
“ Kamu yakin Andi?” ujar Lea.
“ Gak tahu juga sih, emang nya ada apa kak Lea?”
“ Bukan apa apa. Kalo gitu aku sama Farid masuk dulu.”
...••HAPPY READING ALL••...
Keesokan harinya. Para remaja itu mulai beraktivitas seperti biasa, mereka masuk kuliah kembali begitupun dengan Galang dan Berry.
“ Akhirnya kita bisa kumpul bareng bareng lagi,” ujar Nara dengan senyuman bahagia.
Teman temannya hanya mengangguk saja. Lea dan Nara pun sekarang sudah tidak perlu lagi berbicara pelan atau sembunyi bersama Farid. Saat dikantin mulai berdatangan kembali para mahasiswi menghampiri Galang.
“ Mulai deh, kak Galang bisa gak sih wajah tampannya itu berubah jadi jelek.” Berry melirik pada kakaknya.
“ Tuhan ngasihnya gini sih Ber. Emangnya mau punya kakak jelek?” sahutnya.
“ Masalah kalo ganteng tuh kak Galang banyak cewek cewek centil yang mencoba deketin kakak. Emangnya gak risih apa sama mereka.”
“ Lea lu tahu gak?” potong Revan.
Lea menggelengkan kepalanya.
“ Si Farid waktu kuliah dulu juga gini. Banyak cewek cewek yang ngejar dia, tapi sayang tuh anak dingin, cuek dan bodo amat lah orangnya.”
“ Iya kah? Kok sekarang gak ada tuh jiwa jiwa dingin, cuek dalam dirinya,” ucap Lea.
Farid yang masih ada ditempat itu hanya terdiam mendengar perbincangan teman temannya. Lama lama dirinya pun merasa bosan dan muncullah ide jahil.
“ Lang gue kesana dulu buat pesanan,” ujar Panji.
Panji berjalan untuk memesan makanan. Sesampainya disana Panji menunggu, dan saat sedang melihat- lihat tiba tiba saja tangannya bergerak sendiri. Tak sengaja Panji menumpahkan sambal yang banyak sekali pada cowok didepannya.
“ WOY MAKSUD LU APAAN HAH!!”
Cowok yang baksonya ditumpahkan sambal oleh Panji kesal dan marah.
“ Ss-ssorryy gue gak tahu dan gak sengaja,” jawabnya lalu mengangkat kepalanya. Panji kaget sebab cowok yang ada didepannya adalah Andra yang kemarin membuat dirinya selalu emosi.
“ Oohhh lu. Bagus deh makan tuh sambal biar sakit perut,” ujar Panji.
“ Ngajak berantem lu? Ayo gue ladenin, mau dimana hah? Sini!” jawab Andra dengan marah.
__ADS_1
Farid yang ada disamping Panji terdiam tak berkutik sama sekali. Galang dan yang lain pun melihat temannya sedang adu mulut dengan mahasiswa lain langsung menghampiri nya.
Andra yang sudah emosi memukul pinggir bibir Panji dengan keras. Saat akan memukul lagi tangannya tak bisa bergerak dan ternyata itu ulah Farid yang menahannya.
"Kok tangan gue gak bisa di gerakin," gumamnya.
“ Stop stop stop!” pisah Galang. “ Gak usah main tangan.”
“ Heh! Temen lu yang duluan. Dia numpahin sambal ke makanan gue,” jawab Andra.
“ Lu dari kemarin suka banget bikin orang emosi ya,” sambung Revan.
Berry menggelengkan kepalanya pada Andra untuk tidak melanjutkan pertengkaran tersebut. Cowok itu yang melihat keberadaan Berry langsung pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
“ Kak aku ke toilet dulu,” izin Berry pada Galang.
Berry mengikuti Andra. Dan sampailah mereka di lobi kampus, gadis itu bertanya mengapa Andra ada dikampusnya. Lelaki didepannya menjawab jika dirinya baru saja pindah.
“ Ndra aku minta tolong jangan sampai kakak aku tahu soal hubungan kita,” pinta Berry.
“ Kenapa? Emang kakak kamu ada dikampus ini?”
Berry mengangguk. “ Kakak aku yang tadi misahin pertengkaran kamu sama kak Panji.”
“ Ohh itu, okay.”
Ternyata si Pocong dan Andi melihat mereka berdua. Dua hantu itu hanya tersenyum lalu pergi menghilang. Ditempat lain, kakak Andra yang bernama Gerald sedang bersiap untuk pergi ke kampus. Gerald tidak ikut pindah dengan adiknya ke universitas dimana Lea CS berada.
