
Manis menatap berkeliling di depan rumah hunian yang sangat besar dan luas. Dia merasa takjub, tak pernah melihat tempat sebagus dan sebesar itu.
"Apa yang kau lakukan? cepat masuk!"Yo il berjalan mendahului. Manis menatap punggung Yo il sesaat lalu mengikutinya masuk kedalam rumah besar itu. Yunho mengulas senyum melihat keduanya.
Sepertinya ini akan berjalan baik. Tuan muda bahkan mengajaknya kerumah. pikir Yunho mengikuti langkah Manis dibelakang.
"Andreaas!!" Seru Yo il memanggil kepala pelayan rumah besar itu. Yo il berdiri di ruang Utama, Manis pun ikut berhenti dan berdiri disampingnya. Begitupun dengan Yunho.
Tak lama, seorang pria separuh baya datang dengan tergopoh-gopoh.
"Anda memanggil saya Tuan Muda?"
"Pertama, bawa dia dan buatkan aku minuman." ucap Yo Il menunjuk Manis.
Manis menunjuk dirinya sendiri dengan wajah tanya.
"Kau yang membuatnya!" perintahnya.
"Aku?" Manis menunjuk dirinya sendiri.
"Heemmm... Ini Andreas, kepala pelayan disini. Dia akan menunjukan dimana dapurnya dan bagaimana membuat minuman."
"Kenapa aku?"tanya Manis sedikit heran. Bukankah dia tamu? Kenapa jadi dia yang harus membuat minuman?
Yo Il duduk diatas sofa, menyenderkan punggungnya. Menatap pada Manis.
"Dengar bocah kecil."ucapnya, "Aku sudah kehilangan banyak uang karenamu. Jadi...."
"Aaa,baiklah. Aku mengerti..." potong Manis jengah.
"Ayo pak Andreas kita ke dapur."ucap Manis beralih menatap pak Andreas, pria itu beralih menatap tuan mudanya.
"Aaa iya, minuman apa yang harus aku buat?"tanya Manis lagi menatap Yo il.
"Terserah! Yang penting kau yang membuatnya." jawab Yo Il mengulas senyum.
"Mari nona..."suara Andreas
Manis. Panggil dia manis."sela Yo il cepat.
Manis menghenyak nafasnya kasar.
"Ayo!"
Manis berjalan mengikuti Andreas ke dapur. sepanjang jlan tak ada percakapan. Baik Manis maupun Andreas sama-sama menyimpan tanyanya didalam hati dan pikiran masing-masing.
Begitu sampai didapur. Manis melihat disana ada tiga orang pelayan,atau mungkin koki lebih tepatnya. Mereka menatap Manis dan Andreas bergantian.
"Ada apa ini? siapa dia pak Adreas?"tanya salah satu dari mereka.
"Dia tamunya tuan muda."jawab pak Andreas datar.
"Apa?"Semua orang disanna terkejut.
"Tuan Muda membawa gadis kerumah?"
"Tidak biasanya"
"Apa dia pacar tuan Muda?"
Manis tertawa kecil,
"Kenapa reaksi kalian berlebihan begini. Aku adalah pelayan baru disini. Dia memintaku membuatkan minuman. Apa yang biasa dia minum?"ucap Manis berjalan mendekat.
"Apa? jadi kau pelayan baru?"
"Heemm."jawab Manis, mengulurkan tanganya."Namaku Manis Yovie ane."
__ADS_1
"Aku lucky," sambut pria koki didepannya, "ini Marta, asisten koki,"
Manis menyalami wanita seumuran skitar 26thn itu."Manis"
"Dan ini Lokarita. asisten koki juga."lanjut Lucky kembali mwperkenalkan rekannya.
Manis menyalami nya.
"panggil aku rita saja." ucap gadis berusia 23 tahun itu.
"Kamu terlihat masih sangat muda. berapa usiamu?"
"Aku 17thn, kelas tiga SMA."
"Apa?"serentak terkejut.
Andreas juga sama terkejutnya, namun dia harus tetap tenang dan mengambil alih situasi.
"Ayo kembali bekerja. Manis, kamu harus segera membuat minuman. nanti tuan muda marah."ucap pria 40tahunan itu.
"Aaaa.. iya, apa yang harus aku buat?" ucap Manis, "Aku tak tau apa kesukaan tuan muda itu."
"Aku ajari."ucap Lucky.
setelah beberapa saat membuat minuman jus Mangga, Manis berjalan kembali ke ruang utama.
###
Beberapa saat setelah Manis dan Andreas pergi ke dapur.
"Apa rencana anda tuan Muda?" tanya Yunho kemudian.
"Rencana?" tanya Yo il balik, dengan wajah sok polosnya."Rencana apa?"
