Hamil Anak Siapa ?!

Hamil Anak Siapa ?!
Chap 35


__ADS_3

Di komplek apartemen Devan dan Angga.


Mona duduk di lobi, sesekali dia melihat gawainya. Dengan sebuah amplop coklat di pangkuannya. Tak lama Nyonya Cory datang menyapanya.


"Mona..." sebuut ibu Cory berjalan mendekat. Mona melambai. "Sudah lama?"


"Nggak Bu."ucap Mona lembut.


Ibu melihat amplop coklat yang dibawa Mona.


"apa itu?"


"Duduk dulu. lihat sendiri." ucap mona menyerahkan amplop coklat itu.


Ibu cory membuka amplop itu dan melihat isinya. dia tercengang.


"Kurang ajaarr..."geram ibu. Mona tersenyum licik.


"Rubah betina!" umpat ibu kesal."Bisa bisanya dia menipu anakku."


Ibu bangun dari duduknya."Ayo mona. kita kekantor Devan kita perlihatkan ini. biar dia tau wanita seperti apa istrinya itu."


"Tunggu ibu, kita sudah di apartemen wanita ular itu. bagaimana jika kita labrak dia dulu." bujuk Mona menahan tangan ibu."Devan biar jadi urusanku nanti."


"Baiklah. Ayo!" Ibu yang sudah terbakar emosi itu melangkah lebar menuju lift, lalu menekan tombol lantai 9.


Didalam lift nyonya cory melihat-lihat lagi foto yang Mona berikan tadi.


"Dia benar-benar licik."gumam Ibu geram. dia meremas foto Angga yang sedang berjalan beriringan dengan Steve.


"Bahkan sepupu sendiri dia embat." geram Ibu.


Mona tersenyum licik tanpa ibu ketahui.


Yeess! aku berhasil. Memang paling mudah mempengaruhi ibu. Setidaknya aku masih punya pendukung. hahahha batin Mona


Tunggu saja Angga, akan kubuat kamu membayar mahal untuk ini. Berani-beraninya berebut pria denganku!! dalam hati Mona penuh amarah.


Begitu lift sampai di lantai 9. Dengan bergegas dan tak sabar, ibu melangkah lebar. Dan menekan tombol rumah Devan dengan tak sabar. Lama-lama jadi sebuah gedoran dipintu.


Angga yang saat itu ada diruang utama beranjak dan membuka pintu. Ia terkejut.


"Siapa?"


Wajah Mona yang tersenyum sinis dibelakang tubuh ibu. Dan wajah penuh amarah ibu Corry tunjukkan.


"KAAAUUUU....!!" pekik ibu geram.


"Nyonyah...." lirih Angga terkejut, "a-ada apa?"


Ibu Cory menerobos masuk di ikuti Mona yang melenggang dibelakangnya. Melewani Angga yang berdiri mematung. Angga tersadar dan segera menyusul.


"Nyoonnyaaahh..." seruuu nya.


"PLAAASSSSSHHHHH....."


Wajah angga terpukul oleh lembaran foto-foto Yang di lemparkan oleh nyonya Cori.


"JALLAAAANNGG SIALLANN !!"

__ADS_1


Ibu cory sangat berapi-api. Wajahnya sudah sangat merah karena marahnya. Melotot sempurna ke wajah Angga.


"Sekatang, ambil brang-barangmu dan pergi dari sini!"titah ibu cori, "Aku tidak mau wanita sepertimu berada dikediaman anakku!"


"Ada apa ini?" suara terkejut Bi biyan dari dalam . Membuat mona dan ibu menoleh ke arahnya.


"Siapa kamu?" sentak ibu.


"Saya asisten rumah tangga disini."jawab Bi biyan.


"Asisten?" Mona tertawa remeh.."Bagus ada pembantu disini. Bantu wanita ini mengemas pakaiannya."


Bi biyan tak bergeming.


"Siapa anda?"


"Apa?" sentak Mona terkejut bercampur kesal.


"Dia adalah calon nyonya mu. Jadi kamu harus mentaatinya."


"Dan anda?"berbalik menatap nyonya cori.


"Kau harus tau ibu dari tuanmu!"sentak nyonya cori.


"Maaf. Majikan saya adalah tuan Devan dan nona Angga."ucap Bi biyan tenang."Selain mereka, hanya tamu disini. Tak sepantasnya tamu menyuruh tuan rumah keluar. Mohon bersikap sopan. Jika anda masih bersikeras, terpaksa saya memanggil keamanan untuk mengeluarkan anda berdua."


