HANTU TAMPAN

HANTU TAMPAN
HT 26


__ADS_3

“ Jangan pelit nanti ketampanan kamu hilang loh,” kata kuntilanak.


“ Bagus dong berarti hantu paling tampan disini cuman aku aja,” sambung si pocong.


...HAPPY READING ALL...



“ Kemana sih Clara!” Galang terus mencari keberadaan perempuan itu dengan marah. Dia tak ingin jika nanti Clara akan menyebarkan semua poto itu dan memberikannya pada papanya.


Sayangnya, Clara sudah melakukan itu semua. Papa Galang yang melihat itu tidak percaya dengan kelakuan anak cowoknya. Dia cepat cepat pulang kerumah untuk menanyakan kebenarannya.


Sedangkan Berry dan teman temannya berencana untuk mencaritahu apa yang terjadi. Mereka tidak rela jika Galang harus menikahi Clara, perempuan jahat. Tidak lupa mereka juga mengajak Lea, setelah itu Berry meminta Lea untuk datang ke danau tempat dulu, termasuk teman temannya.


Pukul 14:00. Semua sudah berkumpul, pertama Berry menjelaskan apa yang akan mereka lakukan.


Galang yang sedari tadi mencari Clara namun tetap tak ketemu dia pun memutuskan untuk pulang saja. Baru saja membuka pintu, papa nya langsung menampar pipi anaknya. “ ANAK GAK TAHU MALU!!”


Galang hanya terdiam mendapatkan sebuah tamparan. Selama ini papanya tidak pernah memukul atau menampar anak-anak nya. Dia sedikit merasa terkejut, “ maksud papa apa?”


“ LIHAT!!” ucapnya sambil menunjukkan poto Galang dengan Clara.


“ Galang bisa jelasin pah. Bukan itu kejadian yang sebenarnya please papa percaya sama aku,” jawab Galang yang ingin menjelaskan semua, tetapi papanya tidak mau mendengar.


Setelah mendapatkan tamparan dan ditinggalkan. Galang pergi ke kamarnya, dia melempar tas dengan penuh amarah. Cowok itu pun terus memukul dinding kamarnya sampai tangannya berdarah.


“ GUE UDAH MUAK SAMA LU CLARAAAA!!! LU TEGA NGEJEBAK GUE.”


“ Dan lu udah ngebuat bokap nampar gue,” sambungnya tertunduk sambil memukul dinding pelan.


Di danau, Berry dan yang lain telah memikirkan rencana untuk kembali menjebak Clara dan memaksanya mengakui semua perbuatannya. Mereka membubarkan diri. Berry telah sampai dirumah, dia melihat papanya yang sedang memegang poto mamanya sambil menangis.

__ADS_1


“ Maafin papa, mah. Gak bisa urus Galang dengan benar.”


“ Hah? Papa udah tahu kah soal kak Galang?" batin Berry.


Berry menghampiri papanya dan memeluk, “ papa jangan nyalahin diri papa. Dan aku percaya kalo kak Galang gak mungkin nekat melakukan itu sebelum dirinya menikah. Papa tahu kan bagaimana sifat kakak? Walau dia nakal, suka balapan dan lainnya tapi dia gak pernah bermain perempuan.”


“ SUDAH CUKUP BER!! PAPA UDAH TERLANJUR KECEWA SAMA GALANG," potongnya lalu beranjak dari duduk.


Saat akan melangkahkan kakinya, sang anak menghentikannya dengan cara memeluk. Dia terus memohon agar papanya percaya pada Galang. Pemandangan itu di lihat oleh kakaknya, dia terdiam melihat Berry yang benar benar membela dan meyakinkan papanya.


“ Lepasin papa Ber," titah sang papa.


Berry melepaskan pelukannya. Saat akan kembali melangkah, pintu depan ada yang mengetuk. Asisten nya membukakan pintu, terlihat seorang perempuan dan keluarganya datang beramai-ramai bersama beberapa wartawan.


