HANTU TAMPAN

HANTU TAMPAN
HT 49


__ADS_3

“ Bentar guys gue coba panggil tuh dua setan sialan, kenapa mereka gak ngasih tahu kita sebelumnya.” Nara kesal dengan teman hantunya itu.


...HAPPY READING ALL...



Datanglah kedua hantu tersebut. Mereka terkejut karena Farid yang sedang bersama teman temannya. Si pocong berbisik dan didengar oleh Nara. “ Heh Cong! Gue denger ya.”


“ Hehehe galak banget sekarang, pms ya?” ujarnya sambil cengengesan.


“ Skip skip. Gue mau tanya sama lu berdua, apa benar dia itu Farid teman kita hah? ” Si pocong saling tatap dengan Andi lalu sama sama memandang pada Farid. “ Iya,” jawabnya.


“ Kenapa lu gak bilang sama gue atau Lea? Kasian Lea nyari keberadaan Farid yang tiba tiba aja ngilang. Dia khawatir sama keadaannya,” omel Nara yang membuat kedua hantu itu ketakutan dengan ekspresi wajah Nara. Bukan hanya para hantu tapi teman temannya yang ada disana juga merasakan hal yang sama.


“ Ngeriii!” ujar Galang dan Revan bersamaan.


Cukup lama mereka berkumpul dan akhirnya selesai karena kedatangan Andra juga Elang. Lea masih penasaran dan masih ingin mendengarkan cerita Farid. Tapi cowok itu sudah dibawa pergi oleh temannya.


Hari mulai siang. Mereka semua masih kepikiran dengan ucapan Farid. Jika memang temannya itu memakai tubuh Gerald maka dimana roh dari pemilik tubuh tersebut. Nara memotong dan bilang kemungkinan roh Gerald sedang tersesat. Entah harus memasang wajah bahagia atau sedih, karena Farid menjadi manusia namun bukan memakai tubuhnya melainkan tubuh orang lain.


Sepulang dari kampus. Mereka semua berniat untuk mencari roh Gerald. Pak satpam yang mengetahui itu menyuruh Nara untuk tidak mencarinya. Karena dia ingin melihat Farid bahagia bersama Lea dengan memasuki tubuh Gerald dan menjadi manusia.


Gadis itu bingung harus berbuat apa. Galang menegur Nara yang sedari tadi bengong. “ Nara lu gak papa kan?”


“ Gue gak papa Lang.”


“ Jadi gak nyari roh nya Gerald?”

__ADS_1


“ G—gue gak tahu Lang. Gue bingung,” jawabnya.


“ Kenapa?”


“ Gak papa. Lebih baik kita cari Farid dulu dan bicarakan ini sama dia. Apa setelah roh Gerald ketemu Farid mau mengembalikan tubuh itu pada pemiliknya?”


“ Gue paham.” Nara dan Galang kembali pada teman temannya yang telah berkumpul.


Semua pergi dan orang tua yang dirumah mendapatkan surat dari kampus yang memberitahu jika anak anaknya sering kali bolos kuliah. Papa Galang langsung menelpon putrinya dan menanyakan keberadaan dia serta kakaknya.


Dua anak itu hanya menjawab iya pada papanya. Galang memegang tangan adiknya agar tidak takut, semenjak kejadian waktu itu. Papa Berry selalu mengawasi anak anaknya, dia tak ingin hal yang seperti dulu terjadi lagi.


Farid tak berkutik sedikit pun. Dia berbicara dengan para hantu itu dalam hatinya. Farid juga berkata jika dirinya akan melepaskan tubuh Gerald dan menerima keadaan bahwa dirinya sudah meninggal. Nara menatap kedepan dimana Farid, Andra dan tiga teman hantunya sedang beriringan.


“ Kamu yakin? Padahal saya melakukan itu agar kamu dan Lea bisa bersatu,” ucap si pak satpam. “ Dari awal saya juga ragu untuk masuk kedalam tubuh ini. Dan sepertinya saya akan lepas setelah orang yang menghajar Gerald ditemukan.”


“ Ndra mending lu pulang aja,” ujar Farid


“ Gue mau ikut sama lu Rald. Emang kalian semua mau kemana sih?” jawabnya.


