HANTU TAMPAN

HANTU TAMPAN
HT 55


__ADS_3

Dikediaman Andra. Kedua orang tuanya merasa cemas karena anak pertama mereka yang tak kunjung pulang selama empat hari. Handphone nya pun tidak aktif, saat melihat Lea di luar akan berangkat. Mamanya Gerald menyapa lalu menanyakan keberadaan anaknya. Yang dia tahu terakhir pergi Gerald bersama dengan Lea.


...HAPPY READING ALL...



Lea yang mendapat pertanyaan seperti itu terpaksa harus berbohong mengatakan bahwa dirinya tak melihat Gerald sama sekali. Setelah menjelaskan Lea izin pamit.


Ditempat Gerald ternyata cowok itu telah bangun. Lea yang mendapatkan kabar begitu langsung menuju rumah sakit. Ditemani kekasih tak kasat matanya itu, dia memeriksa keadaan Gerald pada dokter.


“Huhh syukur lah kak Gerald bisa sadar cepat,” ucap Lea menghela napas.


“Gua kenapa?” tanya Gerald bingung.


“Lu? Farid kan?” sambungnya. Lea terdiam, dia tak percaya jika Gerald dapat melihat kekasihnya sekarang.


“Kak Gerald kok bisa lihat Farid? Kan Farid sudah mening.....,” ucapnya terpotong.


“Gue gak tahu, yang pasti sekarang Farid ada disamping lu. Bukan hanya dia doang sih tapi ada beberapa makhluk lagi disini,” jelasnya.


“Emang iya?” tanya Lea pada kekasihnya sambil mengangkat sebelah alis.


Hantu tampan itu pun mengangguk, mengiyakan apa yang dikatakan Gerald.


“Jadi sekarang kak Gerald sama kayak kak Nara? Bisa melihat para arwah?”


Pertanyaan itu tidak mereka jawab. Gerald mengalihkan pembicaraan dan mengatakan kabar dari kedua orang tuanya.


Gerald meminjam handphone Lea untuk dirinya menghubungi Andra. Benar saja, tak lama adiknya dan saudara dia datang kerumah sakit dengan penuh pertanyaan.


Disana Andra juga melihat Berry disalah satu ruangan. Karena penasaran dia pun bertanya kepada Lea.


Setelah mengetahui nya Andra izin pada sang kakak untuk menghampiri kekasihnya itu.


“Heh kampret Gerald! Lu kemana aja bego, mereka semua cemas nyariin lu yang gak balik kerumah,” omel Elang.


“Heh kentut! ”


“Preettt,” sahut Elang.


“Gak usah lu sahut ege.”


“Lu kenapa sih Rald, perasaan waktu itu lu baik sama gue tapi sekarang mulai ngajak musuhan lagi,” tanyanya yang bingung.

__ADS_1


' Ya lah beda, orang waktu itu si Farid yang ada ditubuh gue,' gumamnya.


“Malah diam lu.”


“Dah lah males gue debat sama lu,” ujar Gerald yang tak ingin membuat gaduh.


...----------------...


“Lang ini rumah pak Sabar,” ucap Revan.


“Lu yakin kalo dia bisa nyembuhin bokap gue?”


“Tenang di jamin bisa. Yang gue tahu dia selalu membantu warganya yang mengalami sakit aneh. Percaya aja lu sama gue Lang,” jawab Revan dengan penuh keyakinan.


Dua cowok tampan itu melanjutkan langkahnya memasuki sebuah pedesaan. Para warga yang ada disana selalu menyapa mereka berdua dengan ramah. Lalu tak sengaja Galang menabrak seorang gadis, saat mendongakkan kepalanya betapa terkejut Galang serta Revan yang melihat Clara.


“Clara!! ”


Tak lama seorang bapak tua datang menghampiri mereka bertiga.


“Halo mas, ada apa ya? Apakah anak saya Laras ini membuat salah pada mas mas ini?”


“Ehh gak pak, justru kami yang membuat salah karena telah menabrak anak bapak ini. Saya meminta maaf ya pak,” ucap Galang.


' Lama tidak bertemu Galang.'


Hari telah berganti malam. Akhirnya mereka semua sampai di tempat pak Sabar. Namun, saat akan menyampaikan apa tujuan mereka tiba tiba datang seorang warga memberitahu jika ada mayat. Hal itu membuat pak Sabar mengharuskan pergi.


