Hamil Anak Siapa ?!

Hamil Anak Siapa ?!
Chap 53


__ADS_3

"Kau!"pekik Bibi terkejut dengan kehadiran orang di teras rumahnya itu, wajah bibi terlihat sangat marah. Orang itu juga terlihat terkejut melihat bibi Angga.


"Mau apa kau disini?"sentaknya.


Angga terbangun mendengar Bibinya begitu ribut dan histeris. Devan langsung menurunkannya, membantu istrinya berdiri.


"Mau apa lagi kau disini? pergi!" usir bibi Angga kalap. "kau tidak diterima disini."


"Si-siapa dia Angga?" tanya pak James menatap menantunya itu.


"Bibi saya ayah." jawab Angga sedikit ragu.


Pak James menutup matanya. Menahan semua gejolak dihatinya. Hal yang sangat dia takuti.


"Ayaahh.... Ada apa ini?"suara Devan bingung.


"Appaaa??" bibi tersentak kaget."Ayaahh?"


"Dia ayahmu?"bibir Bibi bergetar,


"Iya... Kalian saling mengenal?"tanya Devan lagi, masih dengan mimik bingungnya.


Bibi Angga melemas, badannya tak memiliki tenaga. Kepalanya terus menggeleng. Angga dengan sigap menopang tubuh Bibinya.


"ini tak boleh terjadi."gumamnya, Devan mengambil alih menopang bibi Angga.


"Bibi, ada apa?" tanya Angga heran.


Bibi yang sadar tengah ditopang Devan menyentak tangannya. Dan menjauh dari Devan.


"Tuntun bibi kedalam Angga."


"Biar aku saja."tawar Devan.


"Tidak usah! Aku bisa sendiri."tolak Bibi Angga kasar.


Segera Angga memapah bibinya. membantunya duduk di sofa tamu.


"Bibi biar aku ambilkan minum."


Angga masuk kedalam, menuju dapur, membuat 4cangkir teh lalu membawanya kedepan.


"Ada apa Ayah?" tanya Devan mendekati Ayahnya. "Bagaimana ayah tau kami disini? Dan kenapa bibi Angga bereaksi seperti?"berondong Devan penarasan dengan sangat tidak sabar.


Pak James terduduk lemas, tanpa suara. Dia juga syookk. Bagaimana bisa dia berada dirumah itu? bertemu lagi dengan bibi Angga.


"Ayaahhh!!"


"Aku, hanya mendapat laporan Angga disini. Aku berniat menjemputnya. Aku tak tau ini rumah keluarganya."


"Nya siapa maksud ayah?" Devan memicingkan matanya.


"Kenapa ini harus terjadi?" lirih pak James lemas.


Pak James menyembunyikan wajahnya pada kedua telapak tangannya. Lalu mengusap kasar.


"Ayaahh!"geram Devan tak mendapatkan jawaban yang pasti. Devan dilanda perasaan tak enak.

__ADS_1


Angga keluar dengan dua cangkir teh diatas nampan, dua lainnya audah dia letakkan di meja ruang tamu, untuk nya dan bibinya.


"Minum dulu Ayah."Angga meletakkan cangkir teh di meja teras samping pak James duduk. Pak james menatap Angga dengan banyak siratan penyesalan dan dara bersalah dimatanya. juga mengiba.


"Berapa umurmu Angga?"tanya pak James menatap lekat pada Angga.


"Dua puluh tiga tahun."


"Dan siapa ibumu?"pak James bertanya dengan hati-hati. Hatinya terasa retak dan hampir patah.


"Ismiati..."


DEG!!


Pak James menyenderkan punggungnya lemas. Kini hatinya remuk berserakan dimana-mana. Hanya timbul penyesalan dan amarah.


"KAU!!" suara lain muncul dari luar halaman.


"BERANI SEKALI KAU MUNCUL DISINI!!??" seruu paman Angga tampak kilatan amarah dimatanya, tangan nya mengepak kuat dan giginya menggeretak karena marah.


Angga dan Devan sama-sama bingung. Ada apa ini? kenapa reaksi paman dan bibi Angga begitu kesal dan marah.