Diperjalanan sedang mengendarai motornya. Sekelompok orang orang mengejarnya. Gerald mencoba untuk menghindar namun dirinya kalah jumlah. Dengan terpaksa dia memutuskan untuk melawan orang orang tersebut.
Perkelahian terjadi dimana satu lawan banyak. Tentu saja hal itu membuat Gerald kewalahan dan akhirnya jatuh tersungkur. Orang orang tersebut membawa tubuh Gerald ketempat sepi dan di letakkan begitu saja.
Wajah tampan itu kini telah berubah. Banyak luka dan lebam pada wajahnya.
Kembali pada Lea. Teman temannya sudah menenangkan Panji dari emosinya. Farid juga meminta maaf atas kelakuannya itu membuat Panji bertengkar dengan mahasiswa lain. Bukannya marah justru Panji berterima kasih pada si hantu tampan tersebut.
“ Ber ayo kita masuk kelas,” ajak Lea.
“ Ayo. Kak Galang, kak Panji, Kaka Revan dan kak Nara kita pergi dulu.”
Ekhem!!
Lea tersenyum,“ eh lupa kalo ada si hantu tampan disini. Aku masuk kelas dulu ya wahai kekasihku yang sangat menawan.”
Teman temannya hanya terbengong mendengar perkataan yang keluar dari mulut Lea.
__ADS_1
...----------------...
Pukul 15:00. Farid pergi untuk bertemu dengan teman teman sejenisnya. Disana si Pocong juga Andi berkata jika mereka berdua melihat Berry dengan seorang lelaki. Farid bertanya bagaimana ciri ciri lelaki tersebut. Kedua hantu itupun menjelaskannya dan Farid sadar jika yang dijelaskan itu mirip seperti cowok yang bertengkar dengan Panji.
“ Lu berdua yakin?”
“ Kita yakin.”
“ Terus gimana lagi tuh?”
“ Gak tahu. Orang abis itu kita pergi ya Ndi,” jawab si Pocong.
Suara lengkingan terdengar sangat nyaring. Hi..hi..hi..hi.hii.....
“ Heh! Lu berdua bawa setan lagi kah?” tanya Farid.
“ Idih fitnah,” jawabnya.
“ Kayaknya gue denger suara yang gak asing deh. Suara yang mirip sama pacar lu dulu Cong,” ucap si hantu tampan.
“ Mbak Kun? Saya kangen sama dia, gimana kabarnya.”
“ Setan gak usah sok-sokan galau. Masih banyak kuntilanak yang bisa lu pacarin Cong.”
“ Tapi yang setia dan secantik mbak Kun gak ada lagi,” jawabnya.
“ Heh setan. Gue lihat semua kuntilanak sama aja, gak ada yang cantik muka nya nyeremin.”
Perbincangan mereka terhenti. Dan suara cekikikan itu kembali terdengar. Ketiga hantu tersebut merasa kebisingan dan mencari keberadaan hantu itu.
Kebetulan ketiga hantu itu masih berada di kampus. Nara yang melihat teman temanya menahan tawa, dia tidak menyangka dan baru kali ini menemukan sekelompok hantu yang suka ghibah sekaligus lucu.
Gadis indigo tersebut pergi mencari tempat sepi untuk berbicara dengan teman teman hantunya. Dan setelah menemukan nya dia langsung berteriak. “ Woy Rid, Cong, Cil.”
Ketiganya melihat pada Nara.
“ Lu bertiga nyari yang ketawa hah??”
“ Iya Nar. Lu tahu dimana tuh Kunti berada? Berisik banget padahal masih sore ganggu obrolan gue sama dua setan ini aja.”
“ Busettt pak Farid anda juga harus sadar diri kalo kamu itu setan sama kayak mereka berdua.”
Hahahaha
“ Iya iya gue tahu Nar.”
__ADS_1
Galang, Panji dan Revan melihat Nara yang ketawa dan berbicara sendiri. Mereka sudah tahu pasti teman ceweknya itu sedang berkomunikasi dengan para hantu. Panji memanggil kekasihnya dan mengajaknya pergi. Sebelum pergi Nara kembali berkata memberitahu keberadaan kuntilanak.
“ Bye gue cabut dulu. Have fun ya ghibahnya jangan lupa siapin gorengan sama kopi hitam biar mantep.”