes Angga.


"Hemhemhem... Kenapa?"


Angga tak menjawab.


"Tadi ada yang bilang mau bikinin yang hangat-hangat."


"Iya ini lagi mau dibikinin."


"yang lain?"


"Mas Devan mau apa?"


Angga berpikir sejenak. "Mau kopi?"


Devan menggeleng.


"Teh?"


Devan masih menggeleng.


"Coklat?"


Devan menggeleng lagi.

__ADS_1


"Susu."


"Heeemm?"


"Aku mau susu hangat." Devan mengangkat jarinya.


"Memangnya kita punya?" tanya Angga mengernyitkan dahi.


"Kamu punya." celetuk Devan dengan cengiran.


Bi biyan terbatuk. Angga melirik bi Biyan lalu menatap Devan dan mengetok kepalanya dengan pisau yang dimiringkan.


"Sakit Angga! Kok malah diketok sih...." protes Devan mengelus kepalanya. Angga tidak peduli, dia beralih menoleh pada bi Biyan.


"Apa ada stok susu Bi?"


"Ada Non."


"Dimana?"


"Di rak atas."


Angga membuka rak atas." Mana bi?"


"Ya itu non. yang ada didepan sendiri."


Angga mengambil bok susu didepannya dan menunjukannya pada bi Biyan.


"Ini?"


"iya non."


Angga beralih menatap Devan."Mas Devan mau minum ini?"


"Ya itu yang aku maksud." ucap Devan mengangkat jarinya."Makanya tadi kubilang kan, kamu punya. Eee, malah dapat ketok kepala."


"Susu bumil?"


"Boleh kan?"Ujarnya nyengir."Tapi kalau mau kasih susu yang lain juga mau kok."


"ck." Angga berdecak.


"Kalau ada."


Angga mendengus.


"Ku tunggui bikinnya, cepetan."


Seusai sarapan Devan berangkat kerja. Tak lupa dia mengecup pipi angga.


"Berangkat dulu ya." pamitnya. Devan lalu berjongkok dan mencium perut Angga.


"Papa kerja dulu ya. baby boy jangan nakal." Devan mengusap perut Angga.


"Baby boy?" Angga mengernyitkan dahinya."Kenapa menyebutnya baby boy?"


"Kenapa? Karena dia laki-laki."


"Mas Devan tau dari mana laki-laki?"


"Fi-ra-sat."


Angga tersenyum geli... "Hemmheemmheemm.. firasat."


"Kenapa? Kamu meremehkan firasatku?"


"Tidak.....heemmheeemheeemm"tertawa geli.


"Kamu meremehkanku.." Ucap Devan kesal


"Tidak!"


"Tawamu itu..." Devan sangat kesal.


"Kenapa dengan tawaku?"


"Menyebalkan!" Devan memeluk pinggang Angga, memegang dagunya dan melummaatt bibir lembut Angga.


"Uuuummmmppp....."


"Aku berangkat dulu." Ucap Devan melepaskan.


Seusai kepergian Devan Angga menonton tv ditemani oleh bi Biyan.


Tak lama, terdengar suara bel pintu depan berbunyi. Gegas bi biyan berjalan ke depan.


"Apa Angga dirumah?" tanya yoil


"Anda siapa?"

__ADS_1


"Han Yo Il sepupu Devan."jawab Yo il dengan senyum tipis.


"Aahh, Nona sedang menonton tv."ucap Bi biyan.


"Boleh saya masuk?"


"silahkan."


Yo il memasuki rumah. mendapati Angga yang tertawa melihat kartun kotak kuning. Wanita itu sedang memgusap ujung matanya.


"Ooo... yo il?"


Steve mengangkat tangannya.


"Duduklah." ucap Angga membenarkan posisi duduknya."


"Tuan Han Yo il mau minum apa?"tawar Bi Biyan.


"Apapun bi, pasti saya minum."ucap Yoil.


"Baik. Mohon tunggu." Bi biyan pamit kedapur.


"Ada apa?"tanya Angga menatap Yo il


"Kamu tidak merindukanku?" goda Yo il.


"Aaahh,, ayo lahh Yo il." tertawa geli..


"Baiklah. kalau begitu aku saja yang kangen."


Angga mendengus.


"Hahaha... kamu lucu sekali."ucap Yo il."Aku bosan dirumah, jadi aku main. Kamu aku ajakin main nggak mau."


Angga tertawa canggung.


"Kamu tau, aku nggak mau Mas Devan salah paham."ucap Angga kikuk." Kalian punya masa lalu yang tidak mengenakkan bukan?"


"Yayaya.." Yo il mengiyakan."Kamu benar."


Sesaat tampak bi biyan datang dengan secangkir teh dan jus buah naga. lalu diletakkan di meja tamu. Bi biyan juga membawa beberapa camilan dan kue.


"Silahkan tuan. saya kebelakang dulu." ijin bi biyan.


"Baiklah.terima kasih." jawab Angga dan yo il bersamaan.


"Waahh.. kita bisa samaan. pasti jodoh."


"Tuan sepupu..."


"Kenapa menggunakan sebutan tak ramah begitu? Kamu membuatku sedih." dengan muka dibuat memelas.


"Ah, sebenarnya aku ingin memberimu ini." Yo il mengeluarkan amplop coklat dari jaket sportnya. lalu meletakkannya di meja.


"Ini...." Angga mengenali amplop itu.


"Ini uang mu."


"Bagaimana......?"


Yo il tersenyum misterius.


"Jangan menanggungnya sendiri. Katakan pada ku jika ada yang mengganggumu. Aku pasti bereskan."


angga tersenyum kecut. "Mas Devan juga bilang begitu. kalian sangat baik."


"Aahh, aku ke toilet sebentar ya." Yo il beranjak dari duduknya. "dimana?"


"aahh, biar saya antar tuan."tawar Bi biyan saat dia hendak keluar dengan sekantong londrian.


"Baik. terima kasih."


Yo il dan Bi biyan berjalan ke arah kamar mandi.


TING TUNG. TING TUNG .


suara bel pintu depan berbunyi.


"Siapa yang datang?"


____€€€____


Readers kuh, kasih semangat donk, biar aku up terus setiap hari.


like dan komen ya


Terima kasih.


Salam___

__ADS_1


😊


__ADS_2