"A-ada apa ini paman?"tanya Devan menahan paman Angga yang berjalan mendekat kearah Pak James dengan amarahnya.


"Suamiku, kau sudah kembali." seru Bibi berjalan keluar dari dalam ruang tamu.


"Bibi, paman! Ada apa ini? Kenapa kalian begitu marah pada ayah mertuaku?"tanya Angga memegang lengan Devan.


Bibi Angga terisak menelusupkan wajahnya pada lengan suaminya. Sedangkan paman terlihat begitu terkejut dengan mata yang melebar.


"Di-dia Ayahmu?"tanya Paman pada Devan.


"Benarr!"kata Devan gusar."Ada apa Paman. Jelaskan pada kami agar kami mengerti" ucap Devan mulai tak sabar,


Paman duduk lemas di kursi rotan yang agak jauh. Dia memegangi kepalanya.


"Kenapa?"lirihnya.


"Kenapa takdir begitu kejam?"lanjutnya lemas.


"Angga, pria itu, juga ayahmu." terang paman Angga.


Hening sesaat... Angin bertiup memainkan daun-daun yang bergesekan, membawa daun kering terbang melayang mengikuti arahnya pergi membawa..


"Jika dia ayah Devan, maka kalian satu ayah beda ibu..." lesu paman Angga.


Hening, hanya suara gemerisik daun yang bergoyang oleh angin.


HA...HAHAAHHAHAHA.....


Devan tergelak...


Semua mata menatap padanya.


"Ayolah! Apa yang sedang kalian bicarakan?"kekeh Devan tak percaya.


"Apa kalian sedang membuat lelucon?"

__ADS_1


"Itulah kenyataannya."ucap Paman menatap Pak James sinis.


"Pria disana itu berhubungan dengan Ismi disaat dia sudah memiliki anak dan istri. Lalu meninggalkan wanita malang itu hingga melahirkan Angga."terang paman. Wajah Devan berubah pias.


"Tapi bapak...." angga tak melanjutkan ucapannya. Dia juga syookk.


"Dia pria baik yang menikahi ibumu untuk menutupi aib."terang Bibi Angga sesenggukan.


"Omong kosong!" seru Devan marah.


"Kau percaya dengan omong kosong semacam itu?" menatap Angga, walau marah namun matanya tersirat harapan."Kau tidak percaya begitu saja kan?"


"Mereka pasti bersekongkol untuk memisahkan kita."lanjut Devan lagi.


"Devan!"sebut Pak James."Maafkan Ayah." dengan wajah penuh penyesalan.


"Omong kosong!"


"Maafkan Ayah Angga."


"Omong kosong! Jangan katakan omong kosong lagi."sentak Devan marah.


"Kalian tidak bisa bersama." pak James berdiri mendekati anaknya.


"Kau mau memisahkan dua orang yang saling mencintai?"Menatap nyalang ayahnya. "Mati saja kau pak tua."


Mata Devan mendelik tampak emosinya menguasai seluruhnya.


"Dia istriku! Jangan harap kalian bisa memisahkan kami"


Devan menarik tangan Angga membawanya ke mobil dengan emosi dihatinya. Pak James menyusul begitupun dengan Paman dan bibi Angga.


"Devan!"


"Devan!"


Pak James mengejar hendak menghentikan anak bungsunya itu. Devan menepisnya. lalu masuk kedalam mobil, acuh pada ayahnya.


Mobil Devan pergi meninggalkan halaman rumah Paman dan bibi Angga. Kaki Pak James lemas, tubuhnya merosot dan bersujud ditanah.


"Maafkan aku nak."lirihnya, bahunya berguncang...


"Mereka pasti sangat terpukul." lirih Bibi sesenggukan."Apa lagi Angga sedang hamil anak mereka." Bibi menelusupkan wajahnya didada suaminya.


"Kenapa semua jadi seperti ini?"


____€€€____


Reader kuuh , kasih semangat donk, biar aku up terus setiap hari.


like dan komen ya


Terima kasih.


Salam___


😊

__ADS_1


__ADS_2