“ Kasian si Elang ditinggal, mending lu temenin dia dan jangan khawatir sama gue Ndra.” Andra tak bicara lagi, dia lupa bahwa dirinya tadi bersama Elang dan kini sepupunya itu dia tinggal sendiri.


Setelah Andra pergi Farid pun berbicara dengan teman teman hantunya yang tidak didalam hati lagi. Galang dan yang lain mendengarkan, cowok itu mendekat dan merangkul sahabatnya. “ Gue tahu perasaan lu Rid, tapi ini salah. Gue janji bakal nemuin orang yang udah buat lu meninggal.”


Lea menitikkan air matanya dan memeluk Farid dari belakang. Dia sudah tak tahan lagi menahan rasa rindu itu pada pacarnya. Perjalanan mereka terhenti menyaksikan sepasang kekasih itu. Tidak ingin mengganggu, Nara mengajak yang lain menunggu ditempat lain.


Wajah dua manusia itu hanya beberapa senti saja. Farid meniup wajah kekasihnya dan mencubit hidung Lea. “ Farid aku gak mau kamu menjadi orang lain, gak papa jika kamu bukan manusia dan aku suka wujud kamu yang asli bukan orang lain,” ucap Lea.

__ADS_1


“ Iya, aku akan mengembalikan tubuh dia dan kembali menjadi Farid si hantu tampan. Kata mbak Kun sih, tapi aku emang ganteng kan?”


“ Masih aja ngurusin ketampanan. Iya iya kamu itu hantu satu satunya yang paling tampan. Bahkan bang poci aja kalah,” ujarnya sambil tersenyum dan mengusap air mata.


Andi menahan tawa mendengar ucapan Lea yang membandingkan Farid dengan si pocong. Anak kecil itu terlihat bahagia setelah bersama dengan Farid CS. Tidak merasakan kesepian lagi karena sudah menganggap mereka semua sebagai keluarganya.


“ Udah selesai ngomongnya?” ucap Nara yang baru datang, Farid dan Lea mengangguk.


Ditempat lain.


Gerald sedang kebingungan dengan dirinya yang entah berada dimana. Dia terus melangkah menyusuri jalan dan bertanya pada orang orang yang dia temui. Namun, semua yang dia tanya tak ada satu pun menjawabnya.


Kembali pada Andra. Dia sudah bertemu Elang, cowok tersebut mengajak Andra untuk pulang sebab dia bosan dan ingin bermain game dirumah. Keduanya pulang menggunakan motor, tak sengaja bertemu dengan orang yang mengajaknya balapan minggu. Awalnya Andra sedang tidak ingin meladeni mereka namun Elang malah membuat ribut.


Wajah dua cowok tampan itu lebam lebam. Saat akan pergi, langkahnya terhenti setelah mendengar jika Gerald sudah mati. Andra tersenyum dia tak percaya sebab Gerald sedang bersama Galang dan teman temannya.


“ Hahaha Galang? Gue juga pernah membuat ketua dia mati saat balapan.”


“ Gak usah omong kosong, apa lu ada buktinya kalo Gerald mati?”


Cowok tersebut meminta temannya maju lalu memberikan handphone. Dia membukanya dan terlihat dalam vidio itu mereka telah menghabisi Gerald dan dibuang. Dia juga menjelaskan setelah dirinya kembali lagi ke tempat tersebut, tubuh Gerald sudah menghilang. “ Padahal gue yakin kalo kakak lu itu udah mati tapi jasadnya gak ada lagi disana.”


Andra mengepalkan tangannya dia sudah muak dengan omong kosong musuhnya itu. Elang mencoba untuk menahan Andra dan menyarankan untuk dirinya menelpon Gerald. Andra menyalakan speaker, dan terdengar jelas suara Gerald. Hal itu membuat musuhnya terkejut dan tak percaya.


“ Dengarkan lu!! Gerald masih hidup dan stop berkata omong kosong. Mending lu periksa ke dokter kayaknya udah gak waras lagi jadi manusia,” cibir Andra yang kesal.


Musuhnya hanya menatap kepergian Andra dan Elang. Teman temannya ingin mengejar namun di hentikan olehnya. Dia ingin bertemu dengan Gerald dan memastikan.

__ADS_1


__ADS_2