Karena penasaran Galang dan Revan ikut melihat. Sesampainya di lokasi, cowok tersebut langsung muntah melihat mayat yang sudah tak karuan. Bahkan tak sengaja Revan menginjak sesuatu yang setelah dia lihat ada sebuah tangan.


“Pasti ulah makhluk itu lagi pak, kita harus secepatnya menangkap makhluk itu.”


“Iya pak. Ini semua sudah kelewatan, kami tidak mau mengalami hal serupa dengan para korban ini.”


“Seharusnya dulu bapak usir pak Harto itu dari desa kita.”


Galang dan Revan hanya menyimak obrolan mereka. Keduanya juga penasaran dengan pak Harto yang para warga maksud.


Selesai mengurus mayat tersebut. Pak Sabar kembali kerumahnya bersama tamu dia yang tak lain Galang juga Revan.


“Apa maksud mas mas ini datang ke desa saya?”


“Begini pak. Hm.., katanya bapak bisa menyembuhkan penyakit yang tak biasa.”

__ADS_1


“Memangnya siapa yang sakit?”


“Papa saya pak. Sudah dibawa kerumah sakit namun pihak dokter selalu mengatakan jika papa saya baik baik saja. Saya bingung sebenarnya apa yang papa saya alami. Dia kadang suka kejang kejang,” jelas Galang dengan wajah sedih.


“Baiklah saya mengerti.”


“Oh iya pak, maaf lancang. Apa yang telah terjadi di desa ini? Dan siapa pak Harto itu? Mengapa para warga sangat membencinya,” ujar Revan yang tiba tiba.


Pak Sabar terdiam sejenak. Dia menghela napas lalu menceritakan kejadian kejadian yang terjadi di desanya itu.


#Flashback


“Sial!! Bagaimana bisa calon korban ku bisa lepas,” ucap lelaki tua yang terus saja mendumel.


Karena takut perbuatannya diketahui, maka pak Harto memutuskan untuk mengasingkan diri di alam lain. Bisa disebut jika dia adalah seorang dukun jahat. Pas saja waktu itu bulan gerhana dan tak sengaja dia melihat aura hebat yang bersinar dari kampus.


Dengan hati hati dia masuk dan didalam sana terdapat banyak makhluk halus. Pak Harto juga melihat Galang dengan teman temannya yang lain sedang melawan ayah Clara.


Mengingat dirinya yang sedikit lemah, maka pak Harto memutuskan untuk pergi saja. Dan disana lah dia bertemu dengan Clara yang sedang dikejar makhluk makhluk menyeramkan.


“Tolong pak, tolong saya dari mereka.”


Pak Harto terdiam, awalnya dia tidak ingin ikut campur dengan urusan Clara dan yang lain. Namun dirinya teringat jika korban sebelumnya sudah lolos dan berniat menjadikan Clara sebagai penggantinya.


“Makasih pak, terima kasih atas bantuan bapak kepada saya.”


Pak Harto hanya menganggukkan kepalanya saja.


“Bapak telah menyelamatkan saya dari mereka. Saya berjanji akan kebaikan bapak. Kalo bisa apakah saya boleh menjadi murid bapak?”


Perkataan itu membuat pak Harto terdiam. Awalnya tujuan dia menyelamatkan Clara adalah untuk menumbalkannya. Namun, gadis itu malah ingin menjadi muridnya.


“Boleh kan pak? Saya ingin membalaskan dendam saya dan ayah saya kepada anak anak di luar sana.”


“Baiklah saya akan mengajarkan kamu, sekarang ikut saya pergi dari tempat ini,” ucapnya yang membuat Clara tersenyum.


Para warga di desa telah menunggu pak Harto. Gadis yang sebelumnya di culik telah menceritakan semuanya. Dia terlihat gemetar setelah pak Harto datang.


Lelaki tua itu ternyata pintar. Dia mengaku bahwa dirinya tidak pernah menculik atau melakukan ilmu hitam. Clara yang ada di sana juga membantu pak Harto dengan menjelaskan bahwa dia dan pak Harto seharian pergi ke kota.


“Siapa kamu?” tanya seorang warga kepada Clara.


“Saya anak pak Harto yang disembunyikan. Karena ibu saya dan pak Harto telah menjalin hubungan gelap. Sebab ibu saya meninggal, maka pak Harto sebagai seorang ayah harus bertanggung jawab dan mengurus saya mulai sekarang.”

__ADS_1


__ADS_2