HANTU TAMPAN

HANTU TAMPAN
HT 9


__ADS_3

“Kamu bicara sama siapa Reno?" tanya ibu.


Reno malah cengengesan sambil menggaruk kepalanya. “Aku gak bicara sama siapa siapa Bu."


“Kamu yakin? Telinga ibu masih bagus kok,” ucap sang ibu dengan menyipitkan matanya


......................


Farid tidak tahu harus mencari Lea yang belum pulang juga. Dia melihat Galang dan teman temannya yang sedang berkumpul bersama. Dia menghampiri temannya itu, lalu datang seorang perempuan yang merupakan salah satu teman Farid juga yaitu Nara. Nara gadis cantik yang berbeda dari teman temannya yang lain. Dia mempunyai indera ke-enam.


Farid terhenti melihat kedatangan Nara. Dan sayangnya saat Farid tidak jadi menghampiri temannya itu tiba tiba Nara melihat keberadaan dirinya. Nara bergumam


didalam hati, “Apa gue gak salah lihat? Itu Farid kan?!”


“Kayaknya si Nara ngelihat gue,” batin Farid lalu dirinya langsung menghilang.


Nara tidak menghiraukan lagi, dia mengalihkan pandangannya kepada Panji. Ya, Nara dan Panji merupakan sepasang kekasih. Mereka berdua harus berpisah selama setahun karena Nara pindah ke luar negeri. Kini keduanya telah bertemu kembali, terlihat senyum manis di bibir Nara saat dirinya menatap Panji.


“Kangen gak sama aku?”


Panji menatap lekat wajah Nara, lalu seketika cowok itu mengeluarkan sifat manjanya pada sang pacar. “Ya kangen lah ayang, sekarang gak bakal pergi pergi lagi kan?"


Revan dan Galang menatap aneh teman satunya itu, dia merasa geli melihat sifat Panji yang seperti itu kepada Nara. Mereka berdua menahan tawa lalu izin pergi saja. Kedua temannya tidak ingin mengganggu sepasang kekasih tersebut.


Setelah kedua temannya pergi. Nara banyak bercerita kepada sang pacar. Ternyata selama di luar negeri Nara pernah mengalami kecelakaan dan koma selama sebulan. Hal itu membuat Panji terkejut dan tidak menyangka. Panji meminta maaf karena tidak menemani Nara disaat sang pacar sakit.


“Gpp, lagipula aku tahu walau kamu mengetahui aku sakit tapi kamu gak akan bisa kesana kan?”


“Ya iya sih, tapi kan seenggaknya orang tua kamu ngehubungin aku buat ngasih tahu,” ucap Panji dengan memegang wajah cantiknya Nara.


Nara seketika menunduk mendengar kata orang tua, kecelakaan tersebut telah merenggut nyawa papa dan mamanya. Air mata mulai menitik di pipi lembut Nara. Panji langsung memeluk kekasihnya itu dengan erat. Dia menjelaskan bahwa dirinya tidak bermaksud untuk berbicara seperti itu.

__ADS_1


“Aku udah ikhlas kok,” mengusap air mata dan tersenyum manis kepada Panji.


Disisi lain


Lea dan Berry bersiap siap untuk segera pulang kerumahnya masing-masing karena hari sudah akan gelap. Saat turun dari rumah pohon, Farid datang secara mendadak dan mengejutkan Lea. Hampir saja Lea terjatuh, Farid dengan cepat menarik tangan Lea lalu gadis itu jatuh pada pelukan sang hantu tampan.


Berry yang masih sibuk dengan ponselnya melihat notifikasi dari sang kakak tidak melihat kejadian tersebut. Lea dan Farid langsung melepaskan pelukannya.


...Deggg....Deggg....Deggg...


Suara detak jantung Lea terdengar oleh Berry. Sahabatnya itu bertanya mengapa detak jantung Lea sangat keras sampai terdengar olehnya. Dengan gugup Lea menjawab tidak apa apa.


Lea berbalik melihat ke belakang lalu memanyunkan bibirnya kepada Farid dengan muka kesal. Namun wajah kesal itu justru terlihat imut oleh Farid. Sejauh ini Lea selalu membuat Farid gemas kepadanya.