"Anda membawanya kerumah utama pasti memiliki rencana bukan?"
"Kamu berfikiran terlalu tinggi."balas Yo il melipat kakinya.
"Aku sudah mengeluarkan uang sebanyak itu, jadi dia harus membayarnya kembali."lanjut Yo il."Dengan menjadi pelayanku."
Yunho menyupitkan matanya."Pelayan anda?"
"Itu terdengar naif tuan."sambung Yunho lagi.
"hahaha... Sebentar lagi dia lulus sekolah. Dan Ayah juga meminta seorang cucu...."
"Anda sungguh berfikir kearah sana?" tanya Yunho sangsi.
"Jadi menurutmu harus kearah mana aku berfikir?"tanya Yo il dengan seringai diwajahnya.
"Aku ingin bermain-main dengannya dulu. Sepertinya menyenangkan jika bocah temperamen itu jadi pelayanku." lanjutnya menyeringai licik.
"Yah, semoga itu bukan alasan anda menutupi ketertarikan anda pada nya tuan muda."ledek Yunho dengan senyum tipis diwajahnya.
Yo il berubah kesal mendengar ejekan asistennya itu.
"Diam kau!"sentaknya, "Urusi saja pekerjaanmu. Kamu sudah selesai sampai disini. pulanglah!"
"Baiklah Tuan Muda."Ucap Yunho cepat, dia membungkuk dan berlalu pergi sebelum tuan mudanya itu berubah pikiran.
"Ini minumanmu tuan Muda." ucap Manis meletakkan jus mangga yang dia buat tadi diatas meja.
"Jangan. Bawa kemari."titah Yo il saat melihatnya. Manis dengan segera mengangsurkan jus mangga itu ke tangan Yo il.
"Hmmm..lumayan." ucapnya seusai menyeruput minumannya. menyodorkan kembali gelasnya.
Dengan sigap manis mengambilnya.
__ADS_1
"minumlah."
"haaaa?"
"minum."
Manis melihat gelas ditangannya, lalu melihat wajah tuan mudanya.
Minum ya minum,walau aku tak suka jus mangga
Manis meminumnya dengan sekali teguk hingga habis. lalu mengusap bibirnya dengan lengannya.
"Kenapa kau menghabiskan semuanya?" protes YoIl memasang wajah kesal,
"Heeee?" manis terkejut,
Bukankah tadi dia bilang minum? kenapa sekarang protes? batin Manis bingung.
Yo Il menghela nafas panjangnya.
"Buatkan aku lagi!"
"Apa?"
"Buatkan lagi! Kau menghabiskannya. Aku menyuruhmu minum, bukan menghabiskan." oceh Yo il membuat Manis kesal merasa dipermainkan.
Manis menahan rasa kesalnya.
"Baiklah. Akan saya buatkan lagi." ucap Manis dengan senyum yang dipaksakan." Tuan Muda."
Yo Il tersenyum menang, mengibaskan tangannya di udara.
Sabar Manis, ingat! dia sudah menyelamatkanmu dari rentenir tua itu. Hanya seperti ini bukan apa-apa. batin Manis kembali berjalan ke dapur.
"Andreas, ada yang ingiin aku bicarakan denganmu"ucap Yo il menghentikan langkah Andreas mengikuti Manis kedapur.
Yo il terkekeh, "Wajah kesalnya itu, hihihi... Dia menahannya dengan sangat keras. hihihi..."
Manis kembali kedapur, tentu disambut tanya oleh Lucky dan yang lainnya.
"Ada apa kembali Manis?"tanya Lucky menatap gadis yanh baru memasuki dapur itu. Wajah Manis terlihat sangat jengkel.
"Aku harus membuatnya lagi."jawab Manis dengan senyum yang dipaksakan."Dimana sisa mangga nya tadi?"
Manis membuatnya sendiri, gadis itu melihat botol-botol bumbu dan gula didapur. Wajahnya menyeringai jahat, dia mengambil sesendok garam dan memasukkannya kedalam blender lalu memblendernya bersama mangga.
Setelah semua siap didalam gelas, Manis membawanya ke ruang utama. Dimana Yo il menunggu.
"Ini, Jus mangga anda tuan Muda."ucap Manis dengan wajah polos.
"Baiklah terima kasih." kata Yoil memainkan hpnya.
"Andreas, tolong tunjukkan kamarnya, dia akan jadi pelayan khususku nanti. tunjukan apa perkerjaannya, sesuai apa yang aku katakan padamu tadi."perintah Yo il masih sibuk dengan pnselnya
"Baik tuan muda."
___€€€___
Reader kuuh , kasih semangat donk, biar aku up terus setiap hari.
like dan komen ya
Terima kasih.
Salam___
😊
__ADS_1