
Berbeda dengan Lea, dia tidak mendapatkan teror sama sekali. Nara membuat sebuah grup chat untuk memberitahukan teror tersebut sekaligus ingin bertanya apakah mereka semua sama dengan dirinya atau cuman dia yang mendapatkannya.
...HAPPY READING ALL...
Setelah membuat grup chat. Nara langsung bertanya pada teman temannya. Disana ternyata, Revan, Panji, Galang dan Berry mendapatkan teror. Mereka tidak tahu apa yang terjadi, dan Nara pun menjelaskan jika dirinya mendapatkan sebuah surat misterius. Dirinya mengirimkan poto digrup dan semua anggota membaca.
Dan mereka takut akan terjadi sesuatu jika menuruti perintah dari surat itu, semuanya sepakat untuk tidak pergi kekampus malam ini.
Pukul 21:00. Mereka semua mendapatkan pesan secara bersamaan. Dan keenam orang itu langsung kembali bergabung di grup untuk berdiskusi, mereka semua diancam jika tidak datang maka teror akan terus menghantui mereka.
Revan, Panji dan Galang berdengus kesal dan penasaran siapa orang dibalik ini semua. Dan untuk Lea, dia hanya menganggap itu adalah pesan iseng semata. Dan menyuruh teman temannya agar tidak tertipu dengan semua itu.
Setelah berbicara di grup, semuanya memutuskan untuk pergi tidur.
Dirumah sakit, Lea masih terjaga karena Reno yang masih belum juga tidur. Sang kakak sudah menyarankan untuk cepat tidur tetapi, anak kecil itu merengek dan malah berkata jika dia dan kakak nya tidur maka akan terjadi sesuatu pada ibunya.
“ Ibu gak bakal kenapa kenapa Reno, lebih baik kamu cepat tidur besok harus sekolah. Kakak gak mau jika nanti kamu tidur saat jam pelajaran.”
“ Aku gak mau!!"
“ Aish nih anak, kamu tenang saja kakak gak bakal tidur dan lagipula disini ada kak Farid yang menjaga kita.”
__ADS_1
“ Tetap saja perasaan aku gak enak," jawab Reno yang masih saja ngotot untuk tidak tidur.
Melihat tingkah adiknya yang begitu, Lea hanya bisa menurutinya saja. Tak terasa malam sudah menjadi pagi. Lea terlihat sangat mengantuk begitu pula dengan Reno. Mereka berdua selalu saja menguap karena tidak tidur.
Berry yang baru saja datang terheran heran melihat kedua adik kakak itu yang begitu kelelahan. Lea pun menjelaskan bahwa Reno mendapatkan perasaan tidak enak dan akhirnya mereka berdua tidak tidur seharian.
“ Sepertinya kamu butuh istirahat Lea, dan untuk Reno apakah kamu mau pergi kesekolah?"
Reno menganggukkan kepalanya dan Berry akan mengantarkan anak kecil itu kesekolah. Sedangkan Lea akan tidur sebentar. Farid memanggil ketiga teman hantunya dan menyuruh mereka untuk menjaga kekasihnya itu. Karena, Farid akan pergi kerumah orang tuanya untuk melihat keadaan sang adik yang baru saja pulang.
Melihat adiknya yang sudah sembuh, Farid sangat bahagia dan terlihat senyum manis nya. Dia berjalan jalan memeriksa kamar miliknya. Farid membuka buku catatannya hariannya dan betapa terkejutnya setelah melihat Poto Lea tertempel dibuku miliknya.
' Lea...?'
“ Sejak kapan gue nyimpen nih poto?" pikirnya.
Lea sudah terbangun dari tidurnya dan sahabatnya itu pun telah kembali padanya. Dia mengucapkan terima kasih pada para hantu itu dan menyuruhnya untuk pergi saja. Tetapi para hantu itu tidak menghiraukan perkataan Lea, sebab Farid memerintah mereka untuk tidak pergi sebelum dirinya kembali.
“ Lea udah tidurnya?"
“ Udah kok walau sebentar tapi cukup," jawabnya.
“ Ya udah kalo gitu, eh btw ibu kamu gimana keadaannya sekarang?”
__ADS_1
“ Allhamdulillah ibu sudah membaik dan tiga hari lagi kata dokter ibu udah bisa pulang.”
“ Syukur deh kalo gitu.”
Mereka berdua memainkan ponselnya sambil menunggu untuk berangkat kuliah. Ibu Lea terbangun dan memanggil anaknya. Lea langsung mendekat pada sang ibu, lalu ibunya berbisik dan mengatakan sesuatu yang membuat Lea terkejut.
Berry penasaran dengan apa yang dibilang ibu Lea sampai sahabatnya itu terkejut dan diam. Karena takut tidak sopan, Berry hanya diam dan melihat saja.
Farid telah kembali dan para hantu itu pun pergi. Anak kecil kemarin datang dan memberitahu kuntilanak dan si pocong untuk bilang kepada Lea agar dirinya berhati hati saat di kampus nanti. Keempat hantu itu pun kembali lagi kerumah sakit, Farid penasaran mengapa teman temannya itu kembali.
“ Bilangin ke Lea buat hati hati saat dikampus," titah kuntilanak pada Farid.
“ Maksudnya? Emang kenapa dan ada apa hah nyuruh Lea hati hati," jawabnya.
“ Saya juga gak tahu kamu tanya saja sama hantu kecil ini.”
Farid menatap Andi, dia masih belum bisa mempercayai hantu kecil itu. Farid takut jika anak kecil itu adalah kiriman dari makhluk jahat yang selama ini dia lihat. Anak kecil itu tahu apa yang dipikirkan oleh Farid dan dia berkata jika dirinya benar benar hantu yang belum bisa pergi dan tidak mempunyai niat jahat apapun.
“ Okay okay!! Sekarang kamu cerita apa yang akan terjadi pada Lea? Dan mengapa kamu menyuruhnya untuk berhati-hati.”
“ Aa..akkuu, aku tidak sengaja mendengar ucapan lelaki yang mirip ayah perempuan itu,” jawabnya dengan gugup.
“ Apa yang kamu dengar?”
__ADS_1
“ Dia akan mencelakai kakak itu, dan dia juga berkata jika dirinya akan meneror kak Lea bersama teman temannya.”
“ Kayaknya kita semua harus cari tahu siapa sosok lelaki itu, dan mengapa dia ingin mencelakai Lea dan temannya," pikir Farid dan para hantu itu menganggukkan kepalanya tanda setuju.