HANTU TAMPAN

HANTU TAMPAN
HT 12


__ADS_3

Temannya itu yang dimaksud adalah Farid, dia tidak menyebutkan namanya. Pukul 17:30 mereka dalam perjalanan menuju kampus. Berry berhenti mendadak karena didepannya terdapat satu mobil yang menghalangi nya. Setelah turun ternyata itu Clara, dia memperingati Lea untuk tidak berdekat dekat dengan Galang apalagi caper.


......................


Setelah memperingati, gadis itu pun pergi begitu saja. Dengan membawa mobil yang sangat kencang. Tanpa dirinya ketahui ternyata Farid mengikutinya.


Didalam mobil Clara tersenyum licik dan berkhayal jika nanti dirinya akan menjadi salah satu dari keluarga Galang Mahendra. Orang tua Clara sengaja menyuruh anaknya untuk mendekati lagi cowok yang pernah dekat dengannya dulu. Terpaksa Clara pun mengiyakan apa yang di perintah orang tuanya, padahal dirinya sudah memiliki kekasih lain.


“ Kalo gue berhasil ngambil hati papanya Galang pasti dia bakal ngerestuin hubungan gue sama anaknya lagi,” pikir Clara yang masih senyum senyum.


Farid menganggukkan kepalanya dan mengetahui niat asli Clara bersikap begitu kepada Lea. Dia tidak ingin rencana nya yang sudah di atur bersama kedua orang tua dia gagal cuman karena gara gara Lea.


Ternyata lu lebih buruk dibanding si kuntilanak dan temannya. Farid ingin sekali memberitahukan hal ini kepada sahabatnya. Namun, dia tiba tiba berubah pikiran. “ Kalo gue kasih tahu Galang berarti banyak kesempatan buat dia untuk ngedeketin Lea.”


“ Tapi..., gue gak mau sahabat gue di manfaatin sama wanita iblis ini," sambung Farid dengan wajah datar.


••• •••


Para senior membagi kelompok, beruntung sekali Lea dan Berry tetap bersama. Dan senior yang menemani mereka ialah Nara dan Panji. Mereka akan mulai melakukan jurit malam pukul 02:00 malam.


Sebelum melakukan uji keberanian, mereka semua berkumpul dilapangan mendengarkan para seniornya.


“ Saya mau tanya sama kalian, ada yang masih ingat atau tahu tidak arti dari kepemimpinan dan asas kebersamaan itu?” Tanya Galang kepada para maba.


Mereka dia dan saling melirik, entah mereka tidak berani menjawab karena malu atau memang mereka tidak tahu dan lupa. Melihat tidak ada satu pun yang mengacungkan tangannya, para senior pun harus menunjuk.


Betapa kagetnya Lea saat tahu dia lah yang ditunjuk oleh seniornya itu. Lea menelan ludahnya lalu berdiri memperkenalkan dirinya dan langsung menjelaskan.


~***Kepemimpinan/ seorang pemimpin adalah, bagaimana kita mempengaruhi orang lain, bawahan atau pengikut untuk mau mencapai tujuan yang di inginkan. Selain itu kepemimpinan juga merupakan sebuah bidang riset keterampilan yang mencakup kemampuan seseorang atau organisasi untuk memimpin / membimbing orang lain.~

__ADS_1


- Asas kebersamaan merupakan asas yang mendorong peran seluruh usaha Mikro, Kecil, dan menengah juga dunia usaha secara bersama-sama dalam kegiatannya untuk mewujudkan kesejahteraan bersama (rakyat) -


“ Sekian hanya itu yang saya tahu, maaf jika yang saya ucapkan berbeda dengan pendapat kakak kakak senior dan juga yang lain,” ucap Lea lalu dirinya kembali duduk.


“ Hm baik, ada kah pendapat dari yang lain?” Tanya Galang.


Mereka hanya diam Galang pun tidak berkata kata lagi. Karena sudah pukul 22:00 malam mereka semua disuruh untuk segera tidur dan kembali bangun jam setengah dua malam. Lea, Berry dan yang lain masuk kedalam kelas untuk tidur, saat Lea akan memejamkan matanya dirinya tidak sengaja sekelebat bayangan putih diluar jendela.


Nara yang ditugaskan menjaga disana kebetulan juga melihat sosok tersebut. Dia berniat untuk menghampiri sosok itu untuk memberitahukan agar tidak mengganggu mahasiswa dan mahasiswi baru. Di lorong nampak juga seorang anak kecil dengan ibu ibu yang bercucuran darah. Lea yang melihat Nara pergi keluar langsung mengikutinya sekaligus penasaran dengan sosok putih itu.