“ Selamat sore Pak,” sapa kedua orang tua Clara.


“ Ada apa kalian semua ke rumah saya?”


“ Mohon maaf Pak jika kedatangan kami kesini mengganggu, tujuan saya datang adalah untuk meminta pertanggungjawaban anak bapak, Galang.”


“ Galang anak bapak sudah meniduri anak kami, Clara. Saya tidak mau jika nanti anak perempuan kita hamil dan Galang bapaknya, tetapi tidak mau mengakuinya,” jelas mama Clara yang tidak tahu jika itu semua rencana anak dan ayahnya.


“ Bapak seorang pengusaha terhormat apa mau di cap sebagai papa tidak berguna menjaga anak oleh orang orang karena anaknya telah meniduri seorang gadis,” ucap Ayah Clara dengan sengaja didepan wartawan.


Galang benar benar tersulut emosi, dia dengan marah membentak keluarga Clara. Karena sikap Galang yang seperti itu, papanya menghentikan. “ GALANG STOP!!”


“ Pah! Mereka udah keterlaluan, menuduh tanpa adanya sebuah bukti. Bagaimana bisa aku tidur dengan dia sedangkan aku aja gak ingat dengan kejadiannya,” jawab Galang sambil menunjuk ke arah Clara.


Dengan sengaja Ayah Clara memutarkan sebuah Vidio yang telah anak buahnya edit dan menunjukkan pada keluarga Galang juga wartawan. “ CUKUP,” titah papa Galang.


“ Kita bicarakan semuanya sambil duduk dan tolong jangan bawa para wartawan ini. Suruh mereka semua pergi,” sambungnya.

__ADS_1


...----------------...


Lea dan Farid terus berpikir untuk menolong Galang dari tuduhan itu. Hantu tampan itu menyuruh si kuntilanak untuk memeriksa keadaan dirumah Galang. Kuntilanak itu pergi, dia memperhatikan suasana disana tak lama dia kembali menghilang dan memberitahu Farid jika keluarga Clara sedang berada disana.


“ Sebenarnya apa sih tujuan Clara menjebak kak Galang?” tanya Lea.


“ Mungkin dia sangat terobsesi sama Galang atau bisa juga ada hal lain yang dia rencanakan,” jawab Farid.


“ Ahh iya gak tahu kenapa Clara selalu peringatin aku buat gak dekat dekat dengan kak Galang. Apa dia cemburu? Emang Clara itu pacarnya atau siapa?"


“ Kenapa gak bilang kalo kamu selalu dapat peringatan dari Clara?" tanya balik Farid.


“ Sebenarnya Clara adalah kekasih Galang, tapi sayang dia ninggalin pacarnya disaat Galang sedang keadaan terpuruk karena meninggalnya mama dia,” sambung si hantu dan teman teman hantunya serius mendengarkan perbincangan kedua makhluk itu.


Lea hanya manggut-manggut saja.


Clekk


Suara pintu terbuka dengan tiba tiba, ternyata itu Rere. Dia terheran-heran pada Lea yang bicara sendirian. Saat akan bertanya untungnya Reno datang dan mengajak Rere bermain dengannya.


Dan anak kecil itu pun lupa akan hal yang ingin dia tanyakan itu. Lea membuang napasnya lega,“ ughh!”


“Is adik kamu ngagetin aja,” ucap Lea sambil mengelus dadanya.


“ Tapi cantik, imut, lucu kan Rere?" tanya Farid dengan senyuman khasnya.


“ Iya cantik banget gemesin,” jawab Lea.


“ Kek kamu.”


Para hantu yang ada disana berdehem. “ Ehem ehem! Kun, Cong pergi lah kita daripada jadi setan," ucap si kuntilanak pertama.

__ADS_1


“ Sadar diri woy! Lu semua emang setan,” tegas Farid.


“ Sadar diri juga ganteng, kamu setan kek kita," balas si kuntilanak kedua.


__ADS_2