Hamil Anak Siapa ?!

Hamil Anak Siapa ?!
chap 8


__ADS_3

"kenapa tubuhku selemah ini?" Angga beranjak dari sofa menuju dapur. "Aku lapar."


Dimeja Dapur sudah ada roti panggang.


"Tuan Devan bahkan sudah membuat sarapannya sendiri." Angga menatap nanar pada roti panggang diatas meja beton dapur.


"Jika dia melakukan semuanya sendiri, buat apa memperkerjakan aku?" Angga mendessaahh. membuang nafasnya.


"Apa ini juga sisi kemanusiaannya?" Angga mengusap perutnya.


Disisi lain, Devan yang masih berada diruang meting, sibuk dengan menatap hpnya. Melihat CCTV yang terhubung dengan apartemennya. Melihat sejenak aktifitas Angga yang sedang mengelap TV layar datar.


Devan membuang nafasnya. Dan kembali mencoba fokus pada pekerjaannya. Memperhatikan lagi orang yang sedang mempresentasikan didepan. Hingga meting usai. Devan masih memikirkan Angga dirumah.


Semoga dia baik-baik saja. Tidak muntah lagi. Apa dia sudah makan dengan benar? Ini sudah waktunya makan siang. Aahh, kenapa dia belum menghubungiku?


Devan masih berjalan menuju ruangannya. memasuki Iift bersama dengan Gerald yang sibuk membacakan laporannya. Namun fokus Devan sudah pecah.


Kenapa aku tidak meminta nomor hp nya tadi. Bodoh nya. Devan membuang nafasnya kasar.


"Apa anda ingin saya memundurkan beberapa jadwal tuan?"Gerald bertanya, mendengar tuannya yang mendessaahh kasar, mungkin tidak setuju dengan jadwal yang dia buat.


"Tidak usah."tolak Devan."Lakukan sesuai jadwal."


______


Angga menjatuhkan tubuhnya kesofa. Dia menghidupkan tv.


"Aku lelah sekali. Padahal hanya membersihkan beberapa tempat yang tidak tersentuh robot."Angga mengecek hp nya.


"Sudah mulai sore, mungkin sebaiknya aku memasak sesuatu. Apa yang ingin tuan Devan makan? Apa aku tanyakan saja padanya?" gumam Angga mengambil kertas bertuliskan nomor Majikannya.


Angga memasukkan nomor Devan dan mengirimnya pesan.


//Tuan? Apa anda ingin makan sesuatu sepulang kerja? Saya sedang bersiap untuk masak.// Angga


Tak lama balasan diterima:


//Terserah saja. Aku akan makan apapun yang kamu masak.// Devan.


Angga membacanya,


kalau seperti ini aku malah bingung mau masak apa ? batin angga.


Angga berfikir sejenak. membuka pintu kulkas, mengetuk-ngetuk bibirnya. Melihat isi kulkas yang masih penuh.


"Apa aku masak masakan korea saja? Dulu dia pernah menawariku makan makanan korea. coba aku tanya pendapatnya." bergumam, meraih hpnya.


Digedung dalam ruangan Devan.


Devan yang melihat Angga meraih hp nya melalui CCTV, mengecek pesan yang masuk.

__ADS_1


Dia akan menghubungiku atau tidak?


Tak ada pesan masuk. Devan kembali mengecek lewat CCTV. Angga masih memegang hpnya.


Apa dia masih mengetik?


Devan menunggu.


Kenapa belum ada pesan masuk? Apa dia bukan mengirim pesan untukku? Lalu untuk siapa?


Devan kembali menatap layar yang terhubung dengan CCTV rumahnya.


Kenapa aku mlah jadi menunggui pesan darinya? Aku masih punya pekerjaan.


Devan meletakkan hpnya dimeja. Dia mencoba fokus pada pekerjaannya. Sebentar dia melirik hpnya yang masih dalam keadaan gelap. Lalu kembali mengecek berkas dimejanya.


Hpnya bergetar. Gegas Devan mengambil hpnya melihat pesan masuk. Wajahnya berubah kecewa. Pesan dari provider.


Cih! Malah provider lagi.


Devan penasaran. kenapa pesan Angga tak juga dia terima. Dia kembali mengecek CCTV.


Angga sudah sibuk didepan kompor.


Apa dia tidak mengirim pesan untukku? Lalu siapa yang dia kirimi pesan?


_____


//Tuan, apa anda mau masakan korea?//


pesan dikirim. Lama Angga menunggu namun masih belum terkirim juga.


Apa quotaku habis ya? dari tadi jam pasir terus? Coba kucek dulu.


Angga mengecek Quota internetnya.


TETTOT.


Yaahh... Beneran udah abis quotaku.


Angga menepuk jidatnya.


Sudahlah. Aku buat saja. Dia bilang akan makan apapun yang kumasak.


Angga letakkan hpnya di meja. Lalu mulai memasak. 3jam Angga habiskan untuk memasak 3 jenis masakan.


Setoples Kimci, (masakan korea)


Gulai ikan (masakan lokal)


dan kimbab (nasi gulung korea)

__ADS_1


Semua menu itu sudah dia tata diatas meja. Angga tutup dengan tudung saji. Angga melihat jam pukul 4.30 sore.


Aku akan mandi sebentar.


Angga membersihkan diri dikamar mandi.


Devan memarkirkan mobilnya di basemen. memasuki lift menekan tombol 10 lantai dimana dia tinggal. Selagi menunggu Devan mengecek CCTV rumahnya. Mencari orang yang seharusnya ada di dalamnya, namun tidak dia temukan. Devan mulai gusar.


Kemana dia?


Devan masih mencari. semua kamera CCTV dia putar dan masih belum menemukan keberadaan gadis itu. Devan semakin gusar.


Sial! Kenapa aku jadi panik begini?


Pintu lift terbuka. Gegas Devan menuju pintu rumahnya.


Dia ada dikamar atau dikamar mandi? pikirnya begitu memasuki rumah.


Devan berjalan kearah kamar mandi,


Mungkinkah dia sedang muntah disana?


Ceklek. pintu kamar mandi dibuka. Kosong! Gegas Devan berjalan kekamar Angga.


BRAAKK!


Mata Devan membelalak.


"Aaaa.. Tuan! Apa yang anda lakukan? Saya sedang pakai baju." jerit Angga histeris menutupi tubuh polosnya dengan selimut yang dia tarik dari ranjang kamarnya tak jauh dari dia berdiri.


"Maaff!"


Devan menutup kembali pintu kamar.


Angga terkulai di lantai dengan berbalut selimut ditubuhnya, menatap nanar pintu yang baru saja tertutup.


Dia melihatnya. Dia pasti melihatnya. Kenapa sembarangan membuka pintu kamar orang sih? Apa dia tak bisa mengetuk pintu lebih dulu?


Angga menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Aku malu sekali. Bagaimana aku akan menemuinya nanti?"gumamnya.


_____


Visual Angga Putri



Visual Devan Govinda Putra Shin


__ADS_1



__ADS_2