Hamil Anak Siapa ?!

Hamil Anak Siapa ?!
Chap 27


__ADS_3

"Kamu sudah bangun?" Devan membuka matanya,


"Kenapa mas Devan ada disini?" masih mode terkejut.


"Ini rumahku dan juga kamarku. Kalau tidak disini dimana aku seharusnya?" tersenyum, "Kenapa kamu disini? Apa kamu mau ini jadi kamar kita?"


Angga tersipu malu,"Kenapa aku bisa ada disini? Apa aku berjalan dalam tidur lagi?"


Tanpa menjawab Devan hanya tersenyum. Mengeratkan lagi dekapannya.


"Kapan Mas Devan pulang? Bukankah masih satu hari lagi?"


"Pekerjaanku sudah selesai."


"Benarkah?" mendongak melihat wajah Devan, Devan mengulas senyum dan menempelkan bibirnya. Menyesap bibir Angga, wanita itu membalasnya. Devan mengeratkan pelukannya, tangannya menyusuri punggung Angga dan menelisik masuk kedalam baju. Tangan itu kembali menyusuri kulit punggungnya keatas, membuka pengait pakaian dalamnya hingga terlepas.


Tangan Devan kembali menyusuri kulit istrinya kebawah ketiaknya. Menangkup benda kenyal yang mengunduk sempurna. Meremmaaass-remmaaass bagai squisy. Devan mengangkat tubuh Angga keatas tubuhnya saat dia berbaring. Lalu berguling hingga gadis itu berada dibawahnya.


Pria itu menggeser bibirnya kebawah, menyesap diceruk leher Angga. Angga menggigit bibir bawahnya agar tak mengerang. Perlahan Devan membuka piaya Angga, merasa tak mendapat penolakan, Devan semakin gencar membuat tanda kepemilikan di sekujur tubuh istrinya. Hingga bibirnya berada perut Angga.


"Papa akan mengunjungimu. bersiaplah."bisiknya.


Pagi itu, Angga merasa seperti berjalan diatas awan, antara naik dan turun, melayang tidak menentu. Seperti jatuh kedalam kolam yang sejuk, seperti berada dalam kesulitan yang pekat dan akhirnya, semua menjadi tenang.


Angga tidur dalam dekapan Devan. Mereka sama-sama lelah. Waktu menunjukkan pukul 11.00 siang. Saat Angga mulai membuka matanya perlahan.


Rasanya, badanku lelah sekali. Terasa remuk luar dalam, sakit semua. batin Angga.


Angga turun dari ranjangnya, memunguti piyamanya yang berserakan dilantai kamar Devan, dan memakainya.


"Sudah siang banget. Aku bahkan belum makan apapun. rasanya perutku lapar." Angga melangkah mendekati pintu kamar, memegang hendelnya. Namun ia kurang berhati-hati hingga tubuhnya sedikit oleng.


"Aaa..."


Tangan Devan menahannya, mengangkat tubuh mungil itu dan membaringkannya diatas ranjang kembali.


"Hati-hatilah." ucapnya dengan senyum tipis."Tubuhmu masih lemas. Sebaiknya tetap dikamar. Nanti aku bawakan sarapan. Aahh bukan, Makan siang." tersenyum lagi, karena sadar sudah melewatkan sarapan dengan kegiatan pagi yang panas tadi.


Wajah Angga bersemu merah. Dia menarik selimutnya hingga menutupi sebagian wajahnya. Dari balik selimut, Angga mengintip Devan yang sedang bertelanjang dada itu memasuki kamar mandi. Suara sower terdengar, gemericik air yang menimpa lantai kamar mandi pun sampai ditelinga Angga.


Sekitar satu jam berikutnya, Devan sudah keluar dengan bathrobe dan handuk kecil yang dia usapkan dikepalanya. Pria itu tersenyum lagi melihat wajah Angga yang seperti mengintip malu-malu dari balik selimut.


Sengaja mendekatkan diri dan duduk dipinggiran ranjang menghadap Angga yang tidur berbaring.


"Bangun! Keringkan rambutku." Devan menarik selimut yang menutupi sebagian wajah Angga. Memaksa Angga untuk bangun dan duduk.


"Nanti aku kasih imbalan. Buruan." Devan menunduk dan menyodorkan kepalanya. Dengan sedikit ragu, Angga mengusap-usapkan handuk yang Devan biarkan menggantung dikepalanya.


"Begini ya rasanya punya istri. Menyenangkan sekali." gumamnya, Devan menegakkan kelapanya, dia sangat ingin melihat wajah Angga yang bersemu merah itu. Membuatnya sangat gemas. Devan mencubit pipi Angga.


"Aaauuu.... Sakit mas Devan."


Lama-lama Devan tak tahan juga, dia menangkupkan kedua tangan dikepala Angga dan melummaatt bibirnya. Menyusuri mulut Angga dengan buasnya. Hingga dengan berat hati melepas bibir istrinya, karena masih ada banyak hal yang harus dilakukan.


Dengan wajah memerah, Angga mengatur nafasnya yang tersengal.


"Apa aku terlalu kasar?"


Angga menggeleng.

__ADS_1


"Mau lagi?"


Wajah Angga serasa mau meledak. Seluruhnya memerah, dia menutup wajahnya dengan tangan.