Sesampainya di rumah, Reno mulai bertanya tanya pada sang kakak. Pertanyaan Reno membuat Lea tidak berbicara. Lalu anak kecil imut itu mulai menggoda sang kakak didepan ibunya.


“Ada apa sih ini anak ibu?”


“Siapa cowok yang suka sama kakak kamu?”


“Kak Farid hantu tampan itu Bu," sontak Lea menutup mulut adiknya itu lalu cengengesan. Sedangkan Reno mengedipkan matanya berkali-kali. Dia baru sadar jika dirinya keceplosan dengan berbicara soal Farid.


Sang ibu pun heran melihat kelakuan kedua anaknya. Dan bahkan dirinya sering mendengar mereka berbicara sendiri dilamarnya masing-masing. Namun sang ibu mengusir semua pikiran anehnya itu, dia percaya jika anak anaknya tidak berbuat yang aneh aneh.


Setelah perbicangan itu mereka bertiga makan malam. Reno melucu didepan ibu dan kakaknya. Suasana makan malam pun terlihat hangat dengan senyuman yang terpancar dari semuanya.


“Bu, besok aku udah mulai masuk ospek.”


“Syukur kalo kamu keterima dan udah mulai ospek, ibu akan terus mencari uang untuk biaya kamu dan Reno.”


Lea dengan ragu kembali berkata pada sang ibu. “Boleh gak Bu, Lea kuliah sambil mencari kerja untuk bantu bantu ibu."

__ADS_1


“Kamu jangan urusin masalah uang biar ibu aja yang cari. Lebih baik kamu pokus kuliah belajar yang bener,” jawab ibu.


Perbincangan mereka terhenti dengan kedatangan papa Berry kerumah Lea. Duda tampan yang bernama Arga itu memberikan bingkisan kepada ibu Lea.


“Halo Lea,” sapa Berry yang muncul dari belakang papanya.


“Eh Ber, sini masuk kebetulan kita lagi makan malam bersama mari ikut bareng kita."


“Tidak perlu saya kesini hanya ingin memberikan itu saja dan sekalian katanya Berry ingin menginap di rumah sahabatnya ini," jelas pak Arga.


“Kalo mau nginep datang saja gak perlu bawa bingkisan juga pak saya jadi gak enak,” ucap ibu Lea.


“Itu sebagai tanda terima kasih saja karena sudah mau memperbolehkan anak saya menginap,” jawabnya lalu berpamitan untuk pulang.


Papa Berry pun telah pergi, Lea menggoda sahabatnya itu jika papanya sangat sangat tampan dan berkharisma. Jangankan ibu ibu pasti anak muda juga akan terpikat dengan wajah papa Berry saat melihatnya.


“Is kamu ya Lea, iya sih papa ku terlalu tampan padahal dia udah tua ya."


Keduanya tertawa.


Dirumah Galang sang kakak bertanya pada papanya kemana Berry pergi? Dia tidak dapat menemukan keberadaan sang adik sama sekali. Papanya pun memberitahu jika adiknya itu pergi menginap dirumah Lea. Bel pintu berbunyi, papa Berry menyuruh asisten rumah tangganya untuk membukakan pintu dan melihat siapa yang mau bertamu malam malam.


Setelah membuka pintu dan melihat asisten itu kembali kepada tuannya dan memberitahu jika yang datang adalah Clara. Papa Berry hanya bersikap biasa saja mendengar siapa tamunya itu, lalu menyuruh asisten nya lagi untuk memanggil Galang di kamarnya.


Setelah memanggil Galang dia kembali bekerja di dapur. Didepan rumah, nampak Clara sedang berdiri menunggu Galang dengan pakaian terbuka. Dia tersenyum kepada Galang dan mencoba untuk mengajak lelaki cool dan tampan itu untuk pergi makan malam bersamanya.


“Sorry Cla, gue baru aja makan masakan bibi,” tolak Galang padahal dirinya belum makan sama sekali.


“Ya udah temenin aku aja,” paksa Clara.


“Gue capek Cla baru pulang dari basecamp.”

__ADS_1


__ADS_2