“ Kak Nara mau kemana ya?” Gumam Lea sambil terus melangkahkan kakinya berjalan dilorong kampus.


Lea menelan ludah mendengar suara tangisan perempuan yang dekat sekali dengannya. Dengan pelan dirinya melirik ke arah samping dan ternyata ada seseorang yang sedang duduk sambil menundukkan kepalanya.


Dengan sedikit ragu Lea membungkuk dan bertanya mengapa perempuan itu menangis. Betapa kagetnya Lea setelah melihat wajah perempuan itu, wajah yang sudah hancur, bercucuran darah dan banyak sekali belatung. Rasanya Lea ingin muntah melihat itu semua, dia juga sangat ingin pergi meninggalkan hantu itu. Namun, tidak tahu kenapa kaki nya tak dapat digerakkan sama sekali.


Lea memejamkan matanya.


Aaaa..aaaaaa, napas Lea tidak dapat terkontrol karena kaget sekaligus ketakutan. Terdengar suara yang tidak asing baginya, yaitu Farid cowok yang dia suka.


“ Ffaarid,” ucap Lea gugup sambil memeluk.


“ Ngapain diluar tenang gak usah takut tuh setan udah pergi," jawab Farid dengan mengelus rambut Lea.


“ Tadi aku ngikutin kak Nara sekalian penasaran karena waktu mau tidur ngelihat sosok putih lewat.”


“ Ckckckck, penasaran penasaran tapi ketakutan juga. Gimana kalo sosok itu bukan manusia dia setan kayak yang tadi? Berwajah hancur dan bermunculan belatung hah!!”


Lea terdiam dia pun memutuskan untuk kembali saja. Sebelum itu dia menyuruh Farid untuk mencari Nara.

__ADS_1


Berry yang masih mengantuk melihat Lea yang muncul dari luar ruangan. Dia bangun lalu bertanya. “ Aku cuman ke toilet aja Ber.”


“ Hmm okay cepet tidur Lea,” ucap Berry yang masih mengantuk.


Para senior datang untuk memeriksa apakah mereka sudah tertidur atau belum. Galang yang melihat semuanya tertidur kembali melanjutkan keruangan yang lain.


Ditempat lain Farid sudah bertemu dengan Nara yang sedang mengobrol dengan sosok yang dimaksud Lea itu. Lalu Farid menyapa Nara dan menyuruh dia untuk kembali berjaga.


“ Ouh Nar lu sejak kapan bisa lihat hantu?”


“ Setelah kecelakaan yang menimpa gue dan orang tua gue," jawab Nara. “ Saat gue bangun dari koma gak tahu kenapa tiba tiba aja banyak banget orang orang yang ngga gue kenal berada didalam ruang rawat. Tapi pas gue tanya sama salah satu suster mengapa sangat ramai suster itu malah menjawab jika didalam ruangan tidak ada siapa siapa lagi selain dokter, dia dan gue,” sambungnya.


“ Mungkin kecelakaan itu membuat mata batin lu terbuka."


“ Mungkin, okay deh gue pergi mau lanjut berjaga. Btw kalo lu bosen dan gabut mending ajak ghibah tuh cewek," ucap Nara sambil menunjuk si sosok perempuan putih itu.


“ Sialan, ogah gue ghibah sama dia.”


“ Kasian Rid dia mati bunuh diri korban pembully-an,” kata Nara dengan melangkahkan kakinya pergi.


Farid tidak menghiraukan perkataan Nara dia malah menghilang.


Kini waktunya semua Maba untuk bangun dari tidurnya. Para senior sudah siap menunggu calon calon adik kelasnya itu dilapangan. Panji dan Nara menemani Lea dan kelompoknya. Baru saja mulai mereka semua sudah disuguhkan dengan penampakan penampakan yang menyeramkan.


Para hantu itu sepertinya sengaja menampakkan wujudnya kepada mereka. Walau merasa takut mereka terus berjalan, sampai pada akhirnya mereka semua dibuat terkejut oleh Clara yang sengaja ingin menakut nakuti Lea dan kelompoknya.


“ Woy Clara," ucap Nara Panji dengan kesal karena ulahnya.


“ Kenapa? Gitu doang takut pakai teriak teriak segala.”

__ADS_1


Raut wajah Panji dan yang lain langsung berubah, bukan karena mereka takut dengan ucapan Clara. Melainkan mereka melihat dua pocong yang sedang berdiri dibelakang Clara.


Berry langsung menarik tangan Lea untuk melarikan diri. Lalu teman temannya yang lain ikut berlari meninggalkan Clara yang menurut dirinya mereka takut pada dia. Namun, saat dirinya membalikkan badan dia langsung menelan ludah dan kakinya bergetar tidak dapat bergerak.


__ADS_2