"Hei! Kenapa malah ditutupi? Aku mau melihat wajahmu."goda Devan. Angga mengelengkan kepalanya.


"Pelit banget sih."Devan menarik tangan Angga. namun tangan itu semakin kuat menempel diwajah Angga. Membuat Devan semakin gencar menggodanya.


"Ayo tunjukkan wajahmu."Berbisik lirih ditelinga Angga. Wajah Angga benar-benar sudah memerah hingga ketelinganya.


Devan masih belum menjauh dari telinga Angga. Dia meniup telinga itu, membuat Angga menggeliat kegelian. Devan terkekeh.


Tak lama terdengar suara pintu ditutup dan hening. Tak ada suara apapun yang Angga dengar kecuali suara detak jantungnya yang sudah tak karuan sejak tadi.


"Apa mas Devan sudah pergi? Benaran sudah pergi kan? batin Angga.


Angga melonggarkan tangannya, sedikit demi sedikit menurunkannya dan melihat.


"BAAAAAAAA!"


Angga terlonjak kaget sampai tubuhnya mundur kebelakang. Sementara Devan tertawa terbahak-bahak hingga seluruh tubuhnya berguncang.


"HAAHAHHAHAHAHA....."


Membuat Angga merasa malu, sudah dikerjai seperti itu. Angga memukul lengan Devan, namun seolah tak memberi efek apapun, pria itu masih saja tertawa. Angga makin geram, diambilnya bantal dan dia pukul-pukulkan ketubuh suaminya.


"Hahaha... Iya ampuuunn! Ammpuunn Angga! Hahahaha"


"Maaf! Hahahha, maaf! Hahahah"


Iiihhh tawanya itu, sebenarnya dia niat minta maaf nggak sih? Batin Angga jengkel. Angga makin bruuttaal memukul.


"Hhiiiiihhh!"


Devan merebut bantal Angga dan langsung terlepas. Untuk sesaat pandangan mata mereka bertubrukkan. Wajah merah dan marah Angga masih disana, dia membuang muka kesamping. Devan memegang dagu Angga dengan jarinya agar melihat kearahnya.


"Maaf ya."ucapnya lembut."Masih mau imbalan nggak?"


Angga meliriknya sebentar lalu mengangguk pelan.


"Ya udah donk marahnya. Aku ambilin makan siang ya. Tunggu sini aja." lanjut Devan lagi. Lalu beranjang dari duduknya.


"Ooo iya ada yang tertinggal."Devan membungkukkan badannya dan mengecup ringan bibir istrinya itu.


CUP


"Bentar ya sayaang. Jangan keluar kamar." Devan akhirnya beneran pergi.


Angga menyibak selimutnya, perlahan menurunkan kakinya, sedikit demi sedikit melangkah. Dia membuka pintu kamar dan berjalan kedapur. Disana ada Devan yang sedang mengangkat nampan dan berbalik, melihat Angga sudah berdiri diambang pembatas dapur.


"Kok keluar kamar sih?"Protes Devan mendekat."Kan udah kubilang jangan keluar."


"Aku udah kuat kok Mas Devan, nggak perlu bawa makanan ke kamar."Ucap Angga mendekat dan duduk dimeja makan.


Devan meletakkan nampannya dimeja tepat didepan Angga lalu ikut duduk. Angga melihat dinampan itu hanya ada satu porsi makanan.


"Mas Devan nggak makan?"


"Makanlah."

__ADS_1


"piring mas Devan mana?"


"Tuuhh!"Devan menunjuk piring didepan Angga.


"Aaaa, aku pikir ini....."Angga mendorong nampan didepannya.


"Kemarilah."


Angga berdiri dan mendekat, Devan menarik tangan Angga hingga dia terduduk dipangkuan Devan.


"Nah, begini baru benar."tersenyum lebar."Ayo makan, Aaaaa" Devan menyedok makanan dan mendekatkan kemulut Angga.


"Aaaa.."


"Apa mau disuapin pake mulutku?"


Angga tertegun, secepat kilat membuka mulutnya dan melahab sekali. Membuat Devan tertawa geli. Devam kembali menyendok dan makan untuk dirinya sendiri.


"Mas Devan,"


"Heeeeemmmm?" menyuapi Angga lagi.


"Aku..... ingin keluar."


"kemana?" Devan menjejalkan nasi kemulutnya.


"Ke Mall, mau ke hyper sebentar."


"Mau beli apa?"


"Bahan makanan udah habis."


"Kan ada bi Biyan. Biar dia aja yang belanja."


"Aaa, sikecil mau jalan-jalan."


"Ooohh... ya udah. Ntar kutemeni."


"Eehh? Nggak usah, aku bisa sendiri kok."


"Kenapa nggak mau?" selidik Devan sedikit curiga.


"Ituu.. Akuu..." Angga gugup.


Pasalnya dia berencana melihat uang yang Devan berikan dan hendak memberikannya pada Mona. Jika Devan ikut, tentu itu bakal jadi masalah.


"Aku... "


"Nanti kuantar." tegas Devan tanpa bisa dibantah.


___€€€___


Lanjut ya, thanks udah baca sampai sini.


Dukung othor kasih Like dan komen. Udah bahagia banget.


salam


😊

__ADS_1


__ADS_2