"Apa? kurang ajar sekali kamu."sentak Mona kesal. "Hanya art saja berani mengusir kami!"


"Tenang mona. kita selesaikan dia setelah Devan datang."ucap ibu yang sebenarnya emosi, namun berusaha tetap tenang.


"Saya sangat menantikan itu nyonya." ucap Bi biyan yakin.


Malam sebelumnya saat Angga terlelap. Didalam ruang utama. Devan duduk disofa, dan bi Biyan berdiri siaga.


"Bi, bila nanti ada orang-orang yang mencoba mengganggu istriku dirumah ini. Laporkan padaku. aku akan memberimu sambungan cepat." ucap Devan.


"Majikanmu adalah kami selain kami orang luar. Jika ada orang luar yang membuat keributan. usir saja. Dan jangan takut, aku akan menaikkan gajimu dua kali lipat jika bi Biyan bisa menjaga Angga dari mereka."


"Baik tuan."


"Dan, sebagai informasi saja. diseluruh rumah ini, terpasang CCTV. Jadi jangan takut. Aku mengawasi kalian."


"Baik tuan."


Flash back off.


"Berapa kamu dibayar?" tanya Ibu Cory,


"Maaf nyonyah, apa anda sedang berusaha menyuap saya?"


"Hahahhaa..." ibu tertawa kecut. "Aku tidak percaya ini, bagaimana seorang ART bisa begitu berani? hati-hati saja, kalian bersiaplah ditendang dari sini!"


"Waaahh, ramai sekali, ku pikir ada apa, ternyata ada tamu...." seru Yo il yang tiba-tiba ikut nimbrung dari toilet tadi.


Ibu dan Mona menoleh,


Mona tersentak kaget, melihat ada Yo il disana.


"Apa? kenapa pria ini ada disini? bisa gawat jika begini. batin Mona panik.

__ADS_1


Yo il menatap Mona yang sudah panas dingin itu.


"Sepertinya kau mengabaikan peringatanku." ujarnya tersenyum smirk.


"Bagus kau ada disini Steve. jelaskan apa yang dimaksud foto ini? kenapa kamu bermesraan dengan istri saudaramu?"ucap ibu dengan senyum culas. ibu menyodorkan foto yang dia masih bawa.


Steve hanya melirik foto itu.


"Untuk apa menjelaskan pada orang yang tak ingin tau kebenarannya."


"Kauu.... Bagus sekali kau steve. Rupanya kalian berani juga ya..." kekeh Ibu menatap ponakannya itu.


Yo il tak menghiraukan, matanya menangkap lembaran foto di lantai sekitar Angga berdiri. Dia melangkah, dan mengambil beberapa.


"Ayo duduk pasti capek kan?" ucapnya pada Angga yang hanya melihat canggung dan tegang.


"Kenapa wajahmu begitu, mereka hanya tamu, kau tuan rumah disini. Kalau kau tidak suka, kau bisa mengusir mereka." melirik sinis pada ibu dan Mona bergantian.


"bukan sebaliknya."sambung nya menyeringai.


Yo il lalu menuntun angga duduk disofa,


"Kalian boleh duduk. banyak kursi nganggur disini." Ucap Yo il lagi menjatuhkan bokongnya di sofa..


"Ka-li-an."geram ibu.


"Hmmm.. seperti yang sudah, sudah, aku tetap tampan disini." ucap Yo il melihat beberapa lembar foto yang ada ditangannya.


"Yo il." lirih Angga menatap pria yang masih tetap tenang itu.


"Silahkan duduk nyonya dan nona, kalian tamu disini. saya akan menyajikan secangkir teh untuk kalian." ucap Bi biyan membungkuk dan menunjuk sofa tamu dengan tangannya.


Ibu menyentak nafasnya kasar. dia lalu duduk. begitupun dengan Mona. Bi biyan yang melihat mereka sudah duduk disofa lalu pergi kedapur.


Tak lama terdengar suara pintu depan dibuka. Devan muncul dengan nafas terenggah.


"Devan!"


Devan? Kenapa jadi begini? habislah aku! batin Mona panik.


Yo il tersenyum tipis dengan menyenderkan punggungnya.


Devan menatap ibu dan Mona bergantian.


"Apa yang kalian lakukan disini?" sinisnya masih berdiri ditempatnya.


"Dev.... Bagus kamu ada disini! Lihatlah dua orang itu, dan juga foto ini!" ucap ibu.


____€€€____


Readers kuh, kasih semangat donk, biar aku up terus setiap hari.


like dan komen ya


Terima kasih.


Salam___


😊

__ADS_1


